๐—ฃ๐—ฅ๐—ข๐—ข๐—™ ๐—ข๐—™ ๐— ๐—ฌ ๐—›๐—˜๐—”๐—ฅ...

By anothermxxlfoy

14.3K 1.6K 194

Semua yang terjadi pasti punya alasan, begitu juga rasa benci Sharen pada Jervine. ๐—ฃ๐—ฅ๐—ข๐—ข๐—™ ๐—ข๐—™ ๐— ๐—ฌ... More

ยป pomh.00 - ia berbeda
ยป pomh.01 - jerk and his magot
ยป pomh.02 - perkara botol minum
ยป pomh.03 - my boo
ยป pomh.04 - rules
ยป pomh.05 - wib
ยป pomh.06 - denial
ยป pomh.07 - salah paham
ยป pomh.08 - tell the truth
ยป pomh.09 - nama gue, Helvin
ยป pomh.10 - kisah yang lain
ยป pomh.11 - jablay dan jametnya
ยป pomh.12 - 1 2 3!
ยป pomh.13 - got that boom!
ยป pomh.14 - where i am?
ยป pomh.15 - obsession
ยป pomh.16 - sorry
ยป pomh.17 - a distance
ยป pomh.18 - flashback
ยป pomh.19 - about the ( unknown ) siblings
ยป pomh.20 - story between us
ยป pomh.22 - hampa
ยป pomh.23 - back to you
ยป pomh.24 - cuddling
ยป pomh.25 - proof of my heartbeat
ยป epilogue - little baby

ยป pomh.21 - sebelum sekarang

366 57 6
By anothermxxlfoy

lemesin readers!
⚠ bahasa absurd, umpatan, typo, bijak dalam menyikapi ya

---

halaman kedua puluh satu, sebelum sekarang.

—flashback on,

" AL, VINE!" Javier menghentakkan kakinya kesal, pasalnya ia tertinggal jauh dari sang kakak juga sahabatnya.

" Tungguin ish!" Gerutunya sebal " Lambat." Rasanya Javier ingin menceburkan kakak kembarnya ini ke kolam ikan baru milik mima mereka.

" Kalian berdua jalannya cepet banget sih!" Sharen yang tengah dirangkul oleh Jervine diam saja, ia tak menghiraukan Javier yang terus menggerutu di sampingnya.

" Lo bawa bekal ngga Al?" Sharen menganggukkan kepalanya, kemudian mengangkat tote bag kecil yang dibawakan ole mami.

" Buat kita berdua." Katanya.

" Gue engga?" Tunjuk Javier pada dirinya sendiri " Ngga, lo kan udah dibawain sama mima kan?" Javier kembali menggerutu.

Hingga sampailah ketiga anak ini di depan kelas mereka.

" Hari ini jadwal gue duduk sama Ale, lo disana." Tanpa permisi Javier langsung menyeret tas Sharen untuk duduk dengannya " Pelan - pelan ish anjir!"

Cewek itu mengerucutkan bibirnya " Habisnya lo lengket banget sama Jervine." Ujarnya malas.

Jervine pun memutuskan untuk duduk bersama Bian disamping meja mereka. Memang tak bisa untuk jauh - jauh.

Posisi duduknya, Bian | Jervine - Sharen | Javier.

" Al, minjem pulpen dong!" Tentu saja dengan senang hati Sharen meminjamkan pulpennya pada Jervine.

" Lo kenapa sih kalau sama Vine bisa baik banget? Apa - apa pasti dibagi dua, sedangkan gue? Gue lho Al yang ngehibur lo waktu tuh si bangsat satu itu bikin lo nangis aja lo lupain? Lo ga ing—hmphh."

Sharen membekap mulut Javier yang kelewat cerewet, " Diem coba Vi. Sekaliii aja lo ga bikin telinga gue panas." Kemudian melepaskan bekapannya.

Javier mendengus " Iya - iya,"

Sharen terkekeh " Kenapa lo?" Kemudian cewek itu tersenyum " Makasihh Vier udah mau hibur guee." Kemudian ia menarik Javier ke dalam pelukannya dengan beringas.

Javier yang dipeluk secara tiba - tiba seperti itu pun tersenyum dan membalas pelukan Sharen " Sama - sama."

Jervine yang menatap aksi keduanya pun melotot, " Ngapain lo berdua?"

Javier memeletkan lidahnya mengejek.

