How? Trust Me Now?

By Rhinoleeminho

1.3K 206 42

Ada sekelompok anak yang menamai mereka stray kids, beranggota 8 anak laki-laki pemberani yang suka menantang... More

Prolog
Beginning
My son, Minho
Hi, New Neighbor
There Is Something Unusual There
Crangky
Crangky pt.2
It's Test Day, Hwaiting!
Result
The First Day School
Suspicious
Dark Hallway
Dark Hallway pt.2
Happy birthday to you, bunda.
Cheer Up, Felix!
Congratulations to you, passion for all of us
Happiness Destroyer
Depression
Holiday Holiyay!
Holiday Holiyay! pt.2
Who's He?
Kim Seungmin
Kim Seungmin pt.2
Assistance
Assistence pt.2
Assistance final part
Go home
The First Snow To Fall
Inauguration

Get better

38 6 0
By Rhinoleeminho

Attention!

Siapkan tisu kalian, jaga-jaga kalau perlu hehe. Santai aja bacanya, nikmati dengan santai. Udah liburan kan? Jadi santai aja guys!

.

.

.

5 Juni, Korea Selatan

"Felix jangan lama-lama siap-siapnya!" Teriak Minho.
"Iya-iya! Sabar sedikit kek!" Balas Felix dari kamarnya.

Felix kini sudah resmi jadi adik Minho, kemarin tepat hari pertama dibulan Juni, hasil sidangnya menyatakan Felix resmi menjadi anak A-Yeong.

"Hei-hei! Pagi-pagi jangan berantem dong!" Kata A-Yeong yang sedang memasak didapur dibantu oleh Ae Cha.

"Semenjak tuan Felix tinggal disini, rumah menjadi lebih ramai ya, nyonya." Kata Ae Cha.
"Iya, setiap hari berantem. Gimana ga rame." Kata A-Yeong sambil terkekeh kecil.

"Kak, benarkan dasiku dong." Kata Felix.
"Kan kemarin sudah kakak ajari." Kata Minho.

"Tidak rapi, akan lebih rapi kalau kakak yang membenarkannya." Kata Felix.
"Bilang saja, kau malas, fel." Kata Minho.

"Nah, itu tau hehe." Kata Felix.
"Ck." Kata Minho kesal.

Setelah itu...

"Bundaa!" Kata Minho dan Felix sambil menuruni tangga.

"Wahh, pada pake seragam baru!" Kata A-Yeong.
"Felix doang, bunda. Aku udah pake seragam ini dari tahun lalu kok." Kata Minho.

"Sini-sini bunda foto dulu!" Kata A-Yeong.
"Apa sih bunda, kaya anak kecil aja." Kata Minho.

"Mau bunda foto atau uang jajan kamu bunda potong?" Ancam A-Yeong.
"Jangan! Oke-oke mau!" Kata Minho.

Ckrekk...

"Lucunya." Kata A-Yeong.
"Nanti bunda akan cetak fotonya." Kata A-Yeong.

"Udah duduk sini, sarapan dulu." Kata A-Yeong.

Disekolah...

"Waa! Siapa tuh yang sama Minho! Sama-sama ganteng!"
"Adiknya kali? Wajahnya mirip sama Minho tuh!"
"Bibit unggul ini mah, adik sama kakak sama-sama ganteng, kyaa!"

"Cuekin aja, cuekin." Gumam Minho.
"Siapa sih kak?" Tanya Felix.

"Ga tau, ga kenal. Cuekin aja, fel." Kata Minho.

Dikelas...

"Nanti belajarnya yang semangat ya." Kata Minho sambil mengusap kepala Felix.

"Iyaa!" Kata Felix.
"Felixx!" Kata Jisung.

"Kenapa baru bisa dihubungi?! Kamu ga tau Jisung kangen banget sama kamu?!" Kata Jisung.
"Paket datanya Felix habis, Jie. Pas mau hubungin kamu." Kata Minho.

"Bikin khawatir aja sih!" Kata Jisung.
"Ya maaf, Ji." Kata Felix.

"K-kakak."
"Hm?" Sahut Minho yang menolehkan kepalanya.

