Yuchan tampak menengok kekanan dan kirinya untuk menemukan sosok yang berjanji untuk mengolah bahan makanan mereka namun malah meninggalkan seongok manusia yang entah berbuat apa dengan sayur mayur itu.
Dirinya yang paling cepat menyelesaikan tugasnya yang hanya meminjam alat masak dari pos penjagaan, sedangkan temannya yang lain masih mencari air bersih.
"Hyunjae? Dimana Chanhee?"
"Berburu kelinci" jawab Hyunjae singkat.
"Hah????"
"Ji Changmin mengajaknya berburu kelinci"
"Hah? Untuk apa berburu kelinci- tunggu dulu... siapa? Ji Changmin?"
"Ummm.."
"Hyunjae?! Kenapa kau membiarkannya?"
"Aku sudah melarangnya"
Yuchan langsung meletakan barang-barang yang ia bawa itu kedekat Hyunjae lalu segera beranjak lagi.
"Kau mau kemana?" Tanya Hyunjae.
Yuchan berbalik lagi lali menghela nafasnya "Kau tahu? Dia yang mengerjai Chanhee waktu itu"
Hyunjae mengangguk pelan.
Ia sangat tahu.
"Hyunjae-ya kau mungkin tidak mengetahuinya karena kalian duduk didepan, tapi aku bisa melihatnya menatap Chanhee penuh kebencian"
Hyunjae menghentikan kegiatannya memotong bawang itu lalu mendongak menatap Yuchan.
"Bahkan saat aku duduk dengan Younghoon aku bisa merasakan tekanan darinya yang melirikiku tidak suka" ujae Yuchan lagi dengan wajah khawatirnya "Pokoknya aku harus membawa Chanhee pulang!"
Hyunjae langsung beranjak dan meninggalkan karyanya sedari tadi itu begitu saja.
"Kau tunggu disini saja, biar aku yang mencarinya"
"Tapi-"
"Jangan katakan apapun jika yang lain pulang nanti" ucap Hyunjae lalu melangkah meninggalkan Yuchan yang menatapnya khawatir.
Sebenarnya Hyunjae juga tidak tahu kemana Chanhee diajak oleh Changmin saat ini.
Sebenarnya ia menampik prasangka buruknya pada Changmin sedari tadi, namun ucapan Yuchan barusan tentang sikap Changmin terhadapnya apalagi pada Chanhee membuatnya memutuskan untuk mencari mereka.
Terlebih hari sudah hampir gelap, mereka bisa tersesat jika kembali tanpa penerangan nantinya.
Hyunjaepun mempercepat langkahnya setengah berlari sebelum matahari benar-benar terbenam dan malah dirinya nantilah yang tersesat.
Ia sudah mencari Chanhee kesegala sudut hutan lindung ini tapi tidak menemukannya.
Bahkan ia sudah berada di hulu sungai dan tidak ada pertanda mereka berdua pernah berada di sekitar sini.
Ia tidak bertemu dengan ketiga temannya yang lain, itu artinya mereka sudah kembali keperkemahan mereka.
Ia harap Chanhee dan Changmin sudah pulang bersama dengan mereka juga.
Mungkin memang sebaiknya dia kembali saja.
"Kau tahu? Dia semakin membenciku setelah itu!!!"
Baru saja Hyunjae hendak berbalik ia mendengar suara Changmin yang begitu jelas.
"Ji Changmin!!"
Oh? Dia juga mendengar suara Chanhee saat ini.
Hyunjaepun mengedarkan pandangannya melihat sekitarnya.
"Tidak ada yang boleh menemaninya selain diriku!!"
Teriakan Changmin barusan berhasil membuat Hyunjae menemukan posisi mereka ditebing yang berada tepat disebrang sana
Hyunjaepun mendongakan kepalanya dan terkejut dengan apa yang terjadi diatas sana.
'Byuuurrr'
"Choi Channhee!!!"
Hyunjae mendongakan kepalanya untuk melihat apa yang dilakukan Changmin barusan
Ia tampak ketakutan dan langsung kabur dari tempat itu.
Hyunjaepun segera mengejar tubuh Chanhee yang hanyut terbawa arus lalu menceburkan dirinya untuk menyelamatkan temannya yang kini sudah kehilangan kesadarannya itu.
Ia dengan susahpayah melawan arus deras sungai itu dan membawa Chanhee ketepian lalu menepuki pipinya untui menyadarkannya
"Chanhee-ya!!! Choi Chanhee!!!"
Tidak ada tanda temannya itu tersadar.
Iapun berinisiatif menekan dada Chanhee untuk mengeluarkan air sungai yang pasti sudah memenuhi paru-parunya saat ini.
