How Dare The Sun [ END ]

By divinaak

16.3K 1.2K 126

Kebenaran yang tiada akhirnya belum terungkap Namun aku lalai Dan menjadi akhir kisah buruk bagi aku dan me... More

Prolog
- 1 -
- 2 -
- 3 -
- 4 -
- 5 -
- 6 -
- 7 -
- 8 -
- 9 -
- 10 -
- 11 -
- 12 -
- 13 -
- 14 -
- 15 -
- 16 -
- 17 -
- 18 -
- 19 -
- 20 -
- 21 -
- 22 -
- 23 -
- 24 -
- 25 -
- 27 -
- 28 -
Epilog
Bonus spesial #1
Bonus spesial #2

- 26 - (Masa kelam)

328 19 3
By divinaak

Happy reading~

Terlihat seorang gadis cantik, rambutnya di ikat rapi sedang menyiram tanaman di halaman depan rumah nya

"Selamat pagi (Name)!" Sapa seorang nenek yang sedang berkeliling komplek

"Selamat pagi juga nek" (Name) tersenyum hangat kepada nenek itu, nenek itu membalas lalu pergi

"(NAME)!!" Teriak seorang wanita memanggil nya dari dalam rumah membuat dia melihat rumah itu datar

"Iya, ma!" (Name) memasuki rumah, ia melihat Mama nya itu sudah siap - siap ingin pergi ke arisan

"Mau ke arisan, hm?" Tanya (Name) di balas anggukan oleh mamanya

"Iya, kamu jaga rumah ye? Mama nak Arisan kejap ngan Makcik sini, tak lama" (Name) menarik tangan mamanya untuk salam

"Oh ye! Bersihkan halaman belakang juga ye~ Assalamualaikum"

"Hm... Waalaikum salam" (Name) mengunci pintu dan keluar lewat pintu belakang taman yang ingin ia bersihkan

(Name) pun mengambil sapu lalu menuju ke pohon namun ada satu hal yang buat ia terkejut

"What the-" Banyak Daun yang berjatuhan itu wajar tapi kenapa daunnya..... Rupanya bermacam - macam?

Padahal ni pohon daunnya cuma satu rupa, terus di Malaysia kan gak ada musim gugur

"Ini mama punya dendam apa lah sama aku? Apa karena kemarin aku ni ninggalin Tupperwarenya di taman?" Ucap (Name) yang menggaruk kepalanya

"Tahlah... Bersihkan ni dulu" (Name) pun menyapu daun yang di bawah pohon itu

Setelah beberapa menit...

.

.

"Ni daun kagak ada habisnya ya..." Protes (Name) padahal tadi udah beres kenapa di sebelah sisi kanan ada lagi?

"Huft...." (Name) bersandar di pohon karena kelelahan mana mamanya pergi lagi

"Dahlah.... Dapet karma" ucap (Name), ia memutuskan untuk istirahat dulu. Ia memejamkan matanya

Tapi beberapa menit kemudian terdengar suara yang jatuh dari langit, ternyata itu adalah Kapal angkasa jatuh dapat terdengar oleh (Name) karena pendengaran nya yang tajam

(Name) pun membuka matanya dan melihat sisi balik pohon, kapal angkasa kecil terjatuh membuat dia melihat nya terkejut dan langsung bergegas ke sana

Kapal itu terjatuh di tempat yang lumayan jauh dan sepi jadi tak ada yang menyadari hal itu kec. (Name) lagi pula hari ini hari sekolah sedangkan ia kebetulan libur karena kepala sekolah mengadakan pertemuan dengan guru

(Name) sampai di tempat jatuhnya kapal angkasa, kapal angkasa itu terbakar dan terlihat seorang Pria remaja dengan robot bulat

"Hei! Kau tak apa?" Kata (Name) yang berusaha membangunkan pemuda itu

"Ukh!" Rintih robot bulat itu yang terbangun (Name) pun melihat nya

"Kau...." Robot itu melihat (Name) terkejut

"Siapa kau?!" (Name) dan robot itu saling menunjuk satu sama lain

"Hish...." Pria itu berdiri dan melihat (Name) dengan Power sfera nya yang saling menunjuk

"Kau siapa?" Tanya pria itu yang waspada

"Aku (Name) Durven" jawab (Name) dengan tenang menurunkan tangan nya

"Kau sendiri?" Pria itu melihat nya dengan wajah datar

"Aku Hendrik, Hendrik Carson" Kata Hendrik yang melihat (Name), (Name) melihat Hendrik dari atas ke bawah, lalu ke kapal angkasa yang rusak

"Kau... Berasal dari galaxy? Sedang di kejar alien untuk power sfera ini?" Hendrik yang mendengar terkejut karena (Name) yang tau soal power sfera

"Bagaimana kau-"

"Ayah ku adalah seorang yang hebat di galaxy" Kata (Name) yang melihat Hendrik, Hendrik pun mengangguk

"Ah!"

"Dan power sfera ini..." Mereka melihat Darkbot yang bersandar di bawah pohon

"Dia adalah-" perkataan Hendrik terpotong karena satu suara alien yang harusnya ia waspadai

"Darkbot~" panggil seseorang mereka pun langsung melihat ke belakang karena terkejut

Terlihat sosok alien berbaju hitam, membawa Kipas berwarna hitam namun bagian ujungnya tajam

"Kau ternyata tak ada habisnya!!" Geram Hendrik yang melihat nya sambil mengeluarkan pedangnya

"Hahaha!!! Tentu saja Pangeran saya tak akan pernah menyerah sebelum mendapatkan Darkbot dahulu" kata alien itu dengan tawa yang mengerikan

'Pangeran? Dia... jangan bilang dari.....' Batin (Name) melirik Ke Hendrik

"Kau- Hei! Dengar! sekali pun kau menyentuh tangan Darkbot, sekali juga aku akan memotong tangan mu" Kata Hendrik yang menatap tajam alien itu

