Rasa Ini ✓

Por cacabcde

61.6K 7K 513

Akan bahagia sekali rasanya kalau Allah menakdirkan kita berjodoh. Anrez Adelio yang mengidolakan seorang Tia... Más

Prolog
1. Awal
2. Nuca Kemana?
3. Orang Lain
4. Selesai
5. Melepaskan
6. Berharap
7. Bulan Bintang
8. Be Mine?
9. Happy Birthday, Tiara
10. Kenapa?
11. Cemburu
12. Bucin
13. Shakira
14. Kenapa Bisa?
15. Bohong
16. Perhatian
17. Gemintang Hatiku
18. Bali
19. Sakit
20. Renggang
21. Diculik?
22. Dalang
23. Rasa Ini Tetap Sama
24. Baikan
25. Kembali Percaya
26. Kamu Yang Kutunggu
27. Belajar Dewasa
28. Kabar
29. Hancur
30. Merenggang Lagi
31. Happy Birthday, Anrez
32. Tiara dan Caca
33. Bahagia
34. Happier
35. Lebih Dekat
36. Down
37. Hadapi Berdua
38. Liburan
39. Jatuh Cinta
40. Bandung
41. With You
42. Bertemu Shakira
Instagram
43. Menikah
44. Pengantin Baru
45. Mimpi yang Baru
47. Honeymoon
48. Harapan
49. Milikku Selamanya
50. Positif?
51. Kecewa?
52. Telat Lagi?
53. Anrez Mual
54. Ngidam
55. 32 Minggu
56. Alde Saskara Adelio
Epilog
Extra Part
New Story!
New Story!
New Story!
New Story

46. Takut

919 110 9
Por cacabcde

Aku hanya takut mengecewakan suamiku.

•••

"Ada apa nih? Udah isi, Ti?" tanya Mama Yoshi.

Tiara melebarkan matanya. "Iiihhhh, Mamaa. Baru juga nikah kemarin, masa udah isi."

"Aamiin, Ma. Doain aja," sahut Anrez dengan senyum pepsodentnya.

"Ini loh Ma, Pa. Besok kita mau ke Itali," ucap Tiara.

Mama Yoshi tersenyum. "Mau honeymoon?"

Anrez mengangkat-angkat alisnya. "Iya, dong, Ma."

"Asik nih. Ya udah, kalian have fun, ya, honeymoon-nya."

"Rez, besok mainkan, Rez," lanjut Papa Deddy kepada Anrez.

"Eis, siap, Paa."

"Iiisshhh, apa sih kalian," tanya Tiara dengan pipi yang sudah merah seperti tomat.

Anrez mencolek pipi Tiara. "Malu? Hm?"

"Kaaakkk," rengek Tiara sembari melingkarkan tangannya pada tubuh Anrez.

Sementara Anrez tertawa pelan melihat tingkah istrinya. Anrez membalas pelukan Tiara seraya mencium puncak kepala Tiara.

"Pengantin baru mah, ya, Pa," kata Mama Yoshi.

"Iya, Ma, sampai kita dilupain," sahut Papa Deddy.

Anrez dan Tiara sontak tertawa kemudian melepaskan pelukannya. "Aurel mana?"

"Aurel lagi main sama temen-temennya."

Tiara manggut-manggut lalu menoleh ke arah Anrez. "Yuk? Kita belum ke rumah Mama Adella nih. Capek banget akuu."

Anrez mengelus puncak kepala Tiara lalu mengangguk. "Ya udah, yuk."

"Ma, Pa, maaf, ya cuman bentar. Abis ini kita mau ke Condet," kata Anrez kepada Mama Yoshi dan Papa Deddy.

Papa Deddy mengangguk. "Ya udah gih, takut kemaleman juga kalian pulangnya. Besok flight jam berapa?"

"Jam sembilan, Pa," jawab Tiara.

"Mau dianterin gak?" tanya Mama Yoshi.

"Gak usah deh, Ma. Kita ke sana dianter Pak Aryo aja," balas Anrez.

•••

Tok tok

"Assalamualaikum."

