ASHALA; A3 [END]

By iamBadgirll

36.7K 3.6K 1.7K

Bagaimana Rasanya Memiliki Abang Seorang Psikopat dan Seorang Ketua Gangster? Setiap harinya Bahkan Aila Haru... More

01. A3; Gadis Imut
02. A3; Beda
03. A3; Aila kemana?
04. A3; Olahraga
05. A3; Pertandingan Basket
06. A3; Pingsan
07. A3; Klub Malam
08. A3; Buku Novel Aila
09. A3; Seblak
10. A3; Kekhawatiran Al
11. A3; Nomor WhatsApp?
12. A3; Aila Alvaro
13. A3; Aldi Vanila
14. A3; Ashraff Ghina
15. A3; Korupsi
17. A3; Sakit.
18. A3; Boneka Beruang
19. A3; Game?
20. A3; Sebuah Mimpi
21. A3: Dicariin Alvaro.
22. A3; Sebuah Rahasia?
23. A3; Siapa Michael?
24. A3; Membunuh
25. A3; Diajak Al Nongkrong!
A3; Cast
26. A3; Surat Cinta?
27. A3; Back To School
28. A3; Suka Kamu?
29. A3; Hamil?
30. A3; Nikah Siri?
31. A3; Backstreet?
32. A3; Kabar Menyakitkan?
33. A3; Kecelakaan?
34. A3; Kabar Mengejutkan?
35. A3; Meninggalkan
36. A3; Koma dan sebuah pengakuan
37. A3; Gadis Menyedihkan
38. A3; Berubah
39. A3; Kembali
40. A3; Masa Lalu
41. A3; Kangen Abang
42. A3; Melepaskan
43. A3; Hilang Dan Pergi
44. A3; Butuh Pelukan
45. A3; Buku Diary?
46. A3; CALVERAS
47. A3; Bersatu
48. A3; Demi Ala
49. A3; Princess Abang
50. A3; END

16. A3; Kena Bully?

692 89 59
By iamBadgirll

16. Kena bully?

Aila dan Aldi menutup kembali pintu mobil Ashraff. Hari ini mereka berangkat ke sekolah naik mobil cowok itu, Ashraff yang menyuruhnya.

Suasana sekolah sudah lumayan ramai, Aila berjalan lebih dulu agar tidak membuat perhatian siswa-siswi teralihkan pada mereka.

"OH INI TOH, YANG KATANYA ANAK KORUPTOR DITV ITU!"

"GEDE BANGET NYALINYA, BERANI MASUK SEKOLAH!"

"ADUH, KASIHAN BANGET YA! AHAHA!"

"HASTAG AILA ANAK KORUPTOR!"

"MALES BANGET ANJIR, SEKELAS SAMA AILA!"

"CANTIK SIH MANIS JUGA, TAPI SAYANG ANAKNYA KORUPTOR!"

"PINDAH AJA AI! JANGAN DEKETIN JODOH GUA LAGI!"

Aila makin membesarkan volume lagunya, gadis itu memakai earphone pemberian Aldi tadi pagi. Ia menunduk berjalan kearah kelasnya. Disepanjang koridor banyak yang mengejeknya, Aila mempercepat langkahnya.

Aldi yang melihat itu, merasa iba. Ia menatap tajam anak-anak disekolahnya, mereka tidak menanggapi tatapan Aldi karena memang sudah biasa melihat Aldi seperti itu.

Dimading sekolah, banyak sekali yang mencoret-coret wajah Aila, mengatai gadis itu dengan Berbagai perkataan kasar. Aldi mengumpat, cowok itu merobek kertas-kertas yang mengatai adiknya.

Aldi berjalan kemading lainnya, cowok itu kembali mengumpat dan merobek kertas-kertas itu lagi. Siapa yang tega mengatai adiknya seperti ini?





Aldiano Sagara;
Ttp Pke earphone pmbrian Abng tdi, Jngn Prnh dngrin omngn orng!

