Happy reading!
*****
Vita dan Ina berbelanja bahan pokok dimall hari ini, mereka mengajak Diva namun Diva menolak karena ada urusan penting.
"In mau beli apa lagi?" Tanya Vita, tangannya mendorong troli yang sudah hampir penuh.
"Hmm apa lagi ya, gua bingung" jawab Ina sambil melihat lihat.
Gadis dengan pasmina berwarna pink itu hanya bisa pasrah, melihat sahabatnya yang memilih daging namun tidak jadi. Alasannya.. kurang cocok. Itu daging atau pakaian?!
"Nah ini" ujar Ina mengambil daging sapi yang sudah dibungkus.
"Eh mau barbeque an?" Tanya Vita semangat.
"Ide bagus itu! Mari kita ambil banyak" ucap Ina langsung mengambil 15 bungkus daging.
"Ambil sosis sosis an nya juga dong" Vita memberi saran, Ina mengangguk. Dia mengambil 10 bungkus sosis, 5 bungkus bakso ukuran besar, beberapa macam suki Suki dan lain lain.
"Kita mau barbeque an nya dimana?" Tanya Ina.
"Rumah Lo aja, ntar gue kabari Diva deh" jawab Vita, dia langsung mengambil ponsel nya untuk mengabari Vita.
"Oke! Yuk pulang"
Mereka pun berjalan bersama, namun saat hendak keluar dari deretan daging. Ada seseorang dengan Hoodie hitam menghadang didepan, orang itu terlihat misterius. Wajahnya tertutup tudung hoodie.
"Mbak, tolong minggir dong!" Ucap Vita ngegas. Dia tidak suka dihadang hadang seperti ini.
"Iya mbak, ini kita mau jalan" imbuh Ina. Namun orang itu tetap tak bergerak, hanya diam seperti semula.
Vita berdecak sebal "mbak tolong minggir!" Ucapnya sekali lagi, dengan nada tinggi tentunya.
Karena tak mendapat jawaban, Vita pun berjalan menghampiri orang itu. Tanpa basa basi, dia langsung menurunkan tung Hoodie itu.
Alangkah kagetnya Vita saat melihat siapa orang itu, dia bahkan mundur beberapa langkah hingga menabrak trolli. Tak jauh beda dengan Vita, Ina juga terkejut. Dia menutup mulutnya tak percaya, tangannya memegang kuat pegangan trolli.
Dia adalah Alea, tentu saja Vita dan Ina tau. Alea adalah korban bully mereka, sebenarnya bukan mereka. Namun Diva. Vita dan Ina hanya membantu, dulu mereka geng yang ditakuti disekolah. Kalau sekarang sebutannya most wanted.
Alea mendongak, menatap Vita dan Ina yang wajahnya sudah ketakutan.
"Lama tak bertemu" ucap Alea dengan senyum manisnya, tidak tidak bukan manis. Melainkan,.mematikan.
Ina berusaha untuk kuat, dia maju dan berdiri disebelah Vita yang wajahnya sudah pucat pasi.
"Apa yang kau lakukan disini? Kau seorang mafia bodoh. Dan tak ada tempat untuk seorang mafia seperti kau" ucap Ina, dia tahu betul. Alea menjadi seorang mafia di Italia sana. Dan kembali pasti hanya untuk membalaskan dendam nya.
"Kita baru berjumpa, kenapa kau kasar sekali?" Tanya Alea dengan senyum yang belum pudar.
Alea melangkah satu langsung, hingga membuat Vita dan Ina langsung menahan nafas. Dia mencondongkan tubuh nya tepat di telinga Ina.
"Kalian semua akan menerima akibat dari perbuatan kalian" bisik Alea. Tak hanya Ina yang mendengar, Vita pun mendengar nya.
"Sampai jumpa lagi" kata Alea lalu berlalu pergi.
Sedangkan Ina dan Vita masih terdiam, pikiran mereka melayang pada masa SMA mereka.
[Flashback On]
Tiga orang yang dijuluki most wanted disekolah itu, sedang berjalan dengan arogan menuju kantin. Mereka yang melihat pasti tahu, apa yang akan mereka perbuat.
