WTF?!

By k4musi4p4woy

1.1M 81.6K 3.5K

Apa kalian percaya akan Transmigrasi? Gue sebetulnya nggak pernah mempercayai hal itu, sebelum akhirnya entah... More

PROLOG
01
02
03
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

04

31.4K 2.5K 65
By k4musi4p4woy

"balik juga lo, baru inget jalan pulang hah?!" sinis leo begitu liona pulang dari mall.

Mendengar ucapan sinis leo liona hanya mendecakkan lidahnya lalu berjalan seperti biasa seakan tak pernah mendengar ucapan leo.

"kalo orang ngomong tuh jawab bukan diem! Punya sopan santun nggak lo?!" kesal leo karena diacuhkan.

"bacot! Lagian apa peduli lo sih? Jangan sok perhatian deh jijik tau nggak" balas liona yang mulai merasa kesal juga.

"siapa yang peduli sama lo, nggak ada! Gue cuma nggak mau nama baik keluarga ini rusak gara gara lo!" ucap leo.

"lo juga bisanya kalo nggak jadi cabe ya bolos! Lo tau tadi guru guru marah karena lo bolos! Lo tuh emang nggak guna banget ya, lo tuh cuma jadi beban di keluarga ini" ucap leo panjang lebar.

Liona pun berbalik menatap malas abangnya itu, sungguh rasanya ia ingin menyumpal mulut lelaki itu dengan kaus kakinya biar mampus sekalian.

"butuh kaca?" tanya liona sambil menatap nyalang leo.

"harusnya lo sadar diri anjing! Lo tuh biasa aja di sekolah, pinter kagak bego iya! Lo juga bisanya cuma tawuran doang tuh bareng geng nggak jelas lo itu, jadi jangan ngerasa sok paling suci dan sok paling wow di keluarga ini! Mending gue lah yang lo sebut cabe ini selalu dapet peringkat 1 nggak kaya lo!" sinis liona.

Setelah itu liona pun pergi meninggalkan leo yang mematung karena ucapannya.

"anjing!" umpat kesal leo.

Begitu sampai di kamarnya liona langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Tadi di mall ia membeli cukup banyak pakaian karena ia yakin pakaian yang biasa dipakai ‘liona’ asli akan kurang bahan.

Liona pejamkan matanya sebentar dan tak lama wajah aca pun melintas di benaknya.

"ah baru beberapa jam aja gue dah rindu, gue datengin aca ke rumahnya aja kali ya?" gumamnya.

"yosh gue putusin buat dateng ke rumah aca"

Liona pun beranjak dari kasur berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya itu.

Setelah selesai mandi liona memakai pakaian kasualnya kemudian tersenyum narsis saat menatap pantulan wajahnya di kaca.

"njir emang cans banget si liona tuh"

Barulah saat puas mengagumi pantulan wajahny di kaca liona pun keluar dari kamar.

"mau kemana kamu?" tanya seseorang.

Liona pun menolehkan wajahnya lalu mengerutkan kening menatap ke arah orang itu.

"saya tanya mau kemana kamu?" tanya orang itu lagi.

"keluar" dingin liona.

"heh sopan dikit sama orang tua bisa nggak sih?! Lo masih punya otak kan!" ucap leo sambil menunjuk wajah liona.

Liona hanya memutar bola matanya malas membalas ucapan leo.

Menueutnya leo itu terlalu caper dan sok, ia jadi jijik sendiri.

Orang yang sebelumnya bertanya pada liona adalah Gerald El Abraham, ayah kandung dari ‘liona’ yang asli.

"keluar bareng siapa?" tanya seseorang lainnya yang tak lain adalah ibu kandung ‘liona’ asli yang bernama Kiara Silvya Abraham.

"bukan urusan anda" jawab liona.

Melihat tingkah liona yang berbeda dari biasanya gerald dan kiara merasa kehilangan.

Jika dulu anak bungsu mereka selalu mencari perhatian mereka maka sekarang tak lagi, sekarang putri mereka itu menatap keduanya dengan tatapan seperti tengah menatap orang asing.

"LIONA!" bentak leo.

"aish berisik kampret! Lo pikir gue nggak punya telinga hah?! Jangan teriak teriak bisa?!" kesal liona.

"lo tuh keterlaluan ya! Orang tua tanya itu jawab dengan baik bukannya ketus kaya gitu!" ucap leo.

"bacot! Serah gue dong, dan gue sekali lagi ngasih tau jangan ngerasa kalo lo adalah orang paling suci deh, jijik gue liatnya"

"lo tuh y-hei! Kenapa lo main nyelonong pergi aja?! Liona! HEI LIONA!" ucap leo saat adiknya itu pergi begitu saja mengacuhkan ucapannya.

Sebelum benar benar pergi liona memberi sedikit hadiah untuk kakaknya itu, ia acungkan jari tengahnya sambil memasang raut wajah paling menyebalkan miliknya.

"LIONA KYELANI ABRAHAM!!!" marah leo.

Setelah keluar dari rumah liona langsung tertawa puas bahkan saking puasnya perutnya sampai terasa keram.

"rasain tuh main main kok sama gue" ucap liona.

Setelahnya liona pun naik ke atas motor lalu melajukannya menuju rumah aca.

Begitu sampai di rumah aca liona harus menelan pahit perasaanya saat melihat aca tengah asik berciuman dengan axel.

Dadanya serasa ditusuk berpuluh puluh jarum hingga terasa sangat menyakitkan.

"shit sakit banget!" gumam liona sambil memegang dadanya.

"gue yang bodoh sih, baru ketemu sehari doang udah jatuh hati bodoh banget. Harusnya gue tau sampai kapa npun aca cintanya sama axel bukan sama gue" miris liona.

Liona pun mencoba menarik napas perlahan kemudian menepuk nepuk dadanya.

"sesek banget anjir" gumam liona.

Liona kembali melirik ke tempat aca dan axel berada yang ternyata kini sudah melepas pangutan mereka.

Aca pun memeluk tubuh axel dan dibalas senyuman lembut oleh lelaki itu.

Saat itu pula lah aca melihat ke luar dan langsung bertatapan dengan liona.

Bisa ia lihat liona terlihat sangat terluka dan sedih, saat itu pula aca mengambil kesimpulan bahwa perbuatan liona kemarin dan tadi itu hanya sandiwara saja.

Lihat saja raut terluka gadis itu, pasti ia terluka karena melihat orang yang dicintainya yang tak lain adalah axel berciuman dengan dirinya.

"gue nggak akan ketipu sama lo liona, gue tau niat busuk lo itu" batin aca.

Saat matanya tak sengaja bertatapan dengan aca liona buru buru memalingkan wajahnya ke arah lain dan memilih untuk pergi.

"sialan!" umpat liona.

Liona jalankan motornya itu dengan ugal ugalan hingga membuat pengendara lain mengumpati dirinya.

Tapi ia tak peduli karena kini situasi hatinya sedang tak baik baik saja.

"gini nih kalo sukanya sama yang nggak bisa digapai, udah tau bakal nyakitin diri sendiri tapi masih aja diperjuangin, bodoh. Dasar manusia" ucap miris liona.

Karena hilang fokus liona tanpa sengaja menabrak sebuah mobil di depannya.

Namun untungnya ia bisa menahan motornya itu hingga membuat mobil yang ditabraknya hanya lecet lecet saja.

"gila hampir aja" syok liona.

Sang pemilik mobil itu pun keluar menampakkan sesosok perempuan cantik.

Melihat perempuan cantik itu liona bahkan tak bisa untuk tak melongo, sedari tadi mulutnya terbuka lebar hingga membuat si perempuan cantik itu menatapnya jijik.

"gue nggak mau tau lo harus ganti rugi!" ucap perempuan cantik dengan nada ketusnya.

Seketika liona pun tersadar dari lamunannya dan menatap perempuan cantik itu dengan tatapan tak percayanya.

Ia kira perempuan cantik itu akan berbicara lemah lembut seperti dalam pikirannya tapi ternyata tidak.

"heh lo budeg atau bisu sih?!" bentak perempuan cantik itu.

"iya mbak nanti saya ganti rugi" jawab liona.

Si perempuan cantik pun berdecih pelan lalu menatap nyalang liona.

"mbak mbak! Lo pikir gue udah tua hah?!"

"ya terus saya harus manggil apaan?" balas liona.

"ya apa kek gitu yang lain"

Liona pun mengerutkan keningnya menatap perempuan cantik dihadapannya itu seakan tengah menatap orang yang tak waras.

"heh apa apaan tatapan lo itu?!" bentak perempuan cantik itu.

"enggak ada mba-eh kak, tenang aja saya bakal ganti rugi kok. Sekarang saya minta nomor kakak dulu buat dihubungin nanti" ucap liona.

Dengan wajah datarnya si perempuan cantik itu pun menyerahkan kartu namanya dan langsung di terima oleh liona.

Kepala liona sedikit mengangguk angguk saat melihat nama perempuan cantik dihadapannya itu.

"oke kalo gitu kak briana nanti saya hubungi lagi" ucap liona.

"lo!" ucap briana sambil menunjuk wajah liona.

Liona sendiri yang ditunjuk hanya bisa mengangkat kedua alisnya bingung.

"gue bilang jangan manggil gue dengan embel embel mbak atau kak gue nggak suka!" ucap briana.

"terus anda maunya dipanggil apaan?! Sayang gitu?!" kesal liona.

"iuh apalagi itu! Udah ah pokoknya awas aja kalo lo nggak tanggung jawab, abis lo di tangan gue! Gue bakal ciriin muka songong lo itu!" ucap briana lalu masuk ke dalam mobilnya lagi meninggalkan liona yang terbengong bengong karenanya.

"sinting kali ya tuh cewek" gumam liona sambil geleng geleng kepala.

Liona kembali dibuat melongo saat briana mengacungkan jari tengah kearahnya sembari mengumpat, "fuck u!"

"nggak waras emang, pasti tuh cewek udah gila" ucap liona.

Keesokan harinya liona berjalan ke ruang makan dengan wajah tak bersemangat miliknya.

Setelah percecokan kemarin entah kenapa situasi di kediaman abraham menjadi canggung.

"ngapa liat liat?" sinis liona saat keluarga barunya itu diam diam melirik kearahnya.

Dio, leo dan kiara langsung memalingkan wajah mereka sembari pura pura batuk.

Melihat itu liona pun berdecih pelan lalu tak lama mengambil beberapa helai roti dan mengolesinya dengan selai cokelat.

Tanpa berucap apa apa lagi liona pun pergi tanpa menyadari bahwa orang orang di rumah terus menatapnya

Setelah memanaskan motornya liona pun berangkat ke sekolah dengan kecepatan di atas rata rata.

Itu menjadi salah satu caranya untuk melampiaskan rasa sakit hati melihat aca dan axel berciuman mesra kemarin.

Sampai di sekolah seperti biasa liona menjadi perhatian dan gosipan dari anak anak yang baru datang.

‘Beuh liona makin keren aja’

‘Perasaan gue doang atau beneran sih kalo liona makin cakep anjir, bisa bisa belok ini mah’

‘Dibanding dulu yang aura kek cabe banget kini liona auranya badgirl banget anjir, nggak tau kenapa gue malah suka dia kek gini’

‘Cih percuma gue yakin nanti dia pasti nempelin axel kek setan’

‘Hooh gue juga setuju, kalo udah jadi cabe selamanya tetep cabe’

‘Ah sirik ae lo, bilang aja lo kepengen kaya liona kan’

‘Iri bilang boss’

‘Nggak tau kenapa anjir gue rasanya deg degan mulu setiap ngeliat liona’

‘KYAAA LIONA LOVE YOUU!!!’

Liona hanya menanggapi bisikan bisikan itu dengan senyuman tipisnya.

"ah emang ya kalo orang cakep mah beda" pedenya.

"pede banget lo bangsat!" ucap veve sambil menampol kepala liona.

"anjir lo muncul darimana dah kok tiba tiba udah ada di deket gue aja?! Jangan jangan lo setan ya ve?!" pekik liona membuat veve kembali bersiap menampolnya lagi.

"sembarang kalo ngomong!" kesal veve.

Namun dengan buru buru liona berlari dan bersembunyi dibelakang tubuh yuna.

"na liat tuh sahabat lo, perasaan hobi banget nampol kepala gue" adu liona.

Mendengar itu yuna pun memutar bola matanya malas, "dia juga sahabat lo anjir"

"masa?"

"au ah gue nggak mau gelud pagi pagi ama lo ya li"

"udah ah ayo kita ke kelas" ajak liona.

"ay-kampret jangan lari goblok!" ucap veve saat liona yang tiba tiba berlari meninggalkan mereka.

"nanti nabrak orang baru tau rasa lo li!" ucap yuna.

"nggak akan!" ucap liona sambil menatap kebelakang.

Karena aksi berlari tanpa melihat kedepannya itu liona tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang.

"aduh" ucap si korban yang jatuh ke lantai mengaduh kesakitan.

"anjing lo liat liat dong kalo jalan! Lo tuh emang nggak berubah ya, caper mulu kalo tiap deket gue!" ucap axel marah karena melihat aca jatuh karena ulah liona.

Liona pun menatap julid ke arah exel sebentar dan lebih memilih membantu aca berdiri.

Meskipun bayang bayang aca yang tengah berciuman dengan axel terus terbayang bayang dibenaknya liona tak akan tega membiarkan orang yang disukainya tersakiti olehnya.

"lo nggak papa ca? Ada yang sakit?" tanya liona dengan nada yang menyiratkan kekhawatiran.

Bahkan kini gadis itu sudah mengulurkan tangannya berniat membantu aca.

"aku nggak pa-"

BRUK!

Karena dorongan kuat axel liona terjatuh dengan etisnya.

"BANGSAT! NGESELIN LO MONYET!" marah liona.

Liona pun menatap wajah axel dengan tatapan bencinya hingga membuat lelaki itu tertegun sesaat.

"anjing lah baju gue jadi kotor" kesal liona sambil menepuk roknya yang sedikit kotor.

Liona pun berdiri dan membantu aca yang sedari tadi malah diacuhkan oleh axel, bukannya dibantu malah dorong orang kampret emang.

"lo nggak papa li?" tanya yuna.

"nggak ada yang sakit?" tanya veve.

Liona pun menatap kedua sahabatnya itu dengan tatapan malasnya.

"telat anjir" ucap liona.

"ye kan kita tadi jauh dari tempat lo"

"hooh bener kata si veve"

"bacod" ucap liona.

Tatapan liona pun beralih ke arah axel, "lo jadi cowok jangan terlalu pede deh jijik anjing gue liatnya. Lo pikir gue masih mau sama monyet kek lo, BIG NO! Narsis tuh jangan kebanyakan" ucap liona.

"heh apa lagi ini? Drama macam apa lagi yang lo buat? Percuma itu nggak bakal mempan buat gue" sinis axel.

"si anjing! Nih monyet kagak ngerti ngerti ya! Bisa stress gue lama lama ngomong sama monyet kek lo. Susah emang kalo ngomong sama manusia berjenis monyet kek lo" ucap liona.

"intinya sekarang gue bukan liona dulu yang selalu ngejar ngejar lo! Inget itu! Gue sekarang liona yang baru!" ucap liona sambil melangkahkan kakinya pergi, namun sebelumnya ia sempat menubrukkan bahunya dengan bahu axel.

Melihat liona yang pergi yuna dan veve pun berlari menyusuli sahabat mereka itu.

Setelah kepergian liona raut wajah axel berubah, seperti terlihat sedikit sedih dan tak rela (?) entahlah.

Aca yang melihat hal itu pun seketika menatap datar ke arah lelaki itu.

TBC

Continue Reading

You'll Also Like

1.5M 48.3K 43
Lagi Revisi ya, kalau berantakan harap maklum... "Wtf! Sialan! Brengsek! Kenapa bisa gue bertransmigrasi ke tubuh si antagonis, cuman gara-gara tabra...
2.5M 96.1K 47
Seorang gadis yang hidupnya biasa saja. Mulai dari wajahnya yang biasa, tubuhnya biasa, ekonomi keluarganya biasa, hidupnya terlalu biasa saja. Hing...
296K 17.6K 28
Baca deskripsi paling akhir ya^^ Follow author dulu pren sebelum membaca biar pas baca gak mudeng ••••••••• ❤️SQUAD ANAK-ANAK GESREK❤️ Bu...
Wattpad App - Unlock exclusive features