Sisi Lain

By ashleyre025

172 26 2

Tingkat pengangguran dan stres yang tinggi, membuat Hana Amani membuka jasa mendengarkan curhat dan memberika... More

Bab 1
BAB 2
BAB 3

prolog

107 11 0
By ashleyre025

Tingkat pengangguran saat ini cukup tinggi, terutama sejak virus  corona melanda diseluruh dunia. Pengurangan karyawan, tutupnya bisnis di beberapa sektor, dan tentu minimnya jiwa kewirausahaan setiap orang menjadi salah satu faktor parahnya tingkat pengangguran. 

Bahkan seorang lulusan Sarjana kebingungan harus diapakan ijazah yang ia peroleh setelah  4 tahun duduk dibangku perkuliahan.  

Frustasi.

Depresi.

Malu.

Belum lagi lingkungan Toxic dan hobi tetangga yang selalu membandingkan nasib seseorang dengan yang lainnya.

Tingkat pengangguran yang tinggi memicu tingginya perceraian, kasus kekerasan dalam rumah tangga dan krisis identitas. 

Kantor pengadilan dipenuhi dengan kasus kasus perceraian  setiap  harinya. Membuat hakim dan jaksa dibuat pusing, tetapi tidak untuk pengacara. 

Seseorang yang melewati perceraian juga tidaklah mudah, memikirkan anak, kebutuhan ekonomi dan kebutuhan biologis. 

Frustasi.

Stres.

Depresi.

Sejak pandemi corona tingkat stres masyarakat dunia semakin tinggi. 

Dari mulai stres tak punya pemasukan sampai stres karena tak bisa jalan jalan. 

Sosial Media adalah wadah yang tepat bagi sebagian orang untuk meredakan stres sekaligus self healing untuk melampiaskan unek unek didunia nyata. 

Tapi, banyak juga yang menganggap sosial media adalah racun dalam kehidupan. 

Hana membaca beberapa artikel  tentang pentingnya mental health dan berbagai artikel tentang sosial lainnya. 

"Duh" keluh Hana  saat melihat artikel tentang artis yang tidak bisa menyalakan saklar lampu.

"Hmmm ini lagi.." kata gadis itu  saat membaca judul berita yang membuatnya geleng geleng kepala.

Gadis 23 tahun itu duduk dikursi goyang sambil menyesap kopi susu sachet yang baru ia beli dari warung sebelah. 

Hana Amani adalah satu dari jutaan pengangguran lain, beruntung ia bermuka tebal dan menganggap semua orang mempunyai rejeki masing masing. jadi walaupun menganggur hampir 2 Tahun , Hana hanya bisa pasrah,berdoa dan berusaha. Bangun pagi diawali dengan berolahrga, bersih bersih, sarapan, baca artikel, dan mendaftar pekerjaan yang tidak pernah ada panggilan, lalu tidur. 

Jangan lupa melihat akun gosip terkini dan ikut berkomentar didalam postingan tersebut.

"I try my best.." desisnya. 

Hana masih ingat saat ia dinyatakan lulus dan minggu depan langsung melaksanakan wisuda. Betapa bahagianya hari itu. 

Impian setelah lulus dan dapat kerja:

1. Membahagiakan orang tua

2. Membeli skincare

3. Membeli baju 

4. Membeli Rumah

5.Membeli kendaraan.

Kenyataan hidup karena belum dapat kerja:

1. Tidur

2. Main Sosmed

3. Tidur

4. Main Sosmed

Mendapatkan panggilan kerja adalah hal yang mustahil. Hana hanya bertahan sampai tahap interview user.

Quarter Life Crisis Alias krisis diseperempat abad, keadaan dimana seseorang mengalami pergolakan batin,kebingungan,hilang arah,hilang kepercayaan diri karena kehidupan yang dijalaninya tidak sesuai dengan harapan.

Saat ini Hana mengalami itu semua. Menjadi seorang pengangguran sangatlah tidak enak, ia ingin menjadi orang yang produktif dan menghasilkan uang untuknya dan juga ibu, kenyataannya Hana merasa ia menjadi beban keluarga.

Pernahkah kamu menangis karena lamaran kerjamu di tolak?

Pernahkah kamu menangis karena kekasih yang diharapkan menjadi pasangan hidupmu ternyata meninggalkanmu?

Pernahkan kamu tidak percaya diri saat bertemu teman sekolah, teman kampus dan juga saudara?

Pernahkah kamu merasa tersinggung saat ditanya kapan menikah?, kapan dapat kerja? lalu dibandingkan dengan orang lain?

Hana melewati itu semua selama 2 tahun yang menurutnya cukup menyakitkan. Disaat orang seusianya sudah memiliki karir, sudah menikah bahkan ada yang sudah memiliki anak, tapi Hana belum mendapat itu semua.

Hana hanya bisa berdoa di sepertiga malam dan setiap doanya dalam Shalat. 2 tahun bukan hal yang mudah. Sangat sulit. Terkadang Hana merenung apa yang salah darinya?, Semasa kuliah dia cukup pintar, tapi sekarang?. 

Hana memejamkan mata sambil  menarik nafas panjang sambil mendongkakan kepalanya. Ia sudah lelah menangis dan berharap. Sebuah hembusan angin menyejukkan tubuh dan jiwa. Gadis itu membuka mata, sinar harapan dan semangatnya masih ada. 

Diluar sana ada orang yang kebingungan untuk makan

Diluar sana ada orang yang tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu

Diluar sana ada orang yang bahkan terlahir cacat, tapi memiliki mental yang luar biasa kuat.

Banyak orang orang tidak beruntung di luar sana, dan jika Hana memikirkan Flashback kebelakang, ia  bisa kuliah dan lulus dengan predicat Cumlaude adalah sesuatu yang perlu di syukuri.

Ya..tetap mensyukuri hidup adalah kuncinya.

Hana memakan nasi goreng dengan lahap hingga habis 2 porsi, ibunya yang seorang guru Honorer hanya tersenyum melihat Ana yang dulu kurus sekarang bobot tubuhnya bertambah.

"Jangan lupa olahraga, supaya badan fit" kata ibunya.

"Ya ma.."

"Oh iya, kamu sudah coba lamar pekerjaan di Konsultan Keuangan?. Atau di perusahaan yang buka lowongan.. Mama cari di Google banyak yang buka" 

"Hmm, ya.. nanti Hana coba Apply" sahut Ana

Hana merebahkan dirinya dikasur sambil main handphone. Isi Instagramnya dipenuhi ajang saling pamer. Pamer makanan, pamer jalan jalan, pamer kehebatan anaknya yang bisa panggil 'mama'. 

Ya..ya.. pada dasarnya sosial media adalah ajang pamer, untuk menunjukkan siapa saya yang sebenarnya. Tidak ada yang salah dengan itu semua. Salutlah pada orang yang bijak menggunakan sosial media dan menggunakannya sebagai promosi dalam menjual produk. Hana pernah mencoba menjual obat bau badan, dan hasilnya tak ada satu pun yang membeli. Entah karena terlalu malu membeli atau memang ia salah menjual produk yang mana produk obat bau badan tidak diminati orang orang.

Menjual pemutih badan, ia harus bersaing dengan penjual online lain yang sudah lebih dulu menjual pemutih badan. 

Hana pernah menjual pelangsing badan, tapi orang menganggap itu adalah penipuan. Secara logika untuk menurunkan berat badan diperlukan olahraga dan makanan seimbang dari ahli gizi, tidak asal minum obat tubuh langsung selangsing artis korea.

Apa yang salah dengan kulit sawo matang?. Mengapa semua orang berlomba lomba memutihkan kulit?.

Apa yang salah dengan badan yang berbentuk dan cenderung gemuk?. 

Bukankah yang terpenting tubuh kita sehat?

Oh!, Standard kecantikan Asia memang membuat perempuan menjadi stres.

"Hmm, Dentia Rahma?" Hana melihat foto foto salah satu selebgram yang ia follow di instagram. Dentia nyaris sempurna dengan followers 3M, paras yang cantik, harta yang banyak,kekasih yang rupawan,siapa yang tidak ingin berada diposisi Dentia?.

Hana mengklik 'like' di salah satu foto Dentia yang tengah berlibur di Bali.

She's So perfect. Kapan aku bisa terkenal seperti dia?

Suara dering telepon, membuat Hana kesal karena aktivitas keponya terganggu. Ia melihat siapa yang menelponnya pagi pagi begini, dilayarnya tertulis nama si penelpon  yaitu ' Tukang Drama'. Melihat namanya saja membuat Hana secara tak sadar mengucapkan 'Hadeh'

"Asalamualaikum, Ya Nin, ada apa?" jawab Hana.

Tukang Drama: 'Waalaikumsalam, Na.. Hana. Gimana kabar lo?"

Hana : "Alhamdulillah Baik Nin, lu gimana?" 

Tukang Drama : "Ya, gue juga baik Alhamdulillah. Eh lu masih nganggur?"

Hana : (Jadi lu nelpon gu e cuma mau nanya gitu.Anjirrr! )   Ya, gue lagi cari cari kerja juga Nin.

Tukang Drama : "Semangat Hana, Lu kan pinter, gue yakin kok nanti juga lamaran kerja lo ada yang nyangkut."

Ana : "Ya, Nin. Ngomong ngomong ada lowongan gak di kantor lu?. Honorer juga gak apa apa deh."

Tukang Drama : "Kayaknya gak ada deh Na,maaf ya.."

Ana : "Hmm, its okay"

Tukang Drama : " Oh Ya Na, gue mau cerita. Hari ini gue senang banget. Sholeh Na..., si Sholeh, dia mau serius ama gue, dia ngasih cincin emas dong! di Toko Emas Glodok. Serius bagus banget. Lo liat deh Status Whatsaap gue. Cincinnya tuh bagus dan mahal gitu"

Ana : "hmm, bagus deh"

Tukang Drama : "Sholeh itu emang ya, calon imamku Calon Abi dari anak anak ku.Beda banget sama mantan gue yang dulu. Sekarang liat deh mantan gue ama istrinya, mereka jualan pop ice di pinggir jalan donk. Iyewhhh... Untung gue gak jadian sama dia, kalau nggak gue diajak jualan pop ice sama baso aci"

Hana memutar bola matanya, Nina Sari Ningsih adalah teman kuliahnya yang paling Toxic. IPK Pas pasan, hobi menyontek dan setelah lulus dia auto jadi PNS lewat jalur 'giveaway'.

 Sungguh beruntung. Kalau senang berlebihan, kalau ada sedikit masalah langsung curhat dan nangis nangis seolah dunia akan kiamat. dan satu lagi hal yang tidak disukai Hana tentang si Nina Tukang Drama, hobi membicarakan orang lain dan berkomentar sinis, penuh kebencian dan nyinyirnya keterlaluan. 

Hana : "Nina, plis deh. Gak ada yang salah dengan jualan. Apapun itu yang penting kan halal."

Tukang Drama : "Kalau urusan halal, kerjaan gue juga halal dan lebih bagus kali daripada mantan gue itu.. Udahlah Na.. males gue ngomongin Tukang Pop Ice. Oh iya.. gue seminggu ini tuh sebenernya stres berat, anjir..! Lu bayangin deh masa ada ibu ibu dia tuh sering banget nyuruh gue fotokopi sama bawa dokumen buat rapat!, kan gue kesel ya.. mana tuh ibu masih honorer lagi, Ya kali gue yang PNS disuruh suruh sama karyawan Honorer, yang bener aja..!"

What!!,

Hana : " Hmm gitu ya.."

Tukang Drama : "Iya bener banget Na, aduh pokoknya sebel deh sama ibu satu itu. Mana lipsticknya aja murah, gue liat di Online shop harganya gak nyampe 20 ribuan, gayanya selangit anjir!..."

Hana mendengarkan ocehan si Tukang Drama dengan acuh dan tak peduli soal urusan itu. Inilah sebabnya ia malas jika dihubungi si Nina alias Tukang Drama. Diluar sana ada orang yang bahkan kelaparan, tapi dia.. kurang bersyukur dan hobi nyinyir.

Tukang Drama : "Besok aku mau pelatihan gitu, di Yogyakarta. Asyik banget bisa sekalian kulineran sama jalan jalan di Yogya, Astaga...!"

Obrolan berlangsung selama lebih dari setengah jam,dimana si Tukang Drama mendominasi pembicaraan, dari mulai Ayam tetangga yang kabur, tetangga digigt ular, sampai rekomendasi kafe dengan menu yang enak dan spot foto yang instagramable.

Tukang Drama : "Na, halo. Hana!"

Ana : " Ya, Nin gue dengerin kok"

Tukang Drama : "Makasih loh udah mau dengerin gue panjang lebar. Gue doain semoga lo dapet kerja. Minggu depan lo bisa pakai baju Kopri ya.."

Ana : "Sssh, Lu nyindir atau gimana ceritanya!?, mana ada minggu depan langsung kerja?!, ya jelas harus ada panggilan dan segala tahapan tahapannya itu lah?!" 

Kata Hana yang mulai Emosi.

Tukang drama : "Ya sih, tapi didunia ini gak ada yang gak mungkin Hana !. Oh iya Na, Gue mau mandi dulu ya, gue rencana hari ini mau hangout gitu. Sukses buat lu Ya Hana. Lu itu ya.. orang yang asyik diajak curhat, lu selalu responsif dan gak ember lagi.. Makasih ya Hana. Gue tutup dulu ya telponnya, bye Hana.."

Hana menutup telponnya. Ia bingung dengan apa yang harus dilakukannya sekarang. 

Enak untuk diajak curhat? WTF!. 

Sebenarnya bukan cuma si Tukang Drama yang pernah bilang begini, mantan pacarnya dan temannya waktu SMA pernah bilang hal serupa. Teman kostnya dulu pernah juga bilang begini. Padahal Ana memang suka menjadi pendengar yang baik apalagi memberi sebuah masukkan yang dirasa tepat.

Hana, makasih ya, kamu itu selalu jadi problem solver aku. Always listening ,Always Understanding 

Hana masih ingat kata kata mantannya itu seminggu kemudian ia malah  diputuskan oleh sang pacar.

 Always listening , Always Understanding

"Cih.. udah kayak iklan asuransi aja!"

Hana memikirkan usaha apa yang akan dia jalani untung mendapat pundi pundi rupiah. Selagi ia melamar pekerjaan, setidaknya ia butuh pemasukan. Online Shop selalu gagal, berusaha menjadi selebgram wajahnya tidak fotogenic, membuat konten di Tiktok?, Ana terlalu malu membuat konten atau harus joget joget didepan kamera.

Apa skill yang ia bisa?!

Editor video? ia tidak bisa. Membuat design grafis?, ia tidak mampu. Online Shop Gagal?!. lalu apa?!.

Iam Useless.

Hana kembali rebahan di kasur setengah frustasi.

Yang ia bisa hanya tidur dan menjadi pendengar yang baik.

Ya itulah pekerjaannya!.

"Pendengar Yang baik?!" Hana bangun dan loncat dari kasur.

Well, pendengar yang baik adalah salah satu pekerjaan yang bisa dimanfaatkan sebaik mungkin kalau...

Hana langsung menyalakan laptopnya . Ia mencari artikel dan beberapa web jasa. 

Sebuah artikel yang tadi pagi ia baca soal, pengangguran,krisis identitas,perceraian, depresi yang tinggi. Membuat Hana tahu apa yang akan ia kerjakan.

Hana segera mendaftar akun pada sebuah web jasa. Lalu memikirkan untuk merangkai sebuah kata dan mengisi deskripsi tentang jasa yang akan ia berikan.

TERIMA JASA CURHAT DAN MENDENGARKAN KELUHAN.

SAYA AKAN MEMBERI SOLUSINYA.

1 HARI 24h Rp.30.000

7 HARI 24/7  200.000

Minat?, Silahkan hubungi diemail berikut anamani098gmail.com 

Trusted.No Hoax.

Hana membaca lagi deskripsi tersebut. Ini sesuatu yang patut dicoba.

"Okay lets do this"

Continue Reading

You'll Also Like

3.7M 201K 51
Kaila hanya menginginkan ketenangan di sekolah barunya, terlepas dari takdirnya yang dapat melihat makhluk tak kasat. Namun, bagaimanapun Kaila berus...
346 41 60
Pada suatu hari terdengar langkah kaki kecil yang berjalan di tengah hutan seorang diri di tengah malam Tak ada yang menemani kecuali sosok yang bera...
1.9M 123K 53
Gagal menikah karena tunangannya berselingkuh tak menghentikan Hana untuk tetap pergi "bulan madu" sendirian ke Turki. Di sana, ia bertemu Kaivan yan...
300 77 96
Spion off dari twins on twist tentang kisah seorang anak yang kehilangan ingatan dan reporter wanita beretnis ras campuran dalam menjalani kehidupan...
Wattpad App - Unlock exclusive features