°•°
°•°
°•°
15.00 KST
Byung Hun masuk ruangan dengan perlahan, takut mengganggu Jin barangkali dia tertidur, namun nyatanya, Byung Hun bisa melihat mata sang anak yang berbinar menatap jendela besar ruangan itu menampilkam pemandangan kota sore itu
Kehadirannya belum diketahui sang anak, sudah menjadi hal biasa bagi mereka yang memahami kondisi Jin sepenuhnya
Hyun Joo sedang melakukan operasi yang dimulai beberapa saat lalu, mungkin akan sampai malam, dan Byung Hun memutuskan meninggalkan segala pekerjaannya sejenak untuk menemani Jin selama Ibunya bekerja
Byung Hun menyadarkan Jin dengan mengacak rambut Jin pelan, dan benar, dia menaoleh, melempar sebuah senyum manis yang jarang ia berikan akhir akhir ini
"A-appa" lirihnya
Byung Hun tersenyum lebar kemudian mendudukan dirinya di kursi yang ia tarik ke dekat ranjang
Satu minggu berlalu pasca sadarnya Jin dari koma, dia banyak berlatih lagi tentang segala hal, termasuk terapi mata yang kini membuahkan hasil cukup baik
Penglihatannya kembali, meski tidak sebaik dulu, namun setidaknya ia masih bisa melihat area sekelilingnya, tidak dengan penglihatan jarak jauh, itu terlalu sulit baginya
Untuk kakinya yang kata dokter mangalami kelumpuhan, benar, dia.memang tidak bisa berjalan, untuk memggerakan kakinya pun tidak bisa, sulit baginya untuk melakukan itu
Dan untuk masalah pendengarannya, dokter bilang itu sulit, jaringan otak yang rusak telah melukai gendang telinganya
Dokter tidak yakin itu bisa disembuhkan
"Mau makan sesuatu?"
Byung Hun mengetikan pertanyaan pada ponselnya, dan Jim membacanya dengan senang hati
"Aku- tidak lapar" jawab Jin kikuk
"Jadi, apa yang kau inginkan selain makanan?"
"Aku ingin pulang, appa"
Byung Hun terpaku, ia tidak yakin Jin akan diijinkan untuk ini, terakhir kali Jin merengek minta pulang, sekitar dua atau tiga hari lalu, dia tidak diijinkan karena memang kondisinya tidak memungkinkan untuk itu
Dengan segala macam bujukan akhirnya Jin bersedia tinggal untuk beberapa hari lagi
"Tidak, tidak untuk saat ini Jin"
"Tolong, kurasa aku sudah baik baik saja"
Byung Hun tau, Jin terlalu bosan berada disini selama hampir satu bulan, atau mungkin lebih
"Kita akan bicarakan ini dengan dokter, berjanjilah untuk tetap memperhatikan kondisimu meski kau sudah mendapat ijin sekalipun"
Jin tersenyum lebar sambil mengangguk membaca apa yang ditulis ayahnya, cukup senang mendapat peluang agar ia bisa keluar dari tempat ini
Tepat setelah mereka mengakhiri percakapan, pintu ruangan terbuka, benar, dokter masuk tanpa siapapun yang mengikutinya, jika begini maka dia hanya akan menanyakan kondisi Jin, sekedar menjenguk pasien nya
"Ahh, anyeonghaseo Tuan" dokter itu membungkuk memberi salam dan Byung Hun tersenyum sambil mengangguk
"Kebetulan sekali kau datang, Dokter Park"
Dokter Park terdiam, menatap Jin sejenak yang berwajah cerah, tidak seperti biasanya
"Ada apa tuan?"
"Kau bicaralah" Tuan Kim menepuk Jin, dan Jin mengerti hanya dengan memperhatikan gerakan mulut sang ayah
"Boleh aku pulang, dokter?" ujar Jin
Dokter Park menatap Byung Hun ragu, dan Byung Hun hanya bisa memberi isyarat agar menahannya jika memang masih tidak diperbolehkan
"Tolong jangan melarangku lagi" rengek Jin
Dokter Park menghela nafas, sulit melepas Jin dari pengawasannya meski bisa dibilang keadaannya jauh lebih baik dari sebelumnya
"Biarkan aku memeriksamu lagi secara keseluruhan, setelah itu aku akan memutuskan"
Itulah yang ditulis dokter di ponselnya
Setelah membaca itu, Jin mengangguk senang
Dan benar, malamnya, Jin melakukan berbagai pemeriksaan, namun harapannya untuk pulang tidak diberikan dokter
Dia marah, dia tidak bicara pada siapapun saat itu, apalagi pada Dokter yang memberikan harapan palsu baginya
Mungkin kurang lebih satu minggu, atau lebih tepatnya sepuluh hari berlalu, Dokter kembali dengan pemeriksaan yang sama
Kali ini dia tidak berbohong, sore itu juga ia diijinkan pulang , Jin pikir dokter menipunya, namun ternyata tidak, dia benar benar sudah mendapat ijin untuk pulang
"Aku akan datang tiga kali dalam seminggu untuk membantu melakukan fisioterapi pada kaki Jin" dokter Park menatap kedua orang tua Jin
"Apa itu mungkin-?" Byung Hun terlihat sedikit ragu
"Kami akan berusaha tuan, mengembalikan fungsi kakinya memang sulit, butuh waktu dan kesabaran yang luar biasa, kita harus mencobanya"
"Semoga dia bisa uisanim" lirih Byung Hun
Jin kebingungan, mereka lupa jika dia tidak bisa mendengar apapun, Byung Hun menatap Jin yang juga menatapnya mencari tau
"Ah, aku lupa" dokter Park teringat sesuatu, ia mengeluarkan benda asing dari saku jas nya
"Ini sebagai hadiah dariku, kau telah melakukan semuanya dengan baik Jin" Ujar Dokter memasang alat bantu dengar, mungkin, yaa itu terlihat seperti alat bantu dengar, dan tentu saja dokter Park memasangnya di telinga Jin dengan hati hati
"A-apa aku bisa m-mendengar dengan ini!?" Jin antusias setelah alat itu dipasang dengan baik ditelinganya
"Tentu saja bisa"
Jin mencerna perkataan Dokter Park, benar dia bisa, itu terdengar dengan baik, tidak, meski sedikit samar namun ia bisa mendengarnya
Jin tersenyum lebar, menatap ayahnya senang
"Gumawo uisanim" seru Jin dan Dokter hanya tersenyum gemas melihatnya
Dokter Park menjadi saksi utama dari segala perjuangan Jin hingga sampai di titik ini, dari segala hal yang dia alami
Mulai dari tidak sadar hingga koma, komplikasi pada paru parunya, juga operasi besar yang terjadi beberapa kali pada otaknya, ya, Dokter Park tau betul bagaimana perjuangan Jin hingga dapat bertahan sampai saat ini
Dokter Park bahkan sempat tidak yakin jika anak ini akan bertahan, namun dia membuktikan bahwa masih ada harapan untuknya
20.00 KST
Yoongi menghentikan mobilnya didepan mansion yang asing di mata nya, mansion yang amat besar itu menarik perhatiannya
Ini jauh lebih besar dari sebelumnya
Selang beberapa saat, Yoongi memutuskan keluar dari mobilnya, berjalan masuk mansion dengan perlahan
Bisa ia lihat, Kedua orang tua Jin yang duduk bersama beberapa orang disana, ada Namjoon, Hoseok, dan Sandeul
Mereka asik mengobrol tanpa menyadari kehadiran Yoongi disana
Cukup lama berdiri agak jauh diantara mereka, seseorang menatapnya, Byung Hun, dia menatapnya dan memanggil namanya membuatnya merasa tak aman
Semua kini menatapnya, terlihat canggung baginya, berada diantara orang orang terdekat Jin, namun dia bukan, dia hanya orang yang penuh penyesalan, datang tak tau malu hanya sekedar ingin memastikan jika Jin memang benar sudah kembali
"Eh Yoon, kemarilah!"
Yoongi tau keluarga ini penuh dengan orang baik, Byung Hun berdiri dan menyambutnya, berbicara lembut padanya
Yoongi berjalan perlahan mendekati mereka, tatapan tajam Namjoon dan Hoseok, oh tidak, Sandeul juga kini menatapnya tak suka, ia merasa diintimidasi tiga pemuda itu
"Kau datang sendiri, dimana ibumu?" tanya Hyun Joo menyadarkan Yoongi jika disana bukan hanya ada tatapan tajam mereka yang menatapnya
"Ah, eomma- eomma masih dikantor, mungkin akan pulang agak larut" jawabnya yang diaangguki wanita paruh baya berparas cantik itu
"Eoh, dimana Jin? Dia sudah kembali kan?" Yoongi bertanya ragu, ia tau ketiga orang itu sedang mengutuknya dalam hati
"Ya, kami tiba sore tadi, Jin keluar membeli cemilan karena tau teman temannya akan datang" jawab Byung Hun
"Dia pergi ketika kalian belum tiba"
"Dia pergi sendiri?" tanya Yoongi cukup terkejut
"Aku tidak mungkin membiarkannya pergi sendiri, dia membawa supir untuk membantunya" jawab Byung Hun
"Kami sudah melarangnya, dia bisa meminta orang untuk membelikannya, namun dia menolak, aku cukup khawatir tentangnya" ujar Hyun Joo
"Memaksa keluar dari rumah sakit di kondisi nya yang belum sepenuhnya baik"
"Jika dia ngeyel lagi akan aku marahi dia, Eommonim" ujar Hoseok membuat Hyun Joo sedikit terkekeh
"Ya, kau harus membantuku, Hoseok ah"
Selang beberapa saat, yang mereka tunggu tiba juga, Jin duduk dikursi rodanya yang didorong sang supir, satu orang dibelakang mengikuti dengan membawa paper bag milik Jin
"Ah, anak nakal ini datang juga" seru Byung Hun
Jin tersenyum menanggapi ungkapan sang ayah, matanya menatap setiap orang disana, tunggu, matanya terkunci pada seseorang yang berdiri di paling ujung, terlihat memisahkan diri dari ketiga orang lainnya
Dia Yoongi, Jin masih mengunci tatapannya, cukup terkejut dengan kehadirannya
°•°
°•°
°•°
TBC...