"Hahaha!! Pangeran ini lucu ya~ jika ingin mencoba boleh juga" alien itu pun menyerang dan Hendrik membalas dengan pedang

'He'eleh... Dah jelek macam tu sombong pula' Batin (Name) melihat alien aneh itu, Biasalah... Isi halunya cogan semua jadi suka bandingin ma husbu nya :v

(Btw ni alien cowok)  

Hendrik tak membalas tapi menghindar karena sudah tak ada kekuatan lagi untuk membalas

Sedangkan di sisi (Name), dia sudah melindungi Darkbot

"Hei! Aku tau kau power sfera berharga yang dimiliki kekaisaran tapi apakah kau bisa memberikan Kuasa mu pada dia... Ini keadaan darurat"

"Tapi... Energi dia mulai habis, aku tak bisa bagi dia kuasa karena akan buat dia sakit yang berujung kematian" kata Darkbot membuat (Name) harus berpikir keras

"AAKH!" (Name) dan Darkbot langsung melihat ke kiri, Hendrik di banting oleh alien itu tanpa belas kasih (yaiyalah)

"Pffft- bagaimana kau mau memotong tangan ku? Ku banting saja kau sudah selesai gini" kata alien itu dengan senyuman meremehkan, ia berjalan menghampirinya

"CK! Darkbot cari persembunyian yang aman dan bawa Pangeran Hendrik" bisik (Name) lalu Darkbot pun mengangguk

"Oke!" Darkbot pun menggunakan kuasa dia, Hendrik di pindahkan ke tempat aman

(Name) pun mengambil tongkat dan keluar dari persembunyiannya

"Wah - wah... Lancang sekali kau melempar Putra mahkota kerajaan Darkness, bisa terkena hukuman mati loh~" Ucap (Name) yang berjalan sambil memegang tongkat yang tak terlalu panjang

"Siapa kau?" Tanya Alien itu yang sudah siap untuk menyerang

"Aku? Siapa ya~ Coba tebak" kata (Name) yang tersenyum sambil memegang dagunya, tongkat yang (Name) pegang mulai berubah menjadi pedang

"Kau... Benar - benar ingin di-" tapi sebelum alien itu menyelesaikan kalimatnya, (Name) sudah menyerangnya akibatnya alien itu terpental jauh

"Kau sangat berisik ya~ boleh ku jahit mulut mu itu? Hm..." Kata (Name) yang menyerang lagi dengan pedangnya

"Coba saja jika kau bisa lady~" mereka pun bertarung tanpa kuasa

Mereka saling membalas tapi karena tak ada yang kalah (Name) memakai ala - alanya

Saat pisau kecil dari kipas menyerangnya (Name) membalas, Lalu merebut kipas itu dan menginjaknya. (Name) pun membelah dua pedangnya (kek halilintar) lalu mengarahkan kedua pedang itu ke sisi kiri dan kana wajah alien itu, jika aksinya di lanjutkan, kepalanya bisa terpisah dari tubuhnya

"Kena, seperti nya energi mu kurang deh" ucap (Name) sambil tersenyum evil

"Kau... Bagaimana-" alien itu membantu ingin protes tapi....

"Sekali lagi kau berbicara akan ku gerakan pedang ini, biar kepala yang isinya bodoh itu terpisah dari tubuh yang kau gunakan tak ada guna" Kata (Name) dingin  membuat alien itu diam 

"....."

"Hahaha" tawa mengerikan terdengar keras tapi (Name) hanya diam

"Apakah kau sudah gila? Apa lupa minum obat yang mama kamu kasih?" Kata (Name) yang heran dengan alien satu ini, udah bentuknya aneh, pake baju aneh. Kayaknya itu yang jait gak niat deh

"Apakah kau pikir aku sudah kalah?" Alien itu mengeluarkan kuasanya, tangan - tangan nya pun menjadi panjang

"AWAS! (NAME)!!" Teriak Hendrik yang sudah sadar, (Name) pun berbalik melihat nya

"Hm?"

"Tentu belum!!" Kata alien itu yang mencekik (Name) dengan kekuatan nya

"Akh! Le-pas" (Name) di ikat kencang, rasanya dia akan mati sebentar lagi

"(Name)!! Ish... The forces of darkness gather!" Ucap Hendrik, dan tangan nya di penuhi asap hitam yang panas

Alien itu terkejut dengan pemandangan yang dia lihat, seharusnya pangeran itu belum mendapatkan kuasa

"Tidak! Kau sudah-"

"dark knife" pisau kecil dengan asap hitam menyerang, pisau itu pun menancap ke badannya dan ia pun terdorong jauh dengan rasa Panas namun seperti petir

"Aaaa!!!" (Btw ini alien cewe ya)

(Name) pun terjatuh lemas

"Ohok-ohok" Hendrik pun menghampirinya dan membantunya berdiri

"Kau tak apa?" Tanya Hendrik, membantu (Name) berdiri

"A-ku tak a-pa" kata (Name) yang memegang lehernya sakit

"Kalian... Benar - benar" Alien itu pun mengarahkan tangan panjangnya ke Hendrik dan (Name) tapi mereka menghindar

"Cth! Dia benar - benar" Hendrik pun menggunakan pedang nya untuk memotong tangan panjang Alien tapi tangannya malah tumbuh lagi

"A-apa" Hendrik membulat kan matanya melihat apa yang terjadi

"Hahaha!! Aku tak akan pernah kalah jadi teruslah lawan aku sampai kau menyerah" kata alien itu dengan senyuman yang aneh

"Jangan mimpi!" Teriak (Name) yang menggunakan kuasa mawar hitamnya, tangan alien itu pun tergulung oleh duri - duri tajam

"(Name)?/bagaimana dia?" Ucap alien dan Hendrik terkejut dengan apa yang dia lihat

"Maaf pangeran, aku memiliki kuasa" kata (Name) yang tersenyum tipis

"Kenapa tak di keluarkan dari tadi?!" Hendrik pun menusuk Alien itu dan tumbang

Bruk

"Hah....hah...hah..."

