Lino's Lia

By albadar21

238K 23.5K 1.8K

17+ (young-adult) ".....dia butuh laki-laki yang bisa membimbingnya jadi lebih baik, dan mencintainya dengan... More

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
promosi
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
55
56
57
58
59
End

54

2.1K 268 42
By albadar21

"Sayang, sayang bangun sayang!" Lia membangunkan Lino sembari menepuk-nepuk pipinya. "Kok tidur lagi sih? Katanya kamu mau nemenin aku olahraga."

Bukannya bangun Lino malah memiringkan tubuhnya membelakangi Lia.

"Sayaaang..." Lia menarik tangan Lino. "Ayo bangun!"

"Aku masih ngantuk sayang." Gara-gara semalam bergadang demi menonton pertandingan sepakbola pagi ini Lino jadi sangat mengantuk. Ia pikir tidak masalah untuk bergadang karena besok hari minggu, bisa tidur lagi setelah subuh. Ia lupa punya tugas lain, ia harus menemani Lia berolahraga.

Lia mengerucutkan bibirnya. "Jadi kamu gak mau nemenin aku?"

"Gimana kalo olahraganya di atas ranjang aja?"

"Emang ada olahraga di atas ranjang?"

"Ada. Coba kamu berbaring! Aku kasih tau."

Ish...kirain olahraga apaan - Lia.

"Kamu tuh ya pagi-pagi udah ngeres otaknya."

"Iya aku bangun, morning kiss dulu tapi!"

Biar cepat, Lia turuti saja keinginan Lino.

Cup

Satu kecupan manis mendarat di bibir Lino. "Udah, ayo bangun!"

Tak menyia-nyiakan kesempatan, Lino menarik tubuh Lia hingga menubruk tubuhnya. "Yang lama dong! Masa singkat banget. Gak puas."

"Iya nanti aku kasih yang lama, tapi selesai olahraga."

"Aku maunya sekarang!" Dan kini posisi Lino berada di atas Lia. Tak ingin membuang-buang waktu Lino segera mencumbu bibir mungil sang istri. Begitu lembut, penuh cinta dan memabukan.

"Mau lanjut?"

"Sayang ini masih pagi."

"Emang kenapa kalo masih pagi?" Dari bibir Lino beralih ke perut Lia yang terbuka karena memakai atasan crop top. Menghujaninya dengan banyak kecupan membuat Lia kegelian.

"Aku gak sabar nunggu kamu lahiran."

"Masih lama sayang, perut aku aja masih rata."

"Justru itu, makanya gak sabar."

"Sayang kamu mau punya anak berapa?"

"Dua belas."

"Banyak banget."

"Iya, aku mau ngalahin Gen geledek."

"Udah ah sayang keburu panas nanti!"

"Aku udah panas loooh..."

"Sayang ih maksud keburu siang. Yuk bangun! Olahraga biar sehat." Sejak hamil Lia malah lebih aktif beraktifitas, tidak malas-malasan seperti sebelumnya. Biasanya ia berolahraga seminggu sekali, kali ini ia meningkatkan porsi olahraganya menjadi empat kali dalam seminggu. Ia sudah melakukannya dalam dua minggu terakhir ini. Mumpung hari libur ia ingin membakar kalorinya di ruang terbuka sembari menghirup udara segar. Biasanya ia lebih sering berenang dan berlari di atas treadmill.

Akhirnya Lino melepaskannya. Lalu ia pun mengambilkan baju olahraga untuk Lino. "Sayang, celananya mau pake yang panjang atau pendek?"

"Yang pendek dong sayang, kitakan mau berenang."

"Siapa yang mau berenang? Aku mau jogging."

"Kemarin bukannya kamu ngajakin berenang ya?"

"Itukan kemarin, sekarang aku mau jogging."

"Emang kalo lagi hamil boleh gitu lari-lari?"

"Boleh, aku udah konsultasi kok ke dokter Wendy."

"Ooh, tapi hati-hati ya! Pelan-pelan aja jangan cepat-cepat!"

"Iya sayang."























































Tiga puluh menit sudah cukup untuk Lia yang sedang hamil. Begitu melewati bangku taman, ia pun duduk mengistirahatkan tubuhnya lalu meneguk air minum yang ia bawa dalam sebuah botol.