Aila tersenyum membaca pesan dari Aldi. Ia menenggelamkan wajahnya dilipatan tangannya. Menyadari ada yang menepuk tangannya, Aila mengangkat kepalanya. Ia menatap Leo yang tertawa melihatnya.

"KASIHAN BANGET SIH! ANAKNYA KORUPTOR!" Leo melepaskan earphone Aila lalu menginjaknya hingga rusak.

Aila menatap nanar earphone pemberian Aldi yang sudah rusak Akibat Diinjek Oleh Leo. Aila berdecak, Leo tersenyum miring. "REGINA! SPIDOL!"

Aila mengerutkan keningnya, menatap keduanya. Leo mendekat, mempertipis jaraknya dengan Aila. "Jangan gerak!" Perintah Leo.

Aila terdiam, merasakan keningnya dan pipinya yang sedang ditulis sesuatu oleh Leo. Leo melirik spidol tadi dan wajah Aila bergantian. Leo dan Regina tertawa melihatnya. "Keren banget!" Puji Regina, bertepuk Tangan.

Aila menatap keduanya, cewek itu mengambil handphonenya dan membuka kamera. Ia ingin melihat apa yang terjadi saat ini diwajahnya Karena Leo.

Air mata gadis itu tiba-tiba saja turun. Aila meraba pipinya yang dicoret Leo dengan Spidol tadi, "Leo, ini bisa hilang kan?" Lirihnya.

Leo bergidik tidak tahu, "Kalo Enggak hilang, gapapa. Bagus ada dimuka Lo!"

GUA ANAK KORUPTOR, BULLY GUA SESUKA HATI KALIAN!

Itulah tulisan yang tertera diwajahnya, Aila menyembunyikan wajahnya dibalik Buku Novel miliknya. Bagaimana ini?

Aila beranjak, ia berlari kearah toilet. Melihat kepergian Aila, tiba-tiba tercetus ide menarik dibenak Leo. Cowok itu mengambil tas Aila dan membawanya ke suatu tempat.

Diperjalanan koridor Menuju Sekolah, Aila melihat Aldi yang menatapnya. Aila memelankan langkahnya, Ia berharap Aldi mau membantunya kali ini. Namun, Aldi justru berdecak dan mempercepat langkahnya kembali.

Aila membalikkan badannya, menatap punggung Aldi yang mulai menjauh darinya. Apakah Aldi tidak dikatai sepertinya juga? Mengapa Aldi sangat santai menghadapi Ini?

"Bang, Tolong Aila ...," Gumam Gadis itu sangat pelan.

Aila menghapus jejak air matanya, ia kembali melanjutkan perjalanannya menuju toilet.

"NJIR, MUKANYA KENAPA TUH?"

"JADI MAKIN CANTIK ANJIR KALO DICORET-CORET GITU!"

"SESUAI PERINTAH MARI KITA BULLY!"

Aila masuk kedalam bilik toilet. Tetapi, segerombolan gadis-gadis lebih dulu mendorong tubuh Aila ke dinding toilet.

Ssssrrr

Aila meringis. Cewek itu menatap dirinya dari atas sampai bawah yang basah akibat diguyur Air Shower oleh Gadis-gadis itu. Aila memandangi mereka yang Malah tertawa melihat dirinya seperti ini.

Aila mengigil, sedangkan mereka makin mengeraskan suara tawanya. "APA YANG KALIAN LAKUIN?" Sentak seorang cowok.

Jika kalian pikir itu adalah Aldi atau bahkan Alvaro, kalian salah. itu adalah Leo yang membawa dua butir telur busuk. Entahlah, ia mendapatkan itu dari mana.

Leo menyeringai, Tanpa perlu pikir panjang, Leo melemparkan telur itu tepat dirambut Aila. Aroma terus busuk yang pecah itu Langsung Menguar.

Aila hanya bisa menangis, ia tidak bisa melawan. "Kalo udah gini, enaknya kita kunciin ini pintu terus kita tinggal!" Usul salah satu murid.