"Apakah kita berhasil?" Tanya Hendrik yang lelah

"Seperti nya..." Tiba - tiba alien itu bangun dengan keadaan baik-baik saja

"Hahaha!!! Sudah ku bilang kalian tak akan pernah mengalahkan ku" Hendrik dan (Name) melihat pemandangan itu membelakkan matanya

"Sialan..." Geram Hendrik, menggempalkan tangannya

"Cih! Gak ada habisnya ya..." Kesal (Name) melihat makhluk itu tertawa seperti orang gila

"Kalian!!" Teriakkan Darkbot membuat mereka melihat ke arahnya

"Cari kelemahan pada Alien itu!!" teriak Darkbot, mereka pun memandang satu sama lain dan mengangguk

"Dasar kau Da-" (Name) mengikat tangan kaki alien itu

"Ish!" (Name) memegang kuat akar duri itu agar tak lepas dari tangan kaki alien itu

Sedangkan Hendrik melihat atas sampai bawah, ia berusaha menemukan kelemahan alien itu dan ketemu yaitu tangan kanannya

"(Name)! Tahan tangan dan kaki alien itu lebih kencang lagi"  Hendrik mengeluarkan kuasanya

"Iiii...k!" (Name) semakin memperkuat Akar duri itu, sebenarnya ia tertusuk tapi ia tak merasakan sakit karena dia adalah pemilik kekuatan ini

"Akh!"

Hendrik berlari menuju alien itu dan melompat

"Dark Sword Stab"  Hendrik mengarahkan Kuasa nya ke tangan kanan alien itu terlihat sebuh pedang entah dari mana menusuk Alien itu

"Akh!" Hendrik mendarat tepat di samping (Name) yang melihat alien itu

Ia memegang tangan kanannya, lalu ambruk

"Get out of my sight!" Alien itu menghilang dengan aura hitam mengelilingi nya

(Name) pun duduk di tanah, meluruskan kakinya. Hendrik melirik (Name)

'dia membantu ku sampai begini' Batinnya yang melihat tangan (Name) berdarah

"Apa kau baik - baik saja?" Tanya Hendrik pada (Name) yang mengatur nafasnya

"Ya... Aku baik - baik saja" Jawab (Name) yang duduk sila (masih di tanah)

"Kau terluka" (Name) melihat kedua tangannya yang di penuhi darah

"Ini hanya luka tusukan dur-" Hendrik berjongkok dan memegang tangan keduanya untuk di sembuhkan dengan kekuatan nya

"Sudah"

"Ah! Terimakasih Pa-"

"Panggil aku dengan nama ku yang kau sebut" Ucap Hendrik melihat (Name), (Name)terdiam dan tersenyum

"Baik! Hendrik" seketika dirinya kaku melihat senyuman (Name)

"Ekhem!" Darkbot memecahkan keheningan keduanya yang saling berpandangan

Mereka melihat Darkbot lalu tangan mereka

"Eh?!" Genggaman itu di lepaskan oleh keduanya, Hendrik memalingkan wajahnya ke arah lain sambil memegang leher bagian belakang

"Ma-maaf"

"Ta-tak apa" Kata (Name) dengan gugup, karena baru pertama kali ia di pegang tangan nya oleh pria (kec. BBB dan amato) kan jomblo dia tuh :v

"Hei! Sudah acara pandang - pandangan nya?" Tanya Darkbot melihat mereka datar, dasar anak muda

"Kau-" baru saja Hendrik ingin memarahinya sudah di pandang oleh (Name) dan Darkbot dengan wajah jail

"Ekhem! Maksud ku- jangan berkata seperti itu" Darkbot menahan tawanya habis - habisan

"Pffft-" mampu membuat Hendrik malu

"Em... Kalian, bagaimana kalau ke rumah ku. Sepertinya kau juga harus di obati" Hendrik pun melihat lengannya yang luka

"Ak-" (Name) seakan tau apa yang mau Hendrik katakan langsung membantah

"Hei! Kau tau? Tidak baik jika menggunakan kuasa terus menerus. Sudah ikut saja" (Name) berdiri menarik Darkbot dan Hendrik ke rumah nya

Sesampainya di rumah (Name) memaksa mereka untuk duduk lalu menunggunya untuk mengambil Kotak P3K

Mereka mengobrol hal yang ringan, namun beberapa menit kemudian datang seorang pria dengan Power sferanya yang sedang adu mulut

"Hei! Kau tau?! Tadi itu aku hampir saja menang!"

"Aku di telepon bini kesayangan imut - imut mu itu!!"

"Ta-"

Tang

Tang

BRUK

"Hei! Kalian berdua bisa tak berhenti adu mulut aku ada tamu spesial ni" Ucap (Name) yang memukul kepala keduanya dengan panci

"Aduh!" Mereka tergeletak di lantai dengan benjol di kepala

"Eee...." Darkbot dan Hendrik hanya diam melihat yang terjadi di depan mata

(Name) melemparkan panci ke sembarangan arah lalu tersenyum ke arahnya

"Maaf ya, dua orang ni emang nak sangat kena pukul" Hendrik dan Darkbot berkeringat dingin

'kalau lakukan kesalahan dikit je, akan macam ni?!' Batin Darkbot

"Ha-ha-ha... Tak apa lah" Darkbot tertawa canggung sambil melihat arah lain

"Em... (Name), tapi siapa mereka?" Tanya  Hendrik yang penasaran dengan mereka

"Ouwh.... Dia ayah aku dan power sfera nya"

Amato berdiri perlahan melihat (Name) yang mengobrol dengan seorang pria langsung membuka matanya lebar

"Eh?! Kau...."

Hendrik menoleh ke arah Amato lalu terkejut dengan apa yang dia lihat

"Ka-"

"Kapten Amato/Putra mahkota?!!!!" Teriak keduanya saling menunjuk

"Hah?!"

