My Life(end)

By finadika

82.6K 6.1K 718

Naruto harus tewas saat berperang melawan musuh melindungi desa sebagai seorang hokage ketujuh. Ia dihidupkan... More

Prolog dan Tokoh
Chap 1
Chap 2
Chap 3
Chap 4
Chap 5
Chap 6
Chap 7
Chap 8
Chap 9
Chap 10
Chap 11
Chap 12
Chap 13
Chap 15
Chap 16
Chap 17
Chap 18
Chap 19
Chap 20
Chap 21
Chap 22
Chap 23
Chap 24
Chap 25
Chap 26
Chap 27
Chap 28
Chap 29
Chap 30
Chap 31
Chap 32
Chap 33
Chap 34
Chap 35
Chap 36
Chap 37
Chap 38
Chap Special
Chap 39
Chap 40
Chap 41
Chap 42
Chap 43
Chap 44
Chap 45
Chap 46
Chap 47
Chap 48
Chap 49
Chap 50
Chap 51
Chap 52
Chap 53
Chap 54
Chap 55
Chap 56
Chap 57
Chap 58
Chap 59
Chap 60
Chap 61
Chap 62
Chap 63
Chap 64
Chap 65
Chap 66

Chap 14

1.2K 121 2
By finadika

Semua karakter milik Masashi Kishimoto sensei
Thor cuma pinjam tanpa izin
Ide cerita tadinya mau ngikutin manga tapi malah beda banget
Genre : persahabatan, romance
Pair : narusasu, narufemsasu, and other
Sifat karakter berbeda dengan versi anime dan terkadang ooc
Cerita gaje dan typo bertebaran

.

Happy reading



Chap 14

Sasuke terkejut dan tak percaya atas kedatangan pemuda bersurai pirang yang berdiri di depannya dengan ekspresi wajah meremehkan.

'Sial!! Di antara ribuan warga kota Konoha, mengapa cowok dobe itu yang datang?!' batin Sasuke merasa kesal. 'Tapi tak apa. Toh aku hanya perlu kencan dengannya besok. Itu kan janjiku tadi kalau si dobe itu menolongku.'

"Hei! Kau siapa, anak muda? Rambutmu diwarnai pirang gitu. Sok jadi boyband!" tunjuk preman 3 yang hendak menggores leher Sasuke dengan pisaunya.

"Emang kenapa dengan rambutku? Keren kan?" aku pemuda itu aka Naruto. Ia bergaya ala seorang pahlawan.

Sasuke sweatdrop. 'Kenapa ini kayak adegan di drama sore yang suka kaa san lihat di hari Minggu?' batin Sasuke. Heran.

"Apa kau pacar gadis cantik ini?" tanya preman 1. Ia bersiap untuk menyerang Naruto.

Naruto menyeringai. "Pacar ataupun bukan, takkan kubiarkan kalian melukai Sasukeku!!" seru Naruto menendang tumit preman 1. Kemudian menghajar dua preman lain yang tanpa sadar melepaskan pegangannya pada tangan Sasuke. Sasuke pun jatuh ke permukaan jalanan yang beraspal itu.

"Sasukeku?" beo Sasuke. Ia berusaha untuk berdiri dan membantu Naruto menghajar para preman tapi kakinya terkilir menyebabkan ia tidak bisa berdiri. "Sial! Kakiku sakit sekali!" rintih Sasuke. Ia hanya bisa diam saat Naruto menghajar ketiga preman yang hendak berbuat jahat padanya.

"Anak muda ini hebat, bro!" bisik preman 1.

"Kita harus memanggil teman - teman kita!" seru preman 2. Ia dan preman 1 menoleh pada preman 3. Preman 3 merogoh ponselnya untuk menghubungi rekan - rekan sesama preman.

"Oow. Bisa ribet kalau mereka manggil kawan - kawannya. Aku harus segera kabur dan membawa si teme pergi dari sini," gumam Naruto berjalan mendekati Sasuke yang sedang berjongkok. "Teme, ayo kita pergi! Kamu bisa jalan kan?"

"Bi-bisa!" jawab Sasuke bohong.

Naruto memegang tangan Sasuke. "Ayo bangun! Kita harus cepat kabur. Mereka sedang memanggil teman - teman sesama preman. Aku nggak mau kena masalah. Nanti kamu kenapa - kenapa."

Sasuke masih diam dan menunduk. Kakinya terkilir jadi tak bisa berjalan. Untuk berdiri saja rasanya sakit. Naruto pun menoleh.

"Haah.. Dasar tsundere. Bilang dong kalau sakit, teme," ucap Naruto. Ia berjongkok kemudian mengangkat tubuh Sasuke secara bridal style.

Blush. "A-apa yang akan kamu lakukan, dobe?" tanya Sasuke kaget. Wajahnya memerah.

