DINDING KACA

By ShanttyChant

234 16 9

Cerita Dinding kaca ini adalah Kisah suami istri yaitu Reihan dan Nhafira. mereka yang sudah 2 tahun berumah... More

BAB 2 (AWAL YANG BAIK)
BAB 3 ( BERTEMU LAGI )
BAB 4 ( TANDA TANDA )
BAB 5 ( PESAN )
BAB 6 ( PERUBAHAN )
BAB 7 ( ANCAMAN SHILA )
BAB 8 ( AWAL KEBOHONGAN )
BAB 9 ( UCAPAN CINTA DEVAN )
BAB 10 ( TAKDIR TUHAN )
BAB 11 ( KENYATAAN PAHIT )
BAB 12 ( BUKAN SALAH PAHAM )
BAB 13 ( DINDING KACA )
BAB 14 ( DUNIA MASING MASING )
BAB 15 ( MAAF DARI SINTA )

BAB 1 ( PERTEMUAN )

41 3 0
By ShanttyChant

Pagi ini sekitar pukul delapan aku berniat ingin pergi belanja ke toko SALSABILA. Toko itu tempat langganan aku. Karena pekerjaan rumah sudah selesai aku mau sekalian mampir ke rumah kinan. Sudah lama juga aku nggak main ke sana. Kira kira sudah satu mingguan lah aku nggak ke rumah nya. Dengan menggunakan angkutan umum, aku pergi belanja. Karena jarak dari rumah ke toko tidak terlalu jauh, aku hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai tujuan.
Saat aku berdiri di depan toko aku melihat toko nya rame dan itu pasti. Karena selain yang punya toko nya ramah, pelayanan nya juga baik, dan harga nya juga terjangkau. Baru saja dua langkah aku berjalan ingin memasuki toko, tiba tiba saja ada seorang laki laki yang berjalan cepat menghampiriku. Aku sontak merasa kaget karena aku tidak mengenal laki laki ini.

"Siapa pun kamu, aku mohon bantu lah aku." Ucap nya dengan wajah yang begitu panik.

"Bantu apa?" Jawabku dengan bingung.

"Kalau nanti ada perempuan yang datang ke sini, kamu ikuti kata kata aku. Kita, pura pura pacaran."

"Apa? Pacaran.." Ucapku dengab kaget.

"Jangan kaget, nanti dia curiga."

Haduh, enak saja dia bilang aku jangan kaget. Bagaimana aku tidak kaget coba! Mau belanja malah di suruh pura pura jadi pacar orang. Menyebalkan.

"Devan." Perempuan itu berdiri tepat di belakang kita. Dengan cepat kita berdua menoleh ke arah nya.
Aku berdiri mematung dengan bingung. Sedangkan dia malah memegang tangan ku. Dingin. Itu yang ku rasa, aku menggigil. Keringat membasahu tubuhku. Jantung ku berdebar kencang seakan mau lepas dari tempat nya. Aku masih terdiam dengan mata terbeliak saat perempuan itu berjalan mendekat dan menatapku. bukan, lebih tepat nya menatap kita, aku dan laki laki ini. Perempuan itu tersenyum, sementara aku hanya bisa mengangguk kepada nya.

"Shila kenal kan ini pacar aku." Ucap laki laki ini dengan santai.

"Kamu gila Devan, orang yang lagi belanja kamu bilang pacar kamu."

Ya ampun, ko dia bisa tau ! Apa mungkin dia peramal? Tapi kan wajah nya cantik. Masa iya dia peramal.

"Aku serius Ashila, ini pacar aku. Nama nya Zea."

Hah, ko dia sebut nama Zea ! Itu kan nama ku. Kenapa dia bisa tau? Kan kita baru kenal. Ya ampun.. ini sungguh keterlaluan. Perasaan semalam aku nggak mimpi apa apa. Tapi kenapa pagi nya aku harus jadi pemain sinetron seperti ini. Apa mungkin ini hanya kebetulan? Entahlah, aku benar benar pusing.

"Benar, kamu pacar nya Devan?" Tanya perempuan itu sambil menatap  ke arah ku. Yah, untuk kali ini benar benar tepat ke wajah ku.

"I -iya." Jawabku dengan gugup.

"Sudah berapa lama kamu pacaran sama Devan?"

"Aku ..."

"Dua bulan." Devan menjawab. Syukurlah. Aku sedikit merasa lega.

"Nama kamu Zea?"

"Iya, tapi lebih tepat nya Nhafira zea cristty."

"Kalau nama depan kamu Nhafira, kenapa Devan memanggil kamu dengan sebutan Zea?"

"Karena itu nama panggilan sayang aku untuk dia." Jawab Devan sambil menggenggam tanganku dengan erat.

Eh, ini apa aku yang salah dengar atau memang dia yang salah ngomong. Panggilan sayang. Apa maksud nya coba? Sumpah. Acara belanja hari ini benar benar menyebalkan.

"Apa itu benar? Dia panggil kamu Zea."

"Iya." Jawabku dengan singkat saja. Karena aku benar benar takut kalau aku salah bicara.

"Oke, kali ini aku coba untuk percaya. Tapi kalau terbukti kamu bohongin aku. Aku pastikan hidup kamu tidak akan pernah tenang Devan." Ucap perempuan itu terdengar mengancam. Lalu kemudian dia berjalan pergi meninggal kan kita berdua. Dan aku, mengusap dada dengan perasaan lega.

"Hei !" Dia mengagetkanku. Aku terkesiap lalu tersenyum pada nya.

"Tadi kamu mau belanja kan, bawa catatan nya? Biar aku ambilkan." Ujar nya lagi sambil melihat ku.

"Iya, ini catatan nya." Ucap ku sambil menyerahkan selembar catatan belanja ku hari ini. Memang sudah seperti biasa aku selalu mencatat nya karena tidak ingin sampai ada yang terlupa.

"Tunggu sebentar ya !" Dia mengambil nya dan berlalu pergi memasuki toko.

Aku duduk di sebuah bangku yang ada di depan toko. Mencoba meredakan rasa gugup yang tadi menjalar ke seluruh tubuh.
Kira kira sepuluh menit aku menunggu. Tidak lama kemudian dia datang. Laki laki itu menghampiri ku sambil memberikan dua kantong belanjaan.

"Semua nya jadi 375.000. Coba periksa lagi mungkin ada yang ketinggalan."

"Sudahlah, nggak apa apa. Ini uang nya." Aku menyerahkan empat lembar uang seratus ribu kepada nya.

"Tidak perlu. Aku sudah membayar nya."

"Eh, kenapa?"

"Nggak kenapa napa. Anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih aku. Karena kamu tadi sudah bantu aku."

"Bantu untuk berbohong." Jawabku.

"Maaf.."Ucap nya lirih. Yah , aku tau mungkin dia merasa bersalah.

"Ya sudah, kalau gitu aku permisi dulu. Aku mau pulang, terima kasih ya !" Aku memasukan kembali uang ku ke dalam tas. Lumayan lah, belanja hari ini geratis. Uang nya bisa aku tabung.

"Iya sama sama." Ucap nya sambil tersenyum.

"Iya." Jawabku sambil melangkah pergi.

"Zea.." Dia memanggil. Aku berhenti sejenak lalu melihat nya.

"Yah, ada apa?"

"Kamu hati hati.."

"Iya. Tapi maaf, aku Nhafira. Bukan Zea.." Aku menjawab samb berlalu pergi meninggalkan nya.

