ALIZAYN [ ON GOING ]

By Raa_thra

632 177 30

"Buat apa naruh hati kalau gak berani ungkapin?" *** Aliza Kyra, murid baru di SMA Danendra. Sosok gadis yan... More

prolog
SATU
DUA
TIGA
EMPAT
LIMA
ENAM
TUJUH
DELAPAN
SEMBILAN
SEPULUH
SEBELAS
DUA BELAS
TIGA BELAS
EMPAT BELAS
LIMA BELAS
ENAM BELAS
DELAPAN BELAS
SEMBILAN BELAS
DUA PULUH
DUA PULUH SATU
DUA PULUH DUA
DUA PULUH TIGA
DUA PULUH EMPAT
DUA PULUH LIMA
DUA PULUH ENAM
DUA PULUH TUJUH
DUA PULUH DELAPAN
DUA PULUH SEMBILAN
TIGA PULUH
TIGA PULUH SATU
TIGA PULUH DUA
DUA PULUH TIGA
TIGA PULUH EMPAT
TIGA PULUH LIMA
TIGA PULUH ENAM
TIGA PULUH TUJUH

TUJUH BELAS

13 6 0
By Raa_thra

Alhamdulillah masih punya tekat untuk lanjut cerita walau gak ada yang baca, semoga bisa sampai ending.

HAPPY READING

***

"Gua tadi di telepon nyokapnya Zayn, katanya Zayn belum pulang sekolah." Devan memulai pembicaraan.

Sekarang Devan, Alwi, bagas, dan fathin sedang duduk di cafe yang belakangan ini sering mereka kunjungi.

Biasanya mereka kalau ngumpul gini di club, tapi sekarang mereka malah keseringan di cafe, dan itu semua karena perintah dari Zayn.

"Zayn belum pulang?" tanya Fathin heran.

"Iya, tadi nyokapnya Zayn bilang ke gua," jawab Devan.

"Emang kemana dia? biasanya kan kalo di gak pulang, dia nongkrong di sini. Apa... mungkin dia ke club?" tebak Bagas.

"Gak mungkin deh kayanya kalo Zayn ke club," jawab Alwi tidak setuju dengan perkataan Bagas.

"Gak mungkin gimana? biasanya juga di kesono," ucap Bagas.

"Zayn udah gak pernah ke club belakangan ini. Kalian emang gak sadar? belakangan ini kita kalo ngumpul Zayn mintanya di cefe aja," penjelasan Alwi.

Tiga teman lainnya hanya menggangguk menyetujui ucapan Alwi.

"Tapi gua heran, kok Zayn malah jadi anak sok bener gitu, biasanya dia kan yang paling seneng kalo ke club, mabok-mabokan, minum alkohol sampe puyeng. Eh sekarang malah duduk di cafe minum jus Alpuket," ucap Fathin.

"Kayanya... itu karena Liza deh," tebakan Alwi.

"Liza?" Devan heran.

"Iya, cewek yang kemaren kita liat di sini."

"Apa hubungannya Liza sama Zayn?"

"Zayn suka sama Liza," ungkap Alwi tanpa sadar bahwa ia telah membongkar rahasia Zayn.

"Apa?! Jadi bener Zayn demen sama tu cewek?!" Bagas kaget.

"Mampus gua keceplosan, bodoamat lah," batin Alwi.

"Gila?! Ternyata paduka kita lagi jatuh cinta," ucap Devan.

"Mungkin karena Zayn suka sama Liza, dia jadi berubah jadi anak baik."

"Tapi, bukannya dia udah punya pacar?" tanya Fathin.

"Kayanya si itu bukan pacarnya, soalnya gua gak pernah denger kalo Liza punya pacar."

"Gak papalah kalo Liza udah punya pacar. Tikung dikit, Liza pasti mau sama Zayn, paduka kita kan ganteng."

"Goblok lu Gas, itu sama aja ngerusak hubungan orang. Tapi gua setuju si sama omongan lu," ucap Fathin.

***

Liza dan Zayn sudah berada di depan Villa yang telihat sudah tua, terdapat ranting dan daun kering berserakan.

"Zayn, lu serius ini beneran Vila?" Liza berbisik. Dia terus menempel di belakang Zayn karena takut dengan suasana Villa itu yang menyeramkan.

"Kalo tadi gua liat bacaan di depan, ini bener Villa. Tapi kok malah keliatan kaya rumah hantu."

"Ish, Zayn jangan nakutin."

Liza melihat sekitaran rumah tua itu. Ketika Liza melihat ke depan, Zaynnya sudah pergi masuk ke dalam rumah itu. "Zayn!!"

"Zayn!! Lu dimana?!!" Liza mulai masuk rumah tua itu. Mata dia langsung melihat Zayn sedang mengngobrol dengan seorang pria.

"Zayn, ini siapa?" bisik Liza. Dia kembali bersembunyi di belakang tubuh Zayn.

Jemari tangannya memegang lengan Zayn dengan erat.

"Maaf pak, saya mau nanya. Apa tempat ini di sewakan?" tanya Zayn pada Bapak-bapak yang berada di dalam Vila itu.

"Tempat ini dulunya memang Villa untuk di sewakan. Tapi maaf, sekarang tempat ini sudah tidak layak untuk di tempati."

"Kenapa?"

"Tempat ini sudah tua, sudah lama juga tidak ada orang yang menyewa. Jadi tidak keurus."

"Zayn, kita pergi aja yuk, cari tempat lain," bisik Liza lagi. Tapi karena tempat mereka yang hening, suara Liza terdengar jelas oleh bapak penghuni Vila.

"Kalau mau cari tempat lain susah, sudah banyak Vila di sini tutup karena sudah lama tidak ada wisatawan yang datang kesini."

"Tuh lu denger kan, mending kita di sini aja, cuma sehari kok."

"Tapi Zayn."

Kepala Zayn menunduk melihat wajah Liza karena tubuh Liza yang lebih pendek dari dia. "Sut," ucapnya singkat.

"Pak kalau boleh, saya ingin meyewa tempat ini."

"Tapi, apakah kamu nyaman dengan tempat ini?"

"Nyaman gak nyaman ya harus."

"Yasudah, kalian ikut saya," ucap bapak itu lalu berjalan.

"Ayo," jari tangan Zayn menggenggam jari Liza yang sebelumnya berada di lengannya, lalu dia menuntun Liza mengikuti bapak itu.

Bapak itu mengantar Zayn dan Liza untuk masuk lebih dalam Vila itu. Hingga mereka sampai di depan pintu kamar.

"Ini kamar kalian."

"Kamar kalian? Maksud bapak apa?" tanya Liza Heran.

"Jadi di Vila ini hanya tersisa satu kamar, kamar yang lain sudah pada rusak."

"Masa iya gua sekamar sama Liza," batin Zayn.

"Trus bapak tidur dimana?" tanya Zayn.

"Saya mah gampang, bisa di luar. Ayo masuk."

Bapak itu menuntun Zayn dan Liza masuk ke dalam kamar yang berada di Vila itu.

"Maaf kamarnya kecil, tapi di sebelah sana ada tiker yang bisa kalian pakai," bapak Villa itu menunjuk tiker yang tergeletak di pojok kamar.

"Gakpapa kok pak."

"Yasudah kalian istirahat aja, kalo ada sesutu yang membutuhkan saya, boleh cari saya di samping Villa ini."

"Bayarnya berapa pak?"

Bapak itu tertawa pelan. "Tidak usah bayar."

"Serius pak?" Zayn bersyukur karena kalau bayar uang dia semuanya sudah basah, ya pasti itu karena kecebur tadi.

"Iya, udah bapak pergi dulu, selamat istirahat."

"Terimakasih pak," ucap Zayn sopan.

Bapak itu keluar, tersisa Zayn dan Liza berdua di dalam kemar itu.

"Zayn, lu gila apa gimana si? Masa ia kita tidur sekamar?" omel Liza.

"Ya mau gimana lagi, dari pada tidur di jalan kaya gembel, mending disini," ucap Zayn sambil menutup pintu kamar hingga rapat.

"Kok pintunya di tutup? Buka aja!"

"Kalo di buka banyak nyamuk Za. Emang lu mau badan lu itu di gigit nyamuk? Lagian juga di luar itu dingin, baju kita nasih lepek, mau masuk angin?"

"Engga lah. Terus kita tidur di sini berdua gitu?" tangan Liza menunjuk ranjang yang berada di sampingnya.

