๐‹๐จ๐ฌ๐ญ ๐‹๐ข๐ ๐ก๐ญ : ๐“๐จ๐ค๏ฟฝ...

By belvcadjanitra

77.6K 8.2K 1K

[Completed] โ๐ƒ๐ข๐š ๐š๐๐š๐ฅ๐š๐ก ๐œ๐š๐ก๐š๐ฒ๐š ๐ค๐ž๐œ๐ข๐ฅ ๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐ค ๐ค๐š๐ฆ๐ขโž Cahaya kecil yang muncul di ten... More

Hai ๐Ÿ‚
Chapter 01 โ˜˜๏ธ
Chapter 02 โ˜˜๏ธ
Chapter 03 โ˜˜๏ธ
Chapter 04 โ˜˜๏ธ
Chapter 05 โ˜˜๏ธ
Chapter 06 โ˜˜๏ธ
Chapter 07 โ˜˜๏ธ
Chapter 08 โ˜˜๏ธ
Chapter 09 โ˜˜๏ธ
Chapter 10 โ˜˜๏ธ
Chapter 11 โ˜˜๏ธ
Chapter 12 โ˜˜๏ธ
Chapter 13 โ˜˜๏ธ
Chapter 14 โ˜˜๏ธ
Chapter 15 โ˜˜๏ธ
Chapter 17 โ˜˜๏ธ
Chapter 18 โ˜˜๏ธ
Chapter 19 โ˜˜๏ธ
Chapter 20 โ˜˜๏ธ
Chapter 21 โ˜˜๏ธ
Chapter 22 โ˜˜๏ธ
Chapter 23 โ˜˜๏ธ
Chapter 24 โ˜˜๏ธ
Chapter 25 โ˜˜๏ธ
Chapter 26 โ˜˜๏ธ
Chapter 27 โ˜˜๏ธ
Chapter 28 โ˜˜๏ธ
Chapter 29 โ˜˜๏ธ
Chapter 30 โ˜˜๏ธ
END โ˜˜๏ธ
Spesial Chapter
Info

Chapter 16 โ˜˜๏ธ

1.3K 167 12
By belvcadjanitra

~ℌ𝔞𝔭𝔭𝔶 ℜ𝔢𝔞𝔡𝔦𝔫𝔤~

Berdiri tegak berdiam diri menatap langit malam bertaburan ribuan bintang. Gemerlap malam seakan tersamarkan dengan cahaya bulan yang menerangi penjuru kota.

Dia (Name). Dirinya tengah berdiri di jendela. Angin malam sebenarnya tak baik bagi tubuhnya saat ini yang masih lemah, tapi dirinya yakin jika angin takkan membuatnya semakin parah.

Ia sempat menolak untuk duduk di kursi roda, lantaran tubuhnya sudah terlalu lelah duduk terus menerus.

"Rey, apa Ethan sudah tidur?"

Sosok di belakang dirinya mengalihkan pandangannya, menatap kearah dirinya yang berjalan mendekatinya.

"Ethan sudah tertidur. Sebentar lagi nii-chan akan datang kemari untuk mengambil Ethan," jawabnya. Sedangkan (Name) ber-oh menanggapinya.

"Berarti Ryuchi-nii pengunjung terakhir," gumamnya yang sedikit merasa senang menebak hal tersebut. Pasalnya (Name) sudah lelah melayani satu persatu orang yang datang menjenguknya.

Mulai dari guru, teman-temannya, bahkan anggota Touman yang sering ia ketahui sebagai petingginya. (Name) menglelah. Mulutnya dibuat ikut lelah karena terus diajak berbicara.

Hah, sangat membuatnya malas.

Tapi, harapan itu pupus begitu saja ketika pintu ruangannya terbuka dan menampilkan sosok perempuan sepantaran dengannya. Surai cokelat tuanya diikat ekor kuda, serta netra hijau zamrud miliknya yang begitu jernih ketika ditatap.

"Moshi-Moshi (Name)." Gadis itu berucap sembari menampilkan senyuman lebarnya.

Huft- untung saja Aoi yang datang dan bukan yang lainnya. Ia sangat beruntung jika yang datang adalah Aoi dan bukan yang lainnya.

"Ini, ku bawakan makanan kesukaan mu dan juga seri manga anime favorit mu." Aoi menyodorkan dua kantung plastik putih dan (Name), menerimanya dengan senang hati.

"Arigatou..." Ucapnya membuka isi dari kantung plastik tersebut dan benar saja, ada bakpao isi kacang serta mochi kesukaannya semenjak kecil. Lalu kantung plastik satunya berisikan beberapa buku seri manga anime favoritnya.

"Cepat sembuh! Aku selalu menunggu berkelahi lagi dengan mu (Name)!"

(Name) terkekeh mendengar permintaannya. Bukan Aoi namanya jika satu hari tanpa bertarung, bahkan saat baru menjalani masa pertemanan, (Name) dan Aoi selalu terlibat dalam berbagai hal pertarungan.

"Tentu saja. Kau pun jangan lupa mengasah teknik bertarung mu. Jangan sampai teknik bertarung mu terkalahkan oleh ku," ujar (Name) yang dibalas tawaan oleh Aoi.

"Aku tidak akan pernah menang melawan mu (Name). Kau itu berbeda jauh dengan ku. Seseorang yang berwujud seperti malaikati tapi berhati iblis itu bukan tandingan ku." Aoi sukses membuat (Name) menatapnya dirinya yang berjalan mendekati kursi di sebelahnya.

"Kau masih mengingat perkataan itu?" Alisnya naik ke atas.

"Aku masih mengingat nya (Name). Seorang iblis berwujud malaikat, itulah yang orang-orang kenal tentang dirimu," ucap Aoi yang mengingat panggilannya pada masa itu.

"Sudah lama bukan, aku tidak di panggil dengan sebutan itu?" (Name) beralih menatap Aoi dan duduk di kasur di sebelahnya.

"Yah...semenjak kau menghilang dan pensiun dari dunia berandalan, panggilan itu lenyap begitu saja." Aoi meraih telapak tangan milik (Name), menggenggamnya erat.

"Maka dari itu, tolong (Name)..."

"Kembalilah seperti dulu," pinta Aoi menatapnya dengan penuh keyakinan.

(Name) diam sejenak, menghela nafas dan satu telapak tangannya ikut menggenggam telapak tangan milik Aoi. "Akan ku pikirkan baik-baik."

"Dan pastinya aku akan memberimu jawaban yang terbaik," jawab (Name) yang membuat Aoi tersenyum lembut.

"Baiklah..."

Rey yang duduk di sofa menjaga si bungsu Ethan, merasa terabaikan dan tersingkirkan dari dunianya.

'Kebiasaan ini mah,' batin Rey menatap dingin kedua sosok di depannya.

Rey memutuskan untuk beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati (Name) dengan membawa Ethan di gendongannya. "Onee-chan, aku pulang duluan yah?"

"Aku kasihan pada Ethan," ujar Rey. (Name) hanya mengiyakan pintaannya sembari menyodorkan kantung plastik yang tadi diberikan oleh Aoi.

"Bawa ini ke rumah, simpan di kamar ku dan jangan buka maupun sentuhan se-kecil apapun," ucap (Name) yang membuat Rey menghela nafas berat.

"Baik onee-chan." Rey meraih telapak tangan kakaknya itu dan menciumnya. Setelahnya, ia menyodorkan tangannya ke arah Aoi.

"Etto..."

"Izumi Aoi, yoroshiku Rey," jawab Aoi memperkenalkan diri. Keduanya lantas saling bersalaman dan detik itu juga mereka merasakan sensasi aneh.

'Zrrtt-'

"Eh?"