"DINDING KACA"

Pukul sebelas malam aku terbangun dari tidurku. Aku melihat suami ku tertidur pulas di sampingku. Aku menatap lelaki yang kini sudah dua tahun menjadi suami ku. Dia Reihan. Aku terbiasa memanggil nya Rei. Kita menikah karena kita saling mencintai dan saling menyayangi. Kini aku menatap nya dalam diam. Apalagi saat aku teringat ucapan nya tadi sore. Dia bilang proyek yang ia baru dapat itu gagal. Proyek nya jatuh ke tangan orang lain. Ya allah, cobaan apa lagi ini? Kalau proyek nya gagal itu berarti aku tidak akan dapat pemasukan. Dan itu artinya aku tidak bisa menabung, untuk melunasi sisa hutang pada kakak ipar ku.
Dulu, waktu acara pernikahan kita. Rei menggunakan uang kaka nya. Total nya sepuluh juta. Tapi karena kita sudah menyicil nya. Kini tersisa tinggal empat juta lagi. Sebenar nya kaka ipar ku tidak pernah menanyakan perihal uang itu. Apa lagi sampai menagih nya secara langsung. Tapi aku hanya nggak enak saja. Dia terlalu baik. Terkadang aku suka merasa malu sendiri kalau aku bertemu dengan nya.

Jam sudah menunjukan pukul satu dini hari. Dan aku masih belum tertidur. Entah kenapa ini seperti jadi pikiran buat ku. Apa aku kerja aja ya !  Ya allah, aku benar benar bingung. Tapi aku coba dulu aja deh, cari pekerjaan sekitaran sini. Lewat aplikasi facebook. Di group info Loker nya. Tanpa memejam kan mata sama sekali, aku terus berselancar di dunia maya, mencari info lowongan pekerjaan. Tiba tiba ada pesan yang masuk. Ternyata dari Kinan.

(Nhaf, serius kamu mau kerja?)

(Iya kin.) Aku membalas nya.

( Besok pagi kamu ke rumah aku)

(Ada apa?)

(Datang saja. Ada yang ingin aku bicarakan. Tentang pekerjaan)

(Maksud nya) aku bertanya lagi karena masih penasaran.

(Kamu bisa bantu bantu di rumah aku)

(Oke, besok aku ke sana)

(Ya Nhaf)

Pesan kinan tak ku balas lagi. Aku menyimpan ponsel dengan sedikit tenang. Setidak nya besok aku punya harapan untuk bisa bekerja. Mungkin sebaik nya aku tidak akan kasih tau Rei dulu masalah ini. Aku takut dia tidak akan mengijinkan nya.

Jam tiga, aku merasa ngantuk. Aku memejamkan mataku dulu untuk tidur. Lumayan masih ada waktu istirahat sebelum adzan subuh.
Sebelum aku memejamkan mata, aku menatap lagi wajah suami ku dulu. Sambil bicara dalam hati dengan rasa sayang yang teramat dalam.

Aku sayang kamu Rei, aku sangat menyayangi kamu..

"DINDING KACA"

Continue Reading

You'll Also Like

26.8K 841 71
CERITA INI HIATUS DULU YA TEMAN-TEMAN, AUTHOR HARUS BALIK PONDOK🀧 Singkat saja, ini kisah seorang gadis cantik yang memiliki trauma akan cinta tepa...
1.6M 58.1K 54
Hidup Daffa berubah ketika dia ingin menenangkan diri setelah mengetahui bahwa perempuan yang selama ini dipanggil Mama bukan ibu kandungnya. Usaha...
Icy Eyes By Alifiana

General Fiction

2.3M 293K 48
Puspa bekerja sebagai perawat home care untuk Kafka yang mengalami kebutaan karena kecelakaan. Hingga suatu saat gadis itu sadar, dia telah melakukan...
2.8M 129K 76
Janda Series by: Neo KaπŸͺΆ Beda dari yang lain nihπŸ˜‹πŸ«Ά oOo Gibran Danuarta. Dia seorang Juragan tanah Muda yang sangat disegani di desa Kamboja, par...
Wattpad App - Unlock exclusive features