3 M - Mark Lee

By Gihyun_97

205 66 2

Dia yang bisa merubahku dan mempertemukanku dengan diriku yang sebenarnya,Dengan cara sederhana yaitu tiga ka... More

Open
01. Kenalan
02. Bersaing
03. Majalah
04. Fyi
05.Lukisan Liona
06. Satu/satu
07. Memulai
08.Mengalah
09. Kekhawatiran
10.Awal
11.Persiapan pertandingan
12.Lantai 7
13. Vs
14. Latihan
15. wbd
16. wbd 2
17. last day
18. Champion
19. dinner

20. no secret

7 3 0
By Gihyun_97

'Merubah,Meyakinkan
Mempertahankan'


Sekarang gue sama Mark udah di kelas musik, gue udah ceritain semua ke mereka soal kejadian Mark dirumah gue. Reaksi mereka bener bener kaget semua karena diluar harapan banget. Jeno nepuk bahu Mark dengan pelan
"Gunanya temen itu kaya gini ni, disaat lagi ada masalah saling bantu saling cari jalan keluar" ucap Jeno

Renjun mengangguk lalu dirinya menghela nafas
"Yaa gini aja manfaatin waktu disekolah kalau diluar pasti susah buat ketemu" sambung Renjun

Namun Haechan serta Jaemin menggeleng kompak
"Sialan gua bisa bayangin mereka di sekolah kaya gimana, berasa dunia milik berdua kali ya" cetus Haechan

Lalu kami pun tertawa bersama, tiba tiba gue kepikiran buat minta ketemuan dengan Liona siapa tau dia mau ceritain semuanya walaupun gue berpikir pasti ada perjanjian dari Liona. Chenle berdiri dengan semangat dihadapan kami semua
"Gue ada ide, gimana kalau kita pergi ke Shusua Palace. Gue penasaran sama gedungnya" ucapnya

Lalu Jisung pun menganggguk sambil menjetikkan jarinya
"Nahh gimana? Kita kesana aja bareng bareng" sambung Jisung

Namun Jaehwa,Jeno,Haechan,Jaemin serta Renjun malah menatap Mark dan gue secara bergantian seolah olah minta persetujuan dari kita berdua. Gue menghela nafas kemudian tangan Mark mengusap pundak gue pelan
"Ayo gue juga penasaran dimana letaknya tapi ga sekarang, gimana kalau besok?"tanya gue

"Besok aja kebetulan kita cuma ada beberapa pelajaran jadi pulangnya agak cepet" ucap Jaehwa













Gue memutuskan untuk bertemu dengan Liona malam ini, sekarang posisi gue masih duduk dipinggir kasur seraya menatap layar handphone yang menunjukan nomor kontak Liona. Diantara ragu dan takut tapi gue penasaran dan akhirnya memutuskan untuk menelpon Liona.

"Hallo, siapa?"

"Ini gue Minjee, bisa ketemu malam ini engga? Di cafe? Nanti .. gue share lokasi nya ada yang perlu gue tanyain sama lo"

"Hahaha kayanya penting banget ya, kedengeran banget dari nada bicara lo. Okay gue otw"

"Thanks---"

Baru aja gue mau ucapin terima kasih, Liona udah matiin sambungan teleponnya. Kemudian gue bersiap bersiap namun tiba tiba gue terdiam begitu membaca notifikasi pesan dari Mark

MarkLee♡
Kamu dimana?
Aku kangen, Video Call or Ketemu?

Gue terkekeh lalu mematikan handphone dan berjalan keluar kamar. Kebetulan papah lagi sibuk dan cuma ada mamah didapur lagi nyiapin makan malam.
"Ummm mah aku izin keluar ya, mau ketemu sama Jaehwa dicafe. Kita mau kerjain tugas bareng. Ga ada Mark kok mah" ucap gue berbohong

Sebelumnya Jaehwa memang mengizinkan untuk menggunakan namanya sebagai alasan gue buat ketemu sama Mark, tapi kali ini gue pake buat ketemu sama Liona. Terlihat mamah menatap gue cukup lama
"Okay, hati hati dijalan. Jangan sampai tinggalin makan malam"

Gue tersenyum senang lalu mencium pipi mamah.

Dan sekarang posisi gue lagi jalan di trotoar seraya mengirim lokasi kepada Liona. Jujur sedikit takut tapi gue berusaha tetap tenang bisa dibilang overthinking. Gue turun dari taksi tangan kanan gue memegang tali slingbag dan tangan kiri gue memegang handphone, sekarang gue mau nyebrang karena posisi cafenya bersebrangan dengan posisi gue sekarang.
Gue membuka pintu cafe dan mencari meja kosong namun pandangan gue mendadak serius dan dahi mengerut begitu Liona sudah sampai duluan di cafe.

"Sorry, nunggu lama ya?" Tanya gue seraya menaruh slingbag diatas meja dan menarik bangku untuk duduk dihadapan dirinya

Liona menaruh handphonenya diatas meja kemudian melipat kedua tangannya
"Engga, baru aja sampai."

"Oh iya gue lupa, gue pesen minum dulu" ucap gue

"Ga usah , udah gue pesenin"

Jadi ini yang ngajak ketemu siapa? Astaga jadi mendadak bingung sekaligus canggung. Gue berusaha terlihat tenang dan mencari topik agar ga keliatan to the point banget.
Ga lama pesanan datang dan Liona langsung minum begitu aja sambil natap gue
"Langsung aja, apa yang lo mau ditanyain ke gue?"

"Tentang Shusua Palace" jawab gue

Lalu Liona terlihat terkejut bukan main begitu mendengar jawaban dari gue dirinya sampai langsung menaruh gelas diatas meja
"Jadi lo udah tau berita dan permasalahannya? Gue ga nyangka bakal secepat ini" ucapnya dengan kekehan kecil

"Gue ga tau maka dari itu gue pengen nanyain ke lo, Jelasin semuanya soal Shusua palace"

Liona diam sejenak lalu matanya menatap keluar cafe kemudian menatap gelasnya seraya menggoyangkannya pelan
"Kenapa gue minta jauhin Mark? Karena gue ga mau lo ngerasain apa yang gue rasain"ucap Liona tiba tiba

"Sekarang lo janji sama gue begitu gue ceritain semuanya, lo bakal jauhin Mark dan Gehna" sambungnya

Entah kenapa gue merasakan sakit hati dan pikiran gue hampir buyar begitu mendengar gue harus jauhin Mark bukan Mark aja tapi Gehna juga. Walaupun gue sama Gehna ga punya hubungan baik tapi setidaknya itu bikin gue sakit hati.
"Okay gue bakal jauhin Mark demi keluarga gue" engga gue ngebohong ke Liona biar dapet jawaban dari pertanyaan gue sendiri

"Gue harap lo ga tersinggung tapi emang kenyataan begini. Keluarga lo,keluarga gue dan keluarga Mark punya hubungan bisnis yang baik. Lalu keluarga kita memutuskan untuk kerja sama membuat proyek yang lumayan besar yaitu Shusua palace dengan investor terbesar yaitu perusahaan keluarga Gehna. Awalnya si belum ada perubahan apa apa tapi beberapa bulan kemudian Shusua palace anak dari perusahaan keluarga kita memiliki nilai saham paling tinggi diantara perusahaan keluarga lo, keluarga Mark dan keluarga gue." Jelas Liona kemudian menghela nafas

"Karena tau punya nilai saham yang tinggi, jadi keluarga kita memperebutkan Shusua Palace. Semenjak itu hubungan diantara tiga keluarga jadi memburuk ya semacam perang, manajemennya pun kacau dan apa yang terjadi? Shusua Palace bangkrut kemudian keluarga Gehna menuntut ganti rugi. Sejak saat itu perusahaan kita bangkrut dalam waktu yang bersamaan"

Gue terdiam dan berusaha mengingat kejadian dimana keluarga gue benar benar dalam kondisi yang terpuruk
"Sekarang gimana kabar dari Shusua Palace?"tanya gue

"Udah beda kepemilikan, Kejadiannya dua tahun yang lalu tapi keretakannya masih ada sampai saat ini" jawab Liona

Mendengar penjelasan dari Liona terlihat semuanya sangat jelas. Tapi apa penyebabnya sampai sekarang keluarga gue dan keluarga Liona bahkan keluarga Mark tidak akur. Yang ada dipikiran gue mungkin masih trauma atau saling menyimpan dendam.

"Oh iya nanti ada acara dimana semua pemilik perusahaan berkumpul dan bertemu yaaa semacam pesta." Lanjut Liona

"Kalau lo nyuruh gue buat jauhin Mark, kenapa lo deketin Mark?"tanya gue

Liona sedikit tersedak begitu mendengar pertanyaan dari guee
"Sebelum lo pindah dan datang ke sekolah kita. Gue udah jatuh cinta sama Mark tapi begitu tau latar belakangnya keluarga gue menentang keras"

Yang gue rasain sekarang itu perasaan iri, kenapa ga gue dulu yang ketemu sama Mark? Kenapa harus Liona? Tapi gue bersyukur banget sekarang Mark jadi milik gue walaupun itu masih terhalang restu.

"Tapi kayanya sekarang Gehna berusaha berdamai dengan masa lalu. Tapi gue masih belum bisa, Gue duluan"
"Oh iya minumannya udah gue bayar" ucap Liona kemudian beranjak dari tempat duduk dan berjalan melewati gue sembari menepuk bahu gue pelan

Gue menatap kosong gelas yang ada dihadapan gue bener bener belum disentuh. Namun lamunan gue buyar begitu ada panggilan masuk dari Mark. Bukannya menerima panggilan tersebut, gue langsung memasukkan handphone kedalam tas dan berjalan keluar dari cafe.

Langkah gue terhenti tepat didepan cafe bener bener masih ga nyangka. Mata gue menyipit karena sinar lampu yang langsung tertuju pada gue, lalu seseorang memberhentikan mobilnya tepat didepan gue
"Jangan jangan papah" gumam gue

Mark? Dirinya keluar dari mobil lalu berjalan ke arah gue
"Mau pulang?"tanya Mark

"Tunggu, kok bisa tahu aku ada disini? Aku ga bales pesan sama angkat telepon kamu?"tanya gue balik

Mark melepaskan jaketnya lalu memasangkannya pada bahu gue
"Liona bilang kalau dia ngeliat kamu lagi sendirian di cafe, jadi aku langsung kesini" jawab Mark

Lagi lagi gue dibuat bingung dengan sikap Liona, ada apa sebenarnya? Kenapa semuanya terlihat membingungkan? Atau sebenarnya memang tidak terjadi apa apa? Rasanya kepala gue sakit banget
"Maafin akuuu ga bales pesan dan itu bikin kamu khawatir" ucap gue dengan senyuman

"Lain kali jangan gitu, aku udah kaya orang gila diapartment tau ga. Sekarang mau kemana lagi?"tanya Mark

"Kemana aja tapi jangan pulang"











Sekarang gue didalam mobil Mark, disepanjang perjalanan gue cuma diem dan menatap jalan raya. Mark yang sedang menyetir sesekali melirik ke arah gue
"Kenapa? Ada masalah? Kayanya ada sesuatu yang kamu pikirin" tangan Mark menarik pipi gue agar menatap ke arahnya

Gue tersenyum lalu meraih tangan Mark kemudian menggenggamnya
"Engga kok aku lagi badmood aja kayanya mau mendekati period day " jawab gue

Gue menatap wajah Mark yang fokus menyetir kemudian terkekeh
"Kamu ganteng bangettt si" ucap gue tiba tiba dan itu membuat Mark tertawa

"Heyy, Bilang kamu lagi mau apa? Jangan puji aku kaya gitu" ucap Mark

Tangan gue menarik kacamatanya dan gue langsung memakainya
"Aku cocok ga pakai kacamata? Kalau cocok aku mau beli kacamata kaya kamu" ucap gue

Mark mengacak ngacak rambut gue kemudian menepuk paha gue sesaat
"Emang kalau cewe mau period itu tiba tiba jadi random ya?"tanya Mark

Lantas gue langsung tertawa begitu mendengar pertanyaan dari Mark dan sedikit melupakan masalah yang ada saat ini
"Engga juga" gue langsung memeluk lengan Mark

"Kamu lagi mau apa hmm?"tanya Mark

"Mau pelukkk" rengek gue

"Tapi aku lagi nyetir dan ini ga tau mau kemana" protes Mark

Gue langsung menjauh sedikit dari Mark
"Ga mau tau pengen peluk"

Melihat tingkah gue, Mark hanya bisa mengacak ngacak rambutnya seraya terkekeh pelan. Kemudian Mark menepikan mobilnya lalu menatap ke arah gue dengan cepat gue langsung memeluk Mark
"I love youuu"












Mark Lee







Jangannn lupa pojok kirinyaaaaa!!

Continue Reading

You'll Also Like

192K 25.7K 33
"Kak Mark, gue suka sama lo" "Lo mundur aja deh, gak capek gue tolak berkali-kali?" - Start [03-06-18] Fin [21-10-18]
43.6K 3.7K 4
kalo ada orang yang nanya ke gue, "lo masih punya tempat buat minhyung di hati lo?" jawaban gue cuma satu, "he's my first love, and of course he alwa...
73.2K 5K 41
Jeno yg selalu setia menemani nya, Jeno yang selalu ada untuk nya, tapi cinta nya untuk orang lain!! akan kah dia merubah perasaan nya untuk Jeno, da...
Wattpad App - Unlock exclusive features