Setelah terkejutnya mereka berdua, keheningan terjadi

"Oke, jadi bagaimana kalian bisa kenal?" Tanya (Name) menatap mereka serius, yang di tatap berkeringat dingin

"I-itu-"

"Jawab!" Teriak Darkbot, membuat mereka semakin takut

"I-itu, kitaorang bisa kenal karena aku membantu Kapten Amato yang sedang kesulitan" Amato hanya mengangguk saja

"Oh... Ayah, i-"

BRAK

"Mana si Tomat itu?! Biar aku buang dia kat sungai mazona" sambil menggempalkan tangannya kuat melihat sekeliling

"Amazon!!" Teriak mereka semua

Mama melirik ke sofa dan menghampiri

"Oh... Di sini ye~"

Amato yang sudah berkeringat dingin dan bersembunyi di balik sofa itu melihat ke atas

'Hiiy!'

"Ma.... Ayah ta-"

"Ayah! Harusnya jangan main bola dulu!!! Udah tau kalo sakit kena tembak! Mau di tembak lagi?! Hah!!!" Teriak Mama (Name), membuat mereka menutup telinga

"Ga-gak... Gak mau!" Ucap Amato dengan gugup

Mama (Name), melirik ke kaki Amato dan berbalik badan

"Males ma ayah! Kalau luka lagi gak mau obatin!" Mama (Name) itu pergi ke kamarnya yang di atas dan di kejar Amato yang memohon agar pintu di buka 

(Name), Hendrik dan Darkbot menatap mereka datar

'Dasar suami istri' bain mereka

"Em... Hendrik, ikut aku kat luar. Kita harus perbaiki kapal angkasa kau tu" Hendrik hanya mengangguk dan mengikuti (Name) dengan Darkbot

Serpihan kapal bertebaran di mana - mana dan asap

"Kau yakin ini bisa di perbaki?" Tanya Hendrik melihat kapalnya yang hancur

"Bisa, Jum bantu aku... Pindahkan kapal ni kat halaman"

"Jum!"

Mereka pun mulai memperbaiki kapal angkasa itu, butuh beberapa hari untuk memperbaiki nya

"Woi! Ni nak taruh kat mana?!"

"Situlah! Nak taruh kat kali kau?!"

"Hehehe..."

" -_- "

Setelah beberapa hari...

"Terimakasih, Dah bantu perbaiki kapal angkasa aku ni"

"Sama - sama" Ucap (Name) dan Amato yang ikut membantu

"Kalau macam tu aku pergi dulu, tugas ku harus segera di laksanakan pasti dah banyak" Darkbot hanya diam menyimak

"Banyak ye? aku baru tau"

"Hah?!" Darkbot langsung melihat (Name)

"Kenapa?"

"Tak" (Name) memiringkan kepalanya

"Hendrik, hati - hati ye" Mama (Name) itu mengusap kepala Hendrik

"Iya, ma-" setelah mengucapkan beberapa kalimat yang membuat dia malu

"Hah?! Mama?!" Teriak (Name), Amato dan Darkbot 

"Iya, mama minta dia panggil mama gitu" Hendrik mengusap kepala nya dan melihat ke arah lain

"Iya - iya, terserah kau je" Ucap Amato dah pasrah, setiap cowok yang di bawa (Name) pasti mintanya gitu

"Hahaha... Kalau begitu aku pergi dulu, selamat tinggal" Hendrik menaiki kapal angkasa sambil menarik Darkbot

"Iya, hati - hati!" Teriak Mama (Name)

"Jangan sampai rusak lagi kapal angkasa kau tu, susah perbaiki- auw!" Cubitan maut yang di berikan oleh mama (Name) di perut Amato

"Iya - iya"

"Dah! Hati - hati kat sana!! Kalau ada alien macam tu suruh Darkbot tambah kuasa kau tu!" Teriak (Name), Hendrik pun terkekeh mendengarnya

"Heh! Enak aja!" Ucap Darkbot

Lambaian tangan dari atas dan di bawah, tatapan sendu namun berusaha di tutupi

"Selamat tinggal!"

Kapal angkasa itu menghilang bersamaan dengan datangnya kapal angkasa

"Eh?! Itu ayyara ya?" Tanya mama (Name), (Name) yang baru saja ingin kembali ke kamarnya langsung berbalik melihat ke atas

'Apa ada laporan baru?' Batin (Name), dan Amato yang menatap kapal angkasa itu sebentar lalu berjalan mengajak mama (Name) ke rumah

Terbuka kapal angkasa kecil itu menampilkan seorang Alien wanita yang rambutnya di kuncir kuda sambil membawa tablet di tangan nya

"Selamat sore Nona" Ucap ayyara sedikit membungkuk dan (Name) menatap nya

"Sore juga ayyara, ada apa? Apakah ada info baru kali ini?" Tanya (Name), karena baru saja ia mengirim ayyara ke Tapops

"Ada nona, nanti akan saya jelaskan besok di kapal angkasa karena besok anda di suruh oleh komender kokoci untuk bergabung ke Tapops" (Name) melihat ayyara tak percaya

"Hah?!"

"Ya, Komender berkata seperti itu dan  Tuan Amato mendapatkan perintah juga dari Laksmana maksmana untuk kembali juga"

(Name) menghela nafas panjang mendengar perkataan asisten nya itu

"Em... Nona, tapi menurut saya apakah ini terlalu cepat? Karena saya di perintahkan anda baru beberapa hari untuk ke sana" Ucap ayyara yang sedikit bingung, bukannya identitas Nonanya di rahasiakan oleh tuannya? (Amato)

"Aku juga baru ingin menanyakan itu, tapi sepertinya sudah terbaca..." (Name) menatap lurus langit jingga sore itu yang membuat ayyara bingung

"?"

"Karena pangeran laknat itu, atasan ayah menawarkan" lanjut (Name)

"Eh? Pangeran?"

"Ya, pangeran Darkness yang baru saja berangkat ke atas sana" Ayyara yang mendengar terkejut namun ia segera memperbaiki ekspresi wajah nya

Kenapa pangeran dingin itu ada di sini? Apakah.....

"Ah... Begitu, karena alien yang berasal dari planet excessive?" Tanya Ayyara, (Name) hanya mengangguk pertanda ia benar

Pangeran... Alien... Dan Komender kokoci... Sepertinya ia tau kenapa komender bisa tau dan ingin Nonanya bergabung ke organisasi nya

"Sepertinya... saya mengerti maksud anda tadi" (Name) hanya diam

"Ya, Kalau begitu masuk ke rumah dan beristirahat lah untuk malam ini. Karena besok kita akan berangkat ke sana" Ucap (Name) menunjuk langit, lalu berjalan pergi

"Baik" Ayyara pun mengikuti (Name) menuju ke rumah

Kedatangan ayyara di sambut hangat oleh mama (Name) dan Amato, ayyara sendiri sudah di anggap anak oleh mereka berdua karena masa lalu ayyara dan hidup nya yang sebatang kara

Keluarga nya di bantai habis oleh sekelompok alien yang ingin merebut kekuasaan keluarga nya, kebetulan saja saat itu Amato dan (Name) sedang pergi untuk menjelajahi galaxy di mulai dari planet Gogobugi tapi sepertinya penjelajahan mereka malah menjadi pertempuran, yang harus membuat (Name) mengeluarkan kuasanya yang paling kuat, sehingga alien itu mati di tangan nya dan Ayyara pun di temukan di ruang bawah tanah oleh Amato lalu di tawarkan untuk ikut bersama mereka. Karena itu Ayyara berhutang nyawa pada mereka dan menjadi asisten/penjaga (Name)

Ekhem! Kita kembali gimana...

Keesokan harinya, (Name) izin pamit dengan Amato dan mamanya untuk pergi ke Station Tapops. Amato juga berkata kepadanya untuk 'hati - hati dengan laksamana kalau sampai melukai nya ia akan membalas hal yang sama' begitulah pesannya

(Name) dan Ayyara berangkat pergi, di perjalanan (Name) di jelaskan tentang Tapops, anggota nya, tentang asal mula dll

Sesampainya mereka di sambut baik oleh komender kokoci dan yang lain

"Selamat datang (Name) di Station Tapops!" Ucap komender yang maju beberapa langkah

(Name) yang menggunakan Topeng setengah wajah berwarna hitam dan jubahnya itu melihat Komender Kokoci

"Terimakasih Komender" balas (Name) tanpa ekspresi apapun, ia melirik ke depan, melihat seorang pria memakai topeng full face. Mereka saling bertatapan lalu (Name) kembali melihat Komender Kokoci

"Oh ye, perkenalkan ini Kapten kaizo... Dia akan bantu kamu dalam ujian esok, kalau ada yang buat kamu bingung tanyakan pada die je"

"......"

Komender kokoci pun memberikan kode kepada Kapten kaizo, kapten kaizo pun maju satu langkah

"Aku kaizo, kau boleh panggil aku Kapten kaizo... Salam kenal (Name)" ucap kaizo yang mengulurkan tangannya (mau jabat tangan)

(Name) menatap nya datar lalu melihat tangan kaizo itu

'dingin bat dah' batin (Name) yang kesal dengan nada bicara kaizo dan tatapan nya itu

(Name) memberikan kode pada ayyara agar mewakili nya

"Ah! Salam kenal kapten kaizo, saya ayyara asisten mewakili pembicaraan nona saya, dan kapten... perkenalkan ini Nona saya (Name), Mohon bantuannya" Ucap ayyara dengan senyum canggung, (Name) dengan tatapan dingin menjabat tangan kaizo

Hawa dingin mengelilingi mereka membuat Komender dan Ayyara berkeringat dingin

"Ka-kalau macam tu, korang silahkan ikut aku... Korang pasti lelah ngan perjalanan kat sini kan?" Mereka semua pun mengikuti Komender meninggalkan Kapten kaizo yang melihat mereka

"Hm... Menarik"

Mereka berjalan menuju salah satu ruangan, lalu memasuki ruangan yang luas itu (Btw kamar nya tu aestetic)

"Itu bilik kamu, dan Ayyara sebelah sana" Tunjuk komender kokoci bergantian

"Ah... Terimakasih komender menyediakan bilik secantik ini" Ucap ayyara yang mewakili (Name) yang melihat sekeliling

"Sama - sama, kalau macam tu selamat istirahat" pintu tertutup, (Name) dan Ayyara melihat satu sama lain

"Satu ruangan beda kamar, seperti apartemen" ucap (Name) pelan melihat sekeliling kembali

"Desain kamar di atur oleh tuan Amato agar nona nyaman di station Tapops" (Name) mengangguk

"Kau istirahat lah, perjalanan ini cukup jauh"

"Baik"

(Name) berjalan menuju kamarnya lalu menutup pintu pelan, sedangkan ayyara duduk di sofa terlebih dahulu

"Hah.... Akhirnya" gumam ayyara yang berselonjor kaki

'Sepertinya akan besok akan semakin melelahkan'

.

Saat pagi tiba, (Name) melakukan test dalam 2 hari di temani oleh ayyara yang setia menemaninya dan kapten kaizo yang membantunya tapi ia malah yang menjadi lawannya saat ujian hari kedua tapi tentu (Name) lulus karena kecerdasannya

"Selamat atas kelulusan mu, (Name)! Pangkat mu adalah kapten mulai hari ini" ucap laksamana yang tersenyum kepadanya dengan kokoci

"Apa?!" Teriak (Name) dan Kapten kaizo

Yang benar saja?! padahal ia melakukan dengan otaknya dan penebakan saja jadi kapten? Kalau kayak gini ia bakal masuk jadi mata - mata aja dari dulu

"Karena kecerdasan dan keahlian kau dalam mengendalikan kuasa membuat aku bangga padamu" ucap laksamana yang menepuk pundak (Name) sebelah

"Terimakasih laksmana!"

