Perfect || Seungsung

By Bananaambon

29.4K 3.5K 412

||Seungmin & Jisung ft. Minho|| "Diantara kita, cuman Lo yang sempurna. Lo terlalu sempurna buat gue yang pun... More

Awalan untuk berkenalan
-1×(-1)= 1
2×1= 2
2³=8-5=3
2²=4
10-4=6
21÷3=7
2³=8
27÷3=9
√100=10
√144=12-1=11
6×3=18-4=12
26÷2=13
28:2=14
5×3=15
8+8=16
34:2=17
36:2=18
38/2=19
4×5=20
7×3=21
11×2=22
92/4=23
144:6=24
100:4=25
13×8÷4=26
9×3=27
14×4:2=28
√841=29²
6×5=30
30+1=31
16×2=32
11×3=33
8,5×4=34
7×5= 35
6×6=36
√37
√1444=38
13×3=39
4×10=40
Sn=....41
42
√43
11×4= 44
9×5=45
23×2=46
(47)²
12×4=48
7×7=49
100:2=50
100:2=50+1=51
52
(9×5) +8=53

√25=5

705 101 4
By Bananaambon

°
°
°
°
°
°
Brak!

"Anjing!—bangsat Lo Ian! Untung jantung gue gak minta loncat dari tempatnya trus pergi ninggalin gue kayak doi." Ucap Jeno sambil mengusap dadanya akibat terkejut. "Lo kalo masuk bisa salam atau ngetok pintu dulu gak sih?! Ngagetin aja Lo anjing."

"Sorry Vin, udah kebiasaan. Ntar kalo gue ngucap salam setan disini pada kabur. Ntar tempatnya jadi gak serem lagi."

"Gak tau deh, gue bingung sama jalan pikiran Lo."

Seungmin melempar asal tas nya kearah Sofa yang terlihat sedikit kumuh. Lalu setelahnya iapun mendudukan dirinya disana sembari menghela nafas sejenak.

"Si Eric mana? Dia gak kesini?" Tanya Seungmin ketika melihat ada satu temannya yang tidak hadir—Eric orangnya.

"Absen dulu, katanya ada urusan sama papahnya, gak tau dah apaan." Sahut Jeno.

"Sok sibuk dia mah." Sahut Jaemin.

Seungmin hanya mengangguk singkat, sebelum akhirnya benar-benar merebahkan dirinya diatas sofa tersebut.

Saat ini Seungmin sedang berada di basecamp nya, basecamp miliknya bersama dengan teman-temannya—Jeno, Jaemin, Hyunjin, Eric, dan Jihoon.

Mereka merupakan satu komplotan preman sekolahan. Hanya saja beberapa dari mereka ada yang satu sekolah ada yang tidak. Contohnya Seungmin, Hyunjin, Jeno dan Jaemin, keempatnya satu sekolah. Beda lagi dengan Eric dan Jihoon, mereka berasal dari sekolah yang berbeda.

Namun meskipun begitu, pertemanan mereka masih tetap berlanjut, dan buktinya bertahan hingga sejauh ini. Itu semua berkat hal-hal yang mereka sukai memiliki kesamaan satu sama lain. Gunanya memiliki teman yang sama-sama punya kesukaan yang sama akan berdampak dengan hubungan pertemanan mereka yang awet.

"Oy Ian!"

Hyunjin memanggil, yang mana hanya di balas dengungan malas dari Seungmin.

"Nanti malem Lo jadi tanding balap kan? si Zefran ngechat gue Mulu, bilangnya dia mau ngajak tanding sama lo."

Mendengar itu, sontak Seungmin segera mengalihkan atensinya pada Hyunjin yang juga sibuk bermain game dengan Jihoon.

"Jadiin aja lah."

"Kayaknya itu anak ngebet banget pengen tanding sama Lo, Ian. Masih kesel kali pas Minggu kemaren Lo kalahin telak—bangsat Dion! Lo cupu anjir maennya pake cara licik!"

"Gak licik, gak asik. Ngahahaha."

Jihoon mengumpat, sedangkan Hyunjin sibuk tertawa, menertawakan Jihoon karna kalah bermain game dengannya.

"Gue sih hayo aja tanding sama dia, tapi bilangin ke Zefran, kalo kali ini dia kalah, jangan minta tanding ulang lagi gitu."

"Kenapa emang?"

"Bosen nanti gue menang Mulu." Ucap Seungmin dengan nada yang terkesan remeh.

"Banyak gaya Lo mentang-mentang udah pro." Celetuk Jaemin.

"Yoi lah."

