بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saat ini Alvarez sudah tiba didepan sebuah hotel yang terbengkalai. Ia kemudian langsung masuk namun balum sampai dalam ia sudah dihadang oleh beberapa body guard disana. Al dan beberapa body guard itu terlibat baku hantam. Sedangkan didalam hotel itu Najwa ditarik Diana menuju ke lantai 2. Diana berencana mendorong Najwa dari lantai 2.
"Dii....please jangan gila, kamu bisa dipenjara karena udah bunuh aku" ucap Najwa sambil mencoba melepaskan cekalan tangan Diana.
"Gue ngga takut dipenjara, asalkan Alvarez sengsara!!!" ucap Diana, wanita itu sudah diselimuti oleh nafsu setan.
Najwa merasakan perutnya teramat sakit, mungkin karena ia berjalan menaiki tangga ini.
"sayang kamu bertahan yaa, maafin mama sayang.. Ya Allah selamatkanlah bayi hamba, hamba mohon Ya Allah..." doa Najwa dalam hati.
Baru sampai anak tangga yang terakhir tiba-tiba Alvarez datang.
"DIANA BERHENTI!!!!" teriak Al murka
"Woowww....datang juga kamu Al.. apa? mau selamatkan istri kesayangan kamu ini?!! hah?!!!" tanya Diana sinis.
"kamu boleh bunuh aku, tapi aku mohon lepaska Najwa" ucap Al pasrah melihat Najwa sudah pucat.
"Kalo lo mati, lo ngga bisa dong merasakan kehancuran karena ditinggal sama orang yang lo sayang. sedangkan tujuan gue itu Al, gue mau lihat lo hancur! lo udah bunuh bokap gue, lo juga harus merasakan kehilangan istri + calon bayi lo!!" ucap Diana.
Baru saja Al ingin naik, Diana langsung berteriak.
"JANGAN SEKALI-KALI LO BERANI NAIK!! ATAU GUE DORONG ISTRI KESAYANGAN LO INI DARI ATAS" Pekik Diana.
"Dianaaa....hiksss...jangan please jangan" ucap Najwa sambil sesenggukan. Ia tidak takut mati, tapi ia takut bayinya yang akan pergi.
"DIANAA!!!! JANGAN GILA!! LEPASKAN NAJWA DAN SILAHKAN SIKSA SAYA SEPUAS KAMU!!!" ucap Al takut jika Najwa dan putranya kenapa-napa.
Alvarez sengaja mengulur waktu sampai polisi datang bersama Fendy. Beberapa waktu kemudian polisi naik ke lantai 2 lewat tangga darurat disamping hotel. Al mendapatkan kode dari Fendy kalau polisi sudah naik ke lantai 2.
Diana mengetahui jika ada seseorang yang mengendap-endap datang. Diana melirik sisi kiri dan kanannya, ternyata polisi sudah tiba disana. Dengan cepat Diana langsung mendorong Najwa hingga perutnya membentur pegangan tangga setelah itu Diana langsung berlari pergi.
"AAWWSSSS.... MASHHH" pekik Najwa sambil memegangi perutnya.
"YA ALLAH NAJWAA!!!" dengan cepat Al langsung berlari naik.
"MASHHH...SS..SAKITHH..." ucap Najwa terbata.
"S-sabar sayang, kita ke rumah sakit yaa.. bertahan sayang" ucap Al panik saat melihat darah mengalir di lutut Najwa.
Al langsung membopong Najwa turun dan meminta tolong Fendy untuk di supiri ke rumah sakit. Al duduk dibelakang dengan memangku kepala Najwa yang sudah bercucuran keringat.
"MASHHH...SS..SAKITHH.." ucap Najwa.
"Najwa bertahan demi saya, kamu kuat saya yakin kamu kuat.. bertahan yaa.." ucap Al sambil mengecup kening Najwa.
"FEN! CEPETAN!!!" ucap Al emosi
"Iya pak" sahut Fendy kalang-kabut
Tak lama kemudian mereka sudah tiba di Jakarta Hospital.
Fendy langsung berlari masuk untuk memanggil suster agar membawakan brangkar. Setelah suster tiba Najwa langsung didorong ke ruang bersalin.
"Pak sepertinya kami harus melakukan tindakan operasi karena kondisi ibu Najwa tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal" Ucap dokter Nessa.
"NGGA DOK.. SAYA MAU MELAHIRKAN NORMAL!!" ucap Najwa
"Bu Najwa tapi kondisi ibu sangat lemah" ucap dokter Nessa.
"Najwa nurut yaa.. operasi aja" ucap Al.
"please mass.. aku mau normal..please" ucap Najwa tetap pada pendiriannya.
"aku yakin aku bisa...pleaseee" ucap Najwa memohon dengan wajah yang sudah pucat.
"MASHHH...PLEASEE!!!" ucap Najwa sambil meringis sakit.
"yaudah dok istri saya melahirkan normal" ucap Al dengan ragu.
"pak tapi.." dokter Nessa benar-benar takut.