Mereka adalah Diva, Ina, dan Vita. Gadis gadis dengan wajah cantik itu menghampiri seorang gadis cupu berkaca mata yang sedang duduk di kantin sambil menyantap bakso sendiri.
"Diva datang tuh" ucap seseorang memberitahu gadis cupu bernama Alea itu.
Alea langsung terdiam, pasti mereka akan melakukan sesuatu pada dirinya. Karena dia menyalakan semua pr yang mereka suruh kerjakan.
"Hai Alea" sapa gadis paling cantik yaitu Diva, dia duduk didepan Alea sambil tersenyum lebar.
"A-apa yang kau l-lakukan disini" tanya Alea dengan gagap.
"Kita cuma mau duduk kok" ujar gadis dengan rambut sebahu, dia Ina.
"Eh Alea, makan baksonya begini tau" ucap gadis dengan rambut sepinggang. Dia Vita.
Vita duduk, tangannya meraih mangkok bakso itu. Dia mengambil paksa sendoknya dari tangan Alea.
"Begini" ucap Vita mengambil satu indil kecil dengan sendok. Dia mengarahkannya ke mulut Alea.
Alea membuka mulut, hendak menerima suapan itu. Namun naas Vita mengarahkannya pada seragam Alea yang atasnya sedikit terbuka. Alhasil bakso itu masuk kedalam seragam membuat Alea menjerit karena panas.
"Yaampun, maaf maaf" ucap Vita hendak beranjak untuk membantu mengeluarkan bakso itu.
"Biar gua aja" ucap Diva, dia berdiri. Dengan sengaja dia menyenggol mangkok bakso hingga mengenai seragam Alea bagian dada.
"Alea sumpah gue gak sengaja" ucap Diva pura pura.
Bukanya membantu Alea, melainkan Seluruh kantin tergelak melihatnya, memang cara Diva dkk membully itu beda. Namun membekas di hati korbannya.
"Aku pergi dulu" ucap Alea lalu beranjak berdiri. Namun tidak mudah baginya untuk pergi begitu saja. Ina menjulurkan kakinya membuat Alea terjatuh. Hingga kacamata yang dipakainya pecah karena terbentur lantai kantin.
Seluruh pengunjung kantin Kemabli tergelak melihat nya.
"Cupu banget sih"
"Udah tau Diva begitu masih dilawan"
"Mainnya kurang jauh mbak"
"Hahah kasihan ya"
Beberapa ucapan orang orang membuat hatinya bertambah sakit, dia berdiri. Seragam nya sudah sangat kotor. Dia langsung berlari menuju toilet.
Diva dkk langsung tersenyum puas, mereka dibuat malu karena tugasnya salah semua.
Sementara ditoilet, Alea menangis dipojokan. Dia memeluk lututnya sendiri.
"Aku akan membalas mereka semua"
*****
Pesta barbeque ketiga sahabat itu kini dilakukan dirumah Diva, karena Ina menolak untuk dilakukan dirumah nya. Padahal tadi siang dia bilang iya tapi malam nya bilang tidak. Mereka melakukan barbeque an di atap Rumah Diva. Dirumah Diva memang ada tempat khusus untuk barbeque an.
Walau Ina dan Vita masih terngiang ngiang dengan Alea, namun mereka berusaha untuk happy disini. Tak mau jika Diva mengetahuinya bahwa Alea ada disini. Memang Diva Hila ingatan, tapi tak mungkin saja ingatan itu bisa kembali saat mendengar nama Alea. Mereka tak mau hal itu terjadi.
"Sumpah ini enak banget" ucap Diva sambil menyantap daging langsung dari panggang an.
Ina dan Vita langsung menoleh, melihat Diva yang malah asyik memakan daging langsung dari panggang an nya. Sedangkan mereka menunggu dari tadi.
"DIVA!!"seru Ina dan Vita bersamaan. Diva hanya menyengir sambil menautkan tangannya 🙏.
Ina dan Vita pun beranjak untuk membantu membakarnya, jika tidak. Bisa habis tak kebagian mereka.
"Vita Lo bikin sambal dong" ucap Ina menyuruh Vita.
"Yang pedes ya!" Ucap Vita, dia langsung membuatnya.
"Oke!" Sahut Ina dan Diva bersamaan.
