Asrama Di Lian

By cici_nomaden

66.7K 1.1K 71

Cerita ini mengenai kehidupan Cita, yang menjadi yatim piatu di umur 13 tahun ketika ia menyaksikan ayahnya d... More

Asrama Di Lian
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Epilogue

Chapter 26

1.2K 29 1
By cici_nomaden

Rrrringgg...Rrriinggg... suara telepon rumah Kato berbunyi. Dalam hati Cita sudah menerka bahwa ajakan kencan selama liburan dengan beberapa wanita yang tinggal di kompleks mansion pak Besar pun akan dimulai segera. Rumah pak Besar terletak di kompleks perumahan mewah. Sebagian besar anak-anak yang tinggal di perumahan ini biasanya bersekolah di luar kota, walaupun ada beberapa yang sekolah di 3V dan Teratai. Liburan musim dingin adalah liburan umum yang dirayakan secara nasional. Karena sangkaannya, ia kaget ketika Kato memanggil namanya, "Cit, temen lo tuh!"

Cita tak bisa menyembunyikan rasa senangnya ketika mengambil telepon dari tangan Kato. "Huuu, senengnyaaa yang mau ketemu cowoknyaa!" ejek Kato.

"Enak aja! Sana jauh-jauh!" ia mendorong Kato yang ngotot mau duduk nguping pembicaraan Cita di telepon. Tapi melihat Kato yang gak bergeming dari tempat duduknya, Cita gak memaksa.

"Allow?"

"Vit, boleh gak kesini?"

"Ini Aziz?"

"Iyaa siapa lagi?"

"Ooh.." untuk detik pertama Cita kecewa karena gak mendengar suara CP, tapi kemudian ia senang bisa mendengar suara ceria Aziz kembali.

"Boleh gak? Boleh gak?" suara Aziz yang penasaran mencerahkan muka Cita.

"Siapa sih? Siapa sih? CP ya?" Kato masih menempelkan kupingnya ke gagang telepon Cita. Di kebebasan rumahnya dan tanpa tatapan teman-temannya, Kato memang jauh lebih akrab dengan Cita.

"Iiihhh! Sanaan kek! Privacy please!" Cita berlari dari Kato tanpa bisa menjawab pertanyaan Aziz. Di line yang berlawanan Aziz hanya mendengar suara gedubrakan dan tawa.

"Vit? Boleh gakkk??"

"Iya! Adduh! Iya, Jis boleh. Bentar ya, ada orang minta digebukin dulu. Bentar lagi deh gue telepon. Gue lupa kemaren minta nomor telepon rumahnya CP. Jadi yang ada di caller ID ini kan nomornya?"

"Sini gue yang ngomong. Kato kan tuh?"

"Iya, ya udah. To, nih Aziz mau ngomong."

Dan untuk beberapa lama Kato dan Aziz membicarakan musik dan Kato berjanji untuk menonton konser Aziz dan anak-anak 3V di acara thanksgiving walikota. Kemudian..."Cit, nih CP mau ngomong ama lo."

Cita merasa semangat yang berbeda di hatinya. "Hallo?"

"Cita, udah boleh nginep kesini?"

"Iya, tapi sesudah thanksgiving. Kata Kato, Harlan ama Dani bakal nginep sini juga sesudah thanksgiving, jadi jemput aku sebelum mereka datang ya, Pe'?"

"Oke. Bu Besar mau ngomong sama nyokap gue?"

"Iya, boleh. Bentar ya gue tanya ama ibu dulu."

Tak berapa lama suara renyah bu Besar terdengar di telepon, bertukar pengalaman dengan ibunda CP.

Continue Reading

You'll Also Like

3.2K 194 43
πŸ“– π—¦π—Άπ—»π—Όπ—½π˜€π—Άπ˜€ Satu kecelakaan... Lima sahabat... Dan sebuah rahasia yang seharusnya terkubur selamanya. Citra meninggal tragis dalam kecelakaan...
205K 19.4K 39
[revisi] "Kapan gue bisa idup tenang?" "Kapan lagi coba ngungkap misteri turun-temurun sekolah?" "Gue niatnya mau sekolah, bukan nyetor nyawa ke alam...
34.1K 4.2K 27
Zeline Keysa Jovanka, seorang agent yang melengserkan diri di usia muda karena sudah tidak punya alasan lagi untuk bertahan di organisasinya. Niat h...
162 19 8
Sebuah sekolah elit yang hanya bisa dimasuki oleh murid murid dari kalangan menengah ke atas Apa yang terpikirkan olehmu? Kisah cinta yang mendebark...
Wattpad App - Unlock exclusive features