BROWN AND WHITE โœ”

By belladonna_2010

291K 14.2K 208

[ 06.12.2014 - 21.08.2015 ] Dua warna berbeda. Dua kepribadian berbeda. Dua species berbeda. Tapi jika dua ha... More

One
Two
Three
Four
Five
Six
Seven
Eight
Nine
Ten
Eleven
Thirteen
Fourteen
Fifteen
Sixteen
Seventeen
Eighteen (Ending)
X-tra 1 : Meet
X-tra 2 : Confused
X-tra 3 : Try
X-tra 4 : Touch
X-tra 5 : Separated
X - tra 6 : Eternity
ATTENTION

Twelve

7.1K 482 8
By belladonna_2010

Twelve
.
.
.
.
.
Seorang gadis kecil menangis keras. Didepan matanya, ia melihat sebuah kejadian yang sangat mengerikan. Kedua orangtuanya dibunuh dan disaksikan olehnya. Gadis kecil yang tak mengerti apa yang terjadi hanya mampu menangis sambil berusaha membangunkan kedua orangtuanya yang ia kira tertidur. Namun walaupun seberapa keras ia mengguncang-guncangkan tubuh mereka, keduanya takkan pernah membuka mata. Gadis kecil itu terus menangis hingga kelelahan dan tertidur disamping mayat kedua orang yang disayanginya. Tanpa disadarinya, ada seseorang telah berdiri disampingnya.

"Kau gadis yang menarik. Aku akan menjadikanmu orang hebat yang bisa membuatmu 'lupa' apa yang kau alami. Kau akan berterimakasih padaku karena menyelamatkanmu dan itu yang membuatmu menuruti semua perkataanku." kata orang tersebut.

Ia menggendong gadis kecil itu dan membawanya menjauh dari mayat kedua orang yang telah dibunuhnya. Seringai licik terpatri dari wajah pucatnya. Dibenaknya telah tersimpan sebuah rencana besar untuk gadis kecil yang dibawanya. Sebuah rencana yang mengubah jalan hidup gadis kecil itu dikemudian hari.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
"Selesai!" seru Vito.

Terdengar gumaman kelegaan dari orang-orang yang masih berada diruangan tersebut. Tampak Jason yang memeluk erat Brandon dengan mata berbinar.

"Kita berhasil, Bi." bisik Jason dengan menatap Brandon.

Matanya berkaca-kaca. Brandon mengusap punggung Jason lembut. Ia juga merasakan kelegaan seperti yang dirasakan Jason.

"Belum. Kita belum bisa dikatakan berhasil, Jase." kata Vito.

Pernyataan Vito mengagetkan keduanya. "Maksudmu?" tanya Jason.

"Ya. Kita belum bisa mengatakan hal ini sukses sebelum kita mengetahui hasilnya dalam beberapa hari. Semua ini masih butuh proses untuk mengembangkannya." jelas Vito.

"Tapi berapa lama proses pembuahannya?" tanya Jason lirih.

Brandon kembali mengelus lembut punggung Jason. Dia juga mengecup puncak kepala Jason, sekedar menangkannya.

"Kita tak punya banyak waktu, Bi." kata Jason pelan. Ia menatap sendu pada suaminya.

"Aku tahu, Jay. Sangat tahu sekali." balas Brandon.

Ia merengkuh Jason dan membiarkannya menumpahkan perasaannya. Jason meremas baju Brandon dengan kuat. Ia menenggelamkan wajahnya didada keras suaminya.

Vito mendekati keduanya dan mengucapkan sesuatu tanpa bersuara. Brandon mengangguk mengerti. Kemudian Vito keluar ruangan diiringi oleh Jesse dan Mike. Sementara Angelina menemani Laila yang sedang terbaring diruangan lain.

"Kita akan selalu bersama, Jay. Kau bisa mempercayaiku." kata Brandon.

Jason hanya terisak dipelukan hangat Brandon. Dada bidang dan keras Bandon seakan mampu menelan tubuh Jason didalamnya.

"Aku tahu. Aku hanya..." Jason tak sanggup melanjutkan kalimatnya.

"Walau kita tak bisa melihatnya, aku yakin kita telah memberikan yang terbaik untuk mereka." kata Brandon menenangkan. Jason mengangguk dalam dekapan Brandon.

