Arti Rumah

By ahlm123

2.7K 206 6

Jendral tau dirinya bukan satu-satunya orang yang menderita di dunia tapi kenapa tuhan seperti tidak adil pad... More

Intro ( Lakon dari cerita )
1 | Awal jumpa
2.|Kediaman Derena
3 | Rumah Derena & Piknik Alakadarnya
4|Piknik Alakadarnya pt.2
6 | tentang mereka
7 | Rasa nyaman
8| Bercerita pada langit
9 | Ajang bersyukur
10| Luka Chandra
11| Kita?

5 | Sekolah lagi

177 20 4
By ahlm123

Hari berganti hari, jika kemarin Jendral di bagi rapot kenaikan kelas maka hari ini adalah hari pertama jendral di kelas sebelas. Selama libur tidak ada yang menarik sebenarnya, Jendral yang selalu sendiri, Dinda -ibu jendral- yang selalu sibuk dengan pekerjaannya dan Jeffri -kakak jendral- yang selalu sibuk dengan kegiatannya

Oh... Mungkin ada sedikit perubahan liburan kemarin dengan liburan sebelumnya, Jendral yang lebih sering keluar rumah untuk bertemu Chandra dan Rendra di warung tempat mereka bertemu pertama kali membahas hal random yang tidak ada manfaatnya, dua Minggu liburan sekolah tidak cukup rasanya jika bermain dengan mereka berdua ahh...bersama Naufal juga adik Rendra

Si janda, motor Scoopy ungu kesayangan jendral sudah terparkir apik di parkiran sekolah bersebelahan dengan si kasep motor merah milik teman sekelasnya. Si janda motor scoopy kesayangan Jendral yang sudah menemani Jendral kemana-mana itu adalah hadiah ulangtahun dari almarhum Ayah Jendral

" Yoo.. bro, tumben datang pagi Jen"

"Tahun ajaran baru, semangat baru Ji " sahut Jendral sambil fokus memainkan ponselnya

Berbalas pesan dan membahas hal random bersama Naufal, Rendra dan Chandra adalah kegiatan dan hobi baru bagi Jendral. Handphone yang dulunya sepi yang hanya sesekali menampilkan pop'up chat, sekarang menjadi lebih berisik dan sering terdengar notifikasi dari aplikasi hijau berlogo telepon.

"Bukan karena mau dapet bangku di depan kan? lo kan anak ambis" ejek Jidan teman sekelas Jendral dan sekaligus teman Jendral di sekolah

"Ambis pala lo trapesium, mana ada gue ngambis. Lo kira gue bocah SD berangkat pagi cuman mau bangku di depan!" Timpal Jendral

Jidan melihat raut wajahnya Jendral yang terlihat aneh

" Kenapa Jen, kebelet boker?" Tanya Jidan setelah melihat jendral yang mengalihkan pandangannya dari ponsel

" Ji menurut lo, bentuk alien itu kaya gimana ijo lancip atau kaya manusia "

" Hah!? " Sialan memang Jendral masih pagi harus membuat Jidan berpikir.

Chandra memarkirkan sepeda motor kesayangannya di parkiran sekolah, melepas helm dan akan bergegas ke kelas sebelum sebuah suara menginterupsi nya

Rendra berlari ke arah Chandra yang tengah menunggu nya di dekat asep motor bebek kesayangannya Chandra yang katanya sudah jadi soulmate sehidup semati itu.

" Loh Ren, tumben baru datang. Ga bareng sama Naufal?"

" Iya nih, angkot yang saya tumpangi mogok jadi saya kesiangan deh, kalo Naufal tadi di anterin bapak. Udah di kelas kali anaknya "

Kasihan sekali temannya yang satu ini pikir Chandra, masih pagi sudah di timpa musibah. Chandra tau bagaimana rasanya ketika angkot mogok pagi-pagi itu deg-degan taku telat kesal menjadi satu ingin pindah angkot takut sama supir angkotnya serasa sedang selingkuh jika pindah angkot pas lagi mogok tuh

"Lo sial banget Ren, masih pagi udah di timpa musibah " kata Chandra dengan logat bahasa yang meledek

Muka sedih Chandra yang di buat buat membuat Rendra kesal ' Chandra itu mukanya memang menyebalkan ga usah di buat buat '. Ya mungkin begitulah isi pikiran Rendra begitu melihat wajah Chandra yang meledek dirinya

Rendra menepuk punggung Chandra berniat main main, tapi respon yang di berikan Chandra sedikit berlebihan menurut Rendra.

Sebuah ringisan keluar dari mulut Chandra tidak terlalu keras tapi masih dapat terdengar oleh telinga Rendra. Rendra tersenyum meledek membalas perbuatan Chandra tadi padanya, temannya ini sama sama terkena musibah ternyata pikir Rendra

" Kamu juga habis terkena musibah ya Chan? " Tanya Rendra dengan muka bodohnya pura-pura tidak tahu

Chandra membenarkan posisi berdirinya, menarik tali tas selempang yang di bawanya dan mengalihkan atensinya kepada Rendra

" Engga ko, gue ga habis kenapa-napa!! Emangnya elo di khianati sama ban angkot!!"

