~Pertemuan adalah awal dari sebuah hubungan, baik itu sebagai teman atau bukan. Tak harus berupa sapaan apalagi senyuman, tatapan sudah dapat mewakilkan~
Ciphi_
🍂🍂🍂
Vierlath by Silviariani_
•
•
•
•
Happy reading and jangan lupa vote!
"Maaf udah ada orang," balas Latifah gugup. Tiba-tiba saja laki-laki itu meminta untuk duduk di sampingnya.
Siapa dia? Ntalah.. kenal saja tidak.
"Owh, siapa?" Tanya dia yang masih setia dengan gaya cool nya.
"Risa," balas Tifah singkat.
"Ck.. anak itu." Pria itu berdecak tatkala mendengar nama yang Tifah ucapkan tadi.
Ia berlalu pergi begitu saja setelah penolakan itu, menuju gerombolan orang di seberang sana.
"Gimana Ran?" Tanya salah seorang dari mereka.
"Belum," balas pria yang tadi menemui Latifah.
"Lo GAGAL lagi kan?"
"Seenaknya aja Lo ngomong. Bukan gagal cuma BELUM," tukas pria itu kesal tak terima.
"Seorang Ranvier mana pernah GAGAL," lanjutnya dengan penuh kesombongan.
"Ck.. omong kosong! Yang sebelumnya apa? Berhasil Lo?!"
"Ya iyalah, cuma dianya aja yang gak mau ngakuin,"
"Elah.. sombong lu. Kita liat aja nanti apa yang akan terjadi selanjutnya!"
"Udahlah sama gue aja Vier," timpal salah seorang wanita di antara mereka.
Disisi lain seorang wanita berhijab menatap jengah bsegerombolan orang yang tengah berdebat itu.
"Siapa sih dia? Tiba-tiba dateng mau duduk samping aku. Gak jelas!" Ketus Tifah dalam hati.
"Pagi Mba!" Kejut seseorang yang tiba-tiba datang dari arah belakang. Lagi-lagi Tifah sedang melamun.
"Astaghfirullah Risa.. ngagetin ih." Latifah tersentak kaget akibat kedatangan orang itu yang tak lain adalah orang yang tadi minta izin untuk ke toilet, siapa lagi kalau bukan Risa, satu-satunya temannya yang ada saat ini.
"Ups, maaf. Lo sih ngelamun terus, gak bosan apa?! Ingat kita itu hidup di dunia nyata bukan dunia halu," ledek Risa.
"Ih iya maaf."
Kriing!
Hanya satu persatu siswa siswi mulai masuk ke kelas masing-masing tatkala bel berbunyi. Hari pertama sekolah biasanya memang belum beraturan.
'Huft.. bismillah' gumam Tifah.
"Selamat pagi anak-anak......" Pembukaan pagi ini oleh seorang guru wanita, namanya Bu Rosi. Dilanjutkan dengan penjelasan panjang lebar yang membuat murid kelas Sebelas IPS 2 ini jenuh dan malah mengabaikan orang yang sedang berbicara di depan.
Yeah.. gitulah nasib jadi guru, mesti kudu sabar dan wajib kuat mental, kalo nggak.. siap-siap aja, NANTI NANGEES, melihat perlakuan murid yang tak bisa diatur dan tidak menghargainya. MIRIS MEMANG.
Untung tidak dengan guru yang satu ini. Sudah kuat mental bahkan sangat di takuti di SMA AKASIA ini. Bu Rossi! (Nggak pakai Valentino)!! adalah guru killer yang mengajar fisika. Plus wali kelas sebelas IPS 2 ini. Rasain!!
"Oh ya anak-anak.. kita ada kedatangan murid baru," lanjut Bu Rossi yang seketika membuat kelas hening dan mencari sosok yang menjadi topik pembicaraan.
"Uhuyy, bakal dapat gebetan baru nih gue!" timpal salah seorang pria yang masih se-ruangan dengan Latifah. Namanya Gio.
"Dasar Fuckboy!! Gak bisa lengah dikit, langsung sikat," umpat wanita yang tadi hampir menabrak Tifah. Yeah.. si Aura, mereka sekelas.
"Kenapa? pengen juga lo kan digituin?! Tapi sayangnya gak ada yang mau sama cewek ganas kayak lo. Paling cuma gue aja tu," senyum setan tercipta di bibir tebal Gio, lebih tepatnya senyum meremehkan.
"Dih, banyak kali yang mau sama gue, tapi gue milih-milih. Sama lo? Gak minat gue," tukas Aura mulai naik pitam.
"Jangan galak-galak dong by, nanti cepat tua. Gimana sama anak kita nanti? Jangan galak-galak juga ya?!" Sambung Gio makin menggila. Ia menaik turunkan alisnya membuat Aura semakin geram dan memanas.
"APA KATA LO!!"
"UDAH BERISIK! DIAM SEMUA!" bentak Bu Rossi sambil menghantam keras meja yang ada di hadapannya. Sontak hampir satu kelas kaget semua.
Termasuk Latifah, yang baru memasuki kelas ini namun langsung dipertemukan dengan guru yang seram ibarat Singa betina yang sedang kelaparan. NGERIIH!!
"Ni lagi, masih bocah juga dah sok merasa gede. Pake bawa kata-kata anak lagi! Situ dah sanggup emang!!" Lanjut Bu Rosi masih diambang emosinya.
Dua insan yang berbeda jenis itu pun menghentikan perkelahian mereka. Latifah menggelengkan kepalanya tak habis pikir.
