BRING THE KNIFE

By lembaayung

17.6K 2K 72

Malam itu saat dua insan di pertemukan, keduanya berakhir dalam sebuah kenikmatan yang berujung berantakan. l... More

BRING THE KNIFE - PROLOGUE
1. HIDDEN
2. KILLA QUEEN
3. ON THE DARK OCEAN
4. GUEST ARRIVAL
5. LALICE MANON
7. TOUGH GUY
8. DAMN!
9. THIS BASTARD!
10. I'm not afraid, I'm worried
11. this is how Dee Vaughn plays
12. don't make me tell you twice
13. l'll have it on my floor in minutes

6. IN EVERYDAY

1.1K 162 1
By lembaayung

•••

Pada akhirnya lalice hanya bisa diam ketika tangannya ditarik secara paksa oleh Jack. Menolak? Lima belas menit lalice menghabiskannya untuk meronta dan berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman pria itu. Tapi nihil, percuma.

Pemuda beraura dominan dan angkuh itu selalu membuat lalice mendidih setiap kali kalimat yang di lontarkan. Caranya bicara, caranya bersikap, caranya mencengkram kuat tangannya, lalice benci itu semua. Pemuda itu memiliki suara khas, dan mata yang belum bisa lalice baca sama sekali. Lalice manatap Jack datar. Membiarkan pemuda itu menyeretnya yang entah kemana.

Jack menarik lalice masuk kedalam mobil. Bahkan lalice tidak bisa mengelak atau menolak lebih keras. Karisma dan aura pria itu menghanyutkan lalice seolah menghipnotis nya agar selalu patuh. Lalice memandang ke arah luar jendela. Mobil mewah itu terus melaju di atas kecepatan rata rata.

Di dalam fikirannya selalu terbayang ke datangan Noah semalam. Kehadiran pria itu benar benar membuat isi kepala lalice semakin kacau, dirinya tidak bisa berfikir jernih sama sekali. Bukan rasa takut, lalice justru khawatir.

Kemudian lusa, haruskah lalice datang memberi kesaksian? Apa yang ahrus lalice katakan disana nanti? Haruskah dirinya mengatakan kalau dirinya tahu penjahat itu? Tapi jika lalice memberitahunya, bukankah polisi akan bertanya mengapa lalice bungkam dan memilih membohongi pihak pihak yang menyelidiki? Apakah artinya lalice ikut bersalah?

Prepensi Jack benar benar menghancurkan kehidupan lalice yang semula menyenangkan dan tenang. Andai enam bulan lalu mereka tidak bercinta, andai malam itu lalice menerima ajakan joyanne untuk menginap di apertemnnya.

Jack, hadir dengan segala sisi gelap. Pria dominan yang sudah untuk dikendalikan, bahkan dari sisi manapun. Demi tuhan! Sebenarnya apa yang dilakukan Jack? Haruskah lalice percaya jika jack hanya pelaku pengeboman yang mengincar pejabat tinggi yang tinggal di gedung itu? Bahkan peristiwa itu sampai di beri nama 'LuxAtlantic attack'. Tapi helikopter itu? Lalice sendiri kurang yakin. Jack mafia? Jack itu apa? Apa Jack berbahaya?.

Dirinya harus bilang apa? Terlebih mengingat ayahnya adalah seorang pengacara. Ckh, lucu sekali jika tiba tiba televisi memberitakan seorang anak pengacara terkenal masuk penjara karena bersekutu dengan penjahat.

"Jangan berharap aku akan menggendongku sampai ke dalam!"

Lalice tersentak, mendengar kalimat sinis dari Jack barusan. Oh wow, berapa lama dirinya melamun? Sampai tidak sadar pria brengsek itu membawanya ke sebuah rumah yang tidak bisa dikenalinya.

"Itu bukan rumahku!"

"Memangnya kapan aku berkata kalau itu rumahmu?"

"Aku mau pulang sialan!"

"Berhenti mengumpat lalice."geram Jack

lalice tak habis fikir dengan pria berperawakan tegap itu. Oh tuhan, jika dirinya dibawa ke rumah yang masih di kota lalice masih bisa tenang. Gila nya, pria itu membawa lalice ke rumah yang terletak di pinggiran kota.

Pemuda itu benar benar! Licik sekali! Lalice menatap ke sekeliling dengan teliti, hanya pepohonan di sekitar mereka. Kemudian netranya menatap rumah yang tampak indah di sana. Ah, kenapa itu mengingatkan lalice kepada film the twilight Saga. Rumah yang berdiri di tengah tengah hutan itu benar benar mengingatkan lalice pada film itu.