"Pegang saja leherku dengan erat," jawab Naruto. Sasuke pun mengalungkan kedua tangannya pada leher Naruto. "Tapi jangan terlalu erat juga, teme! Kamu mau nyekik pahlawanmu?!💢"

"Haha.. Maaf maaf," kata Sasuke sambil tertawa. Padahal ia tadi sengaja memegang leher Naruto dengan kencang.

Blush. Wajah Naruto merona ketika melihat paras cantik Sasuke yang sedang tertawa.

"Ayo kita pergi!" ajak Naruto membawa Sasuke lari. Wajahnya masih memerah.

"Pe-pergi ke mana?" tanya Sasuke. Ia mendadak jadi gugup.

"Kantor polisi," jawab Naruto dengan cengiran lebarnya yang khas.

Sasuke hanya beroh ria. Ia menempelkan kepalanya di dada kiri Naruto. Hidungnya bisa mengendus wangi dari tubuh Naruto yang bercampur antara parfum dan keringat. Sungguh maskulin dan itu membuat Sasuke merasa nyaman.

Sesekali Naruto menoleh pada Sasuke yang tampak diam ketika ia gendong. 'Si teme kalau diam gini imut banget. Sayang kalau dikasih ke cowok lain,' batin Naruto.

Mereka sudah berada jauh dari ketiga preman itu berada.

"Lho? Dua bocah besar itu mana?" tanya preman 3.

"Tadi kan mereka ada di sebelah sana!" tunjuk preman 1. "Kok nggak ada?"

"Mereka kabur. Cepat kejar mereka! Nona muda bilang gadis berambut raven itu harus celaka!" seru preman 2.

Ketiga preman itu mengejar Naruto dan Sasuke.

Narusasu pun tiba di pos polisi terdekat.

"Pak polisi, tolong kami! Kami dikejar oleh tiga preman jahat!" seru Naruto menurunkan Sasuke.

Polisi ke luar dari pos. "Apa? Di mana premannya?"

Ketiga preman itu berada tak jauh dari pos polisi.

Sasuke menunjuk pada tiga preman itu. "Itu pak," jawabnya.

"Hei, ayo kita tangkap mereka!" perintah sang polisi kepada rekan sesama polisi yang ada di dalam pos polisi tersebut.

Naruto dan Sasuke duduk di dalam pos polisi. Naruto mengobati kaki Sasuke yang terkilir.

"Aww!! Pelan - pelan, dobe! Itu sakit!" rintih Sasuke.

Naruto mendongak menatap wajah imut Sasuke yang sedang kesakitan. Kemudian Naruto tersenyum.

"Ck. Kenapa kamu malah tersenyum, dobe?!" umpat Sasuke berdecak kesal.

"Soalnya kamu imut banget sih, teme. Shinobi tampan super kuat bisa jadi cewek seimut gini. Sungguh menakjubkan!" kata Naruto sambil mencubit pipi putih Sasuke. Naruto tersenyum tulus menatap Sasuke dengan sangat serius.

Blush. Pipi Sasuke merona. 'A-ada apa denganku? Si dobe ini kenapa aneh sekali? Dia..bisa terlihat tampan dan begitu gagah. Bukan hanya gagah, tapi juga kuat. Dia bisa melawan ketiga preman itu dengan mudah, tak sepertiku yang jadi lemah begini,' suara hati Sasuke meratapi nasibnya.

Tanpa sadar Sasuke meneteskan air mata.

"Eeeh? Ke-kenapa kamu menangis, Sasuke? Apa aku terlalu keras memijit kakimu?" tanya Naruto panik dan cemas.

"Baka dobe!" maki Sasuke mengusap air matanya dengan kedua tangannya. "Kamu masih tetap kuat, dobe! Sementara aku, aku jadi lemah gini. Aku terlihat kayak seorang putri yang butuh pertolongan dari seorang pangeran!"

Naruto tersenyum lalu menyandarkan kepala si gadis raven ke dada bidangnya. "Nggak apa - apa jadi putri juga, teme. Biar aku yang jadi pangeran berkudanya, ya," ucap Naruto sambil tersenyum. "Dengan senang hati aku akan selalu menolongmu."

Deg deg deg. Blush.

Jantung si gadis raven berdetak lebih kencang. Rasanya mau copot.

'A-apa yang barusan si dobe katakan? Menjadi pangeranku?' batin Sasuke. Dirinya mulai merasa aneh dan hilang akal. Terlebih ia merasa sangat nyaman saat dipeluk oleh sang sahabat yang telah menolongnya.

Ketiga preman tadi berhasil dicyduk oleh polisi. Mereka disuruh oleh seorang gadis untuk menyerang Sasuke tapi gadis itu tidak memberi tahu namanya. Yang pasti Naruto akan lebih menjaga dan melindungi Sasuke mulai saat ini. Beruntug tadi ia pergi ke rumah Uchiha. Jika tidak, nyawa Sasuke akan melayang.

