DIA, CATURKU [ON GOING]

By Istiayu19

127K 8.3K 1.4K

[CERITA INI MENGANDUNG UNSUR SEX EDUCATION] #2 - fiksiremaja [6/9/2021] #1 - catur [15/9/2021] #1- sexeducati... More

01. Ke(jadian) Manis Di Gudang
02. Kanaya Berulah
03. Kanaya Kurang Subur
04. Kanaya Gila
05. Kenyal Bervitamin
06. Catur Marah
07. Tingkat Kepolosan Kanaya
08. Sehari Tanpa Catur, Apa Jadinya?
09. Tigo Leonard Panunggal & Catur Fakhri Panunggal
10. Pacar Gilaku : Kanaya
11.Caturrrr Cium Ih!
12. Dongeng Sebelum Tidur
13. Pesta Andin
14. Cinderella Bergaun Pink
15. Prince Charming
16. Pasca Pesta Andin
17. Mencoba Mendekati
18. Oh Gitu..
19. Maaf
20. Menyesal
21. Kesal
22. Nggak Bilang
23. Gara-gara Cindy Dan Wenda
24. Kelinci Atau Cupang?
25. Why?
26. Semua Orang Khawatir
27. Sebab dan Akibat
28. Obrolan Serius
29. Aku Takut, Catur...
30. Remuk Redam
31. Belum Aman
32. Tersadar
34. Perubahan
35. Jawaban
36. As You Wish...
37. Belum Terbiasa
38. Keributan Sma 79
39. Be Your Self
40. Ketika Aku Memilih Tak Peduli
41. Tumbang
42. Hadiah Untuk Orang Baik
43. Hadiah Untuk Orang Jahat
44. Ternyata Trauma
45. Tidak Bisa Menghindar
46. Tentang Keberuntungan
47. Perkara
48. Siswa Baru & Hidup Baru
49. Ups!
50. Sisi Baik Tigo
51. Jaga Dia
52. Terimakasih
53. Melepas-Merangkul
54. Dimulai Dari Awal
55. How?
56. Mengerti
57. Cepat Dewasa Ya?
58. Pacarku
59. Aku Bisa Menyakitimu, Kapan Saja.
60. I Know, But...
61. Jadi, Selama Ini?
62. Don't Expect Me Too Much
63. Jaga Diri Ya
64. Ku Kan Menghilang
65. Ke(putus)an Di Gudang
66. Dia, Caturku
67. Masih Ada
68. Be Mine Again?
69. Backstreet?
70. One Night With You
71. Officially

33. Seperti Bukan Kamu

1.2K 83 4
By Istiayu19

"Mama sama papa pulang dulu ya, ingat jangan bikin ulah. Ini hari terakhir kamu sekolah."

"Iya, ma. Naya ke kelas ya."

Felisa mengecup kening anak gadisnya. Kanaya memaksa untuk berangkat sekolah dengan alasan ingin berpamitan pada teman-temannya bahwa mulai besok dan seterusnya Kanaya homeschooling.

Orangtua Kanaya juga sudah mengurus semuanya. Mereka bukannya mengekang Kanaya. Hanya saja untuk tetap tenang tanpa dihantui rasa khawatir yang berlebihan terhadap anak gadisnya, mereka tidak memberikan kebebasan pada Kanaya lagi.

Kanaya akan menghabiskan waktu belajarnya di rumah. Itu jauh lebih baik dari pada sekolah terbuka yang pada akhirnya ia tercemari ucapan serta tindakan negatif.

Pihak sekolah tidak mempermasalahkan hal itu. Mengingat, siswi bernama lengkap Kanaya Fradilla Nasution itu memang berbeda dari murid-murid sebayanya. Sikapnya masih terlalu lugu untuk ukuran remaja seperti Kanaya yang seharusnya sudah lebih aktif mengimbangi lingkungan temannya.

Dan, lagi. Kasus pelecehan Kanaya tidak pernah mereka lupakan. Saat kasus itu di tangani, sebenarnya pihak sekolah sudah menyarankan Kanaya untuk homeschooling. Tapi kalian tahu sendiri, Kanaya itu keras kepala.