Minho kaget saat melihat siapa yang memanggilnya.

"Kau? Beraninya kau memanggilku dengan sebutan itu. Adikku hanya Lee Felix, ingat itu." Kata Minho.
"A-aku juga saudaramu. Kita saudara beda ibu." Kata Aira.

"Diamlah, aku tidak mau bicara denganmu." Kata Minho.
"Sampai kapan kakak mau seperti ini?! Apa kakak belum puas melihat aku dan mama menderita?!" Kata Aira marah.

"Menderita? Tau apa kau tentang menderita?" Kata Minho.
"Kau merasakan seluruh kasih sayang ayahku dan karena ibumu dan aku jangankan merasakan kasih sayang, dianggap anak pun tidak." Kata Minho.

"Dan sekarang kau bicara tentang menderita? Semua orang kalau tau hal ini pasti akan berpikir yang sama denganku. Yang sedang kau alami saat ini, belum sebagian, ah tidak, bahkan seperempat pun tidak ada, nona." Kata Minho.
"Tapi, aku dianggap sebagai..."

"Tutup mulutmu itu!" Bentak Minho.
"Kau hanya menghabiskan waktuku." Kata Minho.

"Kak, kakak udah dong." Kata Felix yang menenangkan Minho.

"Kenapa? Kenapa kakak lebih memilih anak pungut itu daripada aku yang jelas-jelas adikmu!" Kata Aira.

Aira sebenarnya adalah gadis yang baik tapi, karena ulah ayahnya membuatnya nama baiknya tercoreng dan nama ibunya juga.

"Beraninya kau bicara seperti itu!" Kata Minho yang hampir saja memukul Aira kalau tidak di tahan oleh Chan dan Felix.

"Lepas! Biarkan aku menghabisinya! Lepaskan aku!" Kata Minho yang memberontak saat kedua tangannya ditahan oleh Chan dan Felix.

"Apa yang kau lakukan? Setahuku seorang Lee Minho tidak akan memukul seorang anak perempuan." Kata Chan.
"Dan kau, aku tidak terlalu kenal denganmu karena kita tidak ada urusan. Jangan ganggu Minho kalau tidak ingin di ganggu." Kata Chan.

"Ayo, kita ke kelas. Felix, Jisung kalian juga masuk ke kelas. Dan kau jangan sampai melakukan hal ini kalau tidak mau menerima akibatnya." Kata Chan tegas.

Di kelas...

"Kenapa hari ini kau tidak mengatur emosi? Biasanya kau yang menenangkan aku kalau sedang bertengkar tapi, kenapa kali ini kau hampir memukul seorang anak perempuan?" Kata Chan.

"Kalau dia menghina aku, mungkin aku tidak akan semarah ini. Tapi, dia menyebut Felix itu anak pungut, Felix itu adikku! Aku tidak terima ada yang menyebutnya seperti itu!" Kata Minho.

"Tapi, wajar sih kak Chan. Kalau aku jadi Minho, aku juga akan melakukan yang sama, bahkan mungkin lebih buruk." Kata Changbin.

"Kau tau?" Tanya Chan yang agak sedikit kaget.

"Beritanya sudah menyebar, tentu saja anak itu yang kena. Tapi, memang dia yang salah, tiba-tiba datang dan mengatai Felix." Kata Changbin.

"Sebenarnya dia tidak sepenuhnya bersalah." Kata Minho.
"Maksudmu?" Tanya Chan dan Changbin.

"Kalau saja, ayah tidak selingkuh dengan ibunya, kemungkinan kehidupannya akan lebih baik daripada sekarang." Kata Minho.

"Minho sunbae?" Panggil seseorang perempuan yang memanggil Minho.

"Iya?" Kata Minho.
"Abigail seonsaengnim memanggilmu." Kata gadis itu.

"Ah, baiklah." Kata Minho yang bangun dari kursinya.

"Aku pergi dulu, kalian ke kelas saja dulu." Kata Minho.
"Iya." Kata Chan dan Changbin.

"Kukira anak perempuan itu mau menembak Minho seperti biasanya." Kata Chan.
"Mana mungkin! Kakak tidak tau anak itu?" Kata Changbin.

"Memangnya dia siapa?" Kata Chan.
"Astaga kau tidak tau? Dia kan..."

Setelah itu...

"Kenapa Abigail seonsaengnim memanggilku?" Tanya Minho.
"Hm? Karena masalahmu tadi pagi mungkin?" Kata gadis itu.

"Kau tau?" Tanya Minho.
"Siapa yang tidak tau? Masalah itu langsung menyebar dengan cepat, anak perempuan itu juga pasti dipanggil juga." Kata gadis itu.

"Namamu?" Tanya Minho.
"Aku?" Tanya gadis itu.

"Iya."
"Aku Joy, Joylyn Reuel Reagan." Kata Joy.

"Permisi, seonsaengnim." Ucap Joy.
"Ah, Joy. Sudah panggil Minho?" Tanya perempuan paruh baya yang menjabat sebagai kepala sekolah.

"Sudah, seonsaengnim." Kata Joy.
"Saya disini, seonsaengnim." Kata Minho.

"Duduklah, Joy kamu duduk juga." Kata Abigail.
"Baik." Kata Minho dan Joy.

Sreett...

"Tenanglah, saya hanya akan bertanya-tanya saja. Bukannya akan menghukum anda." Kata Abigail sambil mengusap kepala Minho.

"B-baik." Balas Minho.

Abigail sangat menyayangi kedua murid yang ada dihadapannya ini. Minho adalah murid paling pintar dan teladan, begitu juga dengan Joy.

Meskipun selalu ada dibawah Minho, dia bisa dibandingkan dengan Minho. Nilainya juga tidak berbeda terlalu jauh dengan Minho.

Aira yang dulunya beberapa kali ada diatas Joy, setelah masalah ibunya muncul lama-lama dia mulai menurun.

Cklekk...

"P-permisi." Kata Aira.
"Ah, nona Aira silahkan masuk." Kata Abigail seonsaengnim.

"Jadi, tanpa basa-basi lagi ya. Saya mau bertanya kenapa anda mengejek adik dari saudara Lee Minho dengan ucapan yang tidak pantas?" Kata Abigail.
"Karena dia kakakku dan lebih memilih anak pungut itu daripada saya." Kata Aira.

"Felix bukan anak pungut!" Kata Minho yang hampir marah lagi tapi, untungnya Joy dengan sigap menahannya.

"Tenanglah, ada Abigail seonsaengnim disini." Kata Joy.
"Ah, tanganku. Maaf." Kata Joy yang langsung melepaskan tangannya.

"Saudari Aira, ini urusan keluarga jangan anda bawa sampai ke sekolah. Dan lagi Felix adalah adik dari saudara Lee Minho yang sah secara hukum dan negara. Sebelum itu, mereka memang saudara meskipun hanya saudara sepupu jadi, kata-kata yang anda ucapkan bukanlah hal yang benar." Kata Abigail tegas.

"Saya kecewa dengan sikap anda sekarang, masalah ibu anda mengubah sikap anda, menurunkan prestasi, anda yang dulunya beberapa kali ada diatas Joy, sekarang Joy jauh diatas anda." Kata Abigail.

"Begini saja, anda harus minta maaf kepada adik dari saudara Lee Minho. Kalau dia mau, maka masalah ini selesai jika dia tidak mau anda akan mendapatkan hukuman." Kata Abigail.

"Silahkan anda semua keluar, sebentar lagi kelas dimulai. Selamat pagi." Kata Abigail.
"Pagi seonsaengnim." Kata mereka semua.

"Kak, aku..."
"Ayo Joy." Kata Minho yang tiba-tiba menarik Joy keluar.

Aira hanya bisa menatap sendu punggung kakaknya, kalau saja ibunya itu tidak mengambil ayahnya dari Minho. Mungkin mereka bisa menjalin hubungan secara alami.

Setelah itu...

"Minho berhenti!" Kata Joy yang langsung melepaskan tangannya.

"Ah, Joy maaf." Kata Minho.
"Huft, sudahlah. Jangan marah-marah, masalah tidak akan selesai kalau kau marah seperti ini." Kata Joy.

