A Life || D.malfoy

By Salmawwxx

222K 14.7K 4K

Sejak kecil tinggal bersama seorang Draco Malfoy membuat Gheandra Wiltton merasakan kehangatan keluarga. Ghea... More

The Malfoy Dark Romance
OO1
Kenalan Dulu
OO2
OO3
OO4
OO5
OO6
OO7
OO8
OO9
O10
O11
O12
O13
O14
O15
O16
O17
O18🔥
O19
020
O21
O22
O23
O24
O25
O26
O27
O28
O29
O30
O31
O32
O33
O34
O35
O36
O38
O39
O40
O41
O42
O43
O44
O45
O46
O47
O48
O49
O50
O51
O52
O53
O54
O55
O56
O57
Info
Yuk Pilih!
Thank U Guys🥳
Numpang Promosi

O37

2.4K 172 30
By Salmawwxx

Nih double up, gue gak boong ya😭

🌒🌒🌒🌒🌒🌒🌒🌒🌒🌒

Sejak pagi Ghea tampak murung, bahkan Draco bicara dia tidak menjawab satupun ucapan Draco.

Sampai dikelas mantra kelas favorit nya pun Ghea tetap tidak fokus.

"ms. Wiltton bisa kau jelaskan apa yang aku jelaskan? kau tampak tidak memperhatikan penjelasan ku sejak tadi"

Ghea tersentak saat suara profesor Flitwick menginterupsi, lamunannya buyar begitu saja.

"ehh G-Ghea tidak tau profesor" kata Ghea gugup bercampur takut.

"sepertinya kau tidak sehat, lebih baik kau ke hospital wings" profesor Flitwick memberi saran, Ghea benar benar terlihat lesu dan tak bersemangat seperti biasanya.

"tidak profesor Ghea akan disini sampai pelajarannya selesai, Ghea janji akan memperhatikan" bantah Ghea, dia merasa profesor Flitwick mengusirnya dari pelajaran favoritnya.

Profesor Flitwick kembali memberi materi yang sempat terhenti karena Ghea menyita waktu nya.

"kau kenapa? dari pagi kau tidak bicara bahkan padaku" Draco mengusap bahu Ghea.

Draco tak mendapat jawaban apapun dari Ghea, hanya saja tatapan Ghea memancarkan kalau dia sedang sedih.

Walaupun dengan isi kepala yang entah kemana, Ghea tetap berusaha memperhatikan penjelasan profesor Flitwick.

"setelah kelas ini kita bicara, aku tau kau tidak baik baik saja" ucap Draco pelan seraya mengusap puncak kepala Ghea.

----------------------

Semua kelas hari ini telah usai. Tanpa ba-bi-bu Draco langsung mengajak Ghea masuk kedalam kamarnya, begitu juga Ghea yang terlihat tak menolak, bahkan mereka menghiraukan teman temannya.

Theo, Blaise, Daphne dan Pansy tau kalau suasana hati Ghea sedang tidak baik, Ghea sedang sedih, jadi mereka membiarkan Ghea dan Draco bicara berdua.

"duduk" Draco mendudukkan Ghea diatas ranjangnya dan dia menarik kursi yang ada didekat meja belajarnya.

"kau kenapa? kalau ada apa apa cerita padaku, kau ingat kita tunangan? tunangan akan membagi masalahnya bersama" ucap Draco lembut agar Ghea tidak tersinggung. Dengan suasana hati seperti ini, membentak Ghea bukanlah pilihan yang tepat.

"Ghea rindu ibu dan ayah Ghea" air mata Ghea meluruh ke pipinya, sudah sejak kemarin dia menahan ini.

Draco tidak bisa apa apa jika Ghea sudah seperti ini, Draco berpindah posisi menjadi disamping Ghea, memeluk tubuh bergetar Ghea karena menangis.

Ghea terus sesenggukan menangis dipelukan Draco, Ghea tidak tau kenapa dia tiba tiba rindu pada orang tuanya, tapi itu wajar jika kita menjadi Ghea.

"ssshhh sudah, ibu Rosalind dan ayah Gerald sudah tenang disana, jika kau menangis seperti ini mereka juga akan sedih nanti" Draco mengusap punggung Ghea, wanita ini selalu rapuh jika membahas kedua orang tuanya.

"G-Ghea tidak punya siapa siapa" lirih Ghea masih dengan tangisan sendunya.

"siapa yang mengatakannya? kau punya aku, ibu Cissy dan ayah Lucius, kita semua keluarga, Ghea punya Draco" tekan Draco pada kalimat terakhirnya.

Ayah dan ibu Ghea memang sama sama anak tunggal, jadi Ghea tidak memiliki sepupu atau bahkan paman dan bibi, kakek dan nenek nya pun sudah meninggal sebelum Ghea lahir.

Tangis Ghea bertambah pecah saat mendengar ucapan Draco, Draco selalu menerimanya bagaimana pun keadaannya.

"ganti baju dulu, oke?" ajak Draco pelan dan sangat hati hati.

Ghea menggeleng, dia tidak mau beranjak barang sedetikpun, bahkan sekarang dia duduk dipangkuan Draco dan membekap tubuh laki laki itu sangat erat.

Draco membiarkan Ghea menangis dipelukannya, jika masalahnya seperti ini Draco tidak pernah berani bersuara.

Ghea mendongak menatap tatapan tajam bak tatapan elang milik Draco, tatapan ini selalu bisa membuat Ghea merasa dilindungi.

"Draco jangan pergi" cicit Ghea lirih.

Draco mengusap air mata yang menghiasi wajah cantik Ghea, Draco tidak bisa melihat Ghea seperti ini.

"tidak akan" balas Draco tegas.

Ghea terus menjatuhkan air matanya, antara sedih dan bersyukur, Ghea benar benar tidak bisa menahan air matanya.

"sudah jangan menangis lagi, aku tidak bisa melihatmu seperti ini" Draco masih setia mengusap air mata Ghea yang terus mengalir deras.

"jangan pergi" lirih Ghea dengan suara yang bergetar.

Bisa dibilang saat ini Ghea dan Draco sudah saling bergantung. Bagi Ghea, Draco adalah pelindungnya, tempatnya bersandar saat ia dilanda gundah gulana. Dan bagi Draco, Ghea adalah sumber kebahagaiannya, jika tidak ada Ghea mungkin hidupnya akan sangat mencekam tinggal bersama Lucius Malfoy yang dingin dan angkuh.

Draco mengeratkan pelukannya pada Ghea. Mungkin jika ditanya siapa orang yang paling Draco cintai setelah ibunya, Draco akan menjawab Ghea, bukan ayahnya.

Dirumus Draco, ibunya nomor satu, Ghea nomor dua, nilainya nomor tiga dan ayahnya nomor empat.

---------------------

"hai Blaise, kenapa kita bisa bertemu mendadak terus" sapa Luna saat melihat Blaise akan memasuki Great Hall.

"mungkin tidak mendadak Luna, ini waktunya dinner" balas Blaise datar padahal hatinya berbunga bunga karena bertemu Luna.

"oh iya, eum mau masuk?" tanya Luna dengan suara yang sangat lembut menyejukkan hati.

'mungkin seperti ini perasaan Draco saat mendengar suara Ghea yang lembut' batin Blaise.

Blaise menggelengkan kepalanya cepat berusaha sadar dari fikirannya yang berujung menjadi fikiran kotor.

"eum tidak mau ya, yasudah aku duluan" kata Luna saat melihat Blaise menggelengkan kepala, Luna kira Blaise tidak mau.

"eh Luna aku mau" Blaise mencegat Luna saat dia akan melanjutkan jalannya.

Luna menolehkan kepalanya kebelakang, mengulaskan senyum yang teramat manis lalu mengangguk. Hal ini sontak membuat Blaise terkesiap takjub dengan senyum seorang Luna Lovegood.

Mereka berjalan berdampingan, sesekali Blaise tertawa renyah saat mendengar lelucon Luna, mungkin orang orang akan menganggap Blaise sama gilanya dengan Luna.

Blaise memang pernah memeluk Luna, dia melihat gadis itu tengah menangis sendirian, mungkin didepan orang banyak Luna akan bertingkah kuat, tapi Luna tetaplah manusia biasa yang punya batas lelah saat selalu ditindas.

-----------------------

Ghea dan Draco masih berada ditempat yang sama saat mereka masuk kedalam kamar, tanpa pergeseran sedikitpun.

Bahkan Draco sudah merasakan kalau punggungnya pegal menahan dekapan Ghea yang tak mau lepas barang sedetik pun.

Walaupun begitu, Draco tidak merasa kesal, bahkan untuk mengeluh pun Draco tak berniat.

"Ghe, mandi dulu setelah itu kita makan" Draco terus membujuk Ghea agar beranjak, jujur rasanya tubuh Draco lebih sakit daripada saat bercinta dengan Ghea, jika harus memilih lebih baik Draco bercinta dengan Ghea dari pada seperti ini.

Ghea menggeleng, ia tetap bersikukuh dengan tabiatnya, dia tidak mau mandi, atau bahkan berpindah satu senti saja.

Draco menghela nafas pelan, seperti inilah jika mode manja Ghea sudah on, tapi Ghea hanya manja pada Draco, untuk urusan Lucius dan Narcissa, Ghea tidak pernah manja sama sekali pada mereka.

"makan dulu Ghe, siang tadi kau hanya makan roti bahkan tidak dihabiskan" Draco masih berusaha membujuk Ghea yang keras kepala ini.