Sehingga hari ini, kabar homeschooling-nya Kanaya menjadi kabar baik bagi Kepala Sekolah dan Guru-guru Sma 79.

***

Kanaya tidak langsung menuju kelasnya. Ia mengambil langkah pada lorong menuju kelas seniornya. Kanaya menghampiri kelas XI-Ips yang tak lain dan tak bukan ialah kelas Cecil.

Kanaya berdiri di ambang pintu. Raut wajahnya berseri, kedua tangannya mengeratkan tali ransel. Rambut panjangnya di kuncir kuda. Sejujurnya Kanaya tidak menyukai itu. Tapi pagi ini, Kanaya tampil beda.

Seisi kelas Ips itu mendadak hening saat Kanaya masuk menuju bangku Cecil dan dayang-dayangnya. Tadinya kelas tersebut gaduh akan nyanyian-nyanyian fals, rumpi pagi membahas artis yang poligami, lalu di bangku Cecil, Lala dan Ntin, ketiganya sibuk sendiri-sendiri sampai fokus mereka teralihkan saat Kanaya mengulurkan tangan pada Cecil.

Cewek beraut sinis itu menaikkan satu alisnya. Menilik penampilan Kanaya dengan reflek berdiri.

"Apa ni?" ucapnya sinis.

"Makasih ya kak, udah bantuin gue kemarin. Kalau nggak ada kak Cecil mungkin gue udah jadi cewek bernasib malang yang kehilangan keperawanan."

Cecil mengerutkan keningnya, ia menoleh pada Lala dan Ntin. Kini mereka berdiri di hadapan Kanaya dengan tatapan bingung dan syok.

Pertama, dari penampilan Kanaya yang berbeda dari hari-hari biasanya. Kanaya cenderung tampil sedikit berantakan dengan rambut panjang diurai yang kalau siang rambut itu lepek karena keringat, lalu seragam ia masa bodo. Tapi, anehnya pagi ini Kanaya berbeda.

Seragam rapih, rambut kuncir kuda, dan kalimat 'gue' yang tiba-tiba jadi ucapannya. Sejak kapan gadis itu senang menggunakan ungkapan 'gue'?

"Eh lo ngomong apaan? Ngelantur amat sih." sahut Lala berkacak pinggang.

"Tau nih, nggak ada badai nggak ada topan, tiba-tiba bilang makasih," imbuh Ntin. "Tadi lo bilang apa? Cecil bantuin lo? Emang dia ngapain, sekurang kerjaan itu sampai mau bantuin lo?" Ntin menyela sengit.

"Heh, kemarin Cecil sama kita, seharian ngerjain Akuntansi, lo lagi ngelindur apa gimana sih?" sahut Lala.

Cecil menatap datar, ia juga syok dengan perubahan Kanaya serta ungkapan gadis itu.

"Gue cuma berkepentingan sama kak Cecil, bukan sama lo, lo." ucapnya Kanaya sembari menunjuk Lala dan Ntin.

Keduanya melongo dibarengi netra yang membola.

"Ini cewek lugu yang biasa kita ledekin itu kan? Apa beda orang?" Lala menyikut Cecil. "Lo ngapa diem aja sih, ini siapa?"

"Lo Kanaya kan?" tanya Ntin. "Cewek lugu bin bodoh itu kan? Yang beruntung jadi ceweknya Catur itu kan? Masa sih beda orang." Ntin garuk-garuk kepala.

Alih-alih menjawab Kanaya, Cecil justru melengos meninggalkan kelas. Sikap Kanaya membuat perut Cecil mual.

"Kak tunggu!" Kanaya bersikekuh.

"Apa?" sahutnya datar. "Nggak usah cari sensasi lo. Lo pikir dengan lo tampil beda terus bersikap anak kekinian bakalan bikin gue baik sama lo?" Cecil menyipitkan matanya. Menunjuk pelipis Kanaya dan menoyornya. "Nggak usah ngarep!"

"Makasih kak. Gue sangat berterimakasih sama kak Cecil."