"DOKK...SAYA MOH..HON..HIKSS" ucap Najwa menahan sakit.
"baiklah silahkan bapak tanda tangani surat ini dulu" ucap dokter Nessa sambil memberikan Al surat bermaterai. Surat itu berisi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pihak rumah sakit tidak akan bertanggung jawab.
Alvarez menerima surat itu dengan tangan bergetar, Al menatap Najwa dan dibalas anggukan lemah oleh istrinya itu. Al langsung menandatangani surat itu dengan cepat. Setelah itu ia langsung berdiri disamping Najwa menggenggam tangan Najwa erat.
"Kuat yaa, saya yakin kamu bisa" ucap Al bergetar lalu mengecup kening Najwa sekilas.
"Bu Najwa ikuti instruksi saya yaa" ucap dokter Nessa
Najwa hanya mengangguk lemah, sungguh ini teramat sangat sakit sekali.
Najwa berulang kali mengejan dengan nafas yang tersengal-sengal dan keringat sebesar biji jagung sudah membasahi dahinya.
"Sayang ayo sayang semangat" ucap Al sambil meneteskan air mata. Sungguh jika ia bisa menggantikan posisi Najwa, ia rela. Ia benar-benar tak tega melihat Najwa kesakitan seperti sekarang.
Dengan susah payah Najwa mengikuti instruksi dokter Nessa, walaupun dengan nafas yang tersengal-sengal. Tak lama kemudian tangisan seorang malaikat kecil menggema di ruangan itu. Bayi yang masih berlumuran darah. Najwa tersenyum tipis mendengar suara putranya itu.
"Sayang terimakasih yaa.. terimakasih" ucap Al sambil mengecup kening Najwa beberapa kali. Namun mata Najwa mulai terpejam.
"M-mas.." lirih Najwa hampir tak terdengar.
"Iya kenapa?" Tanya Al takut
"A-aku n-ngga kuat" ucap Najwa susah payah.
"Kamu ngomong apa sih!" Ucap Al semakin khawatir.
"K..kalo.. a-ku.. n..ngga sshh-selamat n..nitip anak-anak yaa" ucap Najwa diakhiri senyum tipisnya.
Al menggelengkan kepalanya, ia menangkup pipi Najwa.
"Kamu selamat jangan ngomong kayak gini.. please bertahan yaa.." ucap Al bergetar diiringi isakan tangisnya.
Dengan bergetar tangan Najwa mencoba memegang pipi Alvarez, namun belum sampai ia memegang pipi suaminya itu kegelapan mulai menyerangnya. Tiba-tiba Najwa terpejam tak sadarkan diri.
"NAJWA...NAJWA.." Panggil Al kalang-kabut.
"NAJWAAA...HIKSS.. BANGUN SAYANG, BUKA MATA KAMU" ucap Al sambil menepuk pipi Najwa.
Dokter Nessa pun langsung menangani Najwa, memasangkan masker oksigen untuk Najwa. Dan Al, pria itu melangkah gontai keluar.
"Al?? Why?" Tanya mama Sera saat melihat putranya itu keluar dari ruangan dengan lemas.
"Hikss.. Najwa maa.." ucap Al lalu memeluk mama Sera.
"Najwa tak sadarkan diri setelah melahirkan" ucap Al.
"Ya Allah" mama Sera pun juga panik mendengar itu.
Mama Sera mengajak Al duduk dan menenangkannya. Beberapa menit kemudian dokter Nessa keluar.
"Dok, gimana istri saya?" Tanya Al
"Pak maaf, tapi kami harus memindahkan Bu Najwa ke ICU. Detak jantung Bu Najwa sangat lemah, dan kemungkinan Bu Najwa kritis" ucap dokter Nessa.
Mata Al dan mama Sera pun membulat sempurna.
"Hikss... Dok, istri saya selamat kan?? Iya kan dok?" Tanya Al.
"Kami tidak tau pak, semua itu kehendak Yang Maha Kuasa. Tapi kemungkinan sangat kecil karena Bu Najwa tadi juga pendarahan, dan saya tadi juga sudah sarankan untuk di operasi saja" ucap dokter Nessa.
"Lalu anak saya gimana dok?" Tanya Al
"Putra bapak masih di inkubator karena untuk menjaga suhu tubuhnya. Mungkin hanya 3-4 hari saja karena berat badannya juga sudah mencukupi" ucap dokter Nessa.
Al benar-benar lemas seketika, istrinya kritis dan putranya di inkubator. Setelah dokter Nessa pergi, Al terduduk lemas di kursi. Al kemudian berdiri dan langsung menuju ke ruangan dimana putranya di inkubator.
Al melihat bayi kecil didalam ruangan itu sendiri, yaa. Itu adalah putranya.
"Sayang kamu kuat yaa.. ada papa, mama, Oma yang nunggu kamu disini" lirih Al menatap bayi laki-lakinya itu.
Setelah itu Al langsung kembali ke depan ruang ICU.
***
Vote!