Only You [Sehun EXO Fanficito...

By bluedreamer16

210K 10.4K 587

Gadis itu begitu naif dan ceria. Mampu menyayangi seorang pria setulus dan sepenuh hatinya meski sering dikec... More

Before Read...
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Final Chapter
BonusChapter : WHEN ANOTHER BOY ADORE DO MIN AH (pt.1)
BonusChapter : WHEN ANOTHER BOY ADORE DO MIN AH (pt.2)
BonusChapter: FAREWELL PARTY, HELLO GOODBYE OH SEHUN
Epilog: FOREVER AND ALWAYS (pt.1)
Epilog: FOREVER AND ALWAYS (pt.2)
After Read...

Chapter 1

34K 1.2K 56
By bluedreamer16

"Sehun-na!" teriak gadis mungil ini sambil melambai. Namanya Do Min Ah.

"Apa?" Sehun menghentikan langkahnya dan menunggu Min Ah yang berlari kecil menghampirinya.

"Apa kau baru saja tiba Sehun-na?" Tanya Min Ah setelah berada disamping Sehun.

"Tentu saja. Jika tidak kau sudah melihat ku dikelas bukan di depan gerbang sekolah," jawab Sehun datar, sambil melanjutkan langkahnya menuju kelas dan Min Ah mengikuti disampingnya.

"Hehehe, kalau begitu mari kita jalan bersama ke kelas."

"Ini aku sedang berjalan, bodoh."

"Maksudku, aku ingin kau mengantarku kekelas," ucap Min Ah dengan puppy face-nya yang sangat menggemaskan.

"Kelas kita memang searah, jadi tidak perlu bilang ingin kuantarkan."

"Baiklah."

Min Ah mengeluarkan satu tangan Sehun yang dari tadi tersemat di dalam saku celananya dan menggenggam tangan itu. Lalu Min Ah pun berjalan sambil mengayunkan kedua tangan mereka. Tingkah gadis itu terlihat seperti anak kecil.Ya, karena memang seperti itu lah sifatnya.

Terhitung sudah sebelas bulan, Oh Sehun dan Do Min Ah menjalin hubungan sebagai kekasih. Awal pertemuan mereka adalah saat Do Kyungsoo kakak Min Ah, membawa teman-temannya ke rumah termasuk Sehun. Lalu Kyungsoo memperkenalkan Min Ah kepada semua sahabatnya. Disitulah akhirnya Min Ah mengenal Sehun dan sejak saat itu, untuk pertama kalinya Min Ah mulai tertarik pada seorang pria atau mungkin dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Bisa dibilang, Sehun adalah cinta pertamanya.

Kini mereka berdua telah sampai didepan kelas Min Ah, yaitu di kelas 2-B SHS. Tentu saja mereka berbeda kelas karena Sehun berada di tingkat tiga SHS, sekelas dengan Kyungsoo, dan 8 temannya yang lainnya yaitu Baekhyun, Chanyeol, Kai, Suho, Tao, Chen, Minseok dan Lay. Seperti pemain sebelasan bukan? Namun mereka hanya 10 orang, tambah saya boleh, jadi 11 :)

"Sampai jumpa jam makan siang Sehun-na!"

Min Ah melambaikan tangannya kepada Sehun bersama senyum lebarnya. Sehun hanya membalas dengan mengangkat satu tangannya kepada Min Ah sambil berjalan menuju kelasnya.

[ Only You ]

Bel berbunyi dan sekarang adalah jam makan siang. Min Ah berjalan riang menuju kelas Sehun di 3-F SHS. Min Ah menaiki tangga menuju lantai tiga dimana kelas tingkat 3 berada.

Tiba-tiba saja Min Ah terpeleset, namun sebuah tangan langsung mendekap erat pinggang gadis mungil itu sebelum dia terjatuh.

"Sehun-na!" seru Min Ah riang, begitu melihat Sehun yang menolongnya.

"Ck, dasar bodoh. Kenapa kau sangat ceroboh sekali? Bagaimana jika kau terjatuh tadi?"