"Eh tapi ini kecapnya kurang tau, Diva ambilkan dong" suruh Vita.
Diva berdecak" yaudah gue ambil" ucapnya lalu turun kebawah.
Sedangkan dari belakang rumah, seorang dengan pakaian hitam memasuki rumah Diva dengan mengendap endap.
Orang itu memasuki dapur tanpa ijin sang punya rumah. Dapur ini terlihat sepi, dia melirik kesana kesini memastikan tak ada orang yang akan mengganggu aksinya itu.
Setelah memastikan keadaan sekitar yang aman, dia berjalan ke arah magic com yang pasti isinya nasi.
Dia mengambil sesuatu didalam sakunya, namun saat hendak menaburkan nya didalam Nasi, seseorang sudah menariknya lebih dulu.
Orang itu kaget, dia mengira yang menariknya adalah pemilik Rumah. Namun bukan, sama sepertinya orang itu juga memakai pakaian serba hitam.
"Siapa kau? Berani nya kau menggagalkan aksiku?!" Ucap nya marah karena aksinya digagalkan.
"Belum waktunya" jawab nya, dia menarik tangan orang itu, namun yang ditarik menolak hingga menjatuhkan sebuah piring yang tergeletak dimeja.
Sementara itu tak jauh dari dapur, Diva yang hendak mengambil kecap, berhenti berjalan saat mendengar suara pecahan piring.
Diva pun melanjutkan langkah nya d gan pelan, takut ada sesuatu disana.
"Bi Ningsih?" Ucap Diva terus mendekat dapur dengan langkah pelan. Seingatnya, bi Ningsih tidur awal. Katanya kecapean.
Diva langsung masuk ke dapur, namun tak mendapati siapapun. Dia pun bernafas lega, setelah mengambil kecap. Dia kembali ke atas.
*****
Dua orang dengan pakaian serba hitam sekarang berdiri dibelakang rumah Diva, Tepatnya disamping kolam Ikan Koi. Tempat ini terang karena banyak lampu yang menyinari. Namun tak membuat takut kedua orang itu.
"Siapa kau?" Tanya Alea. Ya dia yang menyeret seseorang yang hendak menaruh sesuatu pada Nasi dirumah Diva.
"Kau yang siapa?! Berani nya menggagalkan rencana ku!" Ucap orang yang Alea yakini adalah seorang gadis. Bisa diketahui dari suaranya.
Alea berdecih, dia mendekat hendak membuka masker gadis didepannya ini. Gadis itu sempat menolak, namun Bukan Alea namanya kalau tidak memaksa.
" Udah gue tebak" ucap Alea saat berhasil membuka masker dan melihat wajah gadis itu, dia kembali ke tempatnya berdiri tadi dengan senyum smrik, rencananya akan berjalan mulus.
"Apa maksud Lo?!" Tanya Clarisa tak paham.
Alea membuka tudung hoodie serta maskernya membuat Clarisa menyerit.
"Lo,.... Yang waktu itu nabrak gue?" Tanya Clarisa melihat wajah cewe didepannya. Dia ingat betul wajah itu.
"Benar sekali, dan gue menawarkan kerja sama" ucap Alea tersenyum lebar. Dia harus berbaik hati dulu untuk mendapat hati Clarisa. Sama seperti saat ingin menangkap tikus, kita harus berbaik hati dulu dengan memberinya makanan.
"Tawaran apa yang Lo maksud?! Atau... Jangan jangan Lo suruhan Diva buat tangkap gue?!" Tuduh Clarisa. Suaranya meninggi, namun tak didengar orang didalam rumah.
"Hahaha" Alea tertawa sumbang "gue aja pengen menghancurkan dia!" Jawab Alea.
"Terus kenapa Lo hentikan gue?" Tanya Clarisa lagi.
"Belum waktunya...kita harus sabar dulu" ucap Alea.
"Apa yang Lo inginkan dari Diva?" Tanya Alea pura pura tak tahu,padahal dia tahu betul bahwa gadis didepannya ini mengincar pengacara yang sedang dekat dengan Diva.
"Gue...suka sama pengacara itu, dan gue mau Diva pergi" jawab Clarisa jelas. Dia memang harus mencari bantuan, mustahil menghadapi nya sendiri.