Sebuah tepukan lembut mengusik mereka. Tampak Angelina telah berada dibelakang Jason. Jason memalingkan wajah dari dada Brandon kearah Angelina. Sejurus kemudian, ia ganti memeluk saudara kandungnya itu.

"Can I see them later, sis?" tanya Jason tanpa menoleh ke Angelina.

Dagunya berada dibahu saudarinya. Angelina mendongak menatap Brandon, meminta bantuan atas jawaban yang akan diberikan pada Jason.

'Katakan bahwa ia akan melihatnya' kata Brandon dalam pikiran Angelina.

Angelina membelalakkan mata tak percaya dengan apa yang baru didengarnya. Brandon mengangguk cepat dan mengisyaratkan Angelina untuk membalas pertanyaan Jason. Angelina memejamkan mata sebelum menjawab.

"Ya. Kau akan melihat mereka, Jase." jawabnya dengan berat hati.

Tak disangka Jason melepaskan pelukannya dan menatap Angelina. Angelina tergagap dengan tindakan Jason dan secara otomatis membuka matanya, membalas tatapan Jason.

"Really?" tanya Jason dengan mata berbinar.

"As long as you still alive." balas Angelina.

Jason mendadak murung mendengar perkataan Angelina. Angelina mengusap lembut wajah saudara satu-satunya itu.

"And I want you alive."

"Imposible." tukas Jason pelan. Ia benar-benar tak yakin akan keselamatan dirinya sendiri.

"Berpikirlah untuk hidup, Jase. Walau sesulit dan sekecil apapun kemungkinannya, berpikir positif akan membuat kita bersemangat untuk maju. Aku tak ingin kehilangan orang tersayangku lagi. Tak akan pernah!" kata Angelina dengan tegas. Jason menatap Angelina dengan tatapan sayang.

"I'm not sure that..."

"We will!" potong Brandon.

Lengannya melingkari pinggang Jason dari belakang. Jason menoleh kearahnya tanpa bergeming. Angelina yang berada dihadapan keduanya meraih tangan Jason dan Brandon lalu menyatukannya dengan sebelah tangannya. Jason dan Brandon menatapnya bingung.

"Berjanjilah padaku, kalian harus tetap hidup." pinta Angelina.

Ia memandang keduanya dengan penuh pengharapan. Jason menghela nafas panjang. Tangannya yang bersatu dengan tangan Brandon dan Angelina meremas kuat.

"I do but I won't promise." kata Jason lirih.

Angelina membalasnya dengan tatapan sedih. Matanya berkaca-kaca. Jason kembali menghela nafas panjang.

"Ow...sis. Please don't cry! Aku tak sanggup melihatmu menangis." kata Jason menenangkan Angelina.

Ia segera merangkul saudarinya. Angelina tenggelam dalam isakan dipelukan Jason.

"Please, be alive for me. Promise?" pinta Angelina lagi.

Jason menutup matanya, tak menjawab permintaan Angelina. Pelukannya semakin erat.

"Promise?" tuntut Angelina.

Ia melepaskan pelukan Jason dan segera mendongakkan kepalanya melihat ke wajah saudaranya. Jason memalingkan wajahnya menghindari Angelina.

"Please?" Angelina menangkup wajah Jason dengan kedua tangannya, memaksa Jason meihatnya. Jason membalasnya dengan tatapan memohon. Angelina menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Jason mendesah berat.

"Baiklah."

"Baiklah?"

"I promise."

"Hemm...?"

"I promise to be alive."

Angelina tersenyum lebar. Ia mengecup kedua pipi adiknya dengan perasaan senang. Jason bergidik geli dengan perlakuan Angelina. Ia begitu kewalahan dengan keagresifan Angelina jika keinginannya telah terpenuhi. Brandon yang melihat keadaan itu langsung menarik Jason dari serbuan Angelina. 

"Big sis..." rengek Brandon.

Angelina terkikik geli mendengar rengekan adik iparnya yang bertubuh besar. 

"Take care of him. But make sure he's alive!" ancam Angelina.

"Or what?" tanya Brandon. Ia tahu sifat Angelina dibalik ancamannya.

"Or I'll make you in pieces!" desis Angelina. Brandon tergelak sementara Jason melotot penuh kesal pada Angelina.

"Deal!" Jason tambah kesal.