"Ohooookk oohoookk ughhhh"
Chanhee-pun tersadar dan memuntahkan air dari dalam badannya dan Hyunjaepun menepuki punggungnya agar air itu segera keluar semua dari dalam sana.
"Hah...hahh..hahhh" Chanhee menatap Hyunjae dengan matanya yang setengah terpejam "Uhukk uhukkk... Kau menyelamatkanku lagi" cicitnya lalu ambruk lagi ketanah.
"Chanhee! Choi Chanhee!" Hyunjae menepuki pipi Chanhee lagi.
"Yaaak aku sudah saaadaaar!" Protes Chanhee melempar kesal tangan Hyunjae dari wajahnya.
"Hah...Hahhh" Hyunjaepun langsung mendudukan dirinya merasa lega.
Lalu sedetik kemudian ia teringat bahwa hari sudah menggelap karena matahari sudah mulai tenggelam.
"Kau bisa berjalan?" Tanya Hyunjae lada Chanhee "Jika kita tidak kembali sekarang juga, kita akan tidur disini malam ini"
Mata Chanhee langsung terbuka lebar mendengar ucapan Hyunjae barusan.
Bermalam ditepi sungai yang hampir merenggut nyawanya?
Yang benar saja!
Chanhee langsung beranjak mendahului Hyunjae namun badannya terhuyung, beruntung Hyunjae langsung sigap menangkap badannya.
"Haish" Hyunjaepun langsung beranjak dan menunduk didepan Chanhee membelakanginya "Cepat naik"
"Mm..mwo?"
"Cepatlah! Aku tidak membawa penerangan apapun!"
Chanheepun mau tidak mau langsung naik perlahan kepunggung Hyunjae dan membiarkannya menggedong dirinya kembali keperkemahan mereka.
Yah bagaimana lagi?
Toh dirinya masih merasa pening sehabis terjatuh dari ketinggian dan juga tenggelam terbawa arus.
Jangan lupa dada dan punggungnya juga nyeri akibat ulah Hyunjae, iapun juga masih merasakan air didalam tubuhnya.
Jadi biarkan saja pemilik punggung lebar ini membawanya kembali ketempat mereka.
Hyunjae setengah berlari sebelum hari mulai petang dan juga Changmin berkata yang tidak-tidak jika ia tiba lebih dulu nantinya.
Akhirnya merekapun sampai keperkemahan mereka, disana teman-temannya sudah berkumpul mengelilingi Yuchan yang kebingungan diinterogasi atas hilangnya kedua 'penunggu pos' mereka.
"Oh! Itu mereka!" Teriak Jangjun menunjuk Hyunjae yang tengah menggendong Chanhee berjalan kearah mereka.
"Kalian darimana?" Tanya teman-teman mereka khawatir.
Hyunjaepun perlahan menurunkan Chanhee dari punggungnya lalu melirik Chanhee menunggu apa yang akan dikatakan bocah itu pada mereka.
Apa dia akan jujur dengan apa yang dialaminya?
"Yak? Kenapa kau basah kuyup?" Tanya Younghoon memegangi kedua bahu Chanhee.
"Mian... aku mencoba menangkap ikan tapi malah terpeleset" jawab Chanhee tersenyum bodoh.
"Kau! Apa yang kau lakukan?! Kau lupa kau itu alergi dingin bodoh!" Omel Younghoon kesal "Lagipula siapa yang memerlukan ikan hah!"
Juyeon langsung melepaskan jaketnya dan meletakannya kebadan Chanhee.
"Sudahlah, lebih baik kau berganti pakaian dulu" ucapnya lalu memapah Chanhee masuk ketenda meninggalkan Younghoon yang menatap mereka khawatir.
"Kau juga perlu ganti baju kan?" Ucap Yuchan pada Hyunjae saat teman-teman mereka yang lain fokus dengan Chanhee dan Juyeon.
"Aku mau pergi sebentar"
"Uh? Kemana?"
"Kalian siapkan saja kayu bakar untuk menghangatkan badannya" ucap Hyunjae lalu berlalu meninggalkan Yuchan yang mengerjabkan matanya bingung.
"Uh? Kukira ini untuk memasak" ucap Yuchan menatapi punggung Hyunjae yang mulai menjauh.
"Aku... aku membunuhnya... aku... hiks aku pembunuh Hyungguya hiks"
"Changmin-ah!" Hyunggu meraih kedua lengan Changmin dan menatapnya "Kau tidak boleh menjadi goyah seperti ini"
Changmin membalas tatapan Hyunggu lalu kembali menitikan air matanya.