"Kalau macam tu, kau boleh balik Kat bilik" mereka pun melakukan hormat Tapops, setelah laksmana pergi

"Selamat (Name)! Kau lulus ujian kental Tapops" Ucap komender yang melihat nya

"Terimakasih komender"

"Selamat atas kelulusan mu, Kapten (Name)" Ucap Kapten kaizo yang memberi hormat pada (Name) lalu diikuti yang lain

"Terimakasih Kapten kaizo" (Name) pun memberi hormat juga kepada nya, membuat kapten kaizo terdiam lalu berjalan menghampirinya dan memegang pundaknya

"Sama - sama, dan bersiaplah untuk esok" ucapnya lalu pergi meninggalkan Komender, dia dan Ayyara

"Ah.. (Name), kau belum keliling station Tapops kan? Mari ikut aku, aku akan antar kau" (Name) dan Ayyara mengikutinya, mereka di antar ke ruangan perpus, dll

Sampai misi pertama (Name) yang di laksanakan pagi hari itu tiba, misi pertama nya adalah untuk ke planet Darkness menyelamatkan power sfera yang mau di tangkap oleh alien jahat

(Name) dan Ayyara pun berangkat menuju planet itu, mereka bertarung dengan sekelompok alien jahat namun saat mulai kesusahan datang seorang pria

"Ayyara pakai kuasa mu untuk membawa power sfera ketempat aman!" Ucap (Name)

"Baik nona!" Walaupun ragu tapi perintah harus ia laksanakan, ia yakin nona nya baik - baik saja

"Ukh! Kau benar - benar cari mati dengan ku ya" saat (Name) hampir terkena cambukan itu, ada seseorang yang menariknya dalam pelukan

(Name) membuka matanya lalu melihat Hendrik yang melihat nya lurus

"He-hendrik?"

Belum sempat ia jawab sudah ada yang menyerang namun sempat di halang oleh ksatria nya

"Kau tak apa?" Tanya Hendrik

"Ya, aku baik - baik saja... Terimakasih" ucap (Name), Hendrik pun berdiri melawan alien itu

Saat ia di antar ke kapal angkasa nya sudah ada ayyara yang memeluknya

"Anda tak apa - apa kan? Tak ada yang terluka?" Ayyara memeriksa dari atas sampai bawah

"Sudahlah ayyara aku tak apa" ucap (Name) yang memegang tangan ayyara pelan

"Huft... Syukurlah" ayyara melihat ke kiri posisinya, terlihat Hendrik yang di belakang (Name), segera ayyara pun membungkuk

"Salam kepada pangeran Hendrik, Saya ayyara memberikan hormat kepada Putra mahkota kerajaan Darkness" Ucap ayyara membungkuk dengan muka ketakutan, kalian tau? Caranya dia menatapnya sangat seram.... hiiy!

"Hm... Aku terima salam mu, bangunlah" ayyara pun berdiri tegak dan tersenyum kaku padanya

"Kalau begitu, terimakasih sudah mengantarkan ku Hendrik..."

"Sama - sama, beristirahatlah......."

"Semoga kita bertemu lagi" gumam Hendrik, yang di dengar ayyara

'sepertinya pangeran tertarik dengan nona' batin ayyara melihat Nonanya menatap pangeran itu hangat, ayyara tersenyum

"Em... Nona" (Name) tersentak mendengar suara ayyara

"Ah-iya, ki-ta berangkat" ayyara melihat (Name), menahan tawanya habis - habisan

"Anda boleh duduk di kursi anda, karena kalau terluka lagi akan kembali ke istana Darkness untuk di obati" (Name) pun segera duduk di kursinya dan Ayyara juga, kapal angkasa mulai terbang perlahan lalu terbang cepat ke atas

Misi mereka melawan alien dan menyelamatkan power sfera yang sedang di kejar, berhasil

"Selamat (Name), misi pertama mu berhasil untuk menyelamatkannya" Ucap komender

"Terimakasih komender"

"Kau boleh kembali untuk beristirahat"

"Baik" (Name) menurunkan tangan nya lalu menghela nafas panjang

"Selamat nona, anda selesai misi pertama" Ucap ayyara yang tersenyum

"Terimakasih, kalau begitu kita kembali..."

"Baik" Mereka berjalan menuju kamar mereka untuk beristirahat

"Dia melakukan dengan baik, kapten"

"Sudah tentu dia kan putri aku"

"Hah... Aku tak sangka kau punya anak, dua lagi"

"Kau je yang tak pernah tau, mau tau atau tak mau tak peduli lah tu :v"

"Hmp... Kalau begitu saya tutup"

"Baiklah... Lagipula sudah selesai juga"

Panggilan pun di tutup oleh kaizo yang di tugaskan untuk mengawasi (Name)

Setelah hari itu, (Name) dan Hendrik menjadi dekat apalagi karena Hendrik dapat menghubungi (Name) (ketahuan mamvus), setiap selesai misi atau malam (pasti ada aja, ayyara yang di sebelah kamar aja tau :v)

Sampai mereka sudah dekat dan (Name) yang setiap waktu luang akan ke istana atas permintaan Hendrik pasti nya, sampai suatu hari Hendrik mengungkapkan (tau ya) lalu di terima oleh (Name)

"Kalau iya kenapa enggak coba"

"Nyoba doang lu"

"Kagak lah, kan gua bilang kalau iya kenapa enggak"

"I-"

"Terserah anda deh"

"Hey, bercanda doang ya ampun"

Tuh belum apa - apa dah berantem coba :v

Beberapa hari kemudian status mereka di ketahui oleh Adriana, Adriana reaksi nya heboh dan senang Sampe peluk - peluk (Name)

"Kak (Name) sedang apa?"