Rey celingukan melihat sekitarnya yang begitu sangat berbeda dari sebelumnya. Sebelumnya ia berada di rumah sakit menemani kakaknya, tapi sekarang dirinya tengah duduk di sebuah ayunan di taman.

Netra birunya beralih menatap kearah bawah, menunduk dan memperhatikan baju yang ia kenakan.

Hitam, baju yang ia kenakan seluruhnya berwarna hitam. Ia berfikiran mengapa dirinya mengenakan pakaian serba hitam dan pikirannya semakin bertanya-tanya setelah mengetahui jika baju hitam digunakan ketika seseorang meninggal.

Yang mengganjal di pikirannya adalah, siapa yang meninggal?

"T-Tunggu! Ini di masa depan?!"

Ia baru mengingat jika dirinya adalah penjelajah waktu, setelah bersalaman tadi dengan teman kakaknya, Izumi Aoi, ia langsung kembali ke masa depan.

Rey lalu turun dari ayunan. Kemudian berjalan keluar untuk mencari sebuah petunjuk. Tiap jalan ia lewati hingga akhirnya ia menemukan beberapa yang berpakaian sama seperti dirinya.

Tanpa menunggu pikirannya menyuruh dirinya sudah terlebih mengikuti arah jalan yang dituju oleh orang tersebut.

Kaki jenjangnya berhenti tepat di sebuah tempat yang telah dihadiri oleh orang-orang. Mulai dari yang terdekat hingga yang jauh pun datang kemari.

Dahinya mengernyit penuh tanda tanya ketika mendengar tangisan orang-orang yang menangisi kepergian seseorang. Samar-samar ia mendengar nama sang kakak perempuannya di ucapkan oleh mereka.

Rasa penasarannya semakin menghantui pikirannya dan membuatnya semakin melihat siapa yang sebenarnya meninggal.

Karena tak ingin berlama lagi dengan rasa penasarannya, Rey memberanikan diri melangkah masuk menuju ruangan utama yang pastinya berisikan siapa yang meninggal.

"Eh?"

Manik biru laut nan tenangnya seketika terbuka lebar diiringi dengan pupil matanya mengecil. Ingin sekali kakinya berlari mendekat, namun tubuhnya berkata lain untuk memilihnya agar diam.

Degup jantungnya berdetak kencang, serta nafas yang begitu mencekat. Paru-paru terasa terganjal oleh sesuatu, membuat dada kirinya semakin sesak.

"A-Apa M-Maksud nya ini?" Rey meremas dada kirinya. Bulir-bulir keringat dingin mulai menetes dari pelipisnya.

'Apa maksudnya ini..."

'Mengapa, mengapa ada foto onee-chan di sana...'

(Name), gadis cantik nan rupawan. Foto miliknya yang menampilkan senyum manisnya, kini tersimpan di atas sebuah peti. Sekitarnya di penuhi berbagai macam jenis bunga.

"Akh..."

Rey berjalan gontai mendekati peti. Memapah kakinya yang kaku agar bergerak. Dirinya semakin tak percaya dikala melihat wajah pucat kakak perempuannya menutup kelopak mata, menyembunyikan sesuatu yang indah di baliknya.

"(Name)..."

"(Name)-nee, ini bukan dirimu kan?"

Pandangan kian mengosong, lengkungan tipis terukir di bibirnya. Kedua telapak tangannya membelai pipi lembut yang kini teramat kasar serta tulang-tulang pipinya uang yang sekaligus dapat ia rasakan.

"Kau bukan nee-chan bukan?" Rey semakin meremas sisi peti yang berisikan jasad kakaknya itu. Air mata kian menderas mengalir keluar dari pelupuk matanya.

"Nee-chan..."

"Akh..." Rasa sakit kian mejalar, dadanya semakin sesak.