Alea tersenyum simpul "baiklah, apa kau bersedia bekerja sama denganku?"
Clarisa mengangguk mantap "oke."
*****
"Nah udah matang!" Ucap Diva meletakkan Suki Suki an itu didepan Ina dan Vita.
"Sumpah ini udah malam, tapi gue pengen" ucap Rina, dia baru saja datang karena disuruh Diva. Karena daging dan sosisnya kebanyakan jika hanya dimakan tiga orang.
"Makan aja Rin, gak akan dipotong bayarannya sama si Diva kalau BB Lo naik" ucap Vita yang mulutnya penuh dengan makanan. Dia paling agresif disini, yang paling banyak menghabiskan.
"Iya Rin, makan aja ini Ina belinya banyak banget. Mubazir kalau dibuang. Lagian gue gak ada kasih syarat buat BB nya dibawah lima puluh" saut Diva yang juga mulai makan, sebernya sudah dari awal dia makan. Hehe
"YAUDAH DEH! GUE MAKAN BANYAK HARI INI!" Teriak Rina langsung melahap daging panggang dan bakar itu. Ya mereka mengolah nya menjadi dua yaitu panggang dan bakar.
Karena ucapan Rina membuat semua nya tergelak.
"Eh foto yuk!" Ajak Ina, tanpa menunggu persetujuan yang lainnya dia mengambil ponsel miliknya. Tangannya masih bersih, karena dia makan menggunakan sendok. Tak seperti Vita yang langsung menggunakan tangan untuk menerjang makanan.
"YOK!!" Balas mereka serempak. Tak peduli jika malam sudah semakin larut. Tak peduli juga dengan umpatan beberapa tetangga terdekat karena tak bisa tidur akibat suara suara mereka.
Ina pun mengarahkan ponselnya pada mereka berempat, dengan pose lucu memegang daging dan sosis didepan kamera dengan tangan mereka yang sudah kotor akibat kecap.
"Fotonya bagus bagus! Soalnya baground nya langit" ucap Ina memberi tahu, dia lantas mengunggahnya di akun Instagram. Tak lupa megetag Diva, Vita dan juga Rina.
"GAK UDAH URUS FOTO DULU! KITA HABISKAN DAGINGNYA DULU" teriak Rina lagi seperti orang mabok membuat mereka tergelak.
Vita berdiri dengan memegang bakso bakar yang ditusuk ditangannya.
"BENAR! KITA HABISKAN DAGING SAMPAI MABOK DAGING!" teriaknya tak kalah seru. Sudah dipastikan besok Rumah Diva akan mendapat labrakan dari tetangga karena berisik.
Namun Diva tak memikirkan nya, yang terpenting dirinya dan sahabat nya happy.
Ina yang melihat senyum diwajah Diva membuatnya tak tega untuk memberitahu tentang Alea pada Diva. Dia akan tutup mulut, semoga saja Alea tak bertindak diluar batas.
Dilain tempat, Kean masih belum tidur karena masih bergulat dengan beberapa kasus yang sulit dipecahkan.
Kean sudah menguap beberapa kali karena mengantuk, namun dia menahannya.
"Cari referensi dulu kali" gumam Kean, dia beralih membuka Instragram dan melihat beberapa postingan orang yang dia follow.
Kean berhenti mengscroll saat melihat postingan seorang Selebgram, Kean memfollow nya karena dia karena termasuk golongan artis. Alasannya Kean ingin tau apa saja yang terjadi pada dunia Maya, bisa saja ada sangkut pautnya dengan kasus yang berusaha dia pecahkan. Maka dari itu Kean memfollow akun akun yang sudah centang biru.
"Ini kan Diva" gumam Kean melihat siapa saja didalam foto itu. Ada empat orang gadis dengan memegang daging dan sosis.
"Mereka banyak banget makannya daging" gumam Kean lagi saat melihat banyaknya daging didalam foto itu. Bukan itu saja ada sosis dan lainnya.
"Harus ditegur si Diva mah" ucap Kean, dia mengambil ponsel dan segera mengechat Diva.
Diva Azzalia
Me
Jangan kebanyakan makan daging.
Namun tak ada balasan dari gadis itu membuat Kean menghela nafas, apa perlu dia menghampirinya besok pagi? Lupakanlah. Kean pun kembali pada kasus kasus yang belum selesai.