"Ga usah ngegas dong kamu, kalo ga kenapa-napa santai aja kaliii"

Pandangan Chandra entah melihat kemana, yang pastinya saat ini dia enggan melihat Rendra

" Jadi intinya kita sama sama kena musibah ya Chan, saya tadi pagi dan kamu kemarin malam" lanjut Rendra

" Senasib emang kita, jodoh kali"

"Amit amit saya berjodoh sama kamu, mending sama Amanda anak kelas sebelah yang cantik aduhai"

" Emang dia nya mau sama Lo?"

Chandra tertawa, meledek temannya itu yang terkena cinta bertepuk sebelah tangan

Dan Rendra? Memaksakan untuk tertawa

Jendral tengah menyantap makan siang nya di kantin sekolah, semangkok bakso dengan kuah bening dan satu gelas es teh manis terhidang di atas meja di hadapan Jendral

Nikmat sekali rasanya bisa melepas lapar dan dahaga setelah seharian dipaksa mencerna semua materi dari guru yang berbeda beda, apakah Jendral pernah bilang dia membenci buku dan peralatan tulis lainnya? Bukan membenci barang barangnya sebenarnya hanya benci kenyataan bahwa waktu nya selalu di habiskan dengan peralatan itu.

Ting..
Sebuah notifikasi masuk di handphone jendral, yang ternyata pesan dari ibu nya

Mama

Jendral, jangan lupa hari ini kamu ada les bahasa Inggris dengan ibu Erni jam 4 sore, jangan keluyuran langsung pulang ke rumah!!

Tanpa membalas pesan dari sang ibu, jendral menutup aplikasi chat tersebut dan memasukkan ponselnya kedalam saku

Malas sebenarnya jika harus kembali les dan mengulang materi yang sudah di ajarkan di sekolah, di saat seharian penuh di sekolah sudah menerima materi, oke oke saja jika sesekali les setelah pulang sekolah tapi muak juga jika setiap hari setelah sekolah harus berangkat les.

" Jen, pulang sekolah ikut nongkrong ga? Katanya ada caffe baru di ujung jalan " ajak Jidan pada Jendral

" Gua skip dulu deh, nanti jam 4 ada les soalnya"

" Belajar mulu Lo perasaan, otak juga perlu istirahat kali Jen "

" Iya kalo gue bisa juga gua mau istirahat ji, tapi lo tau sendiri nyokap gue"

" Sesekali lo perlu berontak Jen, yang lagi lo jalanin itu hidup lo bukan hidup ibu lo, lo juga perlu nikmatin masa remaja. Waktu lo bukan cuman buat belajar materi dari buku aja, ada banyak pembelajaran yang bisa lo dapet dari luar materi yang tertulis. " Ujar Jidan panjang lebar pada Jendral

Benar kata Jidan masa remaja bukan untuk belajar materi saja banyak pelajaran yang bisa di ambil dari pengalaman, meskipun Jendral tidak membenarkan bahwa memberontak dari orang tua itu perilaku yang baik.

" Kayanya bener kata lo Ji, gua butuh refreshing "

" Jadi nanti mau ikut nongkrong?"

" Gua mau ke warkop mang Udin nanti pulang sekolah"

" Gua ngajak lo ke kaffe Jen bukan warkop, jatuh miskin lo?!"

" Kopi mang Udin adalah kopi ter enak yang pernah gua cobain Ji, lo harus coba di tambah mendoan buatan Teh Siti"

" Teh Siti siapa lagi elah"

" Istrinya mang Udin Ji, bodinya behh mantap "

"Istighfar Jen, Aisyah lebih oke cantik Solehah pula. Calon idaman uhuy"

" Yang ngerti agama ga bakal pacaran bego "

--------------------------

Halo guys kembali lagi dengan saya di sini iya...

aku di sini dan kau di sana kita berjumpa via ketikan~~

Kalau ada typo dalam cerita anggap aja sebagai latihan kalian membaca ya haha.....

Jangan lupa untuk vote dan komen... 🧡

Continue Reading

You'll Also Like

81.9K 5.3K 41
Jeno yg selalu setia menemani nya, Jeno yang selalu ada untuk nya, tapi cinta nya untuk orang lain!! akan kah dia merubah perasaan nya untuk Jeno, da...
111K 5.3K 46
Bagi Naren, rumah bukan tempat pulang. Hanya bangunan penuh suara yang tak pernah mendengar. Sendirian di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah me...
142K 13.2K 35
"Abang jelek kaya soang!" "Harizal!!" ... Sudah tengil, keras kepala, jahil, gak bisa diem kaya ulet nangka, hidup lagi. Harizal merasa hidupnya s...
66.6K 4.1K 35
[END] Menceritakan daily life Heksa dengan Ayah dan Abangnya. Dan Heksa dengan para sahabatnya. Juga Heksa dengan tingkah randomnya. Yang penasaran...
Wattpad App - Unlock exclusive features