Di belakangnya, tepat di belakangnya. Sosok sang kakak ikut membelai punggung adiknya yang begitu rapuh dengan senyum manisnya. Seakan memberikan isyarat agar dirinya berhenti menangis.

Shhh...hentikan tangisan mu...

Kau itu tidak se-cengeng ini...

Kau itu adalah sosok yang kuat...

Kau harus bisa bertahan walau dunia mu sedang hancur...

Belaian yang begitu lembut itu mengharapkan sang empu terbangun. Kristal bening perlahan menetes deras dari pelupuk matanya, mengiringi tiap inci wajah yang ia belai. Senyuman manis yang tak pernah luntur di bibirnya sedikit demi sedikit memudar.

Rey, dia mengenal suara ini. Ini adalah suara kakak perempuannya. Tapi...

Tapi kenapa ia tak bisa melihatnya, kenapa? Kenapa?

Dari belakang ia merasakan kehangatan yang tersalur kepadanya dan dua lengan yang sangat sopan melingkar di tubuhnya.

'Nee-chan tidak pergi...'

'Nee-chan hanya beristirahat..."

Tangisnya semakin mengeras dikala merasakan rengkuhan serta kehangatan sang kakak. Ia baru saja melihat kakaknya berada di hadapannya, tapi sekarang ia melihat kakaknya berada di hadapannya untuk pergi selamanya.

Orang-orang yang melihatnya ikut menangis. Terutama dua sosok yang berdiri tak jauh dari tempatnya.

Seorang perempuan bersurai cokelat tua yang tak lain adalah Izumi Aoi, serta di sebelahnya lelaki tinggi bersurai hitam dengan netra cokelatnya yang berair tak lain adalah Yamamoto Ethan, adik bungsunya.

"Onii-chan..." Mulutnya bergetar memanggil nama sang kakak di depannya.

Ia dapat mendengar suara Rey yang bergetar mengucapkan dan meminta agar sang kakak perempuannya bangun dan pulang bersamanya.

Ethan tak tega melihat kakaknya yang terus menangisi kepergian sosok perempuan di hidupnya. Lantas dirinya berjalan mendekati Rey, menyentuh pundaknya dan mendekatkan wajahnya.

Mulutnya mengarah ke telinganya dan mulai membisikkan sesuatu.

"Biarkan nee-chan berisitirahat dengan tenang....

































































































































































































Hai \(^o^)/
Balik lagi dengan author:3
Jangan lupa vote yak readers.

Feel-nya bisa kalian rasain + kalian bayangin? Kalau gak ya maaf otak author lagi puyeng ma tugas xixixi.

Hwhwhwhw jujur yah, author agak ngakak bercampur sedih baca komenan kalian:D
Kalian mood banget ci komennya:3

Good bye, see you again in another time~

Continue Reading

You'll Also Like

1.2K 402 21
"Berjanjilah jika kau tidak akan meninggalkan ku." "Ya. aku berjanji." "Kenapa?mengapa bisa seperti ini!" "Emma, maaf. Aku tidak bisa menepati janji...
4.2K 424 11
TIDAK ADA UNSUR LGBT SAMA SEKALI DAN KARAKTER COWOK YANG KUJODOHKAN DENGAN MC KUUBAH JADI CEWEK GENDERNYA STOP BILANG BOOK AKU INI YAOI DAN SEBAGAINY...
843 28 19
WARN!โš ๏ธ: - Cerita ini keluar dari otak sy - Tidak mengikuti alur - Karakter hanya milik Ken Wakui sensei, sy hanya meminjam - bahasa campur aduk - oo...
4K 595 12
ยทหšโœŽ ๏น Hanemiya Kazutora ร— Female!Reader โDia datang sebagai keberuntungan atau kesialan?โž โ†ท โ‹ฏ โ™กแตŽโ”ŠF A O D A I L หŽหŠห— โœŽ... 13 December 2021 โœŽ... 1...
Wattpad App - Unlock exclusive features