Di sebuah mansion megah tempat dimana seorang tuan muda yang tinggal bersama dua anggota keluarga nya.
Pagi hari ini terlihat sangat kacau, pasalnya putra kedua dari keluarga Dirgantara yaitu Raka Dirgantara. Tengah mengalami gangguan kejiwaan.
Kisah itu dimulai saat dia kehilangan kekasihnya satu tahun silam.dan sampai sekarang belum ada petunjuk keberadaan gadis itu.
Reyhan Dirgantara selaku kakak dari Raka merasa terpukul melihat adiknya yang begitu sangat mengenaskan. Setiap harinya hanya bisa mengamuk dan meraung sambil memanggil nama gadis itu. Yang sungguh malas ia sebutkan itu.
Seperti pagi ini Raka kembali mengamuk dengan membanting seluruh benda yang ada didekat nya itu. Melepas semua alat perawatan nya yang menempel di tubuhnya.
Prangggg.... Pranggggg
Suara benda pecah seakan sudah menjadi alunan musik di waktu pagi setiap harinya. Reyhan hampir frustasi, bagaimana menanggulangi adik kesayangan nya itu. Mereka pun sudah mendatangkan berbagai dokter psikolog handal, untuk menyembuhkan Raka namun sampai saat ini hasilnya nihil.
Raka terus memberontak dan berteriak memanggil nama Davina. Reyhan begitu heran mantra apa yang diberikan gadis itu sampai-sampai membuat Raka nyaris gila.
Padahal setahunya Raka belum pernah menyentuh gadis itu, atau mungkin hanya sebatas memeluk atau menciumnya.
"Raka.. Sadarlah!! Jangan seperti ini kau bisa menyakiti dirimu sendiri,ku mohon hentikan Ka... Kau tidak sendiri masih ada aku dan mama, " ucap Rey merangkul tubuh ringkih adiknya agar berhenti memberontak.
"Semua orang yang kau suruh untuk mencari Davina itu semuanya bodoh??? Kenapa mereka tidak menemukan Davinaku hah... Kenapa kak?? Atau mungkin kakak tidak pernah mencarinya, iyakan kak?? Jawab kak, "rancau Raka.
Seakan bosan dengan pertanyaan dari adiknya yang setiap hari tetap lah sama.Nama gadis itu selalu keluar dari bibir pucatnya, Reyhan memilih untuk diam.