"Aku... membunuhnya" Changmin mengangkat kedua telapak tangannya dan menunjukannya pada Hyunggu "Tangan ini... dengan tanganku sendiri hiks..."
Changminpun kembali menangis.
Saat ini mereka berada sedikit menjauh dari perkemahan mereka.
Hyunggu menyeret Changmin kemari karena ia sudah bertingkah seperti ini semenjak pulang dari hutan lindung tadi.
"Dengarkan aku, kita hanya berencana membuatnya jatuh kelubang" ucap Hyunggu menatap tegas kearah Changmin "Kau tidak sengaja, itu bukan salahmu"
Hyunjae yang berdiri tidak jauh dari sana tersenyum geli mendengar percakapan mereka itu.
Tidak sengaja?
Bahkan ia melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang Changmin lakukan tadi.
"Benarkah?" Ucap Hyunjae yang akhirnya berani mendekati mereka berdua.
Merekapun terkejut dengan kedatangan Hyunjae.
Terlebih Changmin, pikirannya menjadi lebih terguncang lagi.
"Lee Hyunjae?" Changmin menatap Hyunjae ketakutan.
"Kau... kau terbiasa hidup yang dijamin orang tuamu jadi kau merasa dunia ini milikmukah?" Ucap Hyunjae berjalan mendekati Changmin.
Iapun melirik Hyunggu dan mengkodenya untuk pergi dari sana.
Tapi Hyunggu bersikeras enggan meninggalkan Changmin terlebih dalam keadaannya yang sedang terguncang saat ini.
"Chanhee selamat, dia hidup" ucap Hyunjae kemudian.
Changmin membulatkan matanya lalu mendongakan kepalanya menatap Hyunjae.
"S...sungguh? Di..dia masih hidup... hiks.... dia..." Changmin tak kuasa menahan air matanya yang mengalir lagi.
Hyunjae terdiam sejenak lalu kembali menatap Changmin "Kau ingat saat masa kecil kita dulu?"
"Nn...neee??"
Hyunjae melirik kearah Hyunggu lalu menatap Changmin lagi.
"Bila kupikir-pikir kau menjadi terobsesi dengan Younghoon karena kejadian itu kan?"
"Kejadian...itu?"
"Ji Changmin..." Hyunjae menelan kasar ludahnya lalu menghela nafasnya pelan "Yang menyelamatkanmu waktu itu bukan Younghoon melainkan Chanhee"
Changmin tercengang dengan apa yang Hyunjae ucapkan barusan.
Hyunggupun juga walaupun sebenarnya ia tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
"Ke..kenapa kau menyebut Chanhee?"
"Kau bahkan tidak mengingat namanya kan?"
"Jangan berkata omong kosong hanya untuk memojokanku... aku... aku tidak membunuhnya!" Ucap Changmin menatap Hyunjae menantang.
Hyunjae tersenyum geli lagi melihat perubahan sikap Changmin yang begitu drastis.
Dia ingin Chanhee mati, lalu terguncang, setelah itu lega mengetahui Chanhee hidup, tapi tetap tidak mengakui kesalahannya.
"Bukankah konyol? Anak itu dibunuh oleh orang yang berusaha ia selamatkan dulu dengan berkorban nyawa?" Ucap Hyunjae mendekatkan wajahnya ketelinga Changmin "Harusnya kami membiarkanmu menjadi tawanan ataupun budak sindikat itu" bisiknya dengan nada dingin.
"M..mwooo???" Changmin memundurkan badannya dan menatap Hyunjae tak terima.
"Kau tahu? Apa yang kami dapatkan demi menyelamatkanmu?" Ucap Hyunjae lalu menunjukan tangannya yang mulai melepuh karena memaksakan diri mendekati Changmin Igo..."
Baik Changmin maupun Hyunggu terkejut dengan perubahan yang dialami Hyunjae saat ini.
Penerangan memang minim ditempat itu, namun tampak jelas jika tangan Hyunjae tampak melepuh dan juga wajahnya memerah saat ini.
"Ini tak seberapa, kau tahu kehilangan apa yang Chanhee dapat berkat dirimu?" Ucap Hyunjae menyeringai "Ingatannya dan nyawa ibunya, hahaha... bahkan barusan kau sendiri berusaha menghilangkan nyawanya"
"Mwoo???" Raut wajah Changmin kembali muram dan tampak gusar "Anhiya.... kau... kau hanya mengatakan omong kosong"
"Aku juga tahu apa yang kau lakukan pada Jeonwoong" ucap Hyunjae yang membuat Changmin terkejut kembali.
"Aku tidak membunuhnya!"
"Jadi kau pikir kau bