Ada sedikit adegan 18+ dibawah, jdi bagi yg masih dibawah umur tanggung dosa sendiri ya :)
____________
Sana menghela nafas sambil sesekali ngelirik kearah jam yang tergantung di dinding, 15 menit lagi mereka harus udah sampe di rumah Chaeyoung. Menegakkan badannya dan teriak
"AYO CEPETAN ATAU MAMA TINGGAL?!" Teriaknya disambut suara rusuh dari lantai 2.
"SEBENTAR MAAA!"
Ngehela nafas lagi dan milih rebahin badannya di sofa, di sebelah Tzuyu yang sekarang sibuk sama ponselnya. Dia lagi mabar karna pasti ntar disana gabisa, jadi tzuyu milih buat puas puasin nge- game.
"Anak anak kamu tuh!" kata sana nyenggol lengen suaminya ngebuat tzuyu langsung noleh sambil angkat alis bingung.
"Anak kamu juga, kan aku buatnya sama kamu" jawab tzuyu yang langsung disambut cubitan maut di perutnya.
"Aku udah di spam sama mina loh ini, kamu suruh mereka cepetan gih aku cape dari tadi teriak teriak manggil mereka" kata sana lagi yang sekarang sibuk sama ponselnya, ngebales chat mina dan bilang sebentar lagi mereka otw.
"Kalo sampe itungan ke tiga kalian belum turun juga, papa tinggal dan kalian gausah ikut liburan" kata tzuyu tenang.
"Satu.."
Suara rusuh dari lantai 2 kedengeran lagi, bahkan lebih rusuh dari sebelumnya.
"Dua..."
Hyewon, nakyung, hyunjin sama minju kompak membuka pintu dan langsung lari ngebuat mereka ga sengaja tabrakan, ngebuat barang barang di tangan mereka jadi berantakan di lantai.
"Dua setengah..."
Mereka berempat langsung ngambil barang barang itu acak dan lari ke ruang tamu, dimana disana Sana dan Tzuyu nunggu mereka. Hyunjin yang lari paling belakang ga sengaja kesandung ngebuat mereka berempat guling guling di tangga.
"Tiga" kata tzuyu diakhiri senyuman karna anak anaknya udah ada di depannya, walaupun dengan keadaan yang jauh dari kata rapi. Sana yang ngeliat anak anaknya berantakan langsung berkacak pinggang.
"Kita cuma liburan sehari, kenapa kalian bawa barang kaya kita mau pindahan?" tanya sana dibalas cengiran dari keempatnya yang masih saling tumpuk di lantai.
"Minju kamu gausah bawa koper, kita bukan ke luar negeri"
"Hyunjin gausah bawa roti, ada banyak makanan buat kita bertahan hidup disana"
"Nakyung kamu gausah bawa make up sebanyak ini, kalian pake punya mama aja"
"Hyewon kamu— KENAPA DI TAS KAMU ISINYA SEMPAK SEMUA?!" pekik sana natap anak sulungnya yang ketumpuk paling bawah.
"Takut kurang ma" jawab hyewon santai.
"Udah udah kalian rapihin ini semua, bawa seperlunya aja papa sama mama tunggu di mobil, kalo lima menit kalian belum masuk mobil papa langsung tinggal. ngerti?" Sela tzuyu, bahaya ntar kalo sana makin ngomel
bisa ga berangkat berangkat mereka, denger perkataan tzuyu ngebuat keempat gadis itu ngangguk dan langsung ngerapiin barang barang mereka.
Tzuyu langsung narik tangan istrinya dan masuk ke mobil, sekalian naikin barang barangnya. Ngelirik istrinya yang ngehela nafas beberapa kali.
"Kok anak anak kita gaada yang bener semua ya.." gumam sana natap suaminya. Tzuyu yang denger itu malah terkekeh.
"Turunan dari kamu itu" jawab tzuyu ngebuat sana memajukan bibirnya beberapa senti. Mau marah tapi yang dibilang suaminya bener.
Tzuyu yang ngeliat itu ga buang kesempatan buat menyambar bibir istrinya, sana awalnya kaget tapi beberapa saat kemudian sana memejamkan matanya dan mulai mengikuti permainan tzuyu. Tzuyu melumat bibir atas dan bawah sana secara bergantian. Ciuman yang semula begitu lembut berubah menjadi ciuman yang cukup panas. Tzuyu perlahan mulai memperdalam ciumannya. Tidak dapat tzuyu pungkiri kalau bibir sana sangat candu baginya. Sana cukup kewalahan menghadapi tzuyu yang seperti saat ini. Sana yang semula hanya mengelus punggung suaminya berubah menjadi mencengkeramnya, seiring dengan desahan yang tertahan dari mulutnya. Sana sedikit mendorong bahu tzuyu karna kehabisan nafas, tapi tzuyu tak mengijinkan itu dan tetap melanjutkan aksinya.
"Tzu shhh"
Satu desahan lolos dari mulut sana. Nafas tzuyu makin memburu karna mendengar lenguhan sana disela ciuman mereka. Tzuyu makin merapatkan badannya pada sana, tangannya mulai bergerak liar mengelus perut istrinya. Tapi pergerakan mereka terhenti karena mendengar teriakan.
"AKHHH MATA MINJU TERNODAI!"
-
-
-
Mina akhirnya bernafas lega saat melihat mobil tzuyu masuk ke halaman rumahnya. Langsung berhambur ke pelukan sana karena mereka sudah lama tak bertemu, disusul nayeon juga momo.
"Sanaaa gue kangen banget" katanya makin memeluk sana erat.
"A-aduh iya gue juga kangen lo min..tapi lepasin dulu dong, gue gabisa nafas ini" kata sana sesekali memukul kecil lengan mina.
"Lama banget lo untung itu makanan blom dihabisin semua sama si momo" kata nayeon ngelirik momo yang nyengir gajelas.
"Hehe laper gue, eh san itu leher lo kenapa merah merah?" tanya momo menunjuk leher sana, membuat yang lain ikut menoleh.
"H-hm ini... di gigit nyamuk! IYA! dirumah gue dari kemaren banyak nyamuknya" jawab sana setenang mungkin, walaupun dari tadi dia udah keringet dingin.
"Udah semua kan? ayo berangkat! barang barang kalian biarin suruhan gue yang masukin" pekik chaeng dari dalam minibus. Yang lain langsung nyusul masuk.
"Yen kamu gausah ngadi ngadi, ngapain kamu bawa si badrol?" tanya dahyun natap anak sulungnya heran.
"Badrol? lo punya anjing yur?" tanya hyewon natap Yuri yang lagi nyantai di salah satu kursi.
"Anjing? ngga lah, badrol itu bebek kesayangannya yena tuh liat" jawab yuri nunjuk ke kardus yang di pegang yena, ada kuning kuning nyembul disana dan langsung denger suara bebek. Nayeon yang emang orangnya kagetan, reflek meluk chaeng yang berdiri di sebelahnya.
"Heh punya gue!" pekik mina narik lengen chaeng buat berdiri di sampingnya.
Suami sibuk ngurus anak sulungnya, momo malah jalan kearah mina sambil nenteng tas nya.
"Min ini mobil ada dapurnya kaga? gue mau bikin indomie" tanya momo nunjuk beberapa Indomie yang ada di tasnya. Hyewon sama hyunjin yang denger itu reflek mepet ke momo.
"Tante mo mau bikin mie ya? hyunjin ikut dong" kata hyunjin sesekali narik ujung baju momo, diikuti hyewon di belakangnya.
"Ayo tapi kalian bantuin juga ya?" kata momo yang diangguki dua gadis bermarga Chou itu.
Mina langsung jalan ke belakang diikuti momo, hyewon sama hyunjin. Tapi ga lama kemudian yuri sama chaewon ikutan nyusul mamanya, mungkin laper juga.
Di perjalanan yang lain sibuk sama urusan masing masing, masalah si badrol tadi yena milih buat nurut sama papanya daripada ga dikasi makan ntar.
Para mama muda pada ngumpul di depan deket supir kecuali momo yang masih bergelut di dapur ditemani para bocah disana, nakyung milih duduk sama ryujin sedangkan minju duduk di sebelah tzuyu.
Minju mau bersihin pikirannya yang kebayang adegan slebew orang tuanya di mobil tadi, jadi dia mutusin buat dengerin lagu aja.
Yujin yang duduk di belakang nakyung sama ryujin langsung ngehela nafas, padahal dia udah sisain kursi buat minju biar mereka berdua bisa ngobrol di jalan tapi minju malah duduk sama papanya.
"Jin" panggil heejin ngebuat yujin sama ryujin noleh serempak.
"Hyunjin maksud gue" kata heejin, hyunjin yang kebetulan lewat langsung noleh sambil angkat alis bingung.
"Mau kemana lo?"
"Ke dapur buat mie" jawab hyunjin santai diangguki heejin, "napa dah?" tanya nya lagi.
"Gapapa"
"Gajelas" gumam hyunjin pelan.
"Eh jin mau bikin mie kan lo? gue mau dong" kata nakyung ngebuat hyunjin noleh ke kembarannya.
"Iya, ga pedes kan?" tanya hyunjin diangguki nakyung trus gadis itu pergi ke dapur. Heejin yang liat itu ngehela nafas.
"Kak heejin suka sama kak hyunjin ya?" celetuk wonyoung. Ryujin sama nakyung yang duduk pas di belakang mereka denger perkataan wonyoung langsung rusuh.
"GILAA LO SUKA SAMA TUH ORANG JIN?!" pekik nakyung ga percaya.
"DARI KAPAN?" sekarang ryujin yang natap heejin dengan muka kagetnya.
"Apaan sih lo pada, gue ga suka sama tu orang ya gaada kerjaan banget" jawab heejin memilih memejamkan matanya. Sedangkan nakyung sama ryujin saling tatap dan langsung nampilin senyum tengil mereka.
"Eh jin itu si hyunjin dateng nyamperin lo" kata nakyung goyangin bahu heejin pelan, heejin yang denger itu reflek rapiin rambutnya dan tegakin badan.
"TAPI BOONG!" Teriak nakyung lagi.
"HAYUUU PAPALE PAPALE!" Sahut ryujin terus ngakak sampe guling guling di bawah. Heejin langsung masang muka judes dan ngelirik adiknya yang kaya nahan tawa.
"Apa lo? mau ketawa? gue cekek lo ya!" kesel heejin ngebuat tawa wonyoung meledak, disusul tawa ryujin sama nakyung yang kedengeran makin keras. Bahkan yujin yang dari tadi cuma nyimak juga ikutan ketawa.
Yujin diem lagi sambil rebahin badannya di kursi, dari tadi matanya gabisa berhenti ngelirik minju yang lagi dengerin musik lewat headset. Dia baru sadar minju duduk sendiri, gaada tzuyu disebelahnya.
Baru aja mau beranjak dan duduk di samping minju, suara tzuyu dari samping ngagetin dia.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
"Kamu suka sama minju?"
tbc.