Unforgettable Memories [END]

By muffirclaus

132K 19.3K 10.4K

END (TAMAT) PART MASIH LENGKAP ~~~ Jessie Adeline Farasya. Agak tomboi, tapi bisa feminim berhubung langsung... More

|PROLOG|
1. Kesal
2. Takdir
3. Paksaan
4. Dekat?
5. Perubahan
6. Kejutan
7. Cerita Lama
8. Sebuah Alasan
9. Kali Pertama
10. Penyesalan
11. Setia?
12. Seperti Mentari
13. Kejujuran
14. Lebih Dalam
15. Bersama Dengannya
16. Pesan Misterius
17. Berakhir
18. Malaikat Penyelamat
19. Urusan
20. Memperbaiki Semuanya
21. Rusak
22. Kepingan Cerita
23. Sedikit Tentang David
24. Akhirnya
25. Kedekatan
26. Hilang
27. Hilang (2)
28. Ada Apa Dengan David & Dinda?
29. Keajaiban
30. Rahasia
31. Sisi Balik
32. Hujan dan Bakwan
33. Malu
34. Di Bawah Sinar Bulan
CAST UNFORGETTABLE MEMORIES!
35. Wiwin & Jeje
36. Patah Hati
37. Relakan Saja
38. Suara Hati Suami
39. Perlakuan Kasar
40. Senyumnya
41. Kotak Obat
42. Baikan?
43. Perjodohan Paksa
44. Tentang Irene
45. Hujan
46. Persiapan Pertempuran
47. Datang Bulan
48. Harus Pergi
49. Kebersamaan
50. Beruang Kutub
51. Kabar Buruk
52. Selamat Tinggal, Jessie
53. Menghilang
54. Geng Xeagle
55. Kemarahan
56. Awal Mimpi Buruk
57. Psikopat
58. Drop Out
59. Toxic Relationship
60. Adu Mulut
61. Akhir Kisah Cintanya
62. Persahabatan
63. Berharap
64. Surat Dari David
65. Berpulang
66. Segera Kembali
67. Masa Lalu
68. Saudara
69. Hukuman
70. Menuang Rindu
71. Taman Kota
72. Telah Dimulai
73. Malam Berdarah
74. Setiap Detiknya
75. Perpisahan (END)
|EPILOG|
SPESIAL CHAPTER 1
SPESIAL CHAPTER 2
Q&A Bareng Author Ganteng!

SPESIAL CHAPTER 3

1K 66 10
By muffirclaus

FYUH~ LEGA BANGET DAH MY HEART ABIS SELESAI NULIS PART INI. MASIH ENGGAK RELA CERITANYA BENAR-BENAR TAMAT. BAKALAN GAMON SIH SAMA CERITA INI.

AND, AKU PUNYA INFO YANG PASTINYA BIKIN KALIAN SENANG BANGET DENGERNYA-!! NANTI AKU POST SETELAH CHAPTER INI YA!

~ HAPPY READING! ~

***

"Terima kasih, untuk segala cerita indah yang sudah kita lalui bersama di bulan November,"

***

GADIS itu mengecup singkat batu nisan bertuliskan nama Wisnu tersebut. Ia tersenyum tipis, seraya membersihkan rerumputan yang tumbuh di sekitar makam Wisnu.

David sedari tadi hanya memperhatikan. Jujur, ia merasa sangat iri dengan Wisnu yang bisa membuat seorang Jessie hingga tak bisa membuka hatinya ke siapa pun lagi seperti sekarang.

Karena David punya maksud tersembunyi.

"Kita pulang sekarang?" tanya David.

Jessie menepuk-nepuk tangannya yang agak kotor. "Yuk, sekarang aja gak papa. Nanti pulangnya takut kemaleman," ujarnya.

Jessie tersenyum kecil saat menatap makam di hadapannya. "Aku pulang dulu, ya. Kalau ada waktu luang lagi aku pasti bakalan kesini,"

Mereka berdua pun mulai keluar dari sekitaran makam dan mulai kembali menuju ke Ibukota yang ramai dan bising itu. Ah, semoga saja tidak macet seperti setiap sorenya.

***

SESAMPAINYA di depan rumah Jessie, David langsung menarik rem dan menurunkan cewek itu pada tempatnya. Sekitar pukul setengah tujuh malam. Tidak terlalu larut juga kan mereka pulang?

"Makasih karena udah ngajakin gue jauh-jauh ke sana," ucap Jessie.

David mengangguk. "Iya, sama-sama. Lain kali kalau lo mau ke sana lagi langsung bilang ke gue. Pasti bakalan gue anterin," jawabnya.

Jessie terkekeh pelan. "Gue enggak ngerti caranya keluar dari masa lalu yang bikin gue tersiksa kayak begini, Dav," ucapnya parau.

David mengernyitkan dahinya kebingungan. "Masa lalu?"

"Gue mau lepas dari Wisnu apa sesulit ini, ya?"

David terdiam. Ia menghembuskan napas panjang. Di lubuk hatinya, jujur ia sendiri juga bingung harus menjawab apa sekaligus ada rasa kecewa serta marah yang datang entah dari mana.

"Sesakit-sakitnya kenangan, mereka pantes buat lo selalu kenang,"

Jessie mengangkat kepalanya, menatap David yang lebih tinggi darinya. Mereka berdua pun secara tak sengaja terlibat kontak mata.

"Gue ngerasa kayak jadi orang gila. Ngerasa kalau Wisnu beneran masih ada di samping gue padahal dia udah enggak ada lagi. Gue bingung, Dav,"

David mengangguk kaku. "G-gue lebih saranin lo buat gak terlalu inget semua hal tentang Wisnu. Mungkin lo gak bakalan ngerasain itu lagi," jawabnya asal-asalan.

Jessie tersenyum lebar, tak lama kemudian ia tertawa. David agak kaget karena respon dari Jessie memang sangat di luar dugaannya.

"Kenapa ketawa?" tanya Wisnu.

"Lo enggak berubah bener, ya. Masa lo gak bisa lupain kalau lo masih suka sama gue?"

Deg!

David merasa sangat tertampar dan malu. Ternyata, Jessie masih mengingatnya. Surat tentang pengakuan atas perasaannya yang menyukai Jessie setahun yang lalu.

"Kenapa lo ungkit lagi?" ujar David dengan nada dingin.

Jessie berdecak kesal. "Jijik banget pas gue inget-inget. Maher Zain di gabung Raffi Ahmad jadinya lagu Insya Allah Kamulah Takdirku," jawabnya meledek David.

"Maaf gantungin perasaan lo. Gue masih suka sama Wisnu," ungkap Jessie tiba-tiba.

Kedua bola mata cowok itu sontak membulat. Haha, jawaban yang ia tak pernah harapkan karena ia sudah tahu jawabannya sejak lama. Untuk apa Jessie memperjelasnya kembali?

"Apa lo masih suka sama gue sampe minta gue lupain semua hal tentang Wisnu?" ujar Jessie seraya memicing matanya curiga.

"Jangan bahas ini di hadapan gue,"

Jessie langsung mengangguk. Jika David sudah memakai aksen 'gue-lo' dalam pembicaraan mereka, sudah dapat di pastikan David sedang tidak menyukainya.

"Aku pulang sekarang," pamit David seraya menyalakan kembali motornya.

"Hati-hati, ya!"

Setelah menatap siluet motor matic milik David tersebut hingga tak terlihat kembali, baru lah Jessie memutuskan untuk masuk ke dalam rumahnya. Agam pasti sudah pulang.

"Assalamualaikum!"

Tidak ada jawaban. Lampu di ruang keluarga dan ruang tamu juga mati. Mengapa Agam belum pulang jam sekarang?

Jessie melihat riwayat chat terbaru di pop-up layar ponselnya. Saat melihat nama Agam, ia langsung mengeceknya.

Abang Agam <3
YAHAHAHAHAHA DI RUMAH SENDIRIAN YA?!!!

Jessie
Bodo. Ga sadar diri banget lo sialan.
Gue juga udah kebiasa di rumah sendirian. HAHAHAHA!

Laura kemungkinan akan pulang larut karena ada masalah di kantornya. Sial, harusnya Jessie meminta David menemaninya di rumah tadi.