Ghea tetap tak menjawab Draco, dia memilih menenggelamkan wajahnya didada bidang laki laki itu.

"Ghea please jangan keras kepala, aku tidak mau kau sakit"

Akhirnya Ghea mengalah, dia melepaskan pelukannya dari Draco.

"Draco mau kemana?!" tanya Ghea dengan nada yang benar benar khawatir melihat Draco beranjak dari kasurnya.

"aku ambil makanan, kau mandi oke" jelas Draco singkat lalu keluar dari kamarnya.

Ghea berlari kepintu melihat Draco masih ada "Draco jangan lama" pinta Ghea sendu.

Draco balik ke pintu, mengecup setiap inci wajah Ghea, meninggalkan Ghea dengan keadaan seperti ini membuat Draco was was sebenarnya tapi ini juga untuk Ghea, kalau Ghea tidak makan dia bisa sakit.

Ghea masuk kedalam setelah Draco pergi, dia melucuti semua pakaiannya berniat mandi seperti yang diperintahkan Draco.

Ghea tidak mau berendam, jika dia berendam maka akan menyita banyak waktu untuk bermalas malasan diatas kasur.

Setelah selesai mandi, Ghea mengambil asal baju dilemari Draco. Saat mereka mulai berpacaran, semua baju Ghea pindah ke lemari Draco, jadi Ghea tidak perlu meminjam baju Draco lagi.

Baru saja selesai memakai baju, Draco masuk dengan senampan makanan yang dia bawa dari dapur.

"duduk disini" Draco menepuk nepuk karpet bulunya memberi tanda kalau Ghea harus duduk disana.

Tanpa suara, Ghea mendekat mendudukkan dirinya didepan Draco. Draco menyuapkan sendok demi sendok berisi makanan kedalam mulut Ghea.

"sudah, Ghea kenyang" Ghea menolak suapan dari Draco.

"sedikit lagi" paksa Draco.

"Draco saja yang habiskan" Ghea mendorong piring didepannya mendekat kearah Draco.

Ghea berdiri menuju kasurnya berniat ingin tidur cepat. Draco pun dengan mode gesit menghabiskan makanannya ingin segera menyusul Ghea.

Sebelum itu, Draco pergi kekamar mandi dulu, mencuci wajah, tangan dan kakinya, setelah itu berganti pakaian dan menyusul Ghea masuk kedalam selimut.

Draco memeluk tubuh Ghea erat "Ghea please jangan seperti ini, mana Ghea yang ceria, mana Ghea yang terus mengomel, Draco mau Ghea yang terus mengomel" gumam Draco menirukan cara bicara Ghea.

"iihh Draco, Ghea tidak suka ditiru jangan ditirukan" Ghea memukul dada Draco, bukannya sakit Draco malah tertawa.

"makanya bicara jangan diam saja, aku tidak suka"

Padahal tadinya Draco sangat ingin bercinta, tapi mengingat suasana hati Ghea sedang tidak baik Draco membatalkan niatnya, dia lebih sayang nyawa dari pada Ghea mengamuk, menangis, cerita ke laki laki lain, dan berakhir mereka putus.

Lebih baik Draco menahan hasratnya daripada putus.







































































DREKO KAMU SWEET BGT AAAAAKKKK MAMA PENGEN PUNYA PACAR KEK DREKO😭

Disini scene Bluna bakal lebih banyak daripada di My Lovely Hufflepuff tenang aja, kalo disana kan tau tau mereka udah pacaran nah kalo disini gue bakal tunjukin proses pdkt sampe mereka jadian😁

Vote nya dong biar gue seneng, tau gak kalo mood bagus tuh ngaruh sama hasil tulisan😭 chapter sebelum ini gue tulis pas lagi gak mood dan ya menurut gue itu jelek bgt😭👎

Continue Reading

You'll Also Like

155K 16.8K 79
Caroline tak pernah ingin terjerat masalah. Itu adalah ketentuannya saat bersekolah di Hogwarts. Kalimat itu tidak ada lagi di kamusnya sejak di ruan...
167K 18.7K 32
Draco tersenyum tipis. Bukan senyum menghina atau sarkas seperti yang biasa dia tunjukkan. Benar-benar senyum tipis yang tulus. "Aku sudah berjanji k...
407K 43.3K 81
Pernikahan ini dibuat hanya karna harta, kasta keluarga, dan keturunan darah murni penyihir. Tak masalah jika aku tidak mencintai laki-laki itu. = =...
632K 54.8K 48
lucky to get to know the blonde man [ draco malfoy x reader ] "Tapi kau taukan (name) kalau draco itu suka dengan gadis slytherin, astoria greengrass...
Wattpad App - Unlock exclusive features