Suffering

By Suciiiyy

18.5K 2.6K 415

(Kagehina)(END) Sibisu? Sicacat? Itu aku. "Mau mati bareng nggak?" ______ Cerita ini akan membuat perasaan a... More

1-awal yang pahit
2- bullying
3- bukan shoyo!
4- pengganti orang mati
5- sipengecut
6- mau mati bareng?
7- berubah?
8- gelap
9- K09tH
10- pulang
12- maaf
13- salah aku
14- stick note (END)

11- kakak

976 179 34
By Suciiiyy

Aku pulang?!..
_________________

.

.





Laki laki itu berjongkok dihadapan hinata, satu tanganya mengelus wajah halus hinata. "Sebelah mata Kamu udah nggak bisa liat yah?" Lirih nya parau.

Hinata menggeleng, ia menunduk, sekarang penderitaanya sudah lengkap, ia sudah tidak mempunyai apa apa lagi selain nyawa. Dia tidak memiliki keluarga lagi, tidak mungkin ada yang ingin menampung laki laki yang sudah tidak memiliki apa apa sepertinya. Bahkan ia tidak mampu untuk berdiri.

Laki laki itu mengelus surai jingga hinata. "Okaeri." Ucapnya lembut.

Hinata tersentak, air mata nya tumpah dari satu mata yang masih ada bola matanya. Tanganya bergetar, ingin sekali ia menangkup wajahnya, namun tanganya lemas, Apa ini? Kenapa laki laki ini mengatakan okaeri?.

Laki laki itu mendorong perlahan kursi roda hinata menuju lift yang terdapat dimansion mewah itu lalu memasukinya, tanganya menekan tombol panah keatas setelah itu pintu lift pun tertutup.

"K09tH itu kageyama tobio." Ucap laki laki itu penuh penekanan.

Hinata menggeleng. "Nggak mungkin, dia malaikat baiknya aku." Ucapnya bergetar.

Laki laki itu menggeleng. "Sebelum gue jelasin. Gue bakal memperkenalkan diri ke lo. Gue kozume kenma. Kakak kandung lo! Yang selama ini jaga lo dari jauh, Dan maaf baru bisa bawa lo pulang. Tapi gue janji bakal memperbaiki kerusakan yang gue ulur ulur."

Badan hinata membeku, mungkin kah ini orang yang selama ini suka masuk keminpinya? Tapi apa mungkin berhubungan? Bukan kah ini mustahil?.

Laki laki itu tersenyum kecil, "gue tau lo bingung, gue bakal jelasin semuanya nanti. Tapi sebelum itu, adek gue harus tau kalau penyebab penderitaan nya selama ini adalah orang yang paling baik dan orang yang kamu anggap sebagai malaikat baik yang dikirim tuhan. Semua itu bohong shoyo! Dia adalah iblis berkedok malaikat." Kekeh nya kecil.

Hinata masih tidak faham apa yang laki laki ini maksut, tangan nya gemetar namun ia masih tetap tidak bisa menggerakkan tanganya.

Laki laki itu menggenggam tangan hinata yang bergetar. "Gue bakal jelasin. K09tH itu adalah unsur kimia. K yang berarti kalium, kalium itu merupakan kandungan terbanyak yang terkandung disusu, bukan kah teman mu itu suka susu?" Ucapnya lembut.

Hinata mengagguk kecil.

"Dan 09 itu bulan, mereka akan nahan lo tersiksa disana selama sembilan bulan dan lo uda merasakan sakit sslama tujuh bulan disana bukan?"

Hinata hanya menunduk, ia membiarkan orang ini bercerita.

"Dan yang terakhir. tH itu torium yang merupakan unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Th , Logam torium berwarna keperakan dan bernoda hitam . Bukan kah warna perusahaan dan warna rumah mereka bernuasa perak dan hitam?. Faham kan? , Dan sore nanti papa bakal bawa lo kerumah sakit yang ada diamerika untuk operasi lo." Ucapnya lirih.

Hinata terdiam, ia masih tidak mempercayai semua ini.

Laki laki itu tersenyun lebar."gue tau lo pasti nggak percaya, mungkin orang orang bodoh bakal ngira kode itu adalah kageyama karena ada huruf k dan t nya , tapi tidak dengan gue, gue uda pelajarin masalah ini dari awal lo diculik, lo percaya kan?"