Aila menggeleng, kuat. Ia semakin menangis melihat mereka Yang Justru benar-benar menguncinya. Aila mengendor-ngedor pelan pintu Toilet dengan sisa tenaganya, Pagi Tadi Ia tidak sempat Sarapan.

"Bang, Tolong Aila Bang!"

"Aila kedinginan ....,"

"Abang, Aila disini ....,"

"Bang? ...,"

"Abang, Aila butuh Abang!"

Pandangan gadis itu tiba-tiba saja memburam, Aila terjatuh, Gadis itu pingsan didalam bilik toilet.














"HEH, DEK. INI KUNCI TOILET INI MANA?"

"ENGGAK TAU KAK,"

"ISH,"

"TADI DIBUANG DIKOTAK SAMPAH KAYAKNYA!"

Cewek itu berdecak, ia mengobrak-abrik isi kotak sampah. Sebuah senyuman tercetak jelas di bibirnya, saat menemukan apa yang dicarinya ketemu. Buru-buru ia membuka bilik toilet yang sepertinya sedang ada seseorang didalamnya yang terkunci.

"Lo enggak papa?" Tanya cewek itu, Panik.

Cewek itu berlari meminta bantuan seorang cowok untuk mengangkat tubuh Aila yang sudah pingsan untuk keluar bilik toilet tadi.

Rara, cewek itu menampar pelan pipi Aila. Tadi, ia ingin membuang Air kecil. Namun, bilik disebelahnya seperti ada Seseorang Yang Sedang meminta bantuan. Saat cewek itu membuka pintu toiletnya, Aila sudah terkapar pingsan.

"Ya Ampun, Ini Siapa yang lakuin kayak gini?" Rara Menggeleng heran, ia melirik dari atas sampai bawah tubuh Aila yang sangat memprihatikan.

Rara membuka jaketnya, Itu adalah jaket Khusus Anak Calveras. Ya, meskipun Rara bukan Anggotanya tapi Cewek itu sudah sangat Akrab Dengan anak-anak Calveras.

"Bawa aja ke UKS!" Usul Rara kepada Anak kelas sebelas, didepannya.

"Biar gua aja yang bawa!" Rara menatap Alvaro yang tiba-tiba datang.

"Lo mau nolongin atau apa?" Tanya Rara menautkan alisnya.

"Minggir!" Alvaro mendorong tubuh Rara, pelan. Cowok itu berjongkok, lalu mengangkat tubuh Aila.

"Lo Enggak usah ikut!" Suruh Alvaro melirik Rara, tajam.

"Yaudah," jawab Rara santai.

Alvaro langsung membawa Aila ke UKS. Tetapi, Saat Di koridor. "Kak Varo?" Panggil Aila pelan, Cewek itu sudah tersadar dari pingsannya sebelum Sampai di UKS, ia menatap Alvaro yang sedang menggendongnya.

"Varo Anter Pulang Aja ya?" Tanya Alvaro.

Aila menggeleng, "turunin Aila!"

Alvaro ikut menggeleng,

"turunin kak!" Sentak Aila.

Alvaro menurunkan tubuh gadis itu, Aila merapikan rok nya yang sedikit berantakan. Mata Cewek itu melirik jaket yang terpasang ditubuhnya. Aila mengerutkan keningnya, Ini adalah jaket yang selalu dipakai oleh Aldi. Mengapa bisa terpasang ditubuhnya?

"Ini punya kak Varo?"

"Kayaknya punya Rara."

"Rara?"

"Anak Dua belas Tiga, Pakai aja dulu! baju Lo kan lagi basah, Besok baru dibalikin lagi ke dia!"

Aila mengangguk, setuju. "Yaudah Kak, Aila Mau balik ke kelas dulu!"

Dengan Gerakan Cepat, Alvaro menahan tangan Aila lalu memeluk gadis itu, sangat erat. Aila terpaku, gadis itu terdiam sebentar. Aila tersenyum kecil, ia Lantas membalas pelukan Alvaro.