Ceklek

"Waalaikumsalam. Eh, kalian."

"Ma," balas Anrez mencium punggung tangan mamanya disusul oleh Tiara.

"Masuk, yuk."

Anrez dan Tiara pun masuk ke dalam rumah bersama dengan Mama Adella kemudian mendudukkan tubuhnya di kursi ruang tamu.

"Kalian udah makan?" tanya Mama Adella.

"Udah kok, Ma," jawab Tiara.

Mama Adella mengangguk. "Kalian dari mana?"

"Tadi kita abis dari mall, terus ke rumah Ziva, abis itu ke BSD," jawab Anrez.

"Ada apa, Nak?"

"Enggak ada apa-apa kok, Ma. Kita cuman mau ngasih tau aja besok kita mau ke Itali," balas Tiara sambil tersenyum.

"Ooh, mau honeymoon, ya?"

Anrez mengangguk. "Iya dong, Ma."

"Mau dianterin gak besok?" tanya Mama Adella.

"Gak usah, Ma. Kita besok dianter Pak Aryo aja," jawab Tiara.

"Jam berapa flight-nya?"

"Jam sembilan pagii."

"Ya udah, hati-hati, ya. Kalau udah sampe sana, kabarin."

•••

"Sayang," panggil Tiara.

"Kenapa, istriku?"

"Kita ngobrol yuk, sebelum tidur," seru Tiara. Sekarang mereka sudah berada di kamarnya. Sudah merebahkan tubuh mereka di ranjang.

"Kemarin kita gak ngobrol, ya?"

Tiara mengangguk. "Kamu gak sabaran, jadi aja gak ngobrol."

Anrez terkekeh. "Aku mau tanya boleh?"

"Boleh dong."

"Ketakutan terbesar kamu apa sih?"

Tiara menggamit tangan Anrez lalu memposisikan pada pipinya. "Hmm, apa, ya?"

"Ketakutan terbesarku, aku kehilangan Mama, Papa, Aurel, dan kamu," jawab Tiara sambil memandang lekat wajah Anrez.

"Aku takut, aku gak ada di sisi kalian saat aku bakal kehilangan kalian," lanjut Tiara.

"Dan satu lagi, Kak."

"Apa, ging?"

"Aku takut ngecewain suamiku," balas Tiara dengan tangannya yang mengelus pipi suaminya.

Kening Anrez mengkerut. "Kenapa gitu?"

"Aku takut tugasku sebagai istri gak bener, sayang. Aku takut kamu terlalu lama nunggu aku hamil, aku takut–"

"Sayang, kita baru aja kemarin menikah. Gak apa-apa kalau misalkan kamu masih belum bisa menyesuaikan diri," timpal Anrez membuat Tiara terdiam.

"Walaupun kamu gak dalam waktu dekat ini hamil, gak apa-apa, gingging. Itu artinya Allah masih mau kita berdua, kita pacaran lagi, memantaskan diri juga untuk menjadi orang tua," lanjut Anrez dengan senyum manisnya. Senyuman yang Anrez berikan padanya mampu membuat Tiara tenang.

Tiara membalas senyumnya lalu mengangguk. "Makasih, ya, sayang."

"Kalau ketakutan terbesar kamu apa, Mas?" tanya Tiara.

"Aku juga sama, aku takut kehilangan Mama, adik-adik, dan kamu. Aku takut ngecewain kalian, takut ekspektasi kalian terhadap aku gak bisa aku wujudkan, aku takut gak bisa bikin kalian bangga sama aku," balas Anrez.

Tiara tersenyum, tangannya terulur menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah suaminya. "Aku yakin kamu bakal selalu berusaha biar kita gak kecewa. Aku pribadi liat usaha kamu aja, aku udah bangga, sayang."

"Mama, sama adik-adik kamu juga pasti udah bangga banget sama kamu, Maasss," lanjut Tiara dengan senyum tenangnya.

Anrez tersenyum. "Aku seneng banget kamu selalu ada buat aku, yang. Bahkan sekarang, kamu udah jadi istriku," ucap Anrez lalu mencium tangan Tiara.

"Kak," panggil Tiara.

"Iya?"

"Hal apa yang kamu bangga pernah ngelakuin itu?" tanya Tiara.

"Aku bangga banget udah usaha buat masuk ke dunia entertainment, yang. Aku bangga banget sama semua usahaku di dunia entertainment ini, yang bikin Mama dan adik-adik bisa hidup lebih baik sekarang," jawab Anrez.

Tiara tersenyum bangga ke arah suaminya. Anrez yang selalu mengedepankan kepentingan mamanya dan juga adik-adiknya, Anrez yang selalu berusaha lebih untuk membuat mama dan adik-adiknya bisa hidup lebih baik dari sebelumnya. Tiara berdecak kagum sekaligus bangga serta bersyukur memiliki suami yang sangat baik hatinya.

"Kalau kamu, ging?"

"Kalau aku, aku bangga banget bisa masuk Indonesian Idol, Mas. Aku bangga banget bisa keluar dari Indonesian Idol sebagai runner up. Karena itulah aku bisa kayak sekarang," jawab Tiara.

"I'm so proud of you, gingging."

"I'm so proud of you too, Maasss."

"Aku bersyukur banget Allah mengizinkan kita bersama, Tiara. Bila waktu izinkan kita menua bersama, di mataku indahmu tetap sama, gingging," kata Anrez dengan matanya yang menatap lekat istrinya.

Tiara terkekeh. "Itu lirik lagu, sayang."

"Nyanyiin dong, sayang," seru Anrez.

Ku temukan arti cinta

Di waktu hidup denganmu yang tak terduga

Seperti nadimu yang selalu denyutkan setia

Aku bahagia menjadi miliknya

Ya, benar. Tiara sangat bahagia menjadi pemilik dari denyut nadi suaminya yang selalu setia. Pada Anrez lah, ia dapat menemukan arti cinta sesungguhnya.

Bagaimana bisa kau titipkan cinta

Pada aku yang jauh dari sempurna?

Bila waktu izinkan kita menua bersama

Di mataku indahmu tetaplah sama

Anrez berdoa, semoga waktu akan senantiasa mengizinkan dirinya untuk menua bersama Tiara. Maka percayalah, di matanya, keindahan seorang Tiara akan tetap sama seperti pertama kali bertemu.

Bagaimana bisa aku jatuh cinta

Berulang kali, berulang kali

Berulang kali pada orang yang sama?

Tiara menyelesaikan bait lagu tersebut diakhiri dengan senyumnya. "Gimana bisa sih, aku jatuh cinta berulang kali pada orang yang sama? Gimana bisa kamu buat aku jatuh cinta setiap hari?"

- to be continue -

•••

Yuhuuuuu rek rek sekalian, akang teteh semua, halooooo~ Masih nungguin aku up tidaaa? Kalian bosen gak sih sama ceritanyaa? Gak ending2 perasaan wkwkkwkw. Nanti kita ikut Anrez sama Tiara honeymoon yaaa xixixixi. Jangan lupa vote ceritakuuu. See you next part!

Seguir leyendo

También te gustarán

10.9K 1.7K 30
Menceritakan seorang cowok nakal yang ingin mendapatkan hati kakak kelasnya. Semakin ditolak oleh sicewek laki-laki itu malah semakin penasaran dan t...
162K 11.5K 87
(Complete) "Mencintaimu itu sama dengan bunuh diri secara perlahan,tapi bodohnya aku tetap melakukannya" Anrez Putra Adelio "Jangan berharap padaku b...
425K 23.9K 49
Mungkin kamu akan jatuh cinta dengan kisah mereka, Adrian, Lilya dan Nala. Satu malam telah membawa Adrian masuk ke dalam kehidupan Lilya, begitu jug...
13.7K 1.5K 115
Terkadang apa yang kita lihat di kenyataan yang ada di depan kita belum tentu itu sama seperti masa lalu kita yang masih tersembunyi entah pada siapa...
Wattpad App - Desbloquea funciones exclusivas