"Gak usah nge gas juga kali buk! Sakit nih telinga gue dengernya. Kalo mau nge gas ke lapangan balap sana! Gantiin Valentino Rossi aja sekalian! BEBAS NGE GAS NYA." Ketus Gio sambil menolehkan kepalanya ke arah samping. 'Males untuk debat lagi sama RosSINGA'.
Ucapan Gio barusan membuat mata tajam Bu Rossi menatap ke arah sang empunya mulut tanpa rem itu. Kemudian ia menghembuskan nafasnya gusar. SABAR~
Seberapa killer nya pun seorang Bu Rossi ia tidak jahat. Hanya saja ia terkesan sedikit begitu karena ia selalu mengandalkan hukuman diatas kesalahan. Namun, itu hanya sifat tegasnya sebagai guru untuk memberi efek jera, bukankah memang begitu?!
Ini perdana untuk Latifah akan semua ini. Setelah sekolah di pesantren yang jangankan sekelas dengan mahluk berjakun itu, ngeliat dikit aja jangan harap. ia masih belum terbiasa dengan suasana ini.
"Latifah silahkan memperkenalkan diri!" Perintah Bu Rosi pada murid baru itu yang tak lain adalah Latifah.
"Hah kan! Inilah yang aku malesin. Wajib ya Bu?!" Gumam Latifah dalam hati. Namun ia tetap melakukan perintah itu. Ia menapaki keramik yang tersusun rapi itu dengan sedikit gugup.
"Heum"
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," mulai Latifah.
"Wesh, pake salam pula. Alim kali lah keknya nih anak," timpal salah seorang.
"Woy! Dijawab salamnya bukan malah ngoceh!"
"Waalaikumsalam....." balas yang lain.
"Aku Latifah Ukrayna Azwayn," lanjut Tifah singkat.
"Hai Latifah!" Ujar seseorang dan di balas dengan anggukan kecil oleh Latifah. Senyum gugup masih terpampang di wajah Latifah.
"Namanya yang cantik," sahutan pelan dari salah satu cowok.
"Sebelumnya sekolah dimana Tifah?" Tanya Risa mulai buka suara.
"Dulu aku sekolah di pesantren Al-ihsan,"
"Wuw, anak pesantren woeyy! Panteslah jilbabnya sepanjang itu. Cantik, anggun.. eaak, segan lah kita,"
"Rumahnya dimana dek?" Tanya Gio.
"Dek-dek bapak lo. Seangkatan juga pun." kesal Tifah dalam hati. Entah kenapa ia kesal pada diri Gio yang kelewatan itu. Durhaka sama guru adalah hal yang pantang baginya. Karena bagaimanapun dengannya juga kita akan pandai, bukan?!
Kata 'Aku' 'Kamu' yang biasanya Tifah pakai sehari-hari, sekarang perlahan mulai berganti menjadi 'lo' 'gue'. Mengingat hampir seluruh siswa di SMA AKASIA ini menggunakan kata itu. Pun termasuk Risa yang juga alim itu. Terpaksa mengikuti arus, namun tenang! Masih ada batas kok. Pun tak ada salahnya kan, gak dosa juga. Hanya saja terkesan sedikit kasar bagi seorang Latifah yang lembut ini.
Terpaksa Tifah menjawab.
"Di jalan Merak, perumahan griya asri no. 21."
"Hah?! Samping rumah lo tu Vier!" Perkataan Gio yang membuat pria di ujung yang tengah Menangkupkap kepalanya di meja sontak langsung menoleh.
"Samping rumah? Bukannya samping rumah itu si muk__" Perkataan Latifah terpotong.
"Wuww, bisalah tu Vier!" Lanjut Gio menaik turunkan alisnya.
"Hah? Bisa apa? Maksudnya?" Tanya Tifah tak paham. Perempatan tercipta di dahinya.
"Sok polos kali lah ni anak," umpat Aura.
POLOS?!!
"Jadi Pacarlah..Ya kan Vier?!"
"PACAR?!" Tanya Tifah tak paham akan maksud semua ini. Dahinya tambah mengernyit efek karena heran.
"CANTIK DOANG, POLOSNYA KEBANGETAN," Aura kembali bersuara.
"Mending POLOS daripada lo NANAS!" umpat tifaa dalam hati.
"CUKUP!" lerai Bu Rossi dengan nada max dan datar.
"Maaf ya Latifah atas kelakuan teman baru kamu ini," lanjut Bu Rossi tatkala melihat Latifah yang masih berdiri di depan dengan tatapan heran.
"Oh ya gapapa kok buk. Nanti juga terbiasa," balas Tifah sedikit gugup yang disebabkan karena hampir seluruh sorot mata tertuju padanya.
first Introduction, THE END!
Fiuhh~
🍂🍂🍂
VIERLATH
Haihai..
ups, lupa. Assalamualaikum
Gimana kabarnya readers semua? Semoga masih setia di lapak ini ya?! Lebih tepatnya setia menunggu:/ Hihii..
Maaf nih Vierlath update nya agak lama, soalnya ide gak kunjung ketemu and.. yeah gitulah sayy, banyak kesibukan yang gak tau apa sibuknya. Hehe..
INTRODUCTION~
Yang pastinya gak cuma sampai situ aja. Bakal banyak hal baru yang akan terjadi.
NEXT?
KEPOIN KUY KISAH SELANJUTNYA😙
DAN WALAUPUN SUDAH BERLALU, CIPHI AKAN TETAP NGUCAPIN EID MUBARAK. ~MINAL AIDIN WAL FAIZIN;)
Maaf telat.. hihi:')
~salamciphi:)
Sayang kalian:v