Sore ini tiba-tiba saja hujan, padahal beberapa menit lalu langit masih cerah.
Aku masih berada diruangan Papa, masih dengan kerjaan yang mulai menipis. Dengan kopi hangat yang ku seduh beberapa menit lalu, ku pandangi jendela bertabur butiran-butiran air hujan.
Suasana ini semakin terasa sendu ketika mengingat bagaimana Taeyong tak membalas pesanku, tidak menjawab panggilanku sejak pagi tadi.
Aku bisa saja mengabaikan hal itu, namun aku juga merasa bersalah karena tidak mengabarinya tentang kepulanganku yang mendadak.
Tok tok tok
"Masuk"
Lamunanku seketika buyar, dengan cepat menoleh ke arah pintu masuk.
"Mukbang yuk?!"
Aku tersenyum, mendapati Yeri dengan mengangkat sebuah plastik berisikan kantong Burger King ditangannya. Aku mengangguk, lalu Yeri masuk menghampiriku yang ternyata juga diikuti Kak Jaehyun, Kak Doyoung dan Kak Yuta.
Aku menatap Yeri bingung, meminta penjelasan kenapa tiga orang yang beda tempat kerja itu berada disini. Yeri hanya membalasnya dengan cengiran kuda.
"Udah jam pulang kantor kan? jadi boleh nih masuk ke ruangan Dirut?" Tanya Kak Doyoung, yang sebenarnya hanya basa-basi.
"Boleh, asal gak bikin gaduh satu gedung aja" kita berlima terkekeh.
Aku menghampiri mereka yang sudah duduk melingkar di sofa.
"Ke rumah sakit jam berapa?" Tanya Kak Jaehyun.
Kak Jaehyun dan Kak Doyoung secara bersamaan menyodorkan sebuah burger ke arahku. Aku mengambil yang Kak Jaehyun pegang, karena Kak Jaehyun duduk disebelahku, lebih dekat. Sedangkan Kak Doyoung berada di depanku yang masih terpisah meja.
"Agak malem deh kayaknya Kak, masih ada yang mau gue kerjain"
"Kalau makan mending diem dulu deh, dari pada keselek" (Kak Jaehyun)
"Lah, lo yang ngajak ngobrol.. uhukk uhukk"
"Tuh kan... lo sih Jae" Kak Doyoung menyodorkan cola dan tisu padaku.
"Sorry..."
"Gue anterin ya ntar, sekalian gue bantu kerjaan lo"
Salah minum kayaknya si Kak Doyoung, tumben banget baik.
"Gak usah kak, gue bisa sendiri kok"
"Doy gak usah modus lo, inget Reena udah jadi istri orang" (Kak Yuta)
"Kakak gue kan maksud bantu aja gak modus, lo aja yang negthink Kak" (Yeri)
"Dih malah belain kakak lo, gak tau aja lo kelakuan Doyoung yang sebenarnya"
"Kenapa? Kak Doyoung baik, gak kayak lo yang gonta ganti cewek aja tiap bulan"
"Wah, nih anak gak tau aja gue udah tobat"
"Halah tobat karena emang udah gak ada yang mau sama lo"
"Lama-lama gue kuncir tuh mulut" Kak Yuta benar-benar gemas, sampai tangannya hampir aja menyentuh mulut Yeri kalau sang empunya tak menepis tangan laki-laki gondrong yang duduk disampingnya.
"Udah udah... disini kita mau nemenin Reena bukan shooting katakan putus" (Kak Doyoung)
Aku dan Kak Jaehyun terkekeh hanya menikmati keributan tersebut.
"Biarin aja kak, lucu kali ya kalau mereka ternyata jodoh"
"BIG NOOOOO" Jawab Yeri dan Kak Yuta serempak.
"Nah tuh, malah kompak banget. Fix jodoh"
Yeri dan Kak Yuta lantas kembali kompak membuang muka satu sama lain, kebetulan mereka duduk bersebelahan.
_ _ _ _ _ _ _ _
"Makasih ya Kak, padahal gak perlu repot bantuin gue"
Kak Doyoung beneran bantu koreksi beberapa proposal, merapikan jadwal meeting dan kunjungan ke lapangan.
Sebenarnya hanya mengoreksi aja, tapi karena ada beberapa file memang butuh beberapa hari kalau aku yang mengerjakannya. Maklum, masih dalam tahap penyesuaian dengan pekerjaan baru ini.
"Gue gak repot kok, lagian gue juga sering dapet kerjaan begini"
Kak Doyoung emang kerja sebagai sekretaris di salah satu perusahaan Garment, Direktur utamanya tidak lain dan tidak bukan adalah Jung Jaehyun. Itulah kenapa tiga serangkai masih kemana-mana jadi satu paket. Mereka bekerja di perusahaan yang sama.
"Lo sih bilangnya gak repot, gue yang gak enak"
"Yauda traktir kopi aja ntar"
"Oke"
Aku memandangi wajah Kak Doyoung yang sangat serius dengan berkas dan laptop di depannya, membuatku mengantuk. Aku rasa tiga burger yang Yeri bawa juga ada obat tidur deh.
_ _ _ _ _ _ _ _
TAEYONG POV
Aku membuka pintu yang ditunjukkan satpam tadi, setelah membukanya aku melihat Reena sedang tidur dengan posisi kepala dipangkuan seorang laki-laki. Laki-laki itu juga tanpa sungkan mengelus rambut Reena berulang kali. Tanpa permisi, aku menghampiri mereka.