Skip time

Naruto dan Sasuke sudah berada di depan gerbang kediaman Uchiha. Sasuke sudah sembuh jadi ia tadi berjalan kaki dari kantor pos polisi walau agak terpincang.

"Sudah sampai. Aku pulang ya," kata Naruto tersenyum. Membalikkan badannya.

"Ah, Naruto!" panggil Sasuke.

"Apa?" tanya Naruto menoleh kepada Sasuke.

"Ano..yang tadi thanks ya. Kalau kamu nggak datang, aku pasti udah masuk berita kriminal di tv," jawab Sasuke dengan tingkah tsunderenya.

Sap. Naruto mengusap kepala raven Sasuke. "Jangan ngomong gitu, teme. Aku akan sangat sedih kalau kamu nggak ada. Hm?"

Blush. Wajah Sasuke merona. 'A-apa aku memang harus menetapi janjiku? Tapi aku, aku..aku mana mungkin mengajak si dobe kencan,' batin Sasuke, bingung.

"Ya sudah, aku mau pulang. Kamu cepat masuk. Bibi dan paman sangat khawatir sama kamu," ucap Naruto. Ia sudah berjalan meninggalkan Sasuke.

"Na-Naruto!" panggil Sasuke.

Naruto menoleh. "Hm?"

"Besok..apa kamu ada waktu?" tanya Sasuke, ragu.

"Hm.. " Naruto melihat ponselnya.

'Jangan bilang kalau dia ada acara. Kencan dengan cewek lain, mungkin? Tapi..kalau dia kencan dan jadian sama cewek lain, harusnya jangan ngikutin aku terus! Nanti ceweknya cemburu dan aku jadi bahan bulian lagi. Ogah,' batin Sasuke. Ada rasa sakit di dadanya.

"Kencan dengan game terbaruku. Hehe. Baru download tadi sore tapi kaa chan suruh aku ke rumahmu nganterin oleh - oleh, jadi belum main. Hehe," kekeh Naruto. Tertawa dengan bodohnya.

Doeeng. Sasuke sweatdrop. Dirinya menyesal sudah memikirkan hal yang bodoh dan konyol.

Sasuke membalikkan badannya dan masuk melewati pintu gerbang rumahnya.

"Besok jam 10 aku jemput di sini, teme!!" seru Naruto saat Sasuke menutup pintu gerbang. Naruto tersenyum bahagia karena berhasil membawa Sasuke pulang dengan selamat meski kakinya tadi terkilir.

Tanpa sadar Sasuke tersenyum dan jantungnya berdebar dengan sangat kencang. Wajahnya memerah.

"Kenapa nggak disuruh masuk Narutonya? Kasih minum dulu lah. Kamu tuh jadi cewek nggak peka," kata sang ayah aka Hashirama .

Deg. "Tou san bikin aku kaget! Ngapain tou san berdiri di situ?" tanya Sasuke hampir loncat saking kagetnya.

"Nunggu anak perawan tou san pulang dari mini market ampe 1 jam. Jangan bilang ada yang jahatin kamu, hm?" ujar sang ayah.

"Seperti yang tou san duga. Aku diserang preman dan Naruto menolongku. Begitu skenarionya," ucap Sasuke berjalan melewati sang ayah.

"Wah.. Naruto memang calon mantu idaman tou san. Senangnya!" seru Hashirama yang membuat Sasuke menggelengkan kepalanya tapi ia tersenyum dan berkata dalam hati, 'Hn..hanya Naruto cowok yang kukenal dengan baik. Apa aku boleh jatuh cinta padanya?'



To be continued

Bunga bunga cinta sudah mekar. Apa Naruto dan Sasuke akan bersatu?

Sekian dan arigatou gozaimasu

Bogor, 2 Oktober 2021

Finadika

Continue Reading

You'll Also Like

99.5K 5.5K 33
Season 2 dari fanfic "Different Ending" Kehidupan narusasu setelah menikah dan Naruto yang menjadi hokage serta perjuangan Sasuke menjadi seorang ist...
78.5K 9.1K 15
Menjelang kematiannya, Neji berpesan pada Naruto sang sahabat agar menjaga adik kesayangannya. Hinata. Tentu Naruto tak bisa menolak, tapi semakin l...
16.4K 1.4K 27
Naruto mendapat kesempatan kedua hidup di Dunia. Sayangnya dia harus menjadi wanita remaja. Ingatan Naruto kepada teman-teman dan pacaranya yang bern...
38.6K 2.7K 25
Setelah empat belas tahun Naruto Uzumaki akhirnya kembali ke Konoha. Kota kelahiran serta kota yang banyak meninggalkan kenangan manis sekaligus kena...
Wattpad App - Unlock exclusive features