"Siapa juga yang mau tidur seranjang sama lu. Lu tidur di bawah, pake tu karpet. Gua di kasur."

"Gak mau, masa iya gua tidur di karpet. Gua yang tidur di kasur, lu yang di karpet."

"Gak, gua gak bisa tidur kalo di karpet."

"Eh lu itu cowok, ngalah dong sama cewek."

"Gak mau."

Zayn dan Liza saling baradu tatapan tajam. "Siapa cepat dia dapat!" ucap Liza yang langsung cepat-cepat duduk di tepi kasur itu.

Tidak mau kalah Zayn pun juga ikut duduk di kasur, tapi Liza lah yang duluan menempati.

"Mampus gua duluan yang dapet, wlee," ejek Liza.

Zayn berdecak. "Sekarang lu ambil tu karpet, terus lu gelar, gua mau tidur." Liza langsung membenarkan posisi nya lalu memerankan matanya.

"Eh, Liza!! masa gua tidur di karpet?"

"Sut, cewek cantik mau bobo."

***

Liza terbangun dari tidurnya, dia melihat Zayn yang tertidur di bawah dengan keadaan menggigil.

Gimana gak menggigil Zayn yang tidur di bawah dengan alasan karpet hanya di baluti dengan baju sekolah yang masih lepek. Apalagi cuaca di sini sangat dingin.

Sedangkan Liza, dia masih memakai jaket milik Zayn, jangan lupa ada selimut yang membaluti tubuhnya.

Karena kasihan Liza langsung menghampiri Zayn dan menutupi tubuh Zayn dengan jaket.

Liza tersenyum manis. "Zayn kalo tidur ganteng banget," puji Liza di dalam hati.

"Kapan pun, dimana pun, dan sedang apa pun, Zayn akan tetap selalu ganteng." Liza tertawa kecil mendengar apa yang ia ucap.

Liza langsung balik lagi ke kasurnya, menidurkan tubuhnya dan kembali memeramkan matanya.

Kini gantian, Zayn tiba-tiba terbangun dari tidurnya, dan merasakan sesuatu yang berbeda di tubuhnya. "Kok badan gua sedikit anget?" batin Zayn.

Dia melihat tubuhnya. Mata dia langsung melihat jaket kulit berwarna hitam menutupi tubuh atasnya.

"Siapa yang taro jaket ini di badan gua?" tanyanya. "Bentar... disini kan cuma ada gua sama... Liza," batin Zayn.

Zayn menoleh ke arah Liza. "Liza," dia langsung bangkit dan berjalan menghampiri Liza yang tertidur.

Liza yang sudah tertidur pulas tidak sadar bahwa kini tangan Zayn sedang menyingkirkan rambut Liza yang sedikit menutupi wajahnya.

Dia mendekatkan wajahnya ke depan wajah Liza. "Jadi gadis ini yang taro jaket ini," ucap Zayn sambil tersenyum manis.

"Ululu perhatian banget," ucap Zayn dengan jari telunjuk yang mengelus-elus pipi Liza penuh hati-hati. Dia gak mau mengganggu gadis yang sedang tidur ini.

Zayn menatap intes setiap rinci wajah indah Liza. Tidak ada cacat sedikit pun, benar-benar indah ciptaan Tuhan yang satu ini.

"Ahh, gadis ini selalu saja cantik." Zayn langsung salting mendengar ucapannya sendiri.

***

Baper gak tuh Liza kalo dia tauuu.

baca terus jangan kasih kendor. Maaf kalo ada typo.

See you

Continue Reading

You'll Also Like

2.1M 135K 46
[FOLLOW DULU SEBELUM BACA] PART MASIH LENGKAP! "Kemana tadi?" Daksa yang mendengar pertanyaan Kara jadi gugup dan bingung harus jawab apa "JAWAB!" u...
261K 9.1K 41
Dia, Gardenia si cantik autentik dengan cintanya yang tulus. ______ Nathan Rajendra, cowo yang selalu dideskripsikan sebagai manusia dengan kepribad...
522 111 40
Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain...
416K 19.7K 38
PART MASIH LENGKAP! OPEN PO!! (Beberapa chapter diprivat acak, harap follow untuk kenyamanan membaca) Areska Danetra Perwira. Terkenal kejam dan tida...
Wattpad App - Unlock exclusive features