Will You Love Me

By nggielf24

141K 10.9K 897

Menikah karna keinginan terakhir dari 'Nenek'? Hal yang selalu didengar dari cerita klasik, tapi siapa sangka... More

WYLM Part 01
WYLM Part 02
WYLM Part 03
WYLM Part 04
WYLM Part 05
WYLM Part 06
WYLM Part 07
WYLM Part 08
WYLM Part 09
WYLM Part 10
WYLM Part 11
WYLM Part 13
WYLM Part 14
WLYM Part 15
WYLM Part 16
WYLM Part 17
WYLM Part 18
WYLM Part 19
WYLM Part 20
WYLM Part 21
WYLM Part 22
WYLM Part 23
WYLM Part 24
WYLM Part 25
WYLM Part 26
WYLM Part 27
WYLM Part 28
WYLM Part 29
WYLM Part 30
WYLM Part 31
WYLM Part 32
WYLM Part 33
WLYM Part 34
WYLM Part 35
WYLM Part 36
WYLM Part 37
WYLM Part 38
PENTING!!!
NEW PROJECT🥳🥳🥳

WYLM Part 12

3.8K 289 31
By nggielf24

"Far, lo mau gue beliin tas gak?"

"Gak" jawab Fara dingin.

"Kalo sepatu?" tanya Alexie lagi.

"Gak" jawab Fara lagi.

"Kalo-"

"Nggak, Lex. Gue cuma mau lo diem" kata Fara kesal.

Sekarang mereka sedang duduk berdua di ruang keluarga. Dimana Alexie duduk di sofa sambil menonton tv dan memakan pudding buatan Fara, sedangkan Fara sedang sibuk dengan buku-bukunya sambil lesehan di bawah.

"Itu salah jawabannya" kata Alexie melirik kerjaan Fara.

Fara memandang sinis Alexie.

"Loh! Dikasih tau, gak percaya" sinis Alexie. "Itu, coba lo periksa lagi. Pasti ada yang kelewatan" tambah Alexie menunjuk soal yang dia maksud.

Fara pun kembali memeriksanya dan benar saja memang ada yang terlewat makanya dari tadi dia tidak mendapatkan jawabannya.

Sebenarnya Fara anak yang pintar, tapi sayang terkadang dia sering melakukan kecerobohan hingga jadi sering melakukan kesalahan.

"Thanks" kata Fara datar.

"Apa? Lo bilang apa? Gue gak denger" kata Alexie sengaja.

"Makasih, Alexie" kata Fara penuh penekanan.

"Gak ikhlas banget. Syukur-syukur udah gue kasih tau" gumam Alexie kesal.

Fara hanya diam, pura-pura tidak dengar karna dia memang orang yang jual mahal.

"Far"

"Hm" balas Fara fokus ke buku.

"Kemarin, lo kenapa?" tanya Alexie.

"Eh, kemarin? Emang kemarin kenapa?" tanya Fara gugup karna mengerti maksud Alexie.

"Gak usah pura-pura. Gue tau, lo ngerti" kata Alexie.

"Itu- Sebenernya, orang yang gue ceritain ke lo pas itu. Dia ngehubungin gue" kata Fara pelan.

"APA!"

"Biasa aja kali" kata Fara.

"Jadi, dari kemarin lo aneh gara-gara dia?" tanya Alexie.

Fara mengangguk.

Alexie mengusap wajahnya. Sebenarnya dia tidak harus seperti ini, tapi masalahnya dia tau siapa laki-laki yang dimaksud Fara.

"Tapi gue udah peringatin dia buat jauhin gue tadi" kata Fara.

"Tadi?" balas Alexie bingung.

"Iya. Tadi dia datengin gue ke sekolah" jelas Fara dengan wajah polos.

Habis sudah kesabaran Alexie. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan Arham. Kenapa laki-laki itu harus mendekati Fara lagi sampai mendatangi gadis ini ke sekolahnya.

"Dia gak ngapa-ngapain lo kan?" tanya Alexie menangkup wajah Fara yang duduk di bawah.

"I, iya, gue gak diapa-apain kok" jawab Fara salah tingkah.

"Kalo ada apa-apa. Kasih tau gue" kata Alexie menatap Fara dalam.