Bahkan ketika lalice kembali tersentak begitu merasa tangannya ditarik keluar dari mobil dirinya masih belum bergeming. Jack membawanya masuk ke dalam rumah yang di dominasi oleh dinding kaca kaca disetiap sisinyaJack melepaskan tangan lalice, memilih berlalu ke dapur. Lalice yang bingung malah mengekori Jack menuju dapur.

Kau terlihat seperti orang bodoh. Lalice mengutuk dirinya karena bersikap jinak kenapa pria itu. Oh yatuhan, percuma. Jika pun lalice berteriak, siapa yang akan mendengarnya di tengah hutan seperti ini?

Lalice memperhatikan setiap gerak gerik yang di lakukan Jack, mulai dari ketika pria itu mengambil sebuah bir dari dalam kulkas sampai meneguknya sampai tandas. Nyatanya lalice tidak menyangkal, pria itu mempesona.

"Semalam polisi mendatangiku."entah dorongan dari mana tiba tiba lalice berkata seperti itu. Ingin mengelak rasanya percuma, dirinya berkata dengan sangat jelas.

Sial.

"Mereka berencana menangkapmu?"katanya setelah meneguk bir itu hingga benar benar tak tersisa.

"Jack...."

"Hmm?"

Lalice mendelik sinis "aku serius!"

Jack menggernyit begitu melihat lalice menyentaknya dengan sangat lantang. Oh, wanita ini memang tidak bisa bersikap jinak sama sekali. Belum apa apa sudah berteriak.

Berhadapan dengan Jack benar benar selalu menguras tenaga lalice, bahkan kepalanya mulai berdenyut sakit. Pikirannya benar benar berkecamuk sejak dalam perjalanan tadi, begitu banyak hal yang terjadi.

Noah dan Jack

Dua nama itu terus berputar di pikiran lalice, memaksa lalice untuk tidak berhenti memikirkannya.

Jack mendekat, duduk bersandar di bagian meja sambil menatap wajah lalice. "Aku butuh imbalan jika berhasil menyelesaikannya, setuju?"

"What?"

"Kau akan mengerti nanti baby cat, tapi aku perlu janjimu sebagai imbalan. Di dunia ini tidak ada yang gratis right?"Jack melangkah untuk menarik lalice ke dalam rengkuhannya, dirinya sudah tidak tahan melihat bibir ranum itu.

Tenggelam dalam kebingungan yang disebabkan oleh kata kata Jack hampir membuat lalice lupa untuk meronta agar terlepas dari rengkuhan pria mesum itu. Terlebih ketika lalice merasakan sebuah tekstur basah yang mulai bergerilya di area lehernya, lalice menyentak Jack untuk menjauh.

"Kau setuju."pungkas Jack dengan suara berat yang serak.

Lalice menggernyit, yang barusan itu pertanyaan atau penyataan. Sadar dengan kerutan di dahi lalice Jack tersenyum licik "itu pernyataan!"

"Setelah aku mandi kau harus sudah duduk di ruang tv, tunggu aku dan kejutanmu di sana!"kata Jack setelah berhasil mengecup bibir menggoda itu sebelum akhirnya pergi meninggalkan lalice sendirian di dapur.

•••

Pria bersurai coklat itu mengalihkan atensinya dari sebuah komputer beberapa kali, dirinya bangkit. Berbalik dengan senyum yang mengembang "selesai!"

"Serius? Cepat sekali."

Alex mendekat ke arah komputer yang tadinya di otak Atik oleh Trisstan, meneliti lagi. Dirasanya sudah selesai seperti yang dikatakan pria itu tadi, Alex kembali menegakkan tubuhnya.

Hanya menunggu beberapa saat, mungkin semuanya akan selesai. Alex menerima uluran sebuah Vodka dari Trisstan, kemudian tersenyum puas.

Alex dan Trisstan, dua orang yang menjemput Jack dari helikopter malam itu. Tangan alasan keterlambatan mereka saat itu, ah-alex selalu emosi ketika mengingat alasan itu.ada baiknya lupakan alasan konyol itu

"Kau tahu Liam? Bajingan yang menghamili Caroline."Trisstan berkata dengan senyuman tipis yang terukir di wajahnya.

Alex mengangguk. Liam, pria yang menghamili adik perempuan Trisstan satu tahun yang lalu. Dirinya selalu salut kepada Trisstan, seorang kakak yang menyayangi adiknya itu. Bahkan ketika mengetahui Caroline hamil, Alex ingat dengan detail ketika Trisstan mencoba tetap untuk menahan emosi.