"Ah... Aku sedang melihat bunga ini, sepertinya dia bunga paling cantik di antara yang lain" Ucap (Name) tersenyum melihat bunga itu

"Kakak benar dia lebih cantik dari yang lain-"

"Tapi gak ada yang lebih cantik dari (Name)" Ucap Hendrik yang memotong pembicaraan Adriana

"Hiiy! Datang tak di undang pulang tak di antar" Ucap keduanya yang melihat Hendrik seperti melihat hantu

"Heh! Dikira jalangkung apa?!" Protes Hendrik yang di bilang gitu

"Habis Dateng tiba - tiba..." Adriana menggembung kan pipinya membuat 2 pasangan itu gemas

Hubungan mereka sangat baik, berjalan berdua (sendiri~), kemana -mana berdua... Seperti orang biasa

Dari bumi sampai ke Darkness lagi, mengisi acara musik, mencoba hal baru dll

Tawa, bahagia dan senyuman berada di mereka

Namun setelah beberapa hari itu, ada hal yang di lakukan (Name) dan Hendrik, mereka membuat kesalahan besar di istana tapi siapapun tak ada yang tau...

"Kau tak apa?"

"Ya... Hanya melampiaskan emosi"

"Hei! Ingat masih ada aku di sini yang memegang tangan mu, jadi jangan lepaskan karena cara kecil ini bisa membuat kita tak terpisah"

"Ya... Terimakasih"

(Hayo apa yo yang di maksud~)

Hingga...

"Kalian boleh pacaran ayah tau, anak seperti mu tapi yang meminta lebih.. ayah tak setuju" Ucap Amato melihat putrinya

"Ke-"

"Kau tau sendiri" (Name) menundukkan kepalanya

"Intinya ayah tak setuju (Name)... Ayah bukan nak sakiti kau tapi memang tak boleh" Amato berdiri lalu pergi meninggalkan (Name) sendiri di ruangannya

"Hah...."

Sedangkan sisi lain...

"Yang mulia-"

"Sudah ku bilang, aku tidak setuju Putra mahkota... Apakah aku perlu berkata sekali lagi agar kau mengerti?" Tanya Raja Federick yang melihat putranya

"Hah... Aku mengerti, yang mulia" Ucap Hendrik yang menunduk

"Kau pergilah, kembali ke kamar mu" Hendrik bangun, memberikan salam lalu pergi menuju kamarnya

"Sudah ku duga akan seperti ini" Ucap keduanya di balik pintu

Mereka tak bertemu selama beberapa hari untuk menenangkan diri, tapi gangguan kembali datang

"Hendrik.... Ingin di tunangkan? Tak apa bagi ku" Ucap (Name) yang berjalan meninggalkan Sai, Shielda dan kapten kaizo

"Kau baik - baik saja?" Tanya Sai yang khawatir

"Ya, aku baik - baik saja" Jawab (Name) dengan senyum paksa membuat mereka melihatnya sedih

Sedangkan di sisi lain ada pertemuan tak berharga...

"Pangeran, perkenalkan dia adalah Casia clarke... Dia yang akan jadi calon tunangan mu mulai hari ini" Ucap Raja Federick yang menghela nafas berat dan Ratu Callista yang memalingkan wajahnya

Kata 'Terpaksa' seperti nya sangat tepat untuk Hendrik maupun orang tuanya

Adriana yang duduk di sebelah Hendrik menatap dingin Casia yang tersenyum kepadanya

"Hei, Yang mulia Raja Federick Alviano Darkness... Anda tidak bercanda kan? Kalau ini benar saya menolak kehadirannya, calon posisi yang sebagai putri mahkota, Saya menolak" Ucap Adriana menekan kata - katanya dengan tegas dan tatapan tajam

"Putri Adriana-" kalimat raja Federick terpotong oleh putri nya

"Saya... Me-no-lak! Anda mengerti kata 'menolak' kan? Yang berarti saya tak setuju dengan pertunangan Kaka saya walaupun 10 - 1% sedikit tak ada hubungannya dengan saya" Ucap Adriana yang melirik ke Casia yang menggempalkan tangannya namun ia sembunyikan

"Posisi seorang yang menempatkan hati kakak saya! Tak bisa tergantikan dengan wajah bidadari yang dia miliki... Mereka berbeda" lanjut Adriana yang dahulu bicara sebelum ayahnya mengeluarkan suara

"Dia manusia yang memiliki hati malaikat... dan dia alien yang memiliki hati iblis" Seketika entah mengapa Ratu Callista dan Hendrik lega, ucapan Adriana membalas kemarahan mereka

"Tuan-" Hampir Tuan Clarke (ayah Casia) mau menampar pipi Adriana tapi sudah di tahan oleh ksatria

"Tampar saya jika Tuan Clarke mau, saat itu juga saya akan memotong tangan anda" Tatapan tajam di layangkan kepada keluarga Clarke

Adriana berdiri berbalik niatnya ingin meninggalkan mereka namun langkahnya berhenti

"Kalian jangan dengarkan kata Yang mulia raja Federick dulu" Para ksatria berkeringat dingin, perasaan mereka gak enak

"Bawa mereka pergi dari istana dan jangan kembali lagi, Kalau mereka membantah potong tangan mereka" hawa dingin memenuhi ruangan itu, jiwa tiraninya memang lebih daripada kakaknya maupun ayahnya

"Baik! Tua putri!" Lalu mereka pun membawa keluarga Clarke ke luar istana bersamaan dengan Adriana yang pergi ke kamarnya

"Hah...."

"Sudah jelaskan yang mulia? Tuan putri tak akan setuju apa lagi saya yang tak terima dan tak ingin di pasangkan oleh dia" Hendrik pun berjalan meninggalkan mereka

Hubungan yang sudah di ujung perpisahan, di putuskan oleh mereka dengan baik - baik

Suara pensil menulis dan pena terdengar di ruangan sepi itu

"Biarkan ku sendiri yang ada di sini"

"Tapi aku ingin kau tetap di sini"

"Harusnya ku menyadari lebih awal"

"Kenapa? menghadirkan rasa dalam perbedaan ini?"

"Kisah yang tak akan berakhir indah..."

Satu keputusan yang menyakitkan dan di lakukan secara terpaksa oleh mereka adalah...