---

" Lo ngga belajar?" Tanya Sharen pada Jervine yang sudah siap dengan penampilannya. Sementara ia tengah duduk berhadapan dengan Javier mengerjakan soal latihan UN tingkat SMP.

Jervine menggeleng, " Kan Vier ada, tinggal nyontek aja." Javier yang namanya disebut pun hanya mendengus pasrah.

" Mau kemana?" Javier ikut menoleh pada Jervine, sementara itu yang ditanya hanya cengengesan " Punya pacar ya kencan dongg." Sombongnya.

" Dih sombong banget," Gerutu Sharen sebal " Cie cemburu lo?"

" Iya," Lirihnya.

" MIMA VINE PINJEM MATICNYA YA!" Kemudian ia langsung kabur begitu saja.

" NGGAK! BELAJAR KAMU!"

Disusul oleh sosok Rose yang datang dari arah dapur " Mana kembaranmu Vi?"

" Udah pergi mim," Jawab Javier sekenanya, ia tengah fokus pada rentetan soal - soal yang mengocok otak.

" Nanti habis pulang nganterin Sharen langsung kunci aja gerbang sama pintunya."

Kemudian wanita itu kembali ke dapur, meninggalkan dua orang remaja yang saling melempar tatapan.

---

" Ayah har—"

" Ngga." Baru saja hendak menutup pidatonya, ucapan Jeffrey sudah terpotong dengan kata - kata Jervine.

" Jervine gamau." Pandangan semua orang yang duduk disana pun teralih pada sosok Jervine yang sudah memasang ekspresi tegasnya.

Javier menyenggol paha kakaknya itu lumayan keras " Vine."

" Kenapa harus Vine? Ngga Vier aja?"

" Jervine!" Pekik Jeffrey yang sudah tak sabar " Vine punya pacar yah, kenapa ngga sama Vier aja? Lagian Vier suka sama Ale."

Sontak saja mereka terkejut, terutama oknum bernama Javier.

" Lagian kita baru aja lulus SMP kemarin, kenapa buru - buru sih." Tatapannya beralih pada Sharen " Lo ngomong juga dong, Sha." Kepala Sharen langsung tegap.

" Jelasin sama mereka kalau kita ini masih kecil, emang lo mau masih SMA udah gendong bayi? Gamau kan?" Sharen hanya terdiam " Ngomong Sha!"

Sharen menggigit bibir dalamnya, " Vi, lo juga ngomong dong kalau suka sama Sharen."

" Ngga ada Vier sama Ale, keputusan kita udah bulat! Jervine, bukan Javier yang akan dijodohin sama Ale."

Jervine menghempaskan tubuhnya di kursi dengan kesal, ia kan tidak mau!

Rose mengelus bahu anaknya, mencoba memberi pengertian " Emang kamu gamau sama Ale, Vine? Setau mima kalian deket banget."

Jervine menggeleng tegas " Vine ga suka sama Ale mim, bisa ngerti ngga sih?"

---

" Gue ber—"

" Sama Vier." Sharen mengangguk " Emang gue mau bilang itu!" Bohong.

" Gue pp sama Vier, lo ngga usah nung—"

" Siapa yang mau nunggu, pulang nanti gue mau jalan sama Seyan." Kemudian tanpa permisi cowok itu langsung pergi begitu saja.

" Ayo Al, telat nanti." Sharen mengangguk, kemudian memakai helmnya dan naik ke jok penumpang motor Javier.

" Vi," Karena jalanan masih sepi jadi Javier bisa mendengarkan panggilan dari Sharen " Hm?"

" Kok Jervine berubah ya?"

" Perasaan lo aja kali." Sharen mendengus " Engga, tau! Dia beda banget, jadi sewot gitu anaknya."

" Lagi berantem kali sama ceweknya." Entahlah, Sharen hanya mengangguk saja.

Kemudian mereka sampai di parkiran sekolah. Sharen buru - buru turun dari motor Javier " Take care!" Teriak Javier saat Sharen berlari menjauhinya " Lo juga!"

Tak lama kemudian motor Jervine pun datang dengan seorang cewek di boncengannya.

" Pagi, Vi!" Sapa cewek tersebut dengan girang, Javier sih hanya menatap saja. Bahkan ia tak tersenyum.

" Aku duluan Vine." Jervine tersenyum " See you, babe."

" Dia manggil lo Vine?" Jervine mengangkat bahunya " Itu kan panggilan khusus dari gue! Wah ga terima kalau ada yang manggil lo gitu juga. Yaa, selain Ale." Kesalnya.

