Haloha readers ku yang baekk
Dikarenakan sedang puasa, jadi part yang akan aku upload pastinya banyak dong :)
Readers: Awas aja lu sampek bo'ongin kita (•ˋ _ ˊ•)
Kagak di bo'ongin kok, serius.
Keyy, selamat menikmati.
Dengan segera Phoenix mengantarkan Starlight menuju kota Posca, ibu kota kerajaan Carmon. Meski identitas Starlight tidak diketahui oleh banyak orang. Tapi dia tetap harus menutup wajahnya agar lebih aman ketika sampai di kota Posca nantinya.
“Tidak banyak yang mengenalku di sini. Aku rasa aku bisa menyusup ke dalam istana,” gumam Starlight di balik hoodie yang dia kenakan.
Apapun yang terjadi, kau tetap harus berhati-hati Starlight.
Aku mengerti.
Kembali di kota Sky Valley, ada sebuah duka yang menyelimuti Jin dan teman-temannya. Dikarenakan Kuby dan Moncha telah jatuh ke jurang saat membantu menyelamatkan Jin. Tadinya Starlight dan Phoenix telah membantu mencari keberadaan Kuby. Namun sayangnya tidak ditemukan jejak apapun.
“Maaf, aku tidak bisa lebih cepat menyelamatkan Kuby tadi,” ujar Starlight menyesal.
“Tidak disangka ternyata Starlight adalah putri kerajaan Sinar dan Gadis Suci,” ujar Sir Joke.
“Benar-benar mengejutkan sekali ada dua putri sekaligus di Sky Valley,” ucap Rydine masih setengah terkejut.
“Eh-hehe, begitu kah?” balas Sena.
“Kenapa kau tidak memberitahukan kami saja dari awal?” tanya Michael sambil menatap Starlight.
“Ah, a-anu... Ehh??-”
“Kau sudah mulai bisa membohongiku ya ternyata,” goda Michael.
“Eh??? B-bukan begitu. Tidak ada yang bertanya padaku. Jadi aku diam saja,” jawab Starlight setengah panik.
“Itu benar juga. Tidak ada yang bertanya,” ucap Robin membela Starlight.
Terlihat dari jarak beberapa langkah Draka sangat sedih dengan kepergian Kuby dan Moncha. Dia merasa bersalah, dan berpikir dialah penyebab kecelakaan yang menimpa Kuby dan Moncha.
Kembali lagi di kota Posca. Starlight telah berhasil masuk ke dalam istana tanpa ketahuan para prajurit.
Readers: Thor, baru juga sampek di Sky Valley. Udah maen pindah channel aja dah!
Shutt!!! Urusai!!! Kau mengganggu readers yang lain membaca!
Menyusup bukan hal yang sulit bagiku. Gumam Starlight sambil mengingat ingat kejadian masa kecilnya yang suka menyusup keluar istana tanpa izin. Itu memang cukup memalukan jika dipandang dari sisi kebangsawanan.
“Kira-kira ada di mana Vettel sekarang ya?” tanya Starlight pada dirinya sendiri.
Starlight, Hati-hati. Ada orang yang sedang menuju ke sini. Peringatan Phoenix membuat Starlight langsung bersembunyi di balik tembok besar.
Siapa itu? Starlight masih terus menatap asal suara langkah kaki yang mendekat. Dan ternyata suara langkah kaki tersebut berasal dari Vettel.
Vettel...
“Tunggu, Vettel Baskerville!” ucap Starlight kemudian. Mendengar seseorang menyebut namanya membuat Vettel langsung menoleh.
“Huh, kau? Putri kerajaan Sinar, Starlight Ray Victory!” ucapnya saat melihat Starlight. “Apa? Ada apa? Kenapa kau jauh-jauh datang kemari? Untuk apa? Bukannya kau seharusnya bersama pemuda bernama Michael White itu?” serbu Vettel.
Starlight menghela napas sesaat. “Kita bahas itu nanti. Sekarang aku ingin menemui Destro terlebih dahulu.”
“Ikuti aku kalau kau ingin menemui Destro!” titah Vettel.
Starlight pun segera mengikuti ke mana arah Vettel pergi. Sesaat kemudian Starlight sudah melihat Destro yang sedang berdiri dan memarahi... Issabelle???
“Jadi anak itu yang sudah mengirim serbuk Auobiss ke Sky Valley?” ujar Vettel di depan pintu.
“Itu sama sekali bukan urusanmu!” jawab Destro tanpa menatap ke arah asal suara. “Aku harus bisa menghabisi Jin Hayst sebelum dia bertambah semakin kuat!”
“Apa kau begitu takut pada putranya Keith?!” gertak Vettel lalu membuat Destro mengalihkan pandangannya. Dan dia sangat terkejut saat melihat ada Starlight di hadapannya.
“Kau?”
“Kenapa? Terkejut melihatku di sini?” tanya Starlight tanpa rasa takut.