"Joy!"
"Kak Jay?" Kata Joy kaget saat ada yang memanggilnya.

"Kau ini kemana saja?" Kata Jay, kakak kembarnya Joy.

Minho melihat kedua anak kembar itu, Jay dan Joy. Mereka berdua juga salah satu murid teladan.

"Tunggu, kamu Minho kan? Anak kelas 8-A?" Tanya Jay.
"Ah iya." Kata Minho.

"Aku Jay! Jayden Reuel Reagan, salam kenal!" Kata Jay.
"Hai, salam kenal juga. Aku Minho, Lee Minho." Kata Minho.

Ya kalau secara fisik mereka tidak berbeda sama sekali, hanya sikap mereka yang sangat berbanding kebalik. Jay lebih ramah dan ceria, sedangkan Joy lebih cuek dan pendiam.

"Ah! Kelas sudah mau masuk, aku duluan ya, Minho! Sampai bertemu lagi nanti." Kata Jay sambil menggandeng tangan Joy.

"Ah, baiklah." Kata Minho.
"Aku juga harus masuk kelas!" Kata Minho yang langsung berlari ke kelasnya.

Pulang sekolah...

"Kakak!" Kata Felix.
"Sudah selesai?" Tanya Minho.

"Iya." Jawab Felix.
"Kenapa? Felix agak murung." Kata Minho.

"Ucapan kakak perempuan tadi." Kata Felix.
"Felix masih memikirkannya? Jangan dipikirkan." Kata Minho.

"Tapi, Felix dengar dari teman-teman, kalau kakak dipanggil oleh kepala sekolah karena hal ini." Kata Felix.
"Kakak hanya ditanya, kakak ga dimarahi kok, tenang saja." Kata Minho.

"Sungguh?" Tanya Felix.
"Iya, kamu bisa bertanya kepada teman kakak namanya Joy yang menemani kakak tadi." Kata Minho.

"Kak Joy? Joy Reuel Reagan? Yang kembar itu?" Tanya Felix.
"Felix kenal?" Tanya Minho.

"Kebetulan tadi kakak itu kesini untuk menjemput kakaknya yang satu ekskul dengan Felix." Kata Felix.
"Oh ya?" Tanya Minho.

"Iya, kakak kembarnya itu baik banget kak. Baru hari pertama kakak itu sudah bagi-bagi kue kering buat anggota baru." Kata Felix.
"Baik mana sama kakak?" Tanya Minho.

"Baik kak Minho dong! Kakakku kan paling baik sedunia!" Kata Felix.

"Syukurlah, dia sudah bisa semangat seperti dulu. Aku lega melihatnya." Batin Minho.

"Kak? Kakak melamun?" Kata Felix.
"Eh? Engga kok, mau makan es krim ga?" Tanya Minho.

"Mau!" Kata Felix.
"Kalo gitu ayo!" Kata Minho sambil menggandeng tangan Minho.

Senyumanmu yang manis itu selalu membuatku bahagia.
Senyuman yang secerah matahari.
Dan senyum tulus yang sangat-sangat indah.
Tolong tetap seperti ini selamanya,
Adikku

-Lee Minho

Judul puisi: senyuman yang secerah matahari.

Bersambung...

Jayden Reuel Reagan & Joylyn Reuel Reagan

-Anak kembar beda 10 menit.
-18 y.o sekarang masih 14 y.o si
-Kalau Jay itu ramah dan ceria, kalau Joy lebih cuek dan pendiam.
-Sering ketuker padahal jenis kelamin aja udah beda.

Continue Reading

You'll Also Like

18.5K 2.5K 9
"Lee Felix, jangan dekat-dekat orang lain selain aku!" -Seo Changbin- "Binie-ya, sepertinya aku jatuh cinta pada murid baru itu." -Hwang Hyunjin- "Ak...
19.7K 1.5K 17
"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih h...
22.9K 3.9K 25
"Kak, kalau Felix menyerah, boleh ya?" Sebuah cerita yang ditulis oleh Revalino Aksara, sang penikmat mentari yang kini telah meninggalkan dunianya...
Wattpad App - Unlock exclusive features