"ENAK YA, JAUH DARI SUAMI MALAH SELINGKUH DISINI"
Aku bisa melihat bagaimana laki-laki itu terkejut lalu menatapku bingung.
"Reena, bangun... "
Laki-laki itu malah mengusap pipi istriku, astaga. Aku tak tahan bermaksud untuk menarik tangan Reena agar bangun. Tapi laki-laki itu menahanku.
"Tolong lebih lembut kalau membangunkan orang tidur, terlebih itu perempuan"
"Dia istriku, terserah mau ku apain"
Aku mengabaikan tatapannya, juga mendorongnya agar lebih menjauh.
"Ada apa?" Reena terbangun dengan mata yang masih susah untuk dibuka.
"Ayo pulang!!" Aku menarik Reena hingga keluar ruangan.
Aku tau, Reena mengeluh kesakitan ketika ku tarik pergelangan tangannya agar menyamai langkahku.
"Taeyong sebentar, sepatuku yang kiri jatuh"
Aku tak mengubrisnya, aku tau juga melihat salah satu sepatu Reena tertinggal saat akan memasuki lift.
"Besok aku belikan yang baru"
"Kamu kenapa sih?"
Reena mencoba melepas genggamanku, namun ku tambahkan kekuatan agar tak lepas.
"Aku yang harusnya tanya, kenapa kamu berduaan sama laki-laki itu?"
"Kak Doyoung bantuin aku, lagian dia Kakak kandung Yeri, kita kenal udah lama banget"
"Jadi karena dia kakak Yeri, kamu bisa mengelabui aku buat selingkuh sama dia? Kamu pikir aku bakal percaya sama hubungan kalian yang sebatas kenalan sejak lama?"
"Terserah kamu, lepas tangan aku Taeyong. ini sakit"
Aku mengabaikannya, baru ku lepas setelah Reena masuk ke dalam mobil.
Selama perjalanan aku dan Reena sama-sama diam hingga sampai dirumah.
TAEYONG POV End
_ _ _ _ _ _ _
AUTHOR POV
Reena lebih dulu memasuki rumah, disusul Taeyong setelah memastikan mobilnya terparkir dengan benar.
"Murahan banget sih, udah tau punya suami masih aja ganjen sama laki-laki lain"
Langkah Reena terhenti. Lalu menghampiri Taeyong yang beberapa langkah dibelakangnya. Dada Reena semakin sesak, tapi dia memilih menahan segala emosinya.
"Maksud kamu?"
"Selingkuhan kamu tadi? Atau semenjak masih sama Daniel kamu udah selingkuh sama laki-laki tadi?"
Sambung Taeyong masih dengan nada sinisnya.
Ingin rasanya menampar Taeyong yang berdiri tegap dihadapannya, namun Reena masih sadar sepenuhnya jika Taeyong adalah suaminya, pernikahannya saja belum genap dua minggu.
Reena juga cukup lelah hari ini, tak akan membuang tenaga terlebih besok harus kembali meeting dan memantau dua proyek sekaligus.
"Sekreatif pikiran kamu aja, aku capek"
Reena memilih untuk meninggalkan Taeyong yang masih berdiri diruang tamu. Reena memasuki kamar, lalu mengambil Ransel dan mengemas beberapa baju. Karena ingat untuk ke rumah sakit, karena Mama Tiffany pasti sudah menunggunya.
Taeyong yang baru masuk ke kamar, langsung mengambil alih ransel tersebut.
"Mau kemana? mau nemuin selingkuhan kamu?"
Taeyong menatap tajam Reena yang masih berusaha mengambil ranselnya.
"Aku bilang sekreatif pikiranmu aja, kamu bebas berprasangka apapun tentang aku"
Tangisan Reena pecah, bagaimana pun posisinya sekarang sangat tersudutkan, terlebih itu suaminya sendiri.
"Jadi benar? itu selingkuhan kamu? Dasar murahan!!"
Taeyong tersenyum smirk, lalu membuang ransel tersebut ke arah kasur. Saat Reena ingin mengambilnya, Taeyong mendorong kasar tubuh Reena sampai terbaring dikasur.
"Harusnya kamu bilang dari awal, gak usah sok suci di depanku"
Taeyong langsung menindih tubuh Reena dan mengunci pergerakan tangan juga kakinya.
"Kamu apa-apaan sih?"
"Aku juga harus nyentuh bekas sentuhan laki-laki itu, disini kan? disini juga?"
Taeyong mengusap rambut Reena juga bagian pipi yang tadi juga diusap Doyoung.
"Maksud kamu?"
Tanpa menjawabnya, Taeyong langsung melumat bibir Reena dengan kasar. Kedua tangan Reena juga masih digenggamnya keatas kepala Reena agar Taeyong dapat leluasa dengan kegiatannya.
"Diam!! Aku harus mencicipi tubuh murahanmu ini"
Taeyong merobek semua kain yang Reena pakai hingga tak tersisa, tidak ada yang menutupi tubuhnya lagi.
Selanjutnya Reena pasrah dengan apa yang akan dilakukan suaminya. Begitupun Taeyong dengan emosi dan nafsunya yang meluap, terus mendominasi atas Reena.
AUTHOR POV End
_ _ _ _ _ _ _ _ _
16/05/2021
Note: Semoga bisa dibaca, hihihi. Maaf lagi lagi maaf kalau ngefeel 😁
Sorry banget ini kalau gak ada peringatan sedikit adegan swedepep...
_ _ _ _ _ _ _ _ _
"Aku mengambil semua yang menjadi hakku" — LTY