"Apa sih makasih makasih nggak jelas lo. Gue nggak ngapa-ngapain kali, terus maksud lo apa tiba-tiba bilang makasih. Sakit jiwa lo!" sentak Cecil.

Kanaya mengulum senyum. "Itu doang kok yang pengin gue sampein. Oh iya, ternyata kak Cecil orangnya baik ya. Nggak nyangka, senior arogan seperti kak Cecil punya sisi baik yang mau nolongin orang dengan sukarela." ungkap Kanaya.

Cecil geram, ia mencekik Kanaya tanpa mau tahu mereka sedang berada di koridor mana. Sampai akhirnya orang-orang berdatangan memisahkan Cecil dari Kanaya.

"Lo gila?!" ucapnya dengan nada marah. Dia, Catur. Cecil lupa saat ini ia di depan kelas Catur.

Cecil terengah-engah, "cewek lo yang sakit jiwa nih. Urusin bayi lo!" Cecil mendorong tubuh Catur dan beranjak dari sana.

Catur menoleh, pandangan pertama yang membuatnya ... syok juga. Catur mendekat dan menangkup pipi Kanaya.

"Kamu nggak kenapa-napa kan?"

"Gue baik-baik aja." jawabnya disertai senyuman. Seolah-olah perlakuan Cecil tadi tidak ada apa-apa. Padahal beberapa yang melihat memekik sakit saat Cecil mencekik Kanaya.

"Kenapa Cecil marah kayak tadi? Kamu ngapain sampai cewek itu kalap," ujar Catur.

"Padahal nggak gue apa-apain, gue cuma bilang makasih. Tapi kak Cecil malah ngamuk," Kanaya mengedikkan bahunya.

Satu hal yang aneh bagi Catur. Kalimat 'gue' yang gadis itu lontarkan. Terkesan seperti cewek-cewek lain. Sejak kapan Kanaya menggunakan kalimat 'gue' lantas Catur juga merasa heran, kenapa Kanaya terlihat baik-baik saja saat diperlakukan seperti tadi. Dan lebih aneh lagi, Kanaya tidak setanggap biasanya ketika gadis itu bertemu Catur.

Biasanya, Kanaya akan sangat antusias saat ada Catur yang dengan begitu pahlawannya datang tepat waktu di saat genting semacam tadi. Lagi, penampilan gadis itu membuat kerutan pada kening Catur semakin banyak.

"Kamu udah dibolehin sekolah?" tanya Catur.

"Ini hari terakhir. Besok gue homeschooling." jawabnya lugas.

"Kamu ... akhirnya mau? Serius nggak akan kenapa-napa? Udah siap homeschooling?" Catur tampak tidak yakin. Mengingat setakut apa gadis itu pada kekangan.

"Siap, buat kebaikan gue juga kok."

"Nay," Catur menunduk, mengunci pandang netra itu. "Kamu berbeda, gara-gara obrolan kemarin ya? Kamu marah?"

Buru-buru ia menggeleng. "Ih enggak kok, gue nggak marah. Kan gue yang salah, gue ke kelas ya dadaahh ..."

"Nay!" Catur mencegah gadis itu. Mencengkram lengan Kanaya.

"Kamu kenapa?" tanyanya lirih.

"Enggak kenapa-napa." jawabnya tenang. Tidak ada raut cuek dan datar.

"Seperti bukan kamu," ujar Catur.

"Ini gue, udah ya gue buru-buru takutnya kelas udah ada Guru. Nanti kita ngobrol lagi jam istirahat."

"Tapi ... oke, have nice morning ya Nay." Catur mengalah dan mengacak rambut Kanaya disertai senyuman.

Dia benar-benar berbeda, mengapa?

***

"Wen! Bagian lo tuh beresin meja Guru. Lo pan piket." decak Wildan dengan raut kesal. "Mentang-mentang gue mampu nyapu seluruh kelas, terus lo sama Cindy cuma duduk gitu? A to the njing, Anjing!" umpat Wildan membanting sapu.

"Berisik! Gue males, meja Guru rapih gitu apa yang harus di beresin?" ujar Wenda.

