ALTHAIR [ END ]

By ratihrahma_

3.3M 168K 2.1K

[ NEW VERSION! ] JANGAN LUPA FOLLOW!! *** Karena kejadian tak terduga yang menimpanya, tanpa sadar Queenzhini... More

PROLOG
Part.01 || Althair Sky Lawrence
Part.02 || GRIXEN AKT7
Part. 03 || Ice Queen
Part.04 || Tragedi Kantin
Part.05 || Tragedi Kantin (2)
VISUAL CAST || 01
VISUAL CAST || 02
Part.06 || Jersey 8
Part.07 || Sepupu Gila
Part.08 || Kekesalan Athala dan Sevanya
Part.09 || Pesan Misterius
Part.10 || Tantangan Untuk GRIXEN
Part.11 || GRIXEN vs VAGOS
Part.12 || Makna Yang Tersirat
Part.13 || Asing
Part.14 || Hukuman Massal
Part.15 || Ambisi Mona
Part.16 || Queen vs Senior Songong
Part.17 || Balapan
Part.18 || Yang Tak Lagi Sama
Part.19 || Rooftop
Part.20 || Perihal Jaket
Part.21 || Queen di Culik
Part.22 || Firasat
Part.23 || Penyelamatan
Part.24 || Masalah Baru
Part.25 || UKS dan Kolam Renang
Part.26 || Pelukan Yang Dirindukan
Part.27 || Dijebak
Part.28 || Masalah Yang Semakin Runyam
Part.29 || Drop Out
Part.30 || Lili Putih
Part.31 || Mulai Terungkap
Part.32 || Terungkap
Part.33 || Gelang Perak
Part.34 || Milik Althair!
Part.35 || Pengakuan Hati
Part.36 || Date Three
Part.37 || Kenangan Pahit
Part.38 || Panggilan Yang Terhubung
Part.39 || Nasihat Alister
Part.40 || The Kiss
Part.41 || Cincin di Jari Tengah
Part.42 || Kepergian Aghaz
Part.43 || Kepergian Aghaz (2)
Part.44 || Cahaya Yang Menyilaukan
Part.45 || AB Negatif
Part.46 || Siapa Sosok Itu Sebenarnya?
Part.47 || Pamit
Part.48 || Titik Mencintai
Part.49 || Perlombaan
Part.50 || Salah Paham
Part.51 || Melepaskan?
Part.52 || Bahagia Yang Mulai Hilang
Part.53 || Bahagia Yang Mulai Hilang (2)
Part.54 || Nasihat Mama
Part.55 || Alasan Althair
Part.56 || Kecelakaan
Part.57 || Tangis & Amarah
Part.58 || Yang Sebenarnya
Part.59 || RIP
Part.60 || Pembalasan
Part.61 || It's Time, Let's Play It
Part.62 || Pemegang Bukti
Part.64 || Keputusan
Part.65 || See You Again, My Love // END
1.1 • EXTRA PART ALTHAIR: WITHOUT YOU
1.2 • EXTRA PART ALTHAIR: KISS IN THE RAIN
1.3 • EXTRA PART ALTHAIR: FOREVERMORE, QUEEN ALTHAIR
SEQUEL ALTHAIR!!
INFO SPIN OFF ALTHAIR!!
INFOOO‼️‼️

Part.63 || Game Over!

28.2K 1.6K 47
By ratihrahma_

Haris duduk di kasur kamarnya sembari memandangi foto Queen dan Aghaz. Tak urung air matanya terus jatuh membasahi foto kedua anaknya. Perasaan bersalah itu semakin menyelimuti. Karena kesalahannya, anak-anaknya jadi korban. Haris tidak masalah jika semua kesalahannya di masa lalu menjadi hukuman untuknya saat ini. Tapi bukan pada anak-anaknya. Bukan pada malaikat kecilnya yang harus menanggung semua itu.

Haris semakin merasakan nyeri di dada ketika mengingat perkataan polisi yang menyatakan bahwa putrinya sudah meninggal setelah pencarian mereka yang tidak menemukan hasil apapun. Haris masih belum yakin putrinya pergi meninggalkannya jika dia belum melihat jenazah putrinya sendiri dan memastikannya.

"Kamu dimana, Nak? Papa mohon pulang, sayang. Papa kangen Key," lirih Haris menangis, mengusap wajah Queen di foto yang tersenyum manis.