"Sayang, aku laper, sarapan bubur ayam yuk!"

"Ayo! Mau makan dimana? Dibawa ke apartemen atau ditempat yang jual?"

"Ditempat tukang buburnya aja!"

"Yaudah yuk!"

"Gendooong!" Pinta Lia dengan manja sembari merentangkan kedua tangannya.

"Gendongnya mau di depan atau belakang?"

"Belakang dong masa di depan? Malu diliatin nanti."

Dengan senang hati Lino memberikan punggungnya untuk dinaiki.

"Aku berat ya sayang?"

"Nggak."

"Padahal naik dua kilo loh berat badan aku."

"Dua kilo sih gak seberapa."

"Eh liat deh sayang! Anak kecil itu."

"Yang mana?"

"Itu yang dikuncir dua."

"Yang lagi ngemut lolipop?"

"Iya, lucu banget ya, gemes deh liatnya."

"Iya gemes, pipinya gembul kaya pipi kamu."

"Ish...nyebelin, itukan gara-gara kamu suka narik pipi aku."

"Kok aku sih? Justru karena pipi kamu gembul jadi gemes pengen aku tarik."

"Sini pipi kamu! Aku tarik biar sama-sama gembul."

"Jangan dong sayang! Gak boleh ngumbar keuwuan ditempat umum! Kan kasian kalo ada jomblo yang ngeliat."

"Oh iya hihi...yaudah nanti aku tarik pipi kamunya di rumah aja."

"Coba aja kalo bisa!"




























































Siang ini Yeji disibukan dengan aktifitas yang tak biasa. Ia sedang membuat cheesecake untuk orang yang spesial, Hyunjin. Hari ini sahabatnya itu sedang berulang tahun. Ia membuat cheesecake karena Hyunjin sangat menyukainya. Agar terasa lebih istimewa Yeji sengaja membuatnya sendiri. Sebelumnya, secara khusus ia belajar membuat kue pada Jihyo sang kakak ipar yang memang pandai dalam hal membuat kue dan memasak. Siapa sangka, ternyata ia cukup berbakat. Dalam tiga kali percobaan ia berhasil membuat cheesecake yang enak. Ia pikir akan sangat kesulitan dan akan memakan waktu lama untuk belajar membuatnya.

Ia menemui Hyunjin bukan hanya untuk merayakan hari kelahiran Hyunjin, tapi ia juga akan memberi jawaban atas pernyataan cinta Hyunjin beberapa hari yang lalu. Iya, untuk kedua kalinya Hyunjin menyatakan perasaannya. Saat itu Yeji tidak langsung menjawab, ia meminta waktu untuk memikirkannya. Ini sangat sulit untuknya menjawab. Sejujurnya ia tidak mengerti dengan perasaannya pada Hyunjin selama ini.

Setelah 45 menit di dalam oven, akhirnya cheesecake buatannya jadi. Setelah dingin, Yeji mengeluarkannya dari loyang lalu mengolesi bagian atasnya dengan selai stroberi dan menaruh satu buah stroberi segar untuk mempercantik tampilannya.

"Semoga Hyunjin suka."

Tak hanya untuk Hyunjin, Yeji juga membuatnya untuk mama dan papanya yang sangat ingin menyicipi kue buatannya. Ia memotong beberapa bagian kecil dan menatanya di atas piring. Lalu ia pun menyajikannya ke hadapan mereka yang sedang bersantai di taman belakang rumah.

Senyuman Yeji mengembang karena mendapat penilaian yang bagus dari kedua orangtuanya. Mereka menyukai kue buatannya. Sepertinya ia akan mencoba membuat kue yang lain.

Bisa nih kolab sama Felix buka toko kue - Yeji.








































16.00 WIB

"Yeji lupa apa gimana sama ulang tahun gue?" Bolak-balik Hyunjin melihat ponselnya. Berharap Yeji menghubunginya atau mengiriminya pesan ucapan selamat. Biasanya tepat jam dua belas malam Yeji akan langsung memberikannya selamat, tapi hingga sore hari ini ia belum mendapatkannya. Sejak tiga hari yang lalu setelah pernyataan cintanya, ia belum bertemu lagi dengan Yeji ataupun berkabar lewat ponsel.