Hinata sedikit mengagguk, apa yang diucapkan oleh orang dihadapanya ini kemungkinan benar , semua perkataanya tersambung dengan masalah ini. Tunggu apa mungkin orang dihadapanya ini adalah detektif?.

Hinata mendongak. "Kamu detektif?". Tanya hinata dengan suara kecil.

Laki laki itu mendorong kursi roda hinata keluar disaat pintu lift itu terbuka, lalu membawanya kesebuah ruangan. "Gue tau lo disembunyiin dimana , dan bisa nolong adik gue karena kode itu, mereka sangat bodoh bukan? Memberikan ciri ciri dan motif mereka melalui kode. Jika mereka bertemu dnegan orang sepintar gue kan gini jadinya." Laki laki itu terkekeh kecil. "Btw gue bukan detektif. Gue masi anak SMA kaya lo." Ucapnya lembut.

Laki laki itu membuka pintu besar bernuasa putih dihadapan mereka, dan mendorong hinata memasuki ruangan besar itu. "Ini kamar lo, papa sama bunda sebentar lagi pulang, tunggu ya! Mereka lagi diparis soalnya, sekarang lagi diperjalanan pulang." Jelasnya rinci.

Mata hinata membulat. "Kamar ini terlalu besar, bukan kah-.. ini terlalu berlebihan?" Ia bertanya kecil.

Laki laki itu terkekeh. "Kamar lo yang disini nggak ada apa apa nya sama kamar lo yang lagi dibuat dirumah kita yang dilondon." Laki laki itu mengelus surai hinata. "Lo tenang aja oke! Kalo butuh apa apa lo tinggal pencet bel yang diatas nakas, nanti seluruh asisten lo bakal ngelayani lo oke!."

Hinata mengagguk ragu.

•••

Bunyi bel dari luar kamar membuat hinata terbangun dari tidurnya, ia mendudukan dirinya perlahan dikingsize besar miliknya.

Hinata menatap pintu itu bingung, namun matanya tidak sengaja menatap remot yang berada dinakas sebelaj kingsize nya, lalu ia menekan salah satu tombol berwarna biru diremot itu.

Pintu itu terbuka lebar menampakan wanita paruh baya bersurai orange dengan laki laki paruh baya bersurai hitam didepan pintu kamar hinata. Wanita iti berlari masuk lalu memeluk hinata erat. "Shoyo!! Ini bunda sayang!!, maafin bunda udah gagal jaga kamu dan biarin kamu hilang! Maafin bunda sayang!" Wanita itu memeluk hinata erat , ia menciumi wajah hinata lalu menangis sendu dihadapan anak malang itu.

Laki laki paruh baya bersurai hitam itu mengelus kepala hinata perlahan, Lalu menariknya dan menyenderkan tubuh ringkih hinata kedalam dekapanya. "Ini papa sayang, maafin papa yah!". Ucap laki laku paruh baya itu pelan.

Hinata menggeleng perlahan, ia bingung harus menjawab apa.

Laki laki paruh baya itu membiarkan istrinya memeluk hinata erat, kedua tanganya bersamaan mengelus kepala istri dan anaknya. "Shoyo, kamu tau? Perusahaan Kagy'ma dendam sama keluarga kita sampai memperlakukan kamu seperti ini karena apa?" Tanya nya lembut.

Hinata menggeleng pelan.

Laki laki itu mengela nafas , lalu ia tersenyum kecut. "Saat itu seluruh anak buah CEO perusahan kagy'ma memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencuri saham utama perusahaan kita, namun gagal dan menyebabkan seluruh anak buah mereka mati sia sia, bahkan anak buah papa nggak sengaja membunuh istri dari CEO perusahaan kagy'ma, dan mereka menyimpan dendam karena itu. Dan iya, papah dulu ketua mafia, namun disaat kamu diberitakan menghilang dan kami tidak bisa menemukan kamu, papah melepas jabatan itu, dan papa menjalankan kehidupan normal seperti sekarang." Jelasnya.

Hinata menatap laki laki itu bingung. "Kenapa nggak dari dulu jemput shoyo?!" Gumamnya kecil.

Wanita paruh baya itu menangis kuat, ia memeluk hinata erat. "Maafin bunda nak!! Maafin papa!! Maafin kakak kamu juga karena jemput kamu telat! Maaf!!" Ucapnya disela isakanya.