"DEMI APA? ALVARO MELUK AILA?" Heboh siswa-siswi yang berjalan di koridor. Mereka menatap Alvaro tak percaya. Jelas-jelas Aila basah kuyup dengan Rambut yang pastinya lepek, tetapi kenapa cowok itu mau memeluknya?

"kak Varo enggak jauhi Aila juga?" Tanya gadis itu, polos.

Alvaro menggeleng, "Kak Varo enggak bisa jauhin Aila, apalagi keadaan Aila lagi gini!"

Aila tersenyum, kecil. setidaknya ada satu orang yang tidak menjauhi dirinya disekolah. Meskipun, semua orang disini membencinya, termasuk Aldi.

"Kak Varo, Ada disekolah ini buat Aila." Bisik Alvaro.

"Makasih Kak Varo. Sekarang, Aila enggak ngerasa sendirian lagi."

Aila melepaskan pelukannya. ia tersenyum, tipis. "Yaudah kak Varo, Aila mau Balik ke kelas dulu ya!"

"Enggak Apa-apa? udah baikan emang? Enggak mau pulang aja? Biar Varo antar!"

Aila terkekeh mendengar perkataan Alvaro yang bertubi-tubi menanyainya. "Aila enggak Apa-apa, Yaudah Aila Balik ke kelas dulu."

"Varo antar Aila ke kelas!"

Aila pasrah, Ia berjalan bersama Alvaro menyusuri koridor sekolah. "Nanti Pulang Sekolah Sama siapa?" Tanya Alvaro, mengingat Pak Budi— supir Aila Yang Pastinya tidak lagi bekerja di rumah Gadis itu.

Alvaro sudah mengetahui kabar ini. Namun, ia berpura-pura tidak tahu saja.

"Sama Abang."

"Kalo Abang Aila enggak jemput, Pulang sama kak Varo aja!"

Aila terkekeh, "ngerepotin."

"Enggak, Varo malah senang Bisa bonceng bidadari"

Aila tersenyum, malu. Ada-ada saja, Alvaro. "Kak Varo mau masuk kelas ini juga?" Tanya Aila terkekeh, Melihat Alvaro yang masih tetap mengikutinya sampai dalam kelas.

"Enggak, Kak Varo cuma mau lihat Aila Sampai dibangku Aila dengan selamat."

Aila mengangguk, mengiyakan. "Lho, Tas Aila kemana ya?" Heran Aila, gadis itu mengedarkan pandangannya.

Alvaro yang mendengar itu, ikut mencari. "SIAPA YANG SEMBUNYIIN? NGAKU KALIAN SEMUA!"

Anak dikelas Aila menelan ludah susah. "Bukan Kita kak, Tapi Leo!" Mereka menunjuk Leo yang sedang asik bermain Ponsel.

Alvaro menghampiri Leo dan langsung mencengkeram seragamnya kuat. "Lo Anak Calveras kan? Balikin tasnya, Cepet!"

"Orang Gua Enggak Sembunyiin tasnya!"

Alvaro menghajar Leo. terakhir, Alvaro menendang perut Leo dengan kedua lututnya, bergantian. Leo meringis, cowok itu sedikit terbatuk-batuk. "Di—kolam ikan, De—ket pohon Jambu!"

Mendengar itu, Aila berlari mengambilnya, Alvaro ikut mengejar Aila. Sedangkan Leo berlari keluar kelas, sepertinya ia akan menemui seseorang.

Aila menghentakkan kakinya, tasnya sudah basah dan sudah berteman dengan ikan di kolam. Alvaro yang melihat itu, menatap Aila kasihan. Lihat saja, Anak Calveras yang satu itu akan diberi pelajaran olehnya.

Aila menghela nafasnya, ia melipat kedua tangannya didepan dada. "Huft, Gapapa deh. Nanti Aila beli lagi!"

"Tapi buku-buku Catatan Aila? Novel Aila? Gimana?" Tanya Alvaro, memandangi Aila.

Aila tersenyum tipis. "Ya hilang, tapi Enggak Papa, Ikhlas Aila. Udah terlanjur juga, mau gimana Lagi?"


Aila masuk kedalam mobil Ashraff. Gadis itu memajukan bibirnya, kesal. Ashraff yang melihat itu, menatap Aldi disebelahnya.

Sontak Aldi menundukkan kepalanya. Ashraff menghela nafasnya, ia melirik Aila yang seragamnya sudah Acak-acakan serta kotor dan Basah. "Kenapa bisa Gini, siapa yang giniin Ala?" Tanya Ashraff.

"Biar Abang bunuh orangnya!" Lanjut Ashraff.

Aila menggeleng, mendengarnya. "enggak papa,"

"Enggak papa, Gimana? Ala berantakan gini, kata Ala enggak papa?"

"Mana tas Ala?" Ashraff bertanya kembali.

"Diisengin temen, masuk ke kolam ikan, Bang!" Jujur Aila.

Ashraff mengepalkan tangannya, ia ingin sekali membuka pintu mobil. Namun urung, saat Aldi menahan tangannya. "Jangan bang, Udah biarin. Ala nya aja enggak Apa-apa!"

Ashraff menatap Aldi lekat. "Gila Lo, Al! Dia Adek lo! Dia adek Gua juga! Ala sampai kayak gini, Lo bilang biarin aja? Enggak Ada Otak Lo!"

"Bukannya Jagain Ala, Malah santai-santai aja. Ini yang namanya Abang?" Tanya Ashraff, Urat-urat Lehernya terlihat dengan jelas saat ini.

"Al minta Maaf Bang ....," Lirih Aldi, Merasa Takut Dengan Ashraff.

"Telat. Udah kejadian Al, Ala udah Kayak gini,"

Aila menangis mendengarnya, Ia sangat merasa bersalah kepada Aldi. Hingga cowok itu sampai Dimarahi oleh Ashraff Begini.

"LO BOLEH BENCI SAMA ALA, BOLEH AL! GUA ENGGAK MASALAH! TAPI ....," Ashraff menjeda kalimatnya, Sebentar.

"JANGAN SAMPAI BIARIN DIA KENAPA-KENAPA, DIA ADIKNYA ASHRAFF SAGARA. KALO LO ENGGAK AKUI DIA ENGGAK APA-APA, TAPI INGAT GUA ABANGNYA, GUA ENGGAK AKAN TINGGAL DIAM LIAT ADEK GUA SAMPAI KAYAK GINI!"

"JANGAN AL KIRA, ABANG SAYANG ALA DOANG! ABANG JUGA SAYANG SAMA AL. ABANG MARAHIN AL KAYAK GINI, KARENA ABANG MAU KALIAN SALING JAGA, SALING MELINDUNGI SATU SAMA LAIN. BUKAN MALAH, ENGGAK PEDULI DAN SALING BENCI."


Votenya Mana, Gais?

Kayaknya Si Al mah Mau Berubah Habis Kena Amuk Ashraff :v

Next?

Continue Reading

You'll Also Like

263 96 31
Dulu aku sangat mempercayai kekuatan dua hati manusia, tetapi sebuah peristiwa seolah menamparku untuk menunjukkan sisi jahatnya. Ya, seperti hukum a...
85.9K 6.7K 59
Adara Mesha Batari, gadis cantik yang tumbuh bersama dengan trust issue. Kebohongan dan kemunafikan yang ia dapat di masa lampau berubah menjadi akar...
56.2K 3K 68
Cinta datang tanpa syarat bahkan bisa dari orang yang sangat kita bencipun cinta bisa tumbuh. Seiring berjalannya waktu tak ada yang bisa menentukan...
CLAUSTRUM || End✓ By HIATUS

Mystery / Thriller

268K 15.1K 37
"Al! Mau Abang hukum!?" "Al cuma mau main Bang!" Albaran Alxaga, pemuda yang hidup penuh kekangan dari 4 saudara-nya. Tidak ada arti kebebasan dan se...
Wattpad App - Unlock exclusive features