"By the way Ian, Lo udah balikin Handphone punya adeknya si Aksa?" Tanya Hyunjin.

Omong-omong, Hyunjin Baru tau kalau handphone yang kemarin dibawa Seungmin itu adalah milik adiknya Minho. Ia tau itu karna Seungmin sendiri yang cerita setelah insiden baku hantam terjadi di kantin.

"Udah, kemaren." Jawab Seungmin singkat.

"Sumpah ya, Lo iseng banget anjrit segala bilang handphone punya dia Lo jual. Kan jadinya ribut Lo berdua sama Aksa."

"Lah? Lo abis ribut sama rival Lo? Kok bisa anjir?" Tanya Jihoon yang terkejut ketika tau kalau Seungmin terlibat perkelahian dengan Rivalnya—Minho.

"Biasalah, gue sama dia kan emang suka ribu Mulu." Jawab Seungmin acuh.

"Boong anjir! Dia duluan sebenernya yang nyari ribut sama adeknya si Aksa. Dia boong kalo handphone adeknya Aksa dia jual, padahal mah dia umpetin, sampe akhirnya Aksa turun tangan buat belain adeknya, trus endingnya Aksa berantem sama Dian." Jelas Jeno.

"Bego anjir, Lo ngapain coba nyari masalah sama orang? Gabut ya Lo?"

"Gabutnya Dian bikin suasana gonjang-ganjing merinding asu." Timpal Jaemin.

Mendengar teman-temannya saling membicarakan dirinya, membuat Seungmin berusaha menutupi telinganya. Rasanya bosan sekali mendengarnya, pasalnya di sekolah pun Seungmin sudah mendengar cerita itu berkali-kali dari orang yang suka menggosipinya.

"Lo tau gak sih? Kejadian waktu dia nyari masalah sama adeknya Aksa seketika langsung booming satu sekolahan. Lo tau gak apa alesannya sampe jadi booming?"

"Apa tuh?"

"Lo bayangin, seorang Ardian yang terkenal sangar di sekolah bisa di tonjok dong sama adeknya Aksa. Gila gak tuh orang?" Hyunjin bercerita dengan nada hebohnya, membuat Jihoon yang mendengarnya ikut terkesiap.

"Wanjir, yang bener asu?! Wah, Ian! Gimana rasanya di tonjok sama adeknya rival lo?"

"Ck—brisik lo semua. Bisa gak sih, gak usah bahas soal ini? Bosen gue dengernya." Protes Seungmin.

"Eh tapi, emang si Aksa punya adek ya? Gue pikir dia anak tunggal." Tanya Jihoon.

"Punya anjir, tapi adeknya beda jauh banget sama abangnya." Jawab Jaemin.

"Beda gimana?"

"Ya beda, Lo liat aja abangnya modelan preman gitu, lah adeknya biasa-biasa aja. Tipe murid teladan."

Jihoon mengangguk saat mendengar penjelasan dari Jaemin barusan mengenai adik dari Minho.

"Tapi Ian, kan Lo rivalan tuh sama Aksa, kenapa Lo gak coba deh deketin adeknya Aksa buat bikin Aksa jadi kacung Lo nanti?" Jihoon berucap sembari memberi saran. Saran sesat lebih tepatnya.

"Parah lo Zan! Pikiran lo bejat banget anjir sampe mikir kesana." Sindir Hyunjin.

"Fauzan doang emang yang punya pikiran gitu. Kotor sama licik." Tambah Jeno.

"Tapi bagus kan? Lo bisa coba dah pake trik gue Ian, kalo Lo mau bikin si Aksa kalah di depan Lo."

Seungmin terdiam, entah kenapa ucapan Jihoon terdengar cukup menarik untuk ia gunakan sebagai senjata melawan Minho jika lelaki itu Bernai mencari gara-gara dengannya.

Tapi, tetap saja, Seungmin merasa ragu jika ia menggunakan cara kotor itu sekarang, ia juga harus memikirkan dampaknya nanti jika memanfaatkan Jisung hanya untuk dijadikan umpan semata.

"Gimana Ian? Ada niat buat deketin adeknya Aksa?"

"Hhhh...gak dulu, mungkin lain kali."

Dan setelahnya, Seungmin memutuskan untuk tertidur sejenak. Mengistirahatkan segala macam pikiran yang memenuhi isi kepalanya saat ini.

••🐿️🐶••

Seungmin menghentikan motornya di sebuah mini market kecil. Ia berniat membeli rokok untuk dirinya.

Omong-omong, Seungmin baru saja pulang dari basecamp nya tadi. Sebenarnya ia malas juga jika harus pulang, toh di rumahnya tidak ada apa-apa, tapi tetap saja Seungmin butuh membersihkan dirinya di rumah. Jadilah ia memutuskan untuk pulang meskipun di rumahnya tidak ada apa-apa.

Setibanya di mini market tersebut, Seungmin turun dari atas motornya lalu masuk kedalam.

"Selamat datang~" seru sang penjaga kasir yang mencoba bersikap ramah pada setiap pelanggan yang datang.

Seungmin hanya acuh, lalu melanjutkan langkahnya menuju kesebuah rak yang menjual beberapa bungkus rokok disana. Diambilnya satu bungkus rokok itu, lalu ia serahkan ke kasir untuk di bayar.

"Bisa lihat kartu pelajarnya?"

Seungmin sedikit mendengus ketika sang kasir meminta kartu pelajarnya, maka dengan malas Seungmin langsung menunjukannya kepada sang kasir.

"Totalnya 17 ribu."

Seungmin mengambil beberapa lembar uang dari dalam saku celananya. Setelah itu diberikannya selembaran uang itu kepada sang kasir.

"Uangnya 20 ribu ya, ini kembaliannya—"

"Ambil aja kembalian."

Dan setelah berucap seperti itu, Seungmin bergegas pergi begitu saja dari sana, yang mana membuat sang kasir menatapnya kebingungan.

Sekeluarnya Seungmin dari dalam mini market tersebut, ia langsung mengambil satu batang rokok dari dalam bungkusnya, hendak menyalakannya dengan korek api.

Namun sebelum itu, tiba-tiba saja Seungmin teringat akan sesuatu yang membuatnya mendadak berhenti menyulutkan rokoknya dengan api.

Entah bagaimana bisa, pikiran Seungmin tiba-tiba tertuju langsung oleh ucapan Jisung saat di perpustakaan tadi. Teringat bagaimana ucapan lelaki serupa tupai itu yang menceramahinya dan memberinya sebuah permen sebagai pengganti rokok.

"Hhh...sialan."

Seungmin mendengus. Kemudian memasukan kembali batang rokok itu kedalam bungkusnya.

Niatnya ingin merokok seketika terurung begitu saja, maka dari itu Seungmin berbalik arah dan masuk kembali kedalam mini market tersebut untuk membeli sesuatu lagi.

"Selamat datang kembali, Ada yang ingin di—"

"Mbak, uang saya masih ada 3 ribu kan buat kembalian rokok yang tadi? Buat ngepasinnya saya ambil permen ini ya mbak."

Sang kasir terlihat terdiam sejenak, masih mencoba mencerna apa yang di lakukan Seungmin barusan.

Tak hanya sang penjaga kasir, tapi pelanggan yang sedang menunggu barang belanjaannya di hitung di meja kasir pun ikut kebingungan dengan sikap Seungmin barusan.

Tapi sayangnya, Seungmin acuh saja. Ia mengambil 2 batang permen loli dengan rasa stroberi itu, dan setelahnya kembali melenggang pergi dari sana sembari mengacuhkan setiap pandangan bingung dari sang penjaga kasir atau pelanggan yang lain.

Sebenarnya dalam hati, Seungmin sudah meruntuk, kenapa dia bisa terpengaruh dengan mudahnya oleh perkataan pemuda tupai itu. Padahal ia baru bertemu beberapa kali dengan Jisung, tapi rasanya pengaruh Jisung langsung terasa begitu saja dengannya, membuatnya jadi berubah begini.

Ini terlalu menyebalkan untuk Seungmin.

___________________________________________

•TBC•

Continue Reading

You'll Also Like

39.9K 2.7K 30
[ 2MIN AREA ] 23+ BIJAK SEBELUM MEMBACA!! Book ini mengandung konten dewasa 23+, BXB, Mpreg, dan lain-lain. Bagi yang berbeda pandangan / Belum cukup...
8.8K 600 20
[COMPLETED] Cerita ini ringan, minim konflik, dan lebih buat gemes-gemesan aja. Gak ada drama yang berat, cuma tentang dua orang yang hobinya saling...
21K 3K 32
Minsung series!🧸ᨳ᭬°᳝ꯥ‧ٓ⭝ with Ramadhan Book Tentang Minho dengan segala kebodohannya dan Jisung yang sabar dengan tingkah laku Minho. Warning! Boylo...
30.5K 1.5K 13
❝ Benci dan cinta cuma beda tipis. ❞ minho ga suka kalah. jisung ga suka tunduk. tapi di antara tatapan penuh benci dan perkelahian tanpa akhir.. ken...
Wattpad App - Unlock exclusive features