Minta tolong koreksi ya kalau ada typo tandain terimakasih 🙏😙
Happy Reading
Pagi yang cerah dimana seorang gadis masih bergulat dengan selimutnya, tak lama dia terganggu dengan suara alarm yang keras.
Kriiingggggg
"Berisik woi diem lo!" Ucap gadis itu dengan memunjuk ke alarm tersebut, dia mengambil alarm itu dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 06.00 AM.
Gadis itu bergegas pergi ke kamar mandi lalu bersiap siap akan berangkat ke sekolah baru nya, dia memakai riasan tipis dan lipbalm tentunya supaya bibirnya tetap lembab.
Lalu dia membuka pintu kamarnya dan keluar, dia menuju ruang makan, disana sudah ada sang ibunda, dia mendekati bunda-nya itu lalu memeluknya.
"Hmm wangi banget, bunda masak apa? Biar Asya bantu." Ucap Asya
"Eh morning sayang, ngga usah deh bunda cuma masak nasi goreng kok, kamu duduk aja dulu sayang kalo enggak bangunin aja abangmu nanti terlambat." Ucap Radenth seraya mengelus puncak kepala putrinya
"Huh gak ah Asya gak mau berangkat sama abang." Ucap Asya sambil mengerucutkan bibirnya
"Kenapa hm? Cerita sini sama bunda." Ucap Radenth dengan lembut, lalu dia menuangkan nasi goreng yang sudah makan ke tempat nasi.
"Gapapa gak mau aja pokoknya." Ucap Asya
Tak lama Regaska turun dari tangga dan langsung duduk di meja makan.
"Wahhh nasi goreng, loh kamu kenapa sayang? Manyun manyun gitu bibirnya." Ucap Regaska sambil mengambil nasi goreng yang sudah disiapkan oleh Radenth
"Pokoknya nanti Asya gak mau berangkat sama bang Ano, Asya mau sama papa aja." Ucap Asya lalu dia mengambil piring dan nasi goreng, dia berdoa lalu memakannya
Tak lama Keano juga turun dari tangga.
"Kuping abang panas nih, ada yang ngomongin abang ya." Ucapnya sambil mencubit pipi Asya
"Abaaaaaannnggg!!!!." Asya yang dicubit sontak berteriak lalu memukul tangan abang laknatnya itu
"Abang udah ah jangan digangguin adeknya masih pagi juga dimarahin tetangga mau kamu?." Lerai Radenth
•••
Sesampainya di sekolah baru nya dia menuju ruang kepala sekolah.
Tok tok tok
"Silahkan masuk." Setelah mendengar suara itu dari dalam Asya membuka pintu ruang kepala sekolah itu perlahan ia masuk lalu menutup pintunya, kemudian dia duduk di kursi depan kepala sekolah dan tentunya sudah dipersilahkan untuk duduk.
Kepala sekolah itu sibuk kertas kertas didepannya sepertinya ia sedang mencari data diri Asya.
"Oke, Varasya Zhevancy Alderick betul?." Lalu Asya mengangguk, kepala sekolah itu melanjutkan membaca data diri Asya "oke kamu masuk 11 IPS 2, perlu saya antar?." Lanjutnya
"Em... tidak usah pak saya cari sendiri saja, saya tidak mau merepotkan." Ucap Asya lalu keluar dari ruangan tersebut.
•••
Dia berjalan menyusuri koridor yang sepi, karena ini jam pelajaran jadi semua anak sedang sibuk dengan KBM, tak lama.
Brukkk
"Aww" Asya terjatuh, lalu dia memegangi pantatnya yang mencium lantai tersebut, lalu dia berdiri dan menarik tas nya dengan kasar.
"Lo kalo jalan hati hati dong, sakit nih pantat gue" Ucap Asya dengan sewot, tapi laki laki itu malah tersenyum memandangi nya.
"Lo anak baru?" Tanya laki laki itu
"Iya!" Ucapnya masih dengan emosi
"Santai dong neng, gue kan gak sengaja" Ucap Arfen sambil mengulurkan tangan untuk membantu Asya.