Sehun mengatakan tanpa ekspresi, raut wajahnya tidak menunjukkan rasa khawatir tetapi berbeda dari kata-katanya.

"Maaf...tapi kau kan telah menolongku."

"Bagaimana bila tidak ada aku?Kau pasti sudah jatuh berguling-guling di tangga."

"Hehehe, maka itu terima kasih. Ayo, kita kekantin Sehun-na! Aku sudah sangat lapar."

"Kalau tau sudah lapar, seharusnya kau langsung saja pergi kekantin sendirian."

"Tapi aku ingin makan bersama Sehun."

Sehun hanya diam dan membiarkan tangan gadis mungil itu menariknya menuju kantin.

[ Only You ]

Sesampai di kantin, Sehun dan Min Ah makan siang bersama. Min Ah menceritakan banyak hal pada Sehun, namun Sehun hanya diam sambil memakan jatah makan siangnya. Tetapi Min Ah tidak terlalu mengharapkan respon Sehun. Karena gadis mungil ini tau Sehun mendengarkan semua cerita nya -selalu, meskipun kekasihnya itu tidak memberi respon.

Bibir kecil Do Min Ah suka sekali bercerita. Dia akan bercerita tentang apa saja, kapan saja dan dimana saja jika bersama seseorang. Seperti saat ini, gadis itu sedang bercerita pada kekasihnya dengan mulut penuh makanan .Terlihat lucu saat gadis itu bercerita sambil mengunyah makanan dibibir mungilnya.

"Jadhi, Kim seongsangnim mehufkum merekah kar-"

"Yaa, tidak bisakah kau bercerita setelah makan? Setidaknya jangan berbicara sambil mengunyah, kau sangat tidak sopan," tegur Sehun.

"Maaf."

Min Ah langsung mengunyah pelan makanannya dan menelannya. Lalu Min Ah mengambil minumannya dan meminum seteguk perlahan.

"Sehun-na! Mari kita ke taman bermain tempat biasa setelah pulang sekolah," ajak Min Ah dengan senyum lebar dan mata berbinar-binar.

"Ah *shireo, aku ingin langsung pulang." (Tidak mau)

"Ayolah Sehun-na. Sudah dua minggu aku tidak ke sana. Lagi pula taman itu searah dengan jalan pulang 'kan?"

Min Ah memelas. Namun Sehun melihat ke arah lain, tidak ingin termakan puppy face kekasihnya lagi.

"Ku bilang tidak," tolak Sehun masih mengalihkan pandangannya dari Min Ah.

"30 menit saja, ya?"

"15."

"Yaa! Itu terlalu sebentar. 27 ya?" tawar Min Ah.

"20, atau tidak sama sekali."

"Baiklah, baik! 20 menit. Aku akan menunggumu di depan gerbang sekolah nanti."

[ Only You ]

"Yaa, dimana Sehun? Kenapa dia belum keluar?"

Min Ah telah menunggu Sehun di depan gerbang sekolah. Satu-satu persatu dia memerhatikan wajah murid-murid lain yang keluar gerbang namun dia belum mendapati Sehun-nya.

"Kyungsoo oppa!" panggil Min Ah saat melihat oppa-nya bersama Chen, Lay, dan Minseok berjalan keluar gerbang. Namun Min Ah tidak melihat kekasihnya, Sehun.

"Ada apa Min Ah? Apa kau ingin pulang bersama oppa?" Tanya Kyungsoo

"Ah, tidak Oppa. Aku hanya ingin bertanya dimana Sehun?"

"Oh, sepertinya tadi Sehun jalan bersama Baekhyun, Chanyeol, dan yang lainnya di belakang kami. Namun sepertinya mereka tertinggal oleh kami." Lay si keturunan China yang menjawab pertanyaan Min Ah.

"Tunggu lah sebentar lagi, mereka pasti akan segera datang," ucap Chen pada Min Ah.

"Benar, kau tunggu saja Min Ah. Oppa akan pulang duluan, kau jangan pulang lama," pesan Kyungsoo pada adiknya itu.