Jervine merotasikan bola matanya " Lebay lo, lagian apa salahnya? Toh itu nama gue kan? Lagian Sharen juga manggil gue gitu."

" Ya tap—" Jervine mengangkat tangannya di depan mulut Javier " Gausah berlebihan."

Javier berdecih, " Lo ngga ngehargai banget sih Vine?"

Jervine kembali mengangkat bahunya, " Cuma nama, ga lebih."

" Tapi coba deh lo bayangin, lo panggil dia babe. Sedangkan orang lain panggil cewek lo juga babe, lo ikhlas ngga?"

" Nama dia Seyan bukan babe, Vi. Cuma nama njir."

Javier melambaikan tangannya " Setan kali nama cewek lo." Celetuknya malas.

---

" Vine!" Sharen berlari menghampiri Jervine yang hendak naik ke atas motornya, jangan lupa disana juga ada Seyan yang sudah memakai helmnya.

Jervine mengurungkan niatnya, " Apa Sha?" Sharen menautkan alisnya begitu mendengar nama panggilan yang terasa asing baginya, sejak kapan berganti?

" Gue pulang sama lo boleh? Vier ada basket." Jelasnya seraya menunjuk pada lapangan basket yang hanya terhalang pagar besi dengan area parkir.

Jervine lantas melirik pada Seyan yang sudah siap dengan helmnya, kemudian menoleh kembali pada Sharen " Ngga bisa Sha."

" Loh kenapa?" Tanyanya heran.

Jervine merotasikan bola matanya malas " Lo ngga liat gue mau nganterin Seyan?" Sharen pun melirik pada Seyan " Oh, ya biasa aja dong. Lagian gue sekalian mau mampir ke rumah lo, nanti malem kan mau—eh eh"

Belum selesai dengan ucapannya, Jervine sudah menarik lengan Sharen untuk menjauh. Apa - apaan!?

Cowok itu menghempaskan tangan Sharen dan menatapnya tak suka " Bisa berhenti ngga sih?"

" Hah?"

" Ngga usah pura - pura bego Sha. Lo bisa ngga berhenti buat sok deket banget sama gue?" Katanya tajam " Lah bukannya kita emang deket ya Vine?"

" Jangan panggil gue Vine lagi. Fyi juga, kita udah ngga deket Sha." Ujarnya. Sharen hanya diam, cewek itu tengah mencerna ucapan Jervine barusan.

" Maksud lo?"

Jervine mendengus lelah, " Sekarang gini aja deh." Ia mengacungkan jari kelingkingnya ke hadapan Sharen.

" Kita buat perjanjian," Tukasnya " Perjanjian apa?"

" Lo gaboleh deket - deket sama gue, anggap aja kita ga saling kenal." Sontak saja Sharen menggeleng " Gamau! Lo apa - apaan sih?!"

" Gue punya pacar Sha, gue punya Seyan kalau lo ngga inget. Gue ini pacar orang, dan lo itu cuma sahabat dari kecil."

Sharen yang diperjelas statusnya oleh Jervine hanya bisa terdiam. Cuma sahabat dari kecil, apa ngga berarti ya?

" Lo cewe kan? Dan gue harap lo ngerti perasaan cewek gue juga."

Sharen menatap Seyan yang berdiri tak jauh dari mereka, ia tengah menatap keduanya. Kemudian tatapan cewek itu beralih pada kelingking Jervine yang masih teracung.

" Ok." Setuju.

—end of flashback.

---
pernah di posisi vier ga?

to be continued.

Continue Reading

You'll Also Like

245K 20.7K 11
"siapa bajingan yang telah membuatku buncit seperti ini!?" "Lee Jeno." Ketika Na Jaemin yang tampan, keren, kuat, dan berwibawa berubah secara perla...
1.2M 34.2K 26
LOLLIPOP "๋กค๋ฆฌํŒ" [COMPLETED] ๐Ÿ”ž๐Ÿ”ž "Ahra, lo mau lolipop nggak?" - Berawal dari tawaran itu, berhasil membuat sebuah rahasia antara dua keluarga terungk...
1.6M 156K 46
[REVISI] Terakhir kali Jeno melihatnya, dia hanyalah seorang anak laki-laki labil yang tidak mengerti apa itu cinta. Penampilannya culun, senyuman le...
14.4K 1.7K 48
Woi!!! itu chenle kenapa?? lo nggak apa apa jaem!! Berdoa bang berdoa!!! Start : 5/25/2020 End. : 10/30/2020
Wattpad App - Unlock exclusive features