"Varasya Zhevancy, nama yang bagus" Ucap Arfan, dia mengulurkan tangan dan mulai memperkenalkan diri,
"Gue Arfen cowo terganteng di sekolah ini"
"Hey! Kalian ngapain disana!?" Teriak seorang guru yang tak jauh dari sana, lalu guru itu menghampiri mereka, dan tidak lupa mengintrogasi.
"Kalian sedang apa disini?, sekarang kan waktunya jam pelajaran" Ucap guru itu dengan berkacak pinggang
"Saya dari kamar mandi pak" Ucap Arfen dengan santai sebenarnya guru itu tidak percaya karena siswa bandel seperti Arfen yang suka membolos itu memberi alasan ke kamar mandi, sangat tidak memungkinkan bukan, sedangkan Asya gadis itu sudah gugup dan ketakutan, lalu guru itu menunjuk Asya.
"Kamu, apa yang kamu lakukan disini?" Tanya guru
Asya menjawabnya dengan gugup
"Sa - saya anak b - baru pak" Ucapnya dengan gugup dan tangan yang bergetar
"Ya sudah, Arfen kamu antar siswi ini ke kelasnya" Ucap guru itu kemudian pergi meninggalkan mereka.
Lalu Arfen mengulurkan tangannya lagi, Asya yang melihat itu mengerutkan dahi pertanda dia bertanya 'untuk apa?', karena lelah menunggu Asya yang tidak peka, Arfen menggandeng tangan Asya lalu menyeretnya.
Asya terkejut namun dia tak bisa melepaskan genggaman itu karena tenaga Arfen lebih besar darinya.
"Lo, lo apa apaan sih?! gausah diseret kali gue juga punya kaki, lepas!" Ucap Asya seraya berusaha melepaskan tangannya dari tangan Arfen.
Lalu mereka berhenti dan Arfen melepaskan genggamannya lalu melihat keatas pintu, Asya mengikuti matanya di atas itu tertera tulisan '11 IPS 2'.
"Yaudah gue tinggal, kelas gue dibelakang 3 kelas dari kelas lo." Ucap Arfen lalu meninggalkan Asya disana
Tanpa mengucapkan terima kasih, Asya mengetuk pintu tersebut, pintu itu terbuka, lalu dia dipersilahkan masuk dengan guru disana, mungkin guru itu sudah tau kalau kelasnya akan kedatangan murid baru.
"Anak-anak diam sebentar, kita kedatangan murid baru, silahkan perkenalkan dirimu." Guru itu mempersilahkan Asya untuk memperkenalkan diri.
"Halo salam kenal, gue Varasha Zhevancy Alderick, kalian boleh manggil gue Asya atau Zhevan, semoga kita bisa berteman baik, terimakasih" Ucapnya memperkenalkan diri.
"Baik, Asya kamu duduk disebelah Alkayna" Gadis yang disebut itupun mengangkat tangannya sambil tersenyum manis, lalu Asya berjalan menuju tempat duduknya.
"Hai gue Alkayna" Ucap gadis manis itu sambil mengulurkan tangan, Asya tersenyum menerima uluran itu "Asya"
"Eh eh gue juga mau kenalan dong, Hai gue Dejjie, sebelah gue ini Vallen" Ucapnya dengan antusias
"Asya" Ucapnya sambil tersenyum, lalu dia mengeluarkan buku catatannya dan mencatat pelajaran yang sedang mulai.
•••
Mereka saat ini sedang ada di kantin, Vallen, Dejjie, Alkay, dan Asya mereka sibuk berbincang termasuk Vallen.
"Sya pindahan darimana?" Tanya Vallen lalu diangguki kedua temannya Alkay dan Dejjie
"Emm gue pindahan dari SMA Antariksa" Ucap Asha
"Boleh nanya lagi gak?" Tanya Vallen, Vallen adalah tipikal orang yang suka tak enak hati, lalu diangguki oleh Asya
"Tanya aja kali, santai" Ucap Asha
"Lo kenapa pindah kesini?" Tanya Vallen
"Oh itu, ya karena mommy gue nyuruh gue satu sekolah sama abang gue" Ucap Asya
"Abang lo sekolah disini juga?" Bukan Vallen lagi yang bertanya melainkan Alkay, lalu diangguki oleh Asya.