*****
Auren berjalan dibawah sinar terik matahari, jam tangannya menunjukkan pukul 1 siang. Dia baru saja selesai dari kelas kuliahnya.
"Duh panas banget" keluh nya, dia hendak naik taksi. Namun uangnya sudah habis ia gunakan untuk membayar keperluan kampus.
Karena terlalu fokus pada sinar matahari yang menghantam wajahnya, Auren tersandung batu ditrotoar membuatnya terjatuh. Buku buku yang ada ditangannya pun ikut jatuh berserakan.
"Aduh" ringis Auren saat melihat lututnya yang mengeluarkan darah. Namun Auren tak menghiraukan nya, dia memungut buku yang berserakan itu.
"Biar saya bantu" ucap seseorang berjongkok didepan Auren dan membantu memungut buku tersebut.
"Tidak usah" tolak Auren, dia mendongak melihat siapa yang menawarkan bantuan.
Matanya tak berkedip saat melihat pria dengan setelan jas melekat ditubuhnya. Perawakan nya sangat bagus, tangannya terlihat kekar walau tertutup jas berwarna hitam lengan panjang itu. Matanya teduh membuat Auren betah menatapnya. Kulitnya tak bergigi putih, namun lekukan wajahnya membuat perempuan menjerit.
"Mbak?" Ucap pria itu menyadarkan Auren.
"Eh?" Ucap Auren tersadar.
"Ini bukunya" ucap pria itu mengembalikan buku yang dipungutnya pada Auren.
"Iya makasih mas, maaf merepotkan" ucap Auren tersenyum manis, dia membawa buku itu ditangan kanan nya.
Pria itu mengangguk, tanpa sadar matanya menyorot pada lutut Auren yang berdarah.
"Mbak lututnya berdarah mau saya obatin?" Tawar pria itu.
"Eh? Enggak usah mas" jawab Auren cepat. Dia tak mau merepotkan orang lain, apalagi tak ia kenal.
Namun pria itu tak menggubris, malahan mengambil kotak p3k dari mobil yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Mari saya obatin mbak" tawar pria itu.
"Yaudah deh" jawab Auren Akhirnya.
Pria itu menuntun Auren menuju sebuah halte dan mendudukkan nya disana.
"Maaf saya obatin ya" ucap pria itu.
Auren mengangguk canggung, Pria itu berjongkok didepan Auren. Pertama dia membersihkan luka tersebut membuat Auren meringis.
Namun pria itu malah tersenyum, setelahnya dia menempelkan plester pada luka itu. Dan.. hal yang tak diduga adalah ... Pria itu mencium plester pada luka itu membuat Auren melotot. Sial kenapa jantungnya berdetak kencang sekali?!.
Auren hendak marah marah, namun melihat wajah pria didepannya itu membuatnya mengurungkan niatnya.
"Kenapa?" Tanya Auren.
Pria itu menaikkan satu alisnya "apanya?"
"Kenapa dicium?" Tanya Auren diperjelas.
"Ooh, kata orang orang biar cepat sembuh" ucap pria itu dengan tampang polos.
Auren berdecak "tapi kau orang asing bagi saya" ucapnya.
"Makanya kenalan dulu" ucap pria itu, dia berdiri.
"Aku Auren, kamu siapa?" Tanya Auren.
"Kray"
******
Bagaimana part ini?
Jadi, sudah tau kan kenapa Alea benci Diva?
Okay kalian bisa diambil pelajaran dari sini, bahwa apapun bentuk bullying pasti membekas di hati korbannya. Karena hati yang sakit itu sudah disembuhkan, makanya jangan suka bikin sakit hati.
2410 kata untuk part ini. Author akan berusaha untuk mencapai 2000 kata setiap part nya. Doain ide nya bermunculan ya!
Oh ya, jika kalian baca sebelum revisi...sebaiknya baca ulang karena setelah revisi ada tambahan tokoh dan juga adegan yang dirubah.
Oke segini aja, jangan lupa untuk vote, komen, dan share jika suka cerita ini ya!
Dukungan kalian sangat berarti bagi Author nya :) terima kasih.
_________
Sea you
THE NEXT CHAPTER
________