HAIHAIHAI!
APAKABAR SEMUANYA?
STAYSAFE BUAT TEMEN-TEMEN SEMUA YANG DI MALANG,DAN JATIM☘✨
SEHAT TERUS BUAT TEMEN2 SEMUA🖤
DANNNN JANGAN LUPA VOTE AND COMENT GAYSS🖤
PENGUMUMAN ! PENGUMUMAN😂
BUAT SEMUA READERS HUSBAND YANG AUTHOR SAYANGII.. EAAA
AUTHOR BAKALAN AGAK TELAT UPDATE NYA SELAMA BULAN PUASA..HUUU SEDIH 😭
TAPI JANGAN KHAWATIR, AUTHOR PASTI UPDATE KOK. CUMANN, ADA CUMAN NYA NIH/eqeqeq
AUTHOR UPDATE GAK BAKAL SESERING HARI BIASANYA, HUHU MAAFIN AUTHOR YAH HHE.. KARNA AUTHOR PUNYA TARGET ^^ SELAMA BULAN PUASA PENUH, DOAIN AUTHOR YE SEMUANYA. MOGA DI BULAN PUASA INI AUTHOR BISA KEJAR TARGET KARNA BULAN PUASA KEMARIN GAK KEKEJAR HUHU SEDIH BANGET..
MAKASIH YANG UDAH SELALU SUPPORT AUTHOR KALIAN TERSEGALANYA. LUV LUV
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA🖤
Jangan lupa selalu berbuat baik🤗
HAPPY READINGGGGGGG!
Rendy kebingungan menatap sikap amell yang tidak biasa nya. "Mau mandi?" tanya rendy
Amell mengangguk cepat.
"Kenapa pake ini. " tunjuk rendy pada lingerie amell
"Emang kenapa, amell lupa naro handuk." ucapnya mencari alasan
Rendy mengerutkan dahinya. "Handuk kan di taro di kamar mandi setiap hari." ucap rendy
"Eum, iya amell lupa." ucapnya
Rendy masih terdiam melihat gelagapan amell yang tak biasanya.
"Bapak mau mandi, yaudah mandi ajah pak."
Rendy menggeleng. "Saya masih penasaran kenapa kotak bludru disana gak ada." ucap rendy
Amell terdiam menatap rendy. "Eum.. Amell juga gak tau. Emang kotak nya buat siapa?" tanya amell menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Rendy berjalan mendekati kasur besar tanpa menjawab pertanyaan amell.
"Coba tolong kamu cari di meja dekat pintu ada tidak." ucap rendy
Amell mengangguk dan berjalan ke arah luar kamar.
Sett.
Tali yang awal mula melingkar di pinggang amell sekarang tengah di pegang rendy.
Amell melirik cepat ke belakang lalu menutup lingerie putih dengan kedua tangannya.
Rendy mengerutkan dahinya sembari tersenyum. "apa benar kamu tidak melihat kotak bludru itu?" tanya rendy menatap amell dari bawah
Amell menggeleng cepat.
Rendy mengangguk-angguk kepalanya sembari tersenyum mendekati amell. "Apa kamu benar2 tidak melihat kotak itu hemm?" tanya rendy di depan amell
Amell menggeleng, jarak yang sangat dekat membuatnya terpaku di hadapan rendy.
Rendy tersenyum. "Saya akan buktikan, kalo kamu tau dimana kota bludru itu." ucap rendy menarik lingerie putih milik amell. Dan menampilkan lingerie merah yang Amel kenakan saat ini.
Amell membelakakan kedua bola matanya.kaget. Bisa bisanya rendy berbuat seperti itu padanya.
Amell menyilangkan kedua tangannya di muka, lalu berpindah menyilang di depan dadanya.
"Waw," ucap rendy sembari memainkan tali lingerie putih milik amell
"Bapak ih," ucap amell masih dengan posisi yang sama
Rendy menatap amell takjub Tidak seperti Biasanya.
Rendy mendekati amell membuat amell memundurkan badannya sampai mentok pada dinding Tembok.
"Awas a," ucap amell berlari keluar kamar.
"Amelia mau kemana?" ucap rendy mengejar amell
Amell tertawa tawa sambil meledek rendy sesekali membuat rendy tertantang saat ini.
"Awas kamu ya," ucap rendy
Amell berlari ke lantai bawah sambil sesekali menengok ke belakang.
"Ka O banget si pak." ucap amel
Brugh!
"Aw,"
Rendy mendekati amell. "Udah saya bilang hati hati." ucap rendy
"Sakit tau pak." cemberut amell
Rendy mendekati amell hendak menggendong nya.
"Mau ngapain?" ucap amell
"Sutt, udah diem." ucapnya mengangkat tubuh amell
Amell mencibikan bibirnya. "Maafin amell yah." ucapnya
Rendy mengangguk, "gapapa, tapi kenapa kamu harus bohong kalo kamu pake baju itu." tanya rendy masih berjalan menuju kamarnya
"Amell malu, nanti kalo bapak liat kan gawat." ucapnya
Rendy mengerutkan dahinya. "Gawat, gawat kenapa?" ucap rendy
"Eumm, takut bapak khilaf." ucap amell pelan
"Amell amell kamu ini kayak anak kecil baget tau gak, emang kalo saya khilaf dosa apa, engga kan."
"Ya.. Maksud nya gak gitu juga." ucap amell
Ceklek!
Rendy berjalan mendekati kasur kebesarannya dan mendudukan amell di kasur.
"Pake ligerie nya" ucap rendy menyerahkan lingerie putih yang amell kenakan tadi
"Gak ah, lagian bapak udah tau juga." ucap amell
"Kalo saya khilaf, jangan salahin saya." ucap rendy
Amell mengambil lingerienya dan memakainya. "Iya, anceman banget sih." ucap amell cemberut
Rendy jongkok melihat lutut amell. "Sakit gak?" tanya rendy
Amell mengangguk. "Tapi sakit nya. bukan kayak cedera gitu, kalo ke gerak kakinya kayak tulang nya gimana gitu."
Rendy mengerutkan dahinya. "Kamu patah tulang." ucap rendy
"Amit amit ih, engga lah"
"Berarti harus di pijit kalo kayak gini, bentar saya telpon si mbo bisa gak dia pijit2 kyk gini."
Amell mengangguk dan menatap lutut nya, terlihat seperti tidak apaapa, tapi saat amell mengerakan kakinya sakittttt batt.
"Bisa, kamu tunggu aja." ucap rendy duduk di samping amell
"Istirahat aja dulu, nanti kalo ada si mbo saya bangun in."ucap rendy
Amell mengangguk.
Beberapa menit..
"Kenapa toh neng kakinya bisa keseleo gini." tanya si mbo
"Tadi jatoh di tangga mbo." jawab amell
"Hati hati neng."
Amell mengangguk.
"Si mbo bawa sesuatu buat s neng." ucap si mbo
Amell melirik ke arah si mbo, mengeluarkan satu botol jamu kuning.
"Apa ini?" tanya amell
"Ini jamu, jamu sehat." ucap si mbo
"Tapi amell gak suka jamu." ucapnya
"Cobain dulu, lama kelamaan pasti ketagihan." ucap si mbo
Amell mengangguk menghargai pemberian si mbo. "Nanti amell coba yah."
Maaf neng mbok bilang jamu sehat, tapi inu permintaan den rendy suruh si mbo bikin jamu cepet hamil.semoga kamu mengerti ya neng.
"Udah enakan kakinya?" tanya s mbo
Amell mengerakan sedikit kakinya. "Udah enakan mbo makasih yah." ucap amell
Mbo mengangguk. "Jangan lupa diminum jamu nya, jangan dibuang toh sayang sibo Udh cape buatin khusus buat Non amell." ucap si mbo tersenyum
"I-iya mbo, makasih ya." ucap amell canggung
Mbo mengangguk dan membereskan peralatan miliknya. "Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Haihai
Bulan suci ramadhan, jangan lupa selalu berbuat kebaikan..
See you semuanyaaaaaaaa,.