"Oh ya? Dia kelas berapa?" Tanya Alkay lagi
"Hemm katanya abang gue sih dia kelas 12 IPS 1"
"Uhuk uhuk" Setelah Asya mengucapkan itu Dejjie langsung tersedak, sontak Alkay yang disebelahnya mengelus punggung Dejjie.
"Kenapa jie?" Tanya Asya
"12 IPS 1 isinya cogan semua jep astagaaa" Ucap Dejjie heboh sendiri, bahkan beberapa penghuni kantin sampai terheran heran melihatnya.
Tak lama yang katanya kumpulan cogan datang ke kantin, kantin menjadi ramai dan sangat heboh melihat Keano dkk atau bisa disebut 'The Cakrawala'.
"Itu.... Itu jep itu mereka" Ucap Dejjie tak kalah hebohnya dengan mereka yang berteriak.
'Astaga kak Keano ganteng banget.'
'Aduh Jeff meleleh gue liat lo.'
'Arfen yaampun gila jodoh gue.'
'Erlan astaga.'
'Rahim gue anget anjir huaaa.'
Asya yang mendengar itu bergidik ngeri.
"Jadi mereka itu The Cakrawala, ketuanya kak Keano, anggotanya itu ada Jeff yang mukanya datar tuh itu namanya Jeff, dia si irit ngomong, cuek, dingin juga tapi fans nya gak kalah banyak sama yang lain, terus itu Erlan dia si anak humoris, receh orangnya, dia yang paling gila dari yang lain, humble, ramah juga, terus itu yang terakhir itu namanya Arfen fakboi kelas kakap yang suka godain cewe cewe, tapi dia masih jomblo sampe sekarang, rumornya sih dia lagi deket sama Angel cabe kiloan tuh, tapi meskipun bandel otaknya gak kaleng kaleng pren" Jelas Dejjie, Asya hanya mengangguk lalu menguap Dejjie seperti mendongengkannya sebuah cerita sebelum tidur.
Tak lama Arfen duduk di sebelah Asya lalu merangkul pundak Asya, Asya terkejut dia langsung menepis tangan Arfen.
"Apa apaan lo main rangkul rangkul gue!?" Sewot Asya
"Yaelah neng sama calon suami gak boleh gitu" Ucap Arfen, Asya melotot dan Teman-teman nya dibuat bingung dengan perlakuan Arfen ke Asya.
Tak lama Keano datang lalu menarik tangan Arfen dari bahu Asya.
"Kenapa sih Ke" Sewot Arnof
"Mau lo apain adek gue? Kalo mau cari korban cari aja yang laen kaga usah libatin adek gue" Ucap Keano dengan santai namun dingin.
"Jadi dia adek lo?" Tanya Arfen
"Iya" Jawab Keano
"What what what!? Jepan!? Adeknya kak Keano!? Astagaaaa, kok lo gak bilang sih!!!???" Ucap Dejjie dengan hebohnya
Asya yang daritadi sudah jengah karena keberadaan Arfen dia pergi meninggalkan kantin, tanpa menunggu lama Arfen mengejar Asya, lalu dia menahan tangannya.
"Mau kemana?" Tanya Arfen
"Kamar mandi, kenapa? Mau ikut?" Ucap Asya, mendengar itu Arfen langsung melepaskan tangannya dari tangan Asya
Kemudian Arfen mendekat, dan membisikkan sesuatu
"Izinin gue berjuang dapetin hati lo." Kalimat pendek dan sederhana itu mampu membuat semua perempuan melayang bukan? Tak terkecuali Asya.
Bersambung
Makasih yang udah baca maaf ya kalo gak dapet feel nya, soalnya aku bikin nya ngasal karena gabut mumpung ada ide dan referensi jadi aku bikin cerita wp aja hehe, jangan lupa vote nya, jangan jadi siders hargai aku juga yang nulis. Sekali lagi terimakasih ❤😙.