"Enam bulan terakhir perusahaan ayahnya bangkrut,dan salah satu musuh terbesar perusahaan mereka adalah Daniel McKinley. Pria yang mati sebagi sasaran Jack, samakin mudah untuk melumpuhkan bajingan itu. Terlebih Liam adalah seorang pengonsumsi narkoba, walaupun dia tidak memiliki catatan kriminal. Tapi menggunakan narkoba sudah cukup, terlebih dia pengguna narkoba yang parah"

"Ternyata kau lebih bajingan"

Keduanya tertawa, alasan dendam Trisstan yang begitu dalam adalah begitu mengetahui fakta bahwa Caroline diperkosa dan setelah hamil Liam tidak ingin bertanggung jawab. Trisstan membiarkannya karena dirinya sudah menandai pemuda itu jika di masa depan mereka harus membutuhkan umpan.

Trisstan memberikan ponsel milik Alex kepada pemiliknya "ada baiknya kau hubungi Jack, aku tahu pria sombong itu pasti sudah memaki kita karena bersenang senang di sini."

-

-

-

"JACK!"sebuah teriakan khas seorang wanita membuat Jack yang baru saja selesai membersihkan diri langsung berlari terburu buru ke arah sumber suara. Suara nyaring itu bahkan menggema ke seluruh penjuru ruangan berdinding kaca itu.

Dilihatnya lalice yang terduduk meringkuk di samping sofa berwarna abu abu yang menghadap sebuah televisi.

Namun begitu menyadari alasan teriakan lalice membuat rasa khawatir-no terkejut Jack mendadak hilang. Alih alih berinisiatif menenangkan lalice atau menarik lalice ke pelukannya, Jack memilih duduk santai di sofa sambil memperhatikan televisi yang sudah menyala.

Seringaian muncul di wajah tampannya, menikmati berita yang tengah di tayangan kan.

Sebuah judul yang bertuliskan 'pelaku LuxAtlantic attack' tertera di layar kaca televisi.

Senyuman Jack menipis, menyadari sosok yang dijadikan tikus oleh Trisstan. Pria itu, pria yang menghamili adik Trisstan. Well, setidaknya Trisstan senang dengan kebahagiaan kecil ini.

"Kau gila Jack!"hardik lalice

"Yes I'm"

Ini kah kejutan yang dimaksud Jack tadi? Lalice tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi sebelumnya. Bodohnya dirinya melupakan liciknya seorang Jack El'Xander dan kekuasaan yang ia miliki, lalu dengan cara ini kah semuanya berakhir?

Entah apa yang di rasakan lalice sekarang. Dirinya merasa lega ketika masalahnya selesai, tapi dirinya juga merasa iba diwaktu bersamaaan. Untuk kesekian kali, lalice menyimpan rahasia bejat Jack. Mengetahui Jack yang mengorbankan orang lain atas segala tindakannya.

Bajingan. Adakah kasta yang lebih tinggi untuk mendeskripsikan sifat biadab Jack? Melihat wajah tenang pemuda itu benar benar membuat lalice merasa hampir gila.

"Apa? Kau mau menggantikan pria itu?mau mendekap di dalam penjara itu sayang?"

Lalice tergagap. Tidak, tentu saja.

"Kau biadab! Bagaimana bisa kau melimpahkan kejahatanmu kepada orang yang tidak bersalah? Kau tidak memikirkan itu Jack? Ya Tuhan! Kenapa harus menciptakan setan sepertinya!?ckh, aku akan gila"teriak lalice semakin tak habis fikir, kepalanya semakin berdenyut kuat disusul dengan kakinya yang terasa melemas.

Jack berdecih "jangan berlebihan! Kau dan rasa iba mu itu! Menyusahkan!"

Tuhan. Cukup sudah lalice menyaksikan kebejatan pria di hadapannya, dirinya terduduk sekali lagi. Menenggelamkan kepalanya ketika lututnya di tekuk, mengabaikan Jack yang sama sekali tak bersuara. "Kau gila!"

Continue Reading

You'll Also Like

93.9K 7.5K 54
Lalisa Manoban dan Kim Taehyung terpaksa berpisah karna suatu tugas. Lalisa dengan setia menunggu Kim Taehyung, hingga takdir merubah segalanya. "Aka...
11.4K 394 8
Sebuah liburan yamg dapat mengubah segalanya dalam hidup lisa Seorang perempuan yang berkeinginan dengan sesuatu yang masih jauh dari jangkauannya k...
336K 36.5K 22
[M] Lalisa dan Jungkook bukanlah sepasang kekasih. Mereka berdua bertemu secara tidak sengaja di sebuah Bar malam itu. Keduanya tidak saling mengenal...
10.9K 1.1K 5
Takdir mempertemukan Lisa dan Jungkook yang sedang berada di tengah kegamangan perihal hubungannya. Tuhan memberikan durasi singkat kepada mereka unt...
Wattpad App - Unlock exclusive features