Jessie berjalan gontai menuju arah dapur hendak meminum segelas air mineral. Tiba-tiba saja, sebuah benda seperti bola jatuh dari tangga menimbulkan suara yang agak bising.

Dengan cepat, Jessie langsung mengecek ke arah tangga. Ia dapat melihat bola itu menggelinding ke arahnya. Ritme jantungnya berdetak tak karuan.

Karena Jessie tersadar, itu bukan bola. Melainkan kepala manusia.

"AAAHHHHHH!!!!" pekik Jessie sekuat mungkin. Namun, dari belakang ia merasa pundaknya di tepuk.

"Jes? Kamu ngapain teriak-teriak, astaga!" ucap David panik.

"I-itu..." Jessie menunjuk ke arah 'bola' tersebut.

"Iya, kenapa? Gak ada apa-apa kok," tanya David.

Jessie membuka matanya. Kepala manusia yang agak hancur itu sudah lenyap dari hadapannya. Perasaannya sudah sangat tidak enak dan ketakutan sekarang.

"T-tadi ada kepala di sini," ujar Jessie berusaha meyakinkan.

"Duh, kamu halu lagi gak sekarang? Abis nonton film hantu atau gimana?" tanya David agak kesal. Karena memang Jessie punya kebiasaan menonton film horor padahal jiwanya penakut.

"Aku enggak ngehalu! Aku lihat tadi pake mata kepala aku sendiri!"

"Ya udah, kamu tenangin diri kamu dulu. Aku ambilin air minum," ujar David mendudukkan Jessie di sofa.

Jessie merasa sangat heran, mengapa bisa ia mendapat peristiwa yang sangat menyeramkan seperti ini? Apa jangan-jangan ada suatu pertanda yang buruk?

"Dav? Lo di mana?!" tanya Jessie panik ketika ia tak melihat David.

"Gue di sini," ujar David yang tiba-tiba muncul di samping Jessie sambil membawa segelas air mineral.

"Jangan pergi. Temenin gue di sini," pinta Jessie yang langsung refleks memeluk lengan David.

Cowok itu sedikit tersentak karena tubuhnya di tarik ke dalam pelukan Jessie. Hatinya berdesir kembali. Mengapa rasa itu muncul kembali?

David menatap kaku ke arah Jessie yang menaruh kepalanya di atas dada bidangnya. Ia menelan salivanya susah payah. Keadaan sekarang membuatnya sangat sulit melakukan apa pun kini.

"Aku di sini, enggak bakal tinggalin kamu," jawab David.

"Goblok, harusnya gue tadi siang enggak nobar nonton film setan, hiks..." umpat Jessie.

David terkekeh pelan. "Kamu juga sih. Ngapain nonton film hantu begituan? Mana di rumah sendirian lagi, kan?"

"Ish, lo mah!"

"Gak ada kak Agam di rumah buat kamu lebih mandiri dan pemberani ternyata,"

"Tapi enakkan ada kak Agam sih," Jessie mengela napas berat. Ia merindukan kakak bobroknya itu.

"Kan ada aku di sini yang bakalan jaga kamu 24 jam gak berhenti, deh!"

"Eh iya, lo ngapain balik?" tanya Jessie yang tiba-tiba teringat mengapa ada David yang tiba-tiba saja ada di dalam rumahnya.

David menyengir lebar seraya mengangkat sebuah kantung kresek yang berisikan seporsi martabak manis. Jessie yang melihatnya langsung berteriak heboh.

"IHHHH LO TUMBEN BAIK BANGET HARI INI!" ujar Jessie seraya membuka kotak makanan dan mencium aroma martabak manis yang menggugah seleranya.

"Berarti selama ini aku jahat?"

"Dah lah, diem! Gue habisin ya," sergah Jessie seraya menyantap sepotong martabak tanpa tahu malu.

David hanya geleng-geleng kepala. "Makannya jangan di sini. Di depan aja," ajaknya seraya menarik paksa tangan Jessie untuk berdiri.

"Eh, apa-apaan woy?!"

"Udah, ikut aja," ucap David.