"Otak lo. Ya otak lo yang harus diberesin." ungkap Wildan.

"Lo piket nggak ikhlas banget sih, Dan. Suruh Bimo kek yang beresin," ujar Cindy.

Bimo ujuk-ujuk datang dengan keringat bercucuran. "Gue lagi, nggak liat apa gue habis di hukum. Jangan nambah derita lah, gue mau ke kantin, laper." gerutunya.

"Si anying! Lo pan habis di hukum gara-gara telat, lah lo mau ke kantin? Nyari mati lo Bim!" kelakar Wildan.

"Laper, Dan ... laper. Lo mah nggak ngertiin gue. Katanya temen kok malah mukul." ucap Bimo.

"Mukul dari hongkong! Gue diem gini, udah lo bantuin gue buang sampah aja."

"Gue alergi, Dan. Sori ya." Bimo angkat tangan.

Wildan memungut sapu dan bersiap diri memukul Bimo. Tapi Sahila dan May datang dengan raut aneh. Mereka berlarian menghampiri Wenda dan Cindy.

"OI OI GUE TADI LIAT NAYA DI CEKIK KAK CECIL!" seloroh May. "Sumpah gue nggak bohong! Parah banget. Naya berangkat tuh. Dia agak berbeda."

"Hah?" sahut seisi kelas.

"Ngadi-ngadi lo May," ujar Bimo.

"Beneran Naya berangkat? Akhirnya wuhuu! Ayok sambut yok!" seloroh Wildan.

Wenda dan Cindy bergegas memastikan apakah benar Kanaya berangkat. Pasalnya keduanya memang menunggu kehadiran Kanaya sejak Catur memarahi keduanya di ruang Osis. Baik Wenda maupun Cindy, hanya ingin memastikan bahwa ketidak hadiran Kanaya selama lima hari itu bukan karena keduanya.

Langkah keduanya sontak terhenti saat Kanaya datang. Semua kaget dan ternganga kompak.

"Nay? Wah tampil beda nih, apa kabar Nay? Long time no see." ucap Wildan.

"Welkam, Nay, makin bening aja lo. Udah nggak meriyang Nay?" sahut Bimo.

"Nay, akhirnya lo berangkat, kita kangen tahu!" seru Cindy memeluk tubuh Kanaya. "Katanya lo sakit ya? Sekarang gimana keadaan lo?"

"Baik kok." jawab Kanaya singkat.

"Ciee dikuncir, tumben banget lo Nay." ledek Wenda. "Yuk duduk. Lo lama banget sih nggak berangkatnya. Kita kan kangen seru-seruan bareng."

"Eh, gue mau pindah tempat duduk deh. Gue duduk bareng Suci di depan." sahut Kanaya yang langsung duduk di samping Suci. Siswi ambis dan pelit omong itu melotot tak percaya.

"Lo ... Serius duduk bareng gue? Di depan harus bisa jawab kalau Guru lempar pertanyaan, lo bisa?"

Kanaya tersenyum. "Cuma buat hari ini doang kok, boleh kan?"

"Agak horor sih, tapi gak pa-pa lah." Suci tersenyum kecut. "Emang ngapa sih lo duduk di mari? Marahan lo sama mereka?" Suci menatap Wenda dan Cindy lantas pada mereka semua yang saat ini menatap Kanaya dengan raut bingung.

"Em nggak ada apa-apa sih, ini hari terakhir gue berangkat sekolah. Gue mau homeschooling."

"WHAT?!" pekik mereka kompak.

"Wah nggak bisa gitu Nay, lo apaan dah tiba-tiba homeschooling. Lo nggak betah sekolah di sini? Oh lo tertekan ya punya temen kayak Wenda sama Cindy?" sergah Wildan.

"Serius Nay? Kenapa lo homeschooling? Seruan sekolah kayak gini May, kalau lo homeschooling nanti kesepian." Cindy mengguncang bahu Kanaya.