Laki laki paruhbaya itu mengelus kepala hinata. "Maafin papa juga, karena asisten kepercayaan papa membujuk papa untuk tidak mencarimu lagi. Maafin papa karena nggak tau kalau dia penghianat, maafin papa shoyo!" Laki laki itu mengecup kening hinata berulang kali.

Hinata menggeleng. "Sa-sakit, badan shoyo sakit, shoyo capek! Shoyo mau mati aja!, shoyo bukan anak baik bunda! Shoyo mau nyerah!" Ia menangis sendu.

"Bunda tau, maafin bunda karena nggak ada disebelah shoyo waktu shoyo tersiksa."

Hinata meremat selimut yang menutupi kakinya. "Tapi nggak tau kenapa kemaren shoyo terus hidup padahal mereka udah bikin shoyo seperti alat! Shoyo nggak tau! Kenapa aku sekuat itu? Kenapa tuhan tidak memanggilku?, mungkin karena tuhan ingin memberiku kebahagiaan, aku percaya jika bahagia itu akan datang, tapi dunia semakin kejam! Bahkan orang yang aku percaya aja bikin aku sebagai alat! Aku takut!   Aku nggak mau percaya orang lagi! Shoyo mau mati!" Remaja itu memberontak dipelukan bundanya.

Wanita itu tetap kekeh memeluk hinata. "Maafin bunda sayang, ini bunda kamu! Bunda nggak bakal bikin kamu seperti alat sayang! Maafin bunda!" Wanita itu menangis parau.

Hinata tersentak, ia bingung kenapa kata kata tadi lancar keluar dari mulut nakal nya itu, padahal ia selalu menyimpan segala lara dihatinya sendiri, tanganya terangkat lalu mengelus lembut punggung wanita paruhbaya itu. "Maaf, saya salah bicara" ucapnya  formal.

Wanita itu menggeleng. "Kamu anak bunda sayang! Kamu berhak cerita keluh kesah kamu seperti tadi!" Wanita itu menangkup wajah hinata.

Hinata menatap wanita itu sendu. "Bunda?". Gumanya kecil.

Wanita itu mengagguk antusias. "Iya , ini bunda!" Lalu ibu hinata memeluk hinata erat. "Selamat datang pangeran kecil nya bunda!"

Laki laki paruhbaya yang sedari tadi terdiam pun ikut mengelus surai hinata perlahan, air mata nya terjun bebas dirahang kokohnya. "Selamat datang putra bungsu papa!" Lalu laki laki itu mengecup kepala hinata.


























_____________________________________
TBC

belum end woe.. 4 chap lagi... kalian nggak mau liat karma nya sikage?💔

Jangan lupa baca cerita aku yang lain yah!! Seru loh! Aku baca 3 kali masih kena mental😭💔

Arigato❤

Continue Reading

You'll Also Like

Senja By .

Fanfiction

29.7K 4.7K 30
[𝒌𝒆𝒏𝒉𝒊𝒏𝒂]•🄲🄾🄼🄿🄻🄴🅃🄴🄳 ᵗᵉⁿᵗᵃⁿᵍ ᵏᵉᵈᵘᵃ ᵒʳᵃⁿᵍ ᵇᵉʳⁿᵃˢⁱᵇ ᵗʳᵃᵍⁱˢ ʸᵃⁿᵍ ᵈⁱᵖᵉʳᵗᵉᵐᵘᵏᵃⁿ ᵈⁱᵇᵃʷᵃʰ ˡᵃⁿᵍⁱᵗ ˢᵉⁿʲᵃ‧ ✿✿✿ "𝐷𝑖𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑖𝑡 𝑠�...
40.7K 2.8K 8
[Masih tahap Revisi✓] [Untuk sementara up satu-persatu dulu.] [HIATUS SEMENTARA!] "Jika dunia ini tidak adil bagimu, maka buatlah keadilan sendiri un...
16.4K 1.6K 11
[ COMPLETED ] ⚠️ Selfharm and Suicide Warning ⚠️ Seorang Hinata Shoyou yang harus menerima tuduhan dan ketidakpercayaan teman temannya atas kematian...
257K 21K 31
VOTE DAN COMMENT JANGAN LUPA, TERIMA KASIH. Pernahkah kalian mendengar penyakit mati rasa? Tidak merasakan marah, kesal, senang, bahkan cinta, dan y...
Wattpad App - Unlock exclusive features