"Mas?" Raisa masuk ke dalam kamar setelah mengetuk pintu. Dadanya terenyuh melihat Haris yang menangis dengan semua perasaan bersalah di hatinya.

Wanita itu berjalan mendekati Haris dan duduk disebelahnya. Mengusap pundak suaminya dan memeluknya dari samping. Memberikan ketenangan agar suaminya tidak bersedih lagi dan mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.

"Ikhlaskan, Mas. Jangan halangi jalan Queen dengan isak tangis. Kasihan Queen, Mas," ucap Raisa bergetar. Berusaha kuat meski air mata sudah di ambang batas dan siap tumpah. Dia pun juga merasa bersalah pada Queen atas kejadian di masa lalu.

"Ini semua salahku. Aku yang menyebabkan anak-anakku seperti ini. Aku benar-benar Ayah yang buruk. Sangat buruk," tangis Haris terisak.

Raisa tidak tahan lagi. Saat itu juga air matanya tumpah. "Ini sudah takdirnya, Mas. Tuhan tau yang terbaik untuk Queen. Jadi jangan menyalahkan semuanya pada diri kamu sendiri karena semua ini sudah jalannya."

"Aku juga salah karena aku sudah masuk dalam keluarga kamu," lirih Raisa menunduk dengan air mata yang berjatuhan.

"Queen, Aghaz, maafin Papa, Nak," lirih Haris semakin terisak dalam pelukan istrinya.

* * * *

Saat ini di SMA Victory, semua murid dan guru di arahkan ke aula utama sekolah. Mereka berdoa di sana untuk Queen sebagai bentuk bela sungkawa. Polisi dan Tim SAR sudah memutuskan bahwa pencarian Queen sudah selesai karena tidak membuahkan hasil apapun dan dinyatakan sudah meninggal.

Athala, Asia, dan Acha sudah menangis sejak tadi karena masih belum mempercayai hal ini. Sahabat mereka yang pernah mereka sakiti kini sudah pergi untuk selamanya. Bahkan mereka belum sempat meminta maaf atas apa yang sudah mereka lakukan pada Queen saat Queen di buli satu sekolah.

Haris dan Raisa juga hadir dan para pekerja yang bekerja di rumah Queen. Tangis dari mereka tidak henti-hentinya terdengar. Bahkan sejak tadi Haris terus menunduk karena masih tidak sanggup mempercayai semua ini. Di barisan paling belakang ada anak-anak Grixen yang juga terlihat murung. Anggota inti Grixen angkatan 7 melihat Althair yang terlihat tenang dari tadi. Membuat mereka khawatir.

Bagaimana tidak khawatir, hari ini adalah berdoa bersama atas kepergian kekasihnya namun Althair tidak bereaksi seperti seharusnya saat kehilangan orang yang dia cintai. Althair memang selalu tenang, namun tenangnya kali ini sangat berbeda.

"Bos lo nggak apa-apa, kan?" bisik Kai pada Haikal dengan tatapan terus pada Althair yang duduk di tengah-tengah Tristan dan Alaska.

"Nggak tau. Gue aja bingung sama dia hari ini," jawab Haikal juga berbisik.

Kepala sekolah naik ke atas panggung dan menatap semua muridnya yang sudah berkumpul di aula.

"Hari ini kita berkumpul di sini untuk berdoa bersama atas kepulangan salah satu murid SMA Victory yang sangat membanggakan yaitu Queenzhinia Chalystha yang meninggal karena tragedi kecelakaan. Semoga Almarhumah di terima di sisi Sang Maha Kuasa. Kita semua baik itu murid, guru, dan pengurus SMA Victory mengucapkan turut berduka cita dan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian Queen. Dan untuk keluarga, teman, sahabat, dan orang-orang yang di cintai, semoga diberikan kesabaran dan ikhlas menerima semua ini. Baiklah mari kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa, mulai."

Semuanya langsung menundukkan kepala dan berdoa menurut kepercayaan masing-masing.

"Berdoa selesai."

Semuanya kembali menegakkan kepala menghadap ke depan.

"Untuk mengenang sosok Queenzhinia Chalystha, marilah kita lihat sedikit kenangan saat Almarhumah masih bersama kita."