Ia menatap tajam suaminya yang merangkulnya dari belakang. Seringai menghiasi wajah tegas Brandon.

"And I love you always." bisik Brandon seraya menjilati cuping telinga Jason. Jason menggeliat geli namun tak mengurangi pelototan matanya.

"Ayo kita lihat keadaan Laila dan calon bayi-bayi kalian." ajak Angelina. Tanpa menunggu, ia menyeret keduanya menuju tempat Laila berbaring.

"Anak-anak?" tanya Jason.

Ia memandang suaminya dengan tatapan bingung. Brandon menanggapinya dengan tatapan yang sama.

"Uncle Vito bilang kalau sperma kalian berpotensi menghasilkan anak kembar." jelas Angelina.

"Tapi seingatku kita tak mempunyai gen kembar." kata Jason.

"Aku juga." tambah Brandon.

Angelina menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap keduanya. Tangannya masih menggenggam tangan Jason.

"Kalian memang tak mempunyai keturunan kembar tapi akibat mating yang kalian lakukan, kalian mempunyai kemampuan untuk membelah sel. Aku tak mengerti artinya namun uncle Vito mengatakan bahwa produksi sperma yang kalian miliki berpeluang besar menciptakan sekumpulan anak kembar. Dan ketika sperma kalian itu dimasukkan ketubuh seorang manusia biasa maka potensi melahirkan anak-anak kembar sangat besar. Bahkan uncle Vito juga yakin jika pembuahan itu berhasil, kemungkinan besar tak hanya kembar 2 tapi bisa juga triplets atau quadruplets."

Brandon dan Jason menatap Angelina dengan tatapan tak percaya. Kemudian mereka saling memandang dengan tatapan yang sama.

"Ada lagi yang perlu kalian tahu. Darah yang kalian hasilkan mampu menyembuhkan luka ataupun penyakit berbagai species di dunia kecuali vampire. Luka kaum vampire hanya bisa disembuhkan oleh sesama vampire yaitu kau, Jase. Sedangkan darah yang dimiliki Brandon bisa membuat siapapun bertambah kuat. Paduan kekuatan kalian itulah yang menjadikan kalian buruan terbaik selama beratus abad. Memiliki kalian sama dengan menguasai dunia." lanjut seseorang dibelakang mereka. Tanpa menolehpun, mereka tahu siapa yang berbicara.

"Bahkan untuk kaum peri seperti Jesse, darah kalian bisa menyelamatkan kepunahannya. Itu sebabnya aku juga menyuntikkan dosis kecil paduan darah kalian pada semua anak-anak Jesse dan Damian. Walau Damian seorang werewolf Delta Warrior, namun Jesse memiliki darah ber-hemoglobin rendah sehingga keturunannya mudah sekali sakit dan bisa meninggal. Beberapa anak-anak mereka akhirnya meninggal karena tak ada pasokan darah yang dapat membuat mereka bertahan. Hanya darah dari werewolf spirit yang juga mempunyai kekuatan shield-lah yang mampu menyelamatkan mereka. Namun seperti  yang kalian tahu, werewolf yang mempunyai kekuatan shield hampir punah. Dan ketika aku menganalisa kandungan darah dan sperma kalian, aku sangat terkejut mengetahui bahwa ternyata Brandon termasuk salah satu werewolf dengan kekuatan itu. Aku yakin kau sendiri tak menyadarinya, Brand." Vito memandang Brandon yang dibalas dengan tatapan terkejut.

"Aku tak percaya!" seru Jason. "Sehebat itukah kekuatan yang kami miliki sekarang?"

Vito mengangguk. "Namun jika salah seorang dari kalian meninggal, maka pasangannya juga akan mengalami hal yang sama. Itulah bond yang kalian miliki setelah mating." lanjut Vito.

"Maksudmu?" tanya Brandon. Ia tahu bahwa dibalik sesuatu yang besar dan hebat selalu ada kelemahannya.

"Jika salah satu dari kalian meninggal, maka kekuatan yang dimiliki pasangan lainnya yang telah ada ditubuhnya akan menghilang. Sehingga tubuh kalian akan mengalami penyusutan luar biasa serta mampu menghilangkan semua sel yang ada ditubuh kalian. Dan pada akhirnya, tubuh kalian tak mampu mengatasinya hingga menyebabkan kalian akan meninggal secara perlahan." papar Vito.

Brandon dan Jason dan juga semua yang ada diruangan itu mendadak dilingkupi keheningan yang menggigit. Tak ada yang mampu bersuara. Semua berusaha untuk mencerna perkataan Vito. Bahkan tanpa sadar Angelina bergidik ngeri membayangkan apa yang terjadi pada adik kesayangannya jika Brandon yang meninggal. Ia segera menatap tajam pada Jason.

"You must be alive, Jase! You promised!" kata Angelina tajam sambil meremas tangan Jason yang masih digenggamannya. Jason hanya bisa mengangguk.

"We will alive big sis. Believe us." balas Brandon tak kalah tegas.

Angelina mengalihkan matanya kearah Brandon dan melihat keyakinan disana. Iapun tersenyum lebar. Hatinya menghangat mendengar janji tegas dari adik iparnya tersebut. Tanpa sadar Angelina mengusap pipinya yang sempat dialiri air mata.

"Ada yang ingin bertemu kalian berdua." ujar seseorang.

Semuanya menoleh cepat kearah suara dan melihat Simon datang menghampiri. Brandon menunjuk dirinya dan Jason dengan isyarat tangan. Simon mengangguk.

"Siapa?" tanya Jason.

"Kalian akan mengetahuinya. Dia juga ingin meminta bantuan dari kalian berdua." balas Simon. Dengan isyarat matanya, ia meminta keduanya untuk mengikutinya.

Saat Jason ingin bertanya lagi, dengan cepat Brandon menarik tangan Jason dan membawanya mengikuti Simon yang telah berjalan keluar.

"Siapa mereka?" tanya Angelina. Ia mendekati Vito yang masih menatap punggung ketiga orang yang baru pergi.

"Seorang werewolf yang mate-nya kehilangan ingatan sehingga berubah menjadi seorang vampire." jawab Vito tanpa melapaskan pandangannya kearah ketiganya.

Angelina terbeliak dan terpekik perlahan.

"Tak usah bertanya lagi. Kau akan tahu siapa dia." sergah Vito.

Ia berjalan melewati Angelina yang masih diliputi kekagetan. Setelah bisa menguasai diri, Angelina mengekor Vito ke tempat Laila yang masih tak sadarkan diri.

Sementara itu, diluar goa terdapat beberapa orang dan serigala besar yang saling berhadapan. Walau tak nampak ketegangan namun sikap mereka tetap siaga. Tak lama kemudian, muncul tiga orang yang mereka tunggu. Salah seorang dari dua orang yang berdiri berlawanan dengan ketiga orang yang baru muncul, berjalan mendekati sekumpulan orang dan serigala dihadapannya. Dengan hormat ia menunduk memberi salam.

"Namaku Lance. Aku Alpha dari Dark Moon Pack. Aku kesini untuk meminta bantuan Brandon dan Jason untuk menyembuhkan seseorang. Bisakah kalian membantuku?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Finished : 07.03.2015
Edited : 05.10.2019

Lagi nunggu update cerita ini ya? Maaf, mendadak ada urusan keluarga yang mengharuskanku keluar kota. Dan part ini aku buat diwarnet sehingga mungkin banyak typo dan gak dapet feelnya. As always, aku tetap terima komen ato kritikan dari kalian.

So emjoy this story.
©donnaimoetz_2015

Continue Reading

You'll Also Like

87.7K 4.3K 90
ORIGIN VAMPIRE AWAKEN S1 SINOPSIS: Setelah era kejayaan bangsa vampire Dezastra, Aeron menemukan kebenaran pahit tentang masa lalu dan status keluarg...
90.8K 6.4K 61
โš ๏ธON REVISIONโš ๏ธ || "It feels right with him, but feels wrong with you" || Ingin menyangkal ketidak-benaran itu namun bersamanya sudah menjadi terbias...
37.9K 3.9K 26
Selama berabad-abad, Crescent Moon Pack dan Cinderfall Coven telah berperang dalam kebencian abadi. Darah dibalas dengan darah. Namun, takdir mempers...
342K 44.5K 31
Bukankah mereka sama, meskipun penampilannya berbeda? Warn! MxM Alternative Universe OOC Mpreg Disclaimer! Pictures and names are used to visualise o...
Wattpad App - Unlock exclusive features