"Iya Oppa. Terima kasih, kalian hati-hatilah dijalan," ucap Min Ah dan membungkuk sedikit kepada Kyungsoo dan yang lainnya.

"Bye Min Ah!" seru Xiumin diikuti Chen dan Lay.

Min Ah melambaikan tangannya pada mereka dengan senyum manisnya.

Saat Min Ah membalikkan tubuhnya dia melihat kekasihnya yang telah dia tunggu sedari tadi sedang berjalan menuju gerbang.

"Sehun-na!" panggil Min Ah dengan senyum lebarnya menatap Sehun yang kini berjalan menuju arahnya bersama Baekhyun, Chanyeol, Kai, dan Suho.

"Wahh, ternyata Sehun telah ditunggu kekasihnya di gerbang sekolah, manis sekali," goda Chanyeol kepada Sehun.

"Yaa Min Ah-ya, kau pasti telah lama menunggu dia 'kan?" ujar Kai sambil menunjuk Sehun. Kemudian dia mengacak pelan surai Min Ah, "Aigoo, kasihan *uri Min Ah. (Kasihan Min Ah kami)

Sehun hanya diam tidak menggubris kedua manusia jahil itu.

"Ahh tidak, aku tidak menunggu terlalu lama," jawab Min Ah karena tidak menyadari niat usil mereka.

"Baiklah, Sehun kami akan pergi duluan. Bye Min Ah." Baekhyun menepuk pelan pundak Sehun dan melambai pada Min Ah.

"Bye Min Ah," ucap Chanyeol,Kai, dan Suho juga serentak melambai pada Min Ah.

"Iya, bye oppadeul! Hati-hati" balas Min Ah juga melambai pada mereka yang telah melanjutkan perjalanan mereka.

"Ayo Sehun!"

Sehun hanya membalas dengan mengangkat alisnya dan mereka berjalan bersama menuju taman.

[ Only You ]

Kini Min Ah duduk di ayunan taman dan menerbangkannya tinggi. Sehun hanya duduk diam di ayunan disebelah Min Ah sambil mendengarkan lagu melalui ponselnya dengan earphone di telinganya.

"Aaaahh! Ini sangat menyenangkan Sehun-na," seru Min Ah senang saat ayunannya melayang tinggi keatas. Sehun tidak merespon Min Ah.

"Sehun-na ayunkan ayunan mu! Mari kita bermain bersama."

"Sehun-na ini saaaangat menyenangkannn! Hahahaha." gadis ini bermain dengan sangat gembira sambil melepas tawanya.

"Yaa Min Ah, jangan berteriak. Aku sedang mendengarkan lagu!" Min Ah langsung menghentikan ayunannya.

"Maaf, Sehun-na. Aku mengganggu ya?" tanya Min Ah dengan raut wajah sedih lalu mengulum bibirnya. Melihat ekspresi Min Ah seperti itu membuat Sehun merasa tidak enak pada gadisnya itu.

"Yaa, kenapa kau selalu memanggilku Sehun-na? Hanya aku diantara Kyungsoo dan teman-teman lainnya yang tidak kau panggil oppa. Aku lebih tua darimu seharusnya kau juga memanggilku oppa."

Sehun mengalihkan arah pembicaraan. Min Ah langsung menarik sudut bibirnya, dan tertawa kecil.

"Huh, apakah kau cemburu?" goda Min Ah.

"Tidak, aku tidak cemburu. Tapi kau tidak sopan."

Min Ah terdiam sesaat. Menundukkan kepalanya, lalu kembali menggerakan ayunannya lambat.

"Karena aku sangat menyukai namamu," ujar Min Ah pelan, namun Sehun masih bisa mendengarnya dengan jelas.

Sehun langsung melepas earphone-nya, menghentikan ayunan gadis imut yang berayun pelan itu dan menatap Min Ah.

"Kau bilang apa?"

"Aku bilang, aku menyukai namamu. Sehun-na, Oh Sehun" ulang Min Ah dengan senyum manisnya menatap Sehun. Sehun hanya terdiam menatap Min Ah. Terkejut, terlihat sedikit pada ekspresi wajah tampan pria ini.

"Jadi tidak apa jika aku tidak memanggilmu oppa, Sehun-na?"

"Terserah mu saja," jawab Sehun datar dan kembali memasang earphone-nya lalu membuka aplikasi game kesukaannya.

Min Ah tersenyum menatap Sehun sejenak. Lalu dia kembali memainkan ayunannya dan menerbangkannya tinggi. Sehun melirik ke arah Min Ah yang kini bermain ayunan dengan senyum indahnya yang selalu menghiasi wajah cantik Min Ah.

[ Only You ]

Min Ah dan Sehun sedang makan siang bersama. Seperti biasa gadis imut itu selalu saja bercerita.

"Kepada siswa Jang Mi Ri dan Oh Sehun, diminta menemui kepala sekolah di ruangannya sekarang. Terima kasih."

Seorang guru menyampaikan pesan tersebut melalui ruangan siaran. Para siswi langsung heboh bertanya-tanya mengapa Sehun dipanggil bersama seorang siswi oleh kepala sekolah. Sehun langsung menghentikan aktifitas makannya saat mendengar namanya disebut. Begitu juga Min Ah, dan kini dia menatap Sehun.

"Kenapa kau dipanggil Sehun-na? Apa kau berantam dengan siswa lain atau melawan seosangnim saat pelajaran?" Tanya Min Ah polos.

"Tentu saja tidak."

"Lalu?" Tanya Min Ah lagi. Sehun hanya mengangkat kedua bahunya menunjukkan bahwa dia juga tidak tau mengapa. Lalu Sehun pun bangkit dari kursinya.

"Aku pergi dulu. Langsung balik ke kelas saja jika kau sudah menyelesaikan makan siang mu dan tidak perlu menungguku. Karena aku sudah selesai makan dan akan langsung kembali ke kelas setelah dari ruang kepala sekolah."

"Hmm, baiklah Sehun-na," jawab Min Ah sedikit sedih.

Sehun pergi meninggalkan Min Ah. Setelah Sehun pergi Min
Ah memutuskan pindah ke meja Kyungsoo dan melanjutkan sisa makannya bersama oppa-nya dan teman-temannya. Karena Min Ah tidak suka makan sendirian.

[ Only You ]

Ruang kepala sekolah...

Sehun mengetuk pintu ruang kepala sekolah dan membuka pintu itu pelan. Setelahnya, dia melihat seorang siswi yang dia tebak adalah Jang Mi Ri telah berdiri menghadap kepala sekolah.

"Permisi," ucap Sehun sopan dan membungkuk memberi hormat kepada kepala sekolahnya begitu memasuki ruangan.

Kepala sekolah hanya membalas dengan anggukan sekilas, lalu Sehun berjalan menuju meja kepala sekolah dan berdiri di samping Jang Mi Ri. Jang Mi Ri menyapa Sehun dengan senyumnya, tetapi Sehun hanya menatapnya datar.

"Jadi begini...alasan saya memanggil kalian berdua adalah, saya ingin kalian mengikuti lomba modern dance yang digelar bagi murid kalangan senior high school. Acara perlombaan ini cukup bergengsi dan dapat meningkatkan popularitas sekolah kita. Guru kesenian sekolah kita mengatakan bahwa kalian berdua adalah murid terbaik dalam bidang dance di sekolah kita. Jadi saya mengutus kalian untuk berkolaborasi mewakili sekolah kita. Apa kalian bersedia?"

"Saya bersedia kepala sekolah!" ucap Jang Mi Ri semangat kepada kepala sekolah.

Kepala sekolah mengangguk dan tersenyum tipis kepada Jang Mi Ri, dan sekarang beralih menatap Sehun.

"Dan bagaimana dengan mu Sehun?"

Sehun terdiam. Dia tampak masih berpikir. Sebenarnya Sehun tidak berminat mengikuti perlombaan ini. Tapi karena ini adalah permintaan langsung dari kepala sekolah, Sehun tidak enak menolaknya.

"Baiklah kepala sekolah," jawab Sehun datar.

