Di balik pintu kelas, terdapat seorang gadis cantik yang sesekali mengintip keluar untuk memeriksa keadaan.
Gadis itu tersenyum lebar saat mendapati apa yang ia cari dari tadi. Dengan penuh perhitungan, gadis itu mulai mempersiapkan diri dengan aba aba yang di ucapkan dalam hatinya.
Satu, dua,tiga.
"Selamat pagi Hyunjae" sapanya riang
Hyunjae, lelaki yang di sapa itu hanya menatapnya datar lalu berjalan melewatinya seolah olah tidak ada siapapun di sana.
"Udah Jen, kering itu gigi. Sini duduk"
Jennie, gadis cantik yang sedang berjuang untuk mendapatkan hati pangeran esnya itu menyengir sebelum menuruti apa kata sahabatnya.
"Lo dapat semangat dari mana sih? Heran gue, ga ada capek capeknya"
Jennie tersenyum lebar,"Kan Jennie udah kasih tau, mamanya Jungkook bities itu panutannya Jennie"
Chungha memutar bola matanya malas, bosan mendengar alasan Jennie yang tidak berubah.
"Harusnya lo gunaiin semangat ini buat belajar, bukan malah ngejar cowok ga punya hati itu" cibir Chungha
Jennie mendelik tidak suka,"Chungha jangan ngataiin Hyunjae, lagian buat apa Jennie ngejar sesuatu yang Jennie ga suka"
"Trus lo lebih milih ngejar sesuatu yang ga suka atau bahkan benci sama lo, dari pada ngejar sesuatu yang walaupun lo benci, bisa kasih masa depan yang baik buat lo?" balas Chungha tajam
Jennie mengerucutkan bibirnya saat mendengar balasa tajam Chungha,"Chunghaa jangan gitu dong" rengeknya sembari bergelayut di lengan Chungha.
Chungha menghela nafas,"Denger ya Jen, gue ga larang lo buat suka atau ngejar seseorang. Tapi, semuanya ada batasnya Jen. Ada saatnya dimana lo harus berhenti karna emang yang lo kejer ga mau. Lo gak bisa maksa Jen"
Jennie mengangguk lesu,"Jennie tau kok"
Chungha kembali menghela nafas, merasa kesal sekaligus kasihan dengan sahabat polosnya ini.
"Ya udah ayo kantin,gue traktir"
"Serius? Asik, AYO KANTIN SELAGI CHUNGHA BAYAR"
"JENNIE DOANG YA JENNIE DOANG"
"Yahh"
"APA YAHH YAHH"
°°°
Saat sedang nikmat nikmatnya Jennie melahap bakso yang terasa dua kali lipat lebih enak, tiba tiba ada sebuah lengan kekar yang merangkulnya dari belakang dengan kasar.
"Pagi pagi udah kantin aja"
"Taeyoung ih, kan basonya jadi jatuh" kesal Jennie
Taeyoung terkekeh lalu mengacak surai Jennie gemas,"Maaf ya? Aku ga tau"
Jennie mencibik kesal lalu kembali menikmati basonya, "ga tau pokoknya Jennie kemusuhan sama Taeyoung"
Taeyoung mencubit kedua pipi gempal Jennie gemas,"Jangan marah dong, nanti aku beliin susu"
Jennie yang tadinya kesal langsung menatap Taeyoung dengan tatapan berbinar,"Bener? Yang banyak ya?"
Taeyoung mengangguk lalu mengusap rambut Jennie,"Kamu bilang aja mau berapa aku beliin"
"Ekhem"
"Kenapa chung? Chungha mau juga ya? Tenang aja nanti Jennie beliin" ujar Jennie
Chungha menggeleng kecil melihat kepolosan dan ketidakpekaan seorang Jennie.
"Jen dari pada lo kejar Hyunjae Hyunjae itu, mending lo kejar Taeyoung aja. Bentar doang pasti dapat" saran Chungha
Taeyoung yang sedang meneguk minumannya itu langsung tersedak.
"Apaan sih?" kesal Taeyoung
Chungha mengedikkan bahunya,"Lo tau sendiri apaan"
Jennie beralih menatap Taeyoung,"Taeyoung mau Jennie kejar?"
"A-apaan sih, ga usah di denger ucapan Chungha"
Jennie menatap Taeyoung dengan tatapan curiga,"Taeyoung suka sama Jennie ya?"
Taeyoung mengalihkan pandangannya,"Enggak, kamu itu udah kaya adik aku"
Jennie mengangguk,"Bagus deh kalau gitu, Jennie ga mau bikin Taeyoung sedih"
Dan Taeyoung hanya bisa tersenyum tipis mendengar itu.
°°°
Jam istirahat kali ini, Jennie sedang berjalan di koridor sekolah. Dengan senyum lebarnya, Jennie membuka pintu perpustakaan dan masuk dengan riang.
Jennie membenci tempat ini, tapi dia ke sini untuk pangeran esnya.
"Hyunjae" panggil Jennie dengan nada pelan di akhirnya.
Di depannya Hyunjae sedang bersama seorang gadis cantik dengan visual yang bisa bikin Jennie langsung kagum, apalagi Hyunjae ya?
Tatapan Jennie turun pada tangan gadis itu yang memeluk lengan Hyunjae erat. Ah, Jennie jadi paham kenapa Hyunjae dingin banget sama dia.
Dengan senyum tipisnya, Jennie berbalik lalu mulai menjauh dengan harapan bahwa hatinya bisa sembuh sesegera mungkin.
Hyunjae menghempaskan tangan gadis di depannya ini risih. Dengan tatapan kesal, Hyunjae meraih buku yang ingin dia baca.
Hyunjae hendak keluar saat matanya menangkap punggung seorang gadis yang selama ini mengisi hari harinya di sekolah.
"Jennie?" gumannya
"Chunghaa" rengek Jennie begitu dia duduk
"Hm"
"Sakit" ujarnya masih dengan nada rengekan
Chungha mengalihkan pandangannya,"Apa yang sakit?"
"Hati aku" ujar Jennie menurunkan kedua sudut bibirnya.
Chungha mengelus rambut Jennie,"Namanya perasaan ga semuanya bakal terbalas Jennie. Gapapa, nanti juga ketemu yang lebih baik kok"
Jennie menganggukan kepalanya. Dengan perasaan sedih, Jennie melipat kedua tangannya di atas meja dan menaruh kepalanya di atas.
°°°
Brak
Seisi kelas melirik aneh Hyunjae yang baru saja masuk dengan tidak santai.
Namun pandangan pria itu hanya tertuju pada Jennie yang sedang tidur membelakanginya.
Dengan segera, Hyunjae berjalan menuju meja Jennie dan menarik tangan gadis itu.
Jennie yang sedang melamun itu langsung tersentak kala Hyunjae maraih tangannya.
"Mau apa lo?" tanya Chungha ngegas
"Pinjem Jennie bentar" ujar Hyunjae tanpa mengalihkan pandangannya dari Jennie yang masih shock.
"EH WOI MAU KEMANA?" teriak Chungha ketika Hyunjae menarik Jennie pergi keluar.
"K-kenapa" tanya Jennie gugup
Dirinya gugup akan dua hal, yang pertama karna perasaan sukanya dan kedua karna perasaan takutnya. Hyunjae terlihat marah dan itu bikin Jennie takut.
"Jennie liat aku"
Jennie melirik takut lalu menggeleng,"Muka kamu serem"
Hyunjae terkekeh kecil mendengar itu. Dan Jennie sendiri lagi lagi bengong karna melihat tawa Hyunjae.
"Kamu barusan ketawa?" tanya Jennie
"Kalau iya,kenapa?" tanya Hyunjae heran
"Manis"
"Ketawa kamu manis" ujar Jennie pelan
Hyunjae menunduk untuk menyesuaikan tingginya dengan Jennie membuat kedua wajah mereka menjadi dekat. Jennie manahan nafasnya, jantungnya bedetak beribu ribu kali lebih cepat.
Hyunjae, untuk pertama kalinya tersenyum dengan lebar dan tulus di hadapan Jennie.
"Kalau aku senyum, itu artinya kamu spesial" ujar Hyunjae lalu kembali berdiri tegak.
Jennie meraba area dada kirinya,"Gila jantung Jennie kaya mau meledak"
Hyunjae lagi lagi terkekeh melihat tingkah polos gadisnya ini.
"Cewek di perpus tadi bukan siapa siapa. Aku ga kenal dia siapa" jelas Hyunjae
Jennie tiba tiba menunduk membuat Hyunjae menaikkan satu alisnya bingung.
"Kamu kenapa?"
"Emang Hyunjae ga suka sama cewek itu? Dia kan cantik banget, Jennie aja kagum"
Hyunjae mengangkat wajah Jennie dengan jari telunjuknya,"Kamu lebih cantik"
Pipi Jennie berubah menjadi merah membuat Hyunjae mengacak surainya gemas.
"Ayo pacaran"
"Ha?"
"Ah ga usah, langsung nikah aja gimana?"
See you at bonus 17💕💕