"Emangnya lo kenapa? Gara-gara kita gitu?" sahut Wenda dengan raut yang mulai tidak bersahabat. "Emang dasar ya, Catur bilang apa sama lo? Emang selama ini kita ngapain? Kan lo yang lugu dan nggak dapet temen, ya udah kita temenin, tapi lo tiba-tiba homeschooling. Mau nyalahin kita?" Wenda mencengkram kerah kemeja Kanaya. Wenda mudah emosi.

"Wen tahan emosi, lo mau di sidang lagi sama Mas catur?!" sergah Bimo.

"Diem lo!" bentak Wenda.

"Wen, udah lah ngapain sih lo kayak gini, Naya baru berangkat." ujar Cindy.

"Dia mau homeschooling, gue mau kasih kesan terakhir sebelum dia enyah dari sekolah ini." Wenda menarik kemeja Kanaya. "Lo pasti mau bawa-bawa kita kan?"

Kanaya tetap diam dengan raut tenang, sikap Wenda persis seperti di mimpi Kanaya. Karena itu, Kanaya bisa mengatasinya.

"Nggak berterimakasih banget lo! Kalau nggak kita temenin lo mau temenan sama siapa?! Lo pikir lo hebat?" Wenda menjambak rambut Kanaya. Merasa saking emosi dan muak dengan wajah datar Kanaya.

Kelas mendadak riuh, saling melerai agar tidak menjadi-jadi. Tapi tidak ada satupun yang bisa menghentikan Wenda Aditya. Cewek itu memberontak. Menjambak rambut Kanaya sampai kuncir itu terlepas, seragam Kanaya acak-acakan. Kanaya tetap diam. Sampai pada akhirnya Wenda kalap, menampar pipi Kanaya.

Kanaya tertunduk dengan rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Kelas menjadi hening, lalu napas berat Wenda menguar.

"Udah?" ucap Kanaya datar.

"Udahan lo ngamuknya? Beruntung banget ini hari terakhir gue sekolah. Gue seneng akhirnya Tuhan kasih gue petunjuk. Dan, gue seneng belum terlalu jauh terjerumus sama lo dan lo." Kanaya menunjuk Wenda dan Cindy.

Semua diam menatap Kanaya dengan pandangan yang berbeda-beda.

"Gue pamit, makasih udah jadi teman yang baik selama ini, makasih buat semuanya," Kanaya menatap semua teman-temannya. "Mulai besok dan seterusnya kalian nggak akan terganggu lagi karena gue udah nggak sekolah lagi, maaf kalau selama ini menyebalkan, gue nggak akan lupain kalian."

Kanaya tersenyum. "Sekali lagi makasih."

Kanaya berlalu saat keadaan kelas mencekam. Kanaya menunjukkan keberaniannya pada mereka walaupun pada lorong yang ia lewati, Kanaya menangis.

Continue Reading

You'll Also Like

2.6M 173K 62
[ Part Lengkap ] Diperkenankan untuk follow akun ini terlebih dahulu sebelum membaca^^ Pertemuan tidak sengaja antara dirinya dengan gadis cantik yan...
586K 21.4K 63
[ BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA ] [ JUDUL AWAL : KALUNA TRANSMIGRASI] Transmigrasi series #1 Highest rank : #2 in fiksi [04/02/2023 ] ~ Kiana Sky...
458K 17.3K 67
18+ [UWUPHOBIA JANGAN BACA NANTI BAPER] "Lakuin segera hukuman lo dan kawan-kawan lo atau -- " "Atau apa mau cium gue? " ----------- {FOLLOW SEBELUM...
2.7M 200K 94
[π—™π—’π—Ÿπ—Ÿπ—’π—ͺ π—”π—žπ—¨π—‘ 𝗔𝗨𝗧𝗛𝗒π—₯ π—§π—˜π—₯π—Ÿπ—˜π—•π—œπ—› π——π—”π—›π—¨π—Ÿπ—¨ π—¦π—˜π—•π—˜π—Ÿπ—¨π—  π— π—˜π— π—•π—”π—–π—”] Serumah dengan ketos yang judesnya kebangetan. Gak k...
Wattpad App - Unlock exclusive features