"Terima kasih kepada kalian berdua. Lomba akan diselenggarakan 2 bulan kedepan. Saya harap kalian berlatih dengan serius, dan dapat membanggakan nama sekolah kita."

"Saya akan melakukan yang terbaik kepala sekolah!" ucap Jang Mi Ri semangat dengan senyum lebarnya. Sehun hanya menatap siswi itu tanpa ekspresi.

[ Only You ]

Begitu bel pulang sekolah berbunyi, Min Ah segera mengemasi buku-bukunya. Setelah itu gadis itu meninggalkan kelasnya sambil mengucapkan sampai jumpa kepada teman-teman sekelasnya.Gadis itu berjalan menaiki tangga menuju kelas tingkat 3. Kemana lagi, selain kekelas kekasihnya, Sehu?

Min Ah menunggu Sehun di depan kelasnya. Sudah banyak murid-murid dari kelas lain yang sudah bubar dan meninggalkan kelas. Namun kelas Sehun belum juga bubar karena guru mereka belum meninggalkan kelas. Apa kah mereka sedang diceramahi? pikir Min Ah.

Min Ah melihat murid-murid yang lalu lalang di hadapannya. Dan tatapan Min Ah tidak sengaja melihat empat murid perempuan yang berjalan pelan sambil berbincang-bincang. Mungkin karena terlalu asik berbincang mereka sampai berhenti di tengah koridor. Tidak sengaja Min Ah pun mendengar percakapan mereka.

"Hei, apa kalian tau Sehun dan Jang Mi Ri dipanggil kepala sekolah?" ucap salah satu murid itu.

Min Ah mengerutkan keningnya saat mendengar nama Sehun menjadi topik pembicaraan para siswi itu.

"Tentu saja kami tau. Jelas tadi mereka dipanggil melalui ruang siaran sekolah, siapa yang tidak mendengar?"

"Kudengar mereka diminta mengikuti lomba dance mewakili sekolah kita."

"Benarkah?"

"Ku rasa benar."

"*Daebak! Yang ku tahu Jang Mi Ri sudah lama menyukai Sehun. Pasti ini kesempatan besar baginya untuk mendapat perhatian Sehun." (Hebat)

"Beruntungnya Jang Mi Ri."

"Tapi bukankah Sehun sudah punya kekasih?"

"Oh iya, Do Min Ah bukan? Adiknya Do Kyungsoo yang juga sahabat Sehun."

"Benar. Aku tidak suka Do Min Ah menjadi kekasih Sehun. Sehun sangat tampan dan sempurna kenapa dia berpacaran dengan Min Ah yang sifatnya seperti bocah? Bukankah dia sangat kekanak-kanakan?"

"Aku setuju. Do Min Ah sangat tidak cocok dengan Sehun. Seharusnya dia jauh dari tipe Sehun. Sehun lebih pantas dengan seorang gadis yang dewasa dan anggun seperti Jang Mi Ri. Bukankah mereka berdua sudah tampak serasi?"

"Aku juga pikir seperti itu."

Sekumpulan siswi itu pun kembali berjalan dan telah melewati Min Ah tanpa menyadari keberadaan Min Ah yang dari tadi mendengar obrolan mereka. Min Ah terdiam. Dia mencerna kata-kata sekumpulan siswi tadi.

"Yaa, apa itu semua benar? Sehun akan mengikuti lomba dance dengan perempuan bernama Jang Mi Ri itu? Benar perempuan itu juga menyukai Sehun? Aku harap dia adalah gadis baik dan tidak akan mengambil Sehun dariku. Tapi mengapa mereka mengatakan aku tidak pantas untuk Sehun? Apa aku sangat buruk? Tapi aku tidak mau meninggalkan Sehun," ucap Min Ah dalam hati. Kini wajah imutnya terlihat murung.

"Yaa, Min Ah ada apa denganmu?"

Suara itu membuat Min Ah tersentak. Min Ah tidak menyadari Sehun yang telah keluar dari kelasnya, dan kini sudah berada di hadapannya.

"Ah ya Sehun-na?" tanya Min Ah karena dia tidak tau apa yang Sehun katakan tadi.

"Kenapa wajahmu terlihat murung?"

"Ah, tidak ada Sehun-na." alibi Min Ah dan memberi senyum yang terlihat dipaksa.

Sehun mengangkat satu alisnya menatap Min Ah heran. Sehun memutuskan untuk tidak bertanya. Sepertinya bukan masalah besar.

"Ayo kita pulang Sehun-na," ajak Min Ah.

"Aku ada janji bermain basket bersama teman-temanku. Kami akan melawan kelas 3-A. Kau pulang bersama Kyungsoo saja."

"Tapi Kyungsoo oppa ada les vokal setelah jam pulang sekolah. Jadi sepulang sekolah Kyungsoo oppa langsung ke tempat les, tidak ke rumah"

Ya, Kyungsoo memang mengikuti les vokal. Kyungsoo memiliki suara yang indah dan merdu, tidak heran dia sering memenangkan kontes atau perlombaan menyanyi diluar maupun di dalam sekolah. Kyungsoo mengikuti les vokal untuk mengembangkan bakat menyanyinya.

"Ya sudah, kau pulanglah sendiri."

"Tidak mau! Aku tidak mau pulang sendiri Sehun-na. Aku ingin pulang bersamamuuu," rengek Min Ah dengan wajah imutnya yang menggemaskan saat ngambek.

"Tapi aku tidak bisa mengantarmu pulang Min Ah."

"Kalau begitu ak-"

Min Ah tidak lagi melanjutkan kata-katanya saat teringat ucapan siswi-siswi tadi yang mengatakan ia kekanak-kanakan. Wajah Min Ah pun berubah murung, dia menundukkan kepalanya.

"Baiklah, aku akan pulang sendiri. Sampai jumpa besok Sehun-na," ucap Min Ah tanpa semangat, tidak seperti biasanya.

Tanpa menunggu respon Sehun, Min Ah membalikkan tubuhnya lalu beranjak meninggalkan Sehun. Pun Sehun tidak mengatakan apa pun dan Min Ah bisa merasakan Sehun yang juga beranjak ke arah yang berlawanan.

Min Ah terus berjalan sambil menundukkan kepalanya. Kentara sekali wajahnya yang terlihat sedih. Rasanya Min Ah ingin menangis, tetapi sebisa mungkin Min Ah menahannya karena dia ingin mencoba bersikap dewasa, agar menjadi tipe wanita Sehun yang orang-orang katakan.

Namun tetap saja, airmatanya terjatuh juga. Min Ah belum ahli dalam hal ini ternyata.

Min Ah hampir saja tiba di halte, namun tiba-tiba seseorang meraih telapak tangannya dari belakang dan menahannya hingga langkahnya terhenti.

"Sehun-na," ujar Min Ah terkejut melihat Sehun yang menahannya. Pria itu sedikit berpeluh dipelipisnya dan nafasnya tersenggal seperti habis berlari.

"Kenapa menangis?" tanya Sehun saat melihat pipi Min Ah yang basah tanpa ekspresi. Namun tangan pria itu tetap terangkat untuk menghapus jejak airmata gadisnya. Sadar atau tidak, tangan Sehun yang lain tetap menggenggam Min Ah.

"Ti-tidak ada," jawab Min Ah, sambil menundukkan kepalanya.

"Pulang bersamaku saja."

"Huh?" Min Ah kembali mengangkat kepalanya karena tidak yakin dengan yang dia dengar tadi.

"Pulang denganku. Tapi tunggu aku sampai selesai bermain basket tidak apa?"

Min Ah menganggukan kepalanya tanda setuju. Sehun pun akhirnya menarik pelan tangan Min Ah yang dia ggenggam membawanya kembali ke sekolah. Sambil mengikuti langkah Sehun, Min Ah tersenyum melihat genggaman tangan Sehun padanya. Mereka memang sering bergandengan tangan, namun sangat jarang Sehun yang memulai. Maka itu saat ini Min Ah tersenyum sambil mengeratkan genggamannya. Merasakan itu, Sehun menoleh pada Min Ah dan gadis itu tersenyum semakin lebar hingga menampakkan gigi kecilnya. Sangat manis.