"Mah, aku keluar ya!" Pamit Hyunjin pada sang mama.

"Mau kemana?"

"Nyari angin." Ia butuh udara segar untuk menjernihkan pikirannya. Seharian ini ia belum keluar dari rumah, berkutat dengan tugas kuliahnya di dalam kamar. Padahal ini hari minggu harusnya ia bisa bersantai.

"Hyunjin!" Panggil seseorang begitu ia keluar dari lift.

"Minju."

"Bener ternyata lo kirain gue salah orang."

"Lo kok bisa disini?"

"Iya, gue tinggal disini."

"Sejak kapan? Gue baru liat lo."

"Gue belum lama tinggal disini, seminggu yang lalu."

"Ooh pantes."
































































Hyunjin lagi ngobrol sama siapa? Kok gue baru liat. Samperin gak ya? - Yeji.

Yeji pun memilih untuk berbalik arah, urung menghampiri Hyunjin. Mungkin nanti sekiranya mereka selesai bercengkrama ia akan menemui Hyunjin. Ia pun lebih memilih pergi ke taman, fasilitas dari gedung aparteman yang Hyunjin tinggali.

"Yeji!"

Langkah Yeji terhenti. Itu suara Hyunjin.

"Kok balik lagi? Kamu mau nemuin aku kan?"

"Iya, tadi kamu lagi ngobrol, keliatannya lagi asik banget takutnya ganggu."

"Namanya Minju, dia temen SD aku, tetanggaan juga dulu rumahnya. Eh sekarang tetanggaan lagi."

"Tetanggaan lagi, maksudnya?"

"Iya dia tinggal disini, baru seminggu yang lalu pindah kesini. Inget gak? Dulu aku pernah cerita pas kelas enam SD pernah nembak cewek?"

"Inget."

"Dia orangnya."

Jadi dia cinta monyetnya Hyunjin. Pantes Hyunjin suka, orangnya cantik - Yeji.

Selain cantik, Minju juga sangat baik. Yang membuat Hyunjin suka pada Minju adalah kepribadiannya yang pemberani. Dulu, saat SD ia pernah menjadi korban pemalakan segelintir pembuli sekolah. Mungkin karena statusnya sebagai anak baru menjadikannya sasaran empuk bagi mereka melakukan hal tersebut. Tak hanya dirinya, mereka yang dianggap lemah pun turut menjadi korban. Dan dengan berani Minju akan maju ke depan melawan mereka-mereka yang mengganggu.

Setiap hari Hyunjin dan Minju barangkat sekolah bersama-sama menaiki sepeda. Berboncengan dengan Minju dibelakang Hyunjin berdiri di atas adaptor boncengan atau biasa disebut jalu pada roda belakang sepeda Hyunjin. Setelah lulus SD Hyunjin tidak pernah lagi bertemu dengan Minju, hingga akhirnya bertemu kembali beberapa saat yang lalu. Minju dan kedua orangtuanya pindah ke luar kota karena ayahnya mendapat tawaran pekerjaan yang bagus disana. Saat itu ia sangat sedih berpisah dengan teman baiknya sekaligus cinta monyetnya.

Tiba-tiba suasana hening. Yeji larut dalam lamunannya, mengingat dulu bagaimana Hyunjin dengan semangat menceritakan teman sekolah dasarnya itu. Sementara Hyunjin, ia diam menunggu Yeji mengatakan sesuatu.

Ada apa dengan dirinya? Kenapa ia tidak suka saat Hyunjin menceritakan Minju? Padahal Hyunjin menceritakannya saat mereka masih SMP. Sudah cukup lama. Dulu biasa saja kenapa sekarang tidak?

Apa ia cemburu? Sebenarnya perasaan seperti apa yang Yeji rasakan untuk Hyunjin? Selama ini ia sudah berusaha mencintai Hyunjin dan menghapus bayang-bayangnya sebagai sahabat. Tapi sepertinya cinta itu belum tumbuh juga. Masih sama, ia menyayangi Hyunjin sebagai sahabat. Tapi di saat bersamaan ia bersikap seolah mencintai Hyunjin. Cemburu saat melihat Hyunjin dekat dengan wanita lain. Seperti saat ini, ia tidak suka melihat keakraban mereka.