Fara terdiam karna terpesona dengan wajah tampan suaminya itu.

"Far, lo denger gak?" tanya Alexie lagi.

"Iya" jawab Fara membuang muka.

Alexie pun kembali menonton tv sambil makan pudding. Lebih baik tidak membahas ini berlama-lama. Karna membahas 'mantan' gebetan akan membuat Fara semakin ingat dan kemungkinan Fara punya perasaan lagi kepada 'mantannya' itu semakin besar.

Fara hanya memandang Alexie. Dia sengaja mengatakan yang sebenarnya sekarang daripada nanti akan ada masalah di belakang. Fara juga mencoba bersikap terbuka pada Alexie.

'Mending gue gak ngasih tau Alex kalo Arham temen satu sekolahnya.'

~~~

Hari ini, Arham kembali datang ke sekolah Fara. Bahkan laki-laki itu nekat masuk ke kawasan sekolah untuk mencari Fara. Ingin Fara mengadu pada Alexie, agar suaminya itu bisa memberi penjelasan pada Arham bahwa dia sudah menikah sekarang.

"Lo mau apa lagi sih, Ham?" tanya Fara kesal.

"Gue, mau ngomong sama lo. Plis, dengerin gue dulu, Far" jawab Arham.

"Gak ada yang perlu diomongin. Gue udah bahagia sekarang dan gue harap lo gak ngerusak kebahagian gue" kata Fara dengan wajah sedih.

Arham melihat sekitar dan dengan cepat dia menarik Fara ke tempat yang agak sepi agar mereka bisa berbicara sepuasnya.

"Far, denger. Gue tau, gue salah karna punya niat buat manfaatin lo" kata Arham.

Fara tersenyum miring.

"Tapi Far, lama kelamaan gue lupa soal niat gue buat manfaatin lo. Gue nyaman sama lo" jelas Arham serius.

"Hehe, bullshit" balas Fara.

"Plis, Far. Maafin gue" kata Arham lemah. "Jujur, pas gue ketemu lo lagi setelah dua tahun. Gue ngerasa seneng, tapi lo malah kaya gini dan ini buat gue sedih."

"Sedih? Lo sedih karna gue?" tanya Fara sinis.

"Far, percaya sama gue. Gue cuma mau baikan sama lo sebagai temen, gak lebih" kata Arham.

Fara hanya diam.

Arham yang melihat hal itu pun langsung jatuh dengan kakinya yang ditekuk.

"Ham, lo ngapain sih!" kata Fara terkejut.

"Apa yang harus gue lakuin demi dapat maaf dari lo. Jujur, gue bener-bener ngerasa bersalah sama lo" kata Arham penuh penyesalan.

Fara benar-benar tidak percaya Arham sampai seperti ini demi dirinya.

'Apa Arham beneran ngerasa bersalah? Apa gue terima aja permintaan maafnya? Tapi gue gak yakin.'

Fara menarik nafas dalam.

"Ham, berdiri" suruh Fara. "Gue maafin lo" lanjut Fara datar.

Arham pun berdiri dan memegang kedua bahu Fara.

"Yang bener, Far?" tanya Arham senang.

Fara mengangguk.

"Makasih, Far. Makasih" kata Arham.

"Hm" balas Fara dingin.

"Lo gak tulus maafin gue yah?" tanya Arham. "Kalo lo memang maafin gue, senyum dong" tambah Arham tersenyum.

Fara menatap Arham dan seketika sebuah senyuman muncul di wajah cantik Fara.

"Gitu dong" kata Arham mengelus puncak kepala Fara.

Fara hanya bisa menunduk malu. Kenapa perasaan yang dulu dia rasakan tiba-tiba kembali lagi. Apa memang dia belum bisa melupakan Arham sepenuhnya.

"Ham, sorry. Gue pulang dulu yah" kata Fara.

"Biar gue anter" tawar Arham.

"Gak usah. Gue bawa motor sendiri" balas Fara tersenyum.

"Oke, kalo gitu" kata Arham.

Fara pun pergi dari sana. Tidak lupa dia membalas lambaian tangan Arham padanya sambil tersenyum lembut.

Arham langsung tersenyum saat melihat Fara sudah pergi.

'Gue pikir lo berubah. Ternyata lo masih sama kaya dulu, polos dan goblok.'

~~~

Alexie meneguk minuman beralkohol di depan. Entah sudah berapa banyak yang dia habiskan. Teman-temannya yang ada di sana hanya diam melihat hal itu karna mereka mengerti kalo sekarang Alexie sedang marah.

"Kak Alexie kenapa?" tanya Ravanza polos.

"Shhttt... diem aja. Jangan ditegur" kata Faraz. "Nanti yang ada lo jadi bahan pelampiasan amarahnya Alex" tambah Faraz.

Ravanza pun diam seperti perintah kakak sepupunya itu.

Bukan tanpa sebab Alexie jadi kalap seperti ini.

Sebenarnya, saat tadi pulang sekolah dia tidak sengaja melihat Arham yang akan pulang dan tiba-tiba saja ide untuk mengikuti laki-laki itu muncul. Alexie pun mengikuti Arham.

Ternyata Arham pergi ke SMA Eva, karna penasaran dan memastikan apa yang dilakukan oleh laki-laki itu, Alexie pun mengikutinya.

Betapa terkejutnya saat dia melihat Arham bersama Fara, bahkan laki-laki itu berani menarik Fara ke tempat sepi.

Sayangnya Alexie tidak bisa mendekat untuk mendengarkan apa yang kedua orang itu bicarakan, tapi tiba-tiba saja rasa sakit Alexie rasakan saat melihat Fara pergi dari sana sambil melambaikan tangan dengan senyuman tulus di wajahnya.

Bahkan Alexie yang berstatus suami Fara saja sangat susah mendapatkan hal itu.

Setelah itu, Alexie pun pergi dari sana dan langsung menuju ke club sampai sekarang, dimana pukul telah menunjukkan jam dua belas malam.

Alexie bangkit.

"Mau kemana?" tanya Dhani.

"Toilet" jawab Alexie datar.

Alexie pun pergi dari sana.

"Kayanya ada masalah sama istrinya lagi deh" bisik Faraz pada Dhani.

"Kayanya sih gitu" balas Dhani.

"Istri? Maksudnya Kak Deana?" tanya Ravanza yang mendengar pembicaraan tadi.

"Eh, iya. Si Deana" jawab Faraz panik.

"Kakak ini ada-ada aja. Nyebut Kak Deana, istri Kak Alexie. Mereka itu gak cocok sama sekali" kata Ravanza tersenyum miring. "Lagian, Kak Alexie itu gak peduli sama sekali sama dia."

"Hehehe... Cuma bercanda" kata Faraz salah tingkah.

Padahal Faraz sudah berbisik, tapi ternyata Ravanza masih mendengar.

~~~

Alexie mencuci tangannya dan mengambil ponselnya dalam saku celana. Dia memeriksa sesuatu di sana.

"Gak ada sama sekali" gumam Alexie.

Alexie sangat berharap jika Fara menghubunginya atau mengiriminya sebuah chat, tanda jika gadis itu khawatir.

'Sebenernya, lo mau buka hati sama gue atau gak sih! Atau memang gue aja yang terlalu berharap sama lo.'








***







Ada yang ingin protes dengan sikap naif Fara?

Penuhin kolom comment yah guys...

Sekian and see u in next time
💙💙💙

Continue Reading

You'll Also Like

241K 19.8K 75
"Ketika benci menjadi cinta" Itu lah yang dialami Audy saat ini. Setiap hari harus berdebat dengan kakak kelasnya yang sangat amat menyebalkan dan tu...
74.8K 1.7K 70
Menikah dengan teman masa kecil adalah hal yang mungkin tidak masalah bagi beberapa orang. Tapi bagaimana kalau kamu menikah dengan teman masa kecil...
28K 1.7K 45
Nikah sama mantan pacar? Ini tentang aku, kamu, dan dia. Rahasia yang terbingkai apik dalam deretan kedustaan. Keangkuhan dan kegengsian nyatakan asm...
236K 6.1K 35
Highest rank 🏅 #1 accident (21/05/2020) #1 sosweet (21/06/2020) #3 accident (23/05/2020) #10 Romance (08/05/2020) *** "Bersikap yang manis, sekalipu...
Wattpad App - Unlock exclusive features