"Sehun!"

Suara seorang wanita terdengar memanggil Sehun, membuat Sehun menghentikan langkahnya diikuti Min Ah. Min Ah mengerutkan keningnya bertanya-tanya siapakah wanita itu? Wanita itu pun berlari menuju Sehun dengan senyum lebarnya.

"Siapa?" tanya Sehun datar begitu wanita itu berada di hadapanya.

"Aah, apa kau sudah lupa Sehun?Aku Jang Mi Ri," jawab wanita itu. Sehun tampak mengingat-ngingat lalu menggangguk.

"Oh, ya. Ada apa?"

"Eoh, apakah ini wanita yang bernama Jang Mi Ri? Dia sangat cantik. Tubuhnya juga tinggi, bagus seperti model. Tidak sepertiku yang pendek. Bagaimana jika Sehun terpesona denganya?" batin Min Ah setelah memperhatikan Jang Mi Ri dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dan itu membuat Min Ah minder sendiri hingga kembali murung.

"Sehun aku hanya ingin bertanya, apa kau keberatan jika aku yang memilih koreografi dance kita?" tanya Jang Mi Ri

"Tidak sama sekali. Terserahmu saja bagaimana koreonya, aku akan mengikuti."

"Baiklah Sehun. Boleh aku meminta nomormu? Agar aku bisa menghubungi mu untuk memberitahu jadwal latihan."

Jang Mi Ri mengulurkan ponselnya pada Sehun. Sehun mengambil ponsel itu dan jari-jari nya mengetik dengan cepat pada layar sentuh ponsel Mi Ri. Setelah selesai Sehun mengembalikannya pada Jang Mi Ri.

"Terima kasih Sehun! Hmm... apakah dia adikmu Sehun? Tapi yang aku tau kau tidak mempunyai adik?" tanya Jang Mi Ri sambil menunjuk Min Ah dengan dagunya.

Sehun melirik ke arah Min Ah. Min Ah pikir sepertinya dia harus mengenalkan dirinya pada Jang Mi Ri.

"Aah, aku Do Min Ah. Aku ad-" baru saja Min Ah ingin mengatakan bahwa dia adalah kekasih Sehun, namun belum selesai dia mengucapkan kalimatnya Jang Mi Ri telah memotongnya.

"Eh, maaf! Ayahku sudah menelpon, sepertinya dia sudah tiba untuk menjemputku. Kalau begitu aku pulang dulu, sampai jumpa Sehun!"

Jang Mi Ri melambaikan tangannya kepada Sehun lalu pergi. Min Ah merasa sedih melihatnya, seolah Jang Mi Ri tidak menganggap kehadirannya.

Sepertinya Jang Mi Ri memang menyukai Sehun.

.

.

.

NB:

Oh ya, btw aku ada buat ff receh nih. Mungkin kalian yg bosan baca cerita yg baku bisa coba baca.

Tp castnya BTS, hehe.
Atau tolong rekomendasikan ke teman kalian yg ARMY ya!

Terima kasihhh 💞

Continue Reading

You'll Also Like

314 21 12
Berlin june_18 Tidak normal , memang benar Ambisi yang ku teguhkan hanya untuk dirinya Bagaimana bisa tuhan menghukumku pada kisah cinta serumit ini...
221K 22.1K 35
[ChanBaek Area] Seorang model papan atas asal Korea Selatan mengalami masalah dalam kehidupannya. Marah, sedih, kecewa adalah segala perasaan yang ia...
91.7K 11.7K 18
Yoora, seorang gadis yang notabennya adalah 'kekasih' nya Sehun, selalu berusaha agar bisa putus dari kekasihnya itu. Tapi Sehun yang memang kejam, t...
277K 41.5K 48
[ Completed ] Ada satu titik dimana ia merasa begitu beruntung, mempunyai segala yang orang lain tak punya. Namun, ada satu titik pula ia merasa begi...
Wattpad App - Unlock exclusive features