Cemburu jenis apa yang ia rasakan? Tanda cinta atau cemburu yang biasa terjadi di antara persahabatan? Saat teman atau sahabatmu dekat dengan orang lain, kamu merasa seperti sesuatu milikmu terambil oleh orang lain. Hal tersebut biasa terjadi bukan? Dulu Yeji tidak merasa seperti itu, tapi sekarang kenapa berbeda?

"Ji, Yeji!"

"Eh iya."

"Lo ngelamun?"

"Nggak, tadi lagi kepikiran sesuatu aja."

"Rooftop yuk!"

"Ayo!"

"Oh iya, selamat ulang tahun ya, maaf baru ngucapin sekarang!"

"Kirain kamu lupa sama ulang tahun aku."

"Inget dooong...masa lupa."

Begitu sampai di rooftop Yeji memberikan cheesecake buatannya yang sudah ia kemas dalam kotak kue.

Hyunji pun segera membukanya. "Cheesecake."

"Aku buat sendiri loooh..."


"Serius ini kamu buat sendiri? Emang bisa?"

"Ya bisalah, itu buktinya."

"Keliatannya enak."

"Bukan keliatannya, emang enak kok."

Penasaran, Hyunjin pun segera mencicipinya.

"Gimana? Enak gak? Enak pasti."

"Enak, rasanya keju."

"Yaiyalah namanya juga cheesecake."

"Emang sejak kapan kamu bisa bikin ini?"

"Seminggu ini aku belajar bikin kue sama kak Jihyo."

Yeji gak boongkan? Ini beneran dia yang bikin - Hyunjin.

"Kenapa repot-repot bikin? Kenapa gak beli aja?"

"Kan biar spesial."

"Emang aku spesial?"

"Yaiyalah kamu spesial. Kamukan sahabat aku." Bisa Yeji liat raut wajah Hyunjin yang sedikit berubah saat ia mengatakan sahabat. Pastinya karena Hyunjin mengharap lebih. Dalam-dalam Yeji menghela napas, ini saatnya..."Aku mau ngasih jawabannya sekarang."

Deg

Tiba-tiba jantung Hyunjin berdebar kencang. Jawaban apa yang akan Yeji berikan? Diterima atau ditolak? Kalaupun ditolak tidak masalah. Ia sudah menyiapkan hatinya untuk terluka.

"Aku mau jadi pacar kamu."

"K-kamu serius?"

Yeji mengangguk yakin sembari menyunggingkan senyum. "Iya."

Hyunjin pun memeluk Yeji bahagia. Ini seperti mimpi, rasanya tidak kata-kata yang pas untuk menggambarkan kebahagiaannya saat ini

Semoga ini yang terbaik, aku mau kamu selalu ada di sampingku Hyunjin - Yeji.

Aku janji akan selalu buat kamu bahagia - Hyunjin.

Tbc.

Buat Hyunjin, semoga hiatusnya gak lama ya. Kangeeenn...

Continue Reading

You'll Also Like

30.3K 3K 46
" coba sehari saja~ satu hari saja kau jadi diriku " ⚠END _walaupun udah END tetep kasih feedback ya, baik vote atau komen_ _tolong baca sampai akhir...
13.1K 2.3K 21
Rencanakanlah semua hal yang diinginkan dengan sangat matang sebelum bertindak. Jika tidak, maka terimalah konsekuensinya. Start : 24/02/2021 End : 1...
345K 40.4K 60
[COMPLETED] "Terus gue peduli?" "Lo gak pantes sama gue," "Maaf..." -Hyunjin "Aku lelah," "Kapan aku akan bahagia?" "I'm done..." -Felix *** Start: 1...
239K 24.6K 38
[SUDAH DIBUKUKAN] completeβœ”οΈ Changbin yang straight dan Felix yang mencintai pemuda itu. Start; 14 July 2019 End; 11 March 2020
Wattpad App - Unlock exclusive features