Kepala sekolah kembali duduk di tempatnya. Semuanya mulai memperhatikan ke arah layar putih di atas panggung aula. Cahaya dari proyektor menembak ke sana dan memperlihatkan sebuah video.

Semua mata di sana membulat melihat video yang di putar. Di sana, terlihat sosok Grace dalam sebuah ruangan yang gelap. Dia tidak sendiri melainkan bersama Queen yang tergeletak di lantai dengan kedua tangan dan kaki terikat.

Semua orang terpekik melihat betapa sadisnya Grace menyiksa Queen yang sudah tidak berdaya. Teriakan kesakitan Queen membuat suasana di sana langsung heboh seketika. Para guru juga terlihat shock. Haris juga langsung berdiri dengan raut wajah terkejut melihat putrinya di tendang dan di injak-injak sampai muntah darah.

"SAKIIITTT!!" teriak Queen di video itu yang sangat jelas terdengar.

"QUEEN!!" seru Athala, Asia, dan Acha menangis histeris. Tidak kuat melihat Queen di siksa seperti itu.

Anak-anak Grixen juga sama shocknya melihatnya. Saking terkejutnya mereka tidak bisa berkata apa-apa. Althair memejamkan mata dengan rahang mengeras. Hatinya sangat sakit melihat hal itu dan mendengar jeritan Queen yang semakin membuat hatinya hancur.

"SAKIT GRACE!!"

"ITU BELUM SEBERAPA DARI APA YANG ELSA RASAKAN!!"

"SAKIT!! TOLOOOONG!!"

Althair tidak tahan lagi. Dia langsung berdiri dan berjalan mendekati Grace. Dengan kasar Althair menarik tangan Grace dan membawanya ke atas panggung aula agar semua orang melihatnya. Althair pun langsung mendorong Grace jatuh ke lantai.

"SEMUANYA DENGAR!" teriak Althair sembari tangannya menunjuk Grace. "DIA, GRACE OCEANNA ADALAH DALANG DI BALIK KECELAKAAN QUEEN SAMPAI QUEEN MENINGGAL!! DIA JUGA YANG UDAH NYEBARIN BERITA PALSU TENTANG QUEEN YANG MEMBULI ELSA, SAUDARANYA! DIA JUGA YANG SELAMA INI MENEROR QUEEN DAN DIA JUGA YANG SUDAH MEMBUNUH AGHAZ, ADIK KANDUNG QUEEN!! SEMUA MASALAH YANG TERJADI PADA QUEEN SELAMA INI KARENA DIA! IBLIS INI YANG MELAKUKAN SEMUANYA!!"

Semuanya langsung heboh mendengar perkataan Althair. Jadi selama ini mereka dipermainkan oleh Grace? Jadi selama ini Queen di jebak oleh Grace? Jadi selama ini mereka membuli Queen cuma karena berita yang tidak benar?

"Lo nggak bisa ngelak lagi, karena semua bukti udah jelas kalau lo pelakunya!!" Althair menatap tajam Grace yang terdiam dengan tubuh mulai bergetar. Pandangannya tertuju pada semua murid yang kini semakin menatapnya sinis dan benci.

"DASAR ANAK HARAM!! EMANG KELAKUAN LO ITU KAYAK IBLIS!!"

"LEBIH BAIK LO YANG MATI! LO ITU NGGAK GUNA! LO CUMA AIB!!"

"DASAR ANAK PELAKOR!!"

"PEMBUNUH! IBLIS!!"

Seruan itu menggema satu aula bahkan Grace sampai di lempari sepatu oleh para murid.

Haris naik ke atas panggung dengan wajah penuh emosi. Belum sampai dia mendekati Grace, Haris sudah lebih dulu di tahan oleh kepala sekolah dan guru-guru yang lain.

"KENAPA KAMU MELAKUKAN ITU PADA ANAK SAYA?! KENAPA KAMU MEMBUNUH ANAK SAYA?! DASAR PEMBUNUH!! KEMBALIKAN ANAK SAYA!!" teriak Haris berontak. Dia ingin menghajar orang yang sudah membuat anak-anaknya meninggal. Tidak peduli dia perempuan Haris akan tetap memberinya pelajaran.

"LEPASKAN SAYA!! PEREMPUAN ITU HARUS BERTANGGUNG JAWAB!! ANAK SAYA MENINGGAL KARENA DIA!!"

Seruan heboh kembali menghujami Grace. Cewek itu perlahan berdiri dan menghadap Haris.

"Iya, gue emang membunuh anak lo! Gue yang merencanakan semua itu untuk balas dendam karena Queen udah buat saudara gue meninggal!!" seru Grace membongkar semuanya. Percuma juga di tutupi toh bukti sekarang sudah jelas.

"Queen nggak pernah membuli sampai membunuh saudara lo," ujar Althair mengepalkan tangannya dengan rahang mengeras.

"Lo nggak tau apa-apa, Al. Jadi lo—"

"Lo pikir gue nggak tau apapun? Gue udah tau semuanya!" potong Althair mendekat dan mencengkeram kuat kerah seragam Grace.

"Elsa meninggal karena bunuh diri, bukan Queen yang membunuhnya. Elsa emang di buli waktu SMP tapi Queen tidak pernah ikut dalam pembulian itu!!"

PLAKK!!

Dengan keras Althair menampar Grace sampai cewek itu jatuh kembali ke lantai dengan sudut bibir berdarah. Teman-teman Althair langsung mendekat dan menghentikan cowok itu yang sudah murka dan ingin menghajar Grace.

"LO YANG HARUSNYA MATI BANGSAT!! BUKAN CEWEK GUA!!" teriak Althair tidak bisa lagi menahan kesabarannya selama ini.

"DASAR BEDEBAH!! MATI LO ANJING!!"

Terdengar suara tawa yang seketika membuat semua orang terdiam. Grace tertawa dan perlahan berdiri kembali. Tawanya semakin kencang seperti orang gila. Cewek itu berseru heboh dan bertepuk tangan.

"Kalaupun gue mati sekarang, gue nggak masalah karena dendam gue sama Queen udah terbalaskan! HAHAHAHA!!!"

"GILA LO GRACE!! DASAR PSIKOPAT!!" teriak Sevanya dari tempatnya. Matanya sudah memerah dengan emosi yang membumbung ke kepala.

Tawa Grace berhenti dan menatap tajam Sevanya. Smirknya terukir dengan pergerakan tangan ke saku roknya, mengambil sesuatu yang sejak tadi sudah dia siapkan. Grace tahu bahwa cepat atau lambat semuanya akan terbongkar.

Seruan heboh para murid kembali terdengar ketika Grace menodongkan pistolnya ke arah Sevanya yang langsung terdiam membeku.

"JANGAN ADA YANG BERGERAK KALAU NGGAK MAU PELURU INI MENEMBUS KEPALANYA!!" teriak Grace mengancam. Semuanya tidak bisa berkutik dan hanya terdiam dengan was-was. Athala, Asia, dan Acha juga panik dan khawatir pada Sevanya yang kali ini menjadi tawanan Grace.

"Gue udah muak dengan kalian," desis Grace. Tatapan matanya berubah dingin seperti psikopat gila. "Gue akan akhiri semuanya di sini."

Grace memulai ancang-ancang menarik pelatuknya membuat semua orang di sana berseru heboh agar cewek itu tidak menembakkan pelurunya pada Sevanya.

"GRACE LO GILA!!" seru Billy emosi.

"HAHAHA! Bil, ini pertunjukkan khusus buat lo. Sebentar lagi cewek yang lo cintai ini bakalan menyusul sahabat yang dia campakkan," ujar Grace tertawa senang melihat wajah-wajah frustasi semua orang di sana.

Billy menggeram marah dengan tangan terkepal kuat.

Grace turun dari panggung dengan pistolnya yang masih mengarah pada Sevanya. Tiba-tiba dia menarik Sevanya dan menempelkan moncong pistol tersebut tepat di kepala Sevanya.

"JANGAN ADA YANG MENDEKAT!!" teriak Grace sembari berjalan mundur. Semuanya hanya bisa diam melihat Grace yang ingin melarikan diri dengan Sevanya sebagai tameng. Mereka tidak bisa gegabah menyelamatkan Sevanya karena nanti akan berakibat fatal. Bisa-bisa Sevanya malah di tembak.

"Sampai di sini pertemuan kita," ujarnya setelah sampai di ambang pintu aula. Grace dengan kasar mendorong Sevanya lalu kabur.

Semua orang langsung mendekati Sevanya dengan khawatir.

"Van, lo nggak apa-apa?" tanya Billy cemas. Perlahan dia merangkul Sevanya dan membantunya berdiri. Wajah Sevanya benar-benar pucat.

Sesaat Grace kabur, Althair juga langsung berlari mengejarnya di ikuti teman-temannya. Grace terus berlari menuju gerbang sekolah. Namun langkahnya terhenti ketika melihat Aaron dan pasukannya yaitu Triton sudah mengepung di depan gerbang sehingga dia tidak bisa kabur. Dari belakangnya Althair tiba bersama pasukan Grixen.

"Bangsat," desis Grace menatap kedua geng besar itu geram. Ternyata mereka sudah merencanakan ini.

"Lo nggak bisa kabur lagi," ujar Aaron dengan tatapan tajam.

Tangan Grace mengepal kuat. Otaknya mulai mencari cara agar lolos dari situasi ini. Kepalanya mendongak melihat langit mulai menghitam. Tiba-tiba Grace mendapatkan ide. Detik berikutnya dia berlari ke belakang sekolah.

"KEJAR DIA!! JANGAN SAMPAI LOLOS!!" perintah Althair. Mereka pun berpencar mengejar Grace yang kini sudah memanjat tembok dan keluar dari area sekolah. Roknya robek di bagian samping namun dia tidak peduli.

Grace kembali berlari pergi sebelum anak-anak Triton dan Grixen menangkapnya. Saat dibelokkan seseorang dengan motor Harley Davidsonnya dengan sengaja menabrak Grace sampai cewek itu terhempas ke aspal dan berguling-guling dengan darah di kepalanya.

"BANGSAT!!" teriak Grace berusaha tetap sadar dan perlahan berdiri. Dia menoleh dan seketika matanya membulat melihat wajah sosok yang barusan menabraknya.

"Qu—Queen?" lirih Grace tidak percaya. Bukankah Queen sudah meninggal di markas Vagos yang dia bakar?

Tatapan tajam itu menghunus Grace. "Lo harus membayar semuanya. Nyawa harus di bayar dengan nyawa," desisnya berjalan mendekat dan melayangkan kakinya menghantam kepala Grace yang kembali limbung ke aspal.

BUGH!!

"Ini yang lo lakuin ke saudara gue." Queenara menendang perut Grace keras.

"Dan ini juga!" Bugh! Queenara menginjak-injak tubuh Grace seperti yang dia lakukan pada Queen.

Queenara berhenti dan melihat Grace yang meringis kesakitan. "Bangun lo. Kita duel di sini. Sampai salah satu di antara kita mati." Queenara berjalan mundur beberapa meter dari Grace yang perlahan berdiri.

"Lo yang akan mati," desis Grace dengan kilatan mata penuh dendam.

Keduanya kini saling baku hantam. Grace selalu gagal memberikan pukulan pada Queenara. Malah tubuhnya sejak tadi terus jadi sasaran pukulam dan tendangan Queenara. Begitu keras dan menyakitkan.

BUGH!!

Lutut Queenara telak mengenai dagu Grace. Dada Queenara naik turun karena emosi yang membara.

"Gue pikir... hah ... lo udah mati," lirih Grace terbatuk-batuk dengan rasa sakit di tubuhnya.

Queenara tidak menjawab karena yang di maksud Grace bukan dirinya, melainkan kembarannya.

Grace berdecih dengan senyum miring terukir di wajahnya. "Lo mau balas dendam, kan? Ayo, bunuh gue! Bunuh gue seperti lo membunuh Elsa!"

BUGH!!

Grace kembali tumbang dengan pukulan keras dari Queenara di wajahnya. Cewek itu kini terbatuk mengeluarkan darah.

"Elsa meninggal karena bunuh diri. MAU SAMPAI KAPAN LO NGGAK MAU MENGAKUI ITU HAH?!" Queenara menarik kerah seragam Grace dan memaksanya berdiri. Dengan ganas Queenara mendorong Grace ke batang pohon dan kembali menghajarnya.

Anak-anak Triton, Grixen, serta para guru, murid, dan Haris yang baru datang terkejut melihat Grace kini di hajar oleh seseorang dengan begitu ganasnya. Mata mereka membulat melihat wajah orang yang menghajar Grace itu.

"Queen?"

"Apa itu Queen? Queen masih hidup?"

Mata Haris masih menatap fokus pada perempuan yang wajahnya begitu mirip dengan Queen. Perasaannya mengatakan kalau dia bukan Queen meski wajah mereka terlihat mirip. Seketika kenangan masa lalu berputar di kepalanya mengenai orang itu.

"Qi?" gumam Haris dan detik itu juga air matanya jatuh dengan jantung berdegub kencang. Apa ini benar? Apa dia masih hidup? Putrinya? Kembaran Queen? Queenara?

"QUEENARA!!" teriak Haris seketika menghentikan Queenara yang sejak tadi menghajar Grace. Queenara terdiam beberapa saat memandangi Grace yang sudah tergeletak tidak berdaya di aspal.

Perlahan dia berbalik. Matanya langsung bertemu dengan Haris. "Papa?"

Haris langsung berlari mendekat dan memeluk Queenara. "Qi, apa ini kamu, Nak? Kamu masih hidup?" Tangis Haris pecah saat itu juga. Pelukannya semakin erat pada Queenara, putrinya yang dinyatakan sudah meninggal saat masih kecil karena kecelakaan.

"Apa maksudnya semua ini?" gumam Aaron bingung. Sedangkan Althair terus menatap ke arah Queenara dengan tangan terkepal. Namun matanya tanpa sengaja menangkap Grace yang perlahan berdiri. Pergerakan cewek itu terlihat mencurigakan dan ternyata benar, Grace merogoh saku roknya dan mengambil pisau lipat.

"AWAS!!" Althair langsung berlari mendekat karena menyadari Grace ingin menusuk salah satu dari Haris dan Queenara.

Srekk!

Pisau itu kini menembus perut Althair yang menjadi tameng Haris dan Queenara.

"ALTHAIR!!"

"SKY!!"

Teriak semua orang melihat Althair di tusuk. Grace memperdalam tusukannya pada Althair. "Kalian harus mati," desis Grace.

Bugh!

Dari belakang Grace tiba-tiba Ravel datang, menarik Grace dan menghantamnya dengan pukulan keras. Detik itu juga Grace langsung tidak sadarkan diri.

"Al!" Ravel menopang tubuh Althair yang memucat dan mencabut pisau di tubuh Althair. Darah keluar dari perut cowok itu. Yang lain pun juga langsung mendekat dengan panik.

"SKY BERTAHAN LAH!"

"ALTHAIR BERTAHAN!!!"

Perlahan kesadaran Althair mulai hilang dengan napas yang terputus-putus. Telinganya tidak lagi mendengar teriakan orang-orang dan penglihatannya juga mulai buram. Hingga akhirnya semuanya gelap.

* * * *

Heyyoooo semuanya!

Bagaimana menurut kalian part ini?

I hope you like this my story^^

Yuk ramaikan ALTHAIR. Jangan lupa Vote, Comment dan Share yaa. Ajak teman-teman, sahabat, keluarga sampai tetangga kalian untuk baca ALTHAIR.

Terus support ALTHAIR.

Jangan lupa ikuti semua akun sosial media aku yaa! Karena semua informasi tentang cerita-ceritaku kebanyakan aku share di sana^^

Tetap jaga kesehatan semuanya^^

Semoga hari kalian menyenangkan^^

Jangan lupa baca juga cerita aku yang lain yaa!

See you next Chapter^^

Salam,
RatihRahma!

Continue Reading

You'll Also Like

418K 20.2K 20
⚠️FOLLOW DULU SEBELUM BACA⚠️ [BELUM TAMAT] PROSES REVISI . . . . . Bukan menceritakan tentang kisah ketua geng motor yang bertemu dengan gadis polos...
3.7K 334 44
Alura Carroline, gadis berumur 15 tahun tidak begitu percaya dengan adanya cinta sejati. Terlebih lagi ketika dirinya harus menjaga kepercayaan orang...
551K 37.1K 46
[TAMAT] MOHON MAAF, BEBERAPA PART TELAH DIHAPUS. ⚠️JADILAH TINGGI TANPA MENJATUHKAN ORANG LAIN⚠️ 🚫 BANYAK ADEGAN PEMBUNUHAN!! SEGALA TINDAK KRIMINAL...
281K 6.7K 49
[PART LENGKAP!] 📝Tahap revisi "Karna gw gamau kalo lo sampe pingsan!" Aldan Adijaya, si tukang ngatur, galak, acuh, dingin sekaligus tampan dan memp...
Wattpad App - Unlock exclusive features