"Seperti nya kita"

"Lebih baik"

"Berpisah"

"Ya, kau benar"

Dari pada melukai satu sama lain dan tak di terima oleh 'mereka' lebih baik seperti ini

Tentu di ketahui oleh Adriana yang juga ikut sedih, ia tidak bisa menyalahkan siapa - siapa lagi... Karena ini adalah kesalahan mereka sendiri, kenapa terlalu dalam?

Sekian lama tidak bertemu pun malah menjadi pertempuran antara kapten Tapops dengan Raja Kerajaan darkness yang baru, Raja Hendrik Carson Darkness

Kesalahpahaman di antara mereka menjadi kesalahpahaman juga, oleh Adriana dengan yang lain (Rakyat/bangsawan)

"Aku menyerah... Cinta ini menang dari logika yang ada"

"Aku sudah tak sanggup untuk hidup di masa indah yang hanya masa lalu kelam bagi kekaisaran"

"Aku juga! Bukan hanya kau! Aku juga.... Aku tidak..."

"Apakah aku terlalu egois? Jika meminta mu agar terus di sini?"

"Egois! Kau egois! Kau-"

"Tapi... Aku tau takdir tak ingin kita bersama karena perbedaan..."

"......"

"Kalau aku pergi apakah kau akan kembali lagi?"

"....."

"Seperti nya iya"

"Tidak-"

"Maafkan aku... aku tau aku bukan orang yang pantas untuk mendapatkan maaf darimu karena maaf ku saja tak cukup untuk menghilangkan rasa sakit mu"

Pelukan yang dikira hanya menghibur ternyata yang terakhir

"Hiks....."

Tiba - tiba pedang yang ia pegang di tarik oleh Hendrik dan di tusuk ke perutnya

(Name) membelalakkan matanya, air mata keluar semakin deras

"(Name)... Maaf, di sini aku yang pengecut, lupakanlah..."

(Name) melihat perlahan Hendrik yang tersenyum dengan wajah pucat

"Selamat tinggal, jangan menyusul ku" Hendrik pun memejamkan matanya dan tergeletak di tanah

(Name) terduduk tatapan tak percaya dan ketakutan

"Tidak- tidak... Ini mimpi...."

"Kenapa kau yang mundur? Padahal aku bisa...." Air mata jatuh ke pipi Hendrik, seperti nya mulai hari ini dia akan gila, GIlA!

"Hiks... Aku bisa! Akh!"

Ayyara datang, berlari lalu langkahnya berhenti, menatap mayat yang di depan Nona nya tak percaya lalu ia pun memeluk Nonanya yang ingin menusuk perut nya

"Nona... Kuatkan diri anda, jangan menyusul yang mulia"

"Saya mohon... Anda kuat! Anda bisa! Saya masih di sini bersama anda"

Ayyara melihat Nonanya, tatapannya sudah kosong lalu ia pingsan

Ayyara pun membawa Nonanya kembali untuk di periksa dan di rawat oleh dokter David

"Ayyara, kapten akan kembali sadar dalam waktu 1 Minggu lagi

Rahasia, rahasia lagi...

Hampir semua harus ia rahasiakan dengan bantuan ayyara... Hanya satu rahasia itu tak pernah ayyara tau karena (Name) tak ingin melibatkan ayyara

Karena itu ia berencana membuat Eerste keluar dari tubuhnya

"Mijn ziel en lichaam zijn verenigd, ik beveel de eerste helft van mijn ziel te splitsen" cahaya mengelilingi diri nya, dan saat membuka mata sudah ada Eerste yang berambut putih panjang

"Wah - wah... Ada apa ini? Sampai kau mengeluarkan ku dari ragamu?" Tanya Eerste

"Tolong ganti peran ku menjadi seorang kapten, tenang sudah ku manipulasi mereka agar memanggil mu Eerste" Eerste terdiam melihat (Name) dari atas bawah lalu mengangguk

"Oke, perintah mu di terima, aku akan membagikan tenaga ku sedikit agar kau tetap kuat" Eerste memegang tangan (Name) dan akar berduri mulai merambat ke tangan nya lalu hilang

"Pergilah ke bumi, tenang mereka tak akan sadar apa lagi ayyara" Ucap Eerste tersenyum tipis

"Kalau ayyara mungkin akan sadar perlahan tapi tak apa, aku pergi" (Name) pun berjalan menuju kapal angkasa kecilnya, kapal angkasa itu terbang dengan cepat

Setelah pergi, Eerste menatap langit

"Hm... Misi kali ini seperti kehidupan sehari - hari, mari kita mulai" Eerste berbalik, rambutnya yang awal putih menjadi Coklat seperti (Name) matanya yang awal hitam menjadi coklat kemerahan

Rahasia yang terjadi di masa lalu....

Tak bisa di lupakan...

Ia bisa saja melupakan semua termasuk diri ini

Tapi....

Masih ada indahnya...

Yang tak akan pernah terjadi kembali, hanya satu kali dalam hidupnya...

Jadi harus bertahan demi memory indah...

Sungguh konyol!












- To be continued -

Continue Reading

You'll Also Like

45.8K 2.6K 25
Baca saja kuy! Chapter pendek-pendek! Hanya hiburan, yang homophobia menjauh.
50.6K 3.7K 24
Aku kehilangan seluruh ingatanku saat aku terbangun di tempat yang asing ini. Aku hanya mengingat namaku '[Full name]' . . . . . . "KAU HARUS...
25.3K 1.4K 32
Warning ⚠! BoBoiBoy hanya milik monsta. Saia hanya meminjam charakternya sahaja. Semua alur cerita hanya kehaluan author saja. DILARANG MENGCOPY PAS...
21K 1.3K 12
Setelah lama kalian tak menganggapku saudara, apa aku tidak menyayangi kalian? Aku masih sangat sayang kalian Hei~ masa lalu jangan diungkit kak, dek...
Wattpad App - Unlock exclusive features