“Heh, harus aku akui. Sebagai wanita yang tau segala tentangku, masih berani berhadapan denganku adalah sebuah prestasi besar,” ujar Destro penuh kebencian.
“Dan apa menurutmu, aku harus takut dan tunduk di hadapanmu begitu saja?” Starlight sangat bisa merasakan kebencian yang ada pada Destro. Seakan-akan Destro bisa membunuh Starlight kapan saja. Namun niatan Destro pastinya tidak akan tercapai karena adanya aura Phoenix yang jauh lebih kuat daripada kekuatan Destro ataupun Auobiss.
Pandangan maut antara Vettel, Starlight dan Destro terhenti saat ada seorang pengawal yang melapor bahwa Jin ada di kota Bamboo. Di saat itulah, Vettel langsung menarik tangan Starlight menjauh dari Destro menuju ke suatu ruangan kosong.
“Katakan, apa yang sebenarnya kau inginkan?” tanya Vettel pada Starlight yang berdiri di hadapannya.
Sesaat Vettel menatap Starlight yang terdiam. Namun Starlight kemudian maju beberapa langkah ke arah Vettel dan menjatuhkan dirinya di hadapan Vettel. Hal itu membuat Vettel begitu terkejut.
“Vettel, aku minta maaf. Maafkan aku atas kejadian 5 tahun yang lalu!” Starlight menangis sambil menundukkan kepalanya. Vettel menatap ke arah Starlight sambil menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka kalau Starlight akan meminta maaf padanya.
Vettel segera berjongkok dan mengangkat kepala Starlight dengan lembut menggunakan kedua tangannya. “Starlight, tak kusangka justru kau yang meminta maaf padaku. Padahal saat itu aku lah yang salah. Aku yang terlalu gegabah dalam menentukan sesuatu,” ujar Vettel.
“Tetap saja aku, aku ingin meminta maaf padamu. Aku tau, kau pasti sangat kecewa atas apa yang sudah terjadi saat itu. Aku, aku benar-benar minta maaf Vettel,” isak Starlight.
“Tidak perlu. Aku tahu kau hanya berusaha menolongku.”
Meski Starlight masih kesal pada Vettel karena Vettel pernah mencoba untuk menyuruh Michael menggunakan serbuk Auobiss. Namun, di dalam hati Starlight sangat menyesali atas apa yang sudah terjadi. Apapun yang terjadi, Vettel tetaplah satu-satunya sahabat terbaiknya.
Vettel menyentuh pipi kanan Starlight dengan tangan kirinya, dengan segera Vettel mengarahkan tubuhnya ke arah Starlight. Dan detik berikutnya, Starlight sudah berada di pelukan Vettel.
Jantung Vettel berdetak kencang saat memeluk Starlight. Dan tanpa disadari oleh siapapun, liontin kalung Starlight kembali bersinar terang. Hal ini terjadi untuk kedua kalinya saat Starlight bersama seorang pria. Setelah yang pertama saat Michael menciumnya dahulu, liontin kalung Starlight juga pernah bersinar.
Starlight masih menangis sambil menutup matanya di pelukan Vettel, yang menyebabkan Starlight tidak menyadari kalau liontin lambang kerajaan bersinar.
Kau memang benar Starlight. Kau memang Gadis Suci dari kerajaan Sinar. Hatiku telah berkata kepadamu, bahwa aku mencintaimu. Vettel menatap Starlight sesaat. Meskipun aku tau, kau tidak pernah dan tidak akan pernah mencintaiku. Karena pria yang bersamamu itu adalah kekasihmu.
Sebenarnya ada sebuah hal besar yang masih menjadi misteri di antara Vettel dan Starlight. Misteri yang tercipta saat mereka masih kecil.
Dulunya saat masih kecil, Starlight pernah sangat berharap kalau jodohnya adalah Vettel. Karena bagi Starlight pada saat itu, Vettel adalah pria terbaik yang dia kenal. Ditambah lagi dengan perjodohan yang sudah ditentukan keluarga Ray Victory dan Baskerville untuk Vettel dan Starlight.
Lalu, alasan kenapa Vettel bisa membaca apa yang ada di pikiran Starlight, itu terjadi karena mereka pernah membuat perjanjian saat masih kecil. Ya, perjanjian itu adalah perjanjian antara Vettel dan Phoenix. Namun sayangnya, pada saat itu, mereka sama sekali belum memahami tentang hal semacam itu. Bahkan perjanjian yang terjadi antara Vettel dan Starlight itu terjadi secara tidak sengaja.
Dan yang terakhir, alasan kenapa Vettel sangat sedih saat tau bahwa Phoenix sudah memilih jodohnya adalah karena
Nggak cukup, lanjut part 2 ya guys :v
Eh, maksudnya part 34
Ditunggu kelanjutannya bulan depan ya :)
Readers: Biadap!!! 😤