Jessie pun menurut. Ia membawa kotak martabak manisnya ke depan teras seperti yang di minta oleh David. Namun, pemandangan di hadapannya justru membuat Jessie terpaku sebentar.

"Hari ini kiamat?" lirih Jessie sembari menatap langit malam saat itu.

"Heh, sembarangan!"

"Terus, bulannya kenapa?" Jessie menunjuk ke arah bulan purnama yang berwarna merah menyala.

"Hari ini gerhana bulan. Red moon, namanya. Cakep kan?"

Jessie tersenyum tipis menatap bulan yang saat itu begitu indah dengan warna merah yang cantik itu. Bintang-bintang yang bertaburan di langit malam itu juga membuat malam ini menjadi lebih terang.

"Kamu beruntung bisa lihat gerhana bulan yang cuma ada ratusan tahun sekali," ucap David.

Jessie mengangguk kecil. "Bagus langitnya malam ini. Semoga aja pertanda besok harinya bakal cerah,"

"Coba kamu lihat itu," David menunjuk ke arah bintang jatuh yang melesat cepat.

Jessie terkejut. "Barusan bintang jatuh, kan?" tanyanya heboh. David merespon dengan tersenyum kecil.

"Ayo buat permintaan," ucap David.

Jessie langsung menutup matanya dengan senyum yang masih mengembang. Tatapan David tak luput dari Jessie yang terlihat sangat bahagia malam ini, dan itu juga membuatnya ikut bahagia.

"Aku mau Wisnu ada di samping aku. Walau mustahil, aku mau kita bisa ketemu lagi lewat mimpi seperti kemarin,"

Senyum David perlahan luntur mendengar permohonan Jessie. Ia menundukkan kepalanya. Entahlah, mengapa hatinya terasa panas?

"Tuhan, aku sayang Wisnu. Tolong sayangi dia seperti dia menyanyangi aku," lanjut Jessie. Tak lama kemudian, ia membuka matanya.

"Gimana? Permintaan gue menurut lo bakalan terkabul gak?" tanya Jessie.

David mengangguk kaku. "Semoga,"

SEE YOU IN UNFORGETTABLE MEMORIES SEASON 2

A/N: Yaaa~ David di Season 2 kayaknya bakalan lebih tersakiti ya soalnya Jessie masih terus terang bilang masih sayang sama Wisnu, wkwkwk...

Kalian masih setia sama tim #JessieWisnu ya? Alasannya kenapa nih? Kalau kalian yang demen sama tim #JessieDavid juga kenapa?

Yaaaa~ sekian aja ya sampai disini.
Terima kasih sudah singgah, dan aku harap lewat cerita yang aku tulis dari kelas 5 SD sampai kelas 8 SMP ini bisa membuat kalian bahagia <3

Insya Allah aku bakalan revisi. Tapi malesnya itu lhooo... Banyak plot hole, bikin bingung alurnya. Doain aja kalau ada waktu luang aku bakalan revisi. Jadi kalian baca ulang ya!

Scroll part berikutnya!
Itu ada info sejenak :)

Continue Reading

You'll Also Like

GLANCE By HollowQuill

General Fiction

174K 5.5K 44
[SEBAGIAN CHAPTER DIPRIVATE, FOLLOW SEBELUM MEMBACA.] Nastasia D. Aldebarack, seorang gadis biasa yang akan merasakan sakit bila dilukai. Mencintai...
44.5K 881 17
FOLOW SEBELUM MEMBACA‼️ Tentang Gasendra Megantha Raymoon si Leader of Ranger Gang yang kejam bak iblis pencabut nyawa jika sedang melawan musuh, ber...
51.6K 1.2K 54
[REVISI] Dendam dan Cinta? Keduanya merupakan hal yang berbeda. Dua kekuatan yang bertolak belakang namun sama-sama menghancurkan. Mereka seperti du...
400K 16K 16
⚠️FOLLOW DULU SEBELUM BACA⚠️ [BELUM TAMAT] PROSES REVISI . . . . . Bukan menceritakan tentang kisah ketua geng motor yang bertemu dengan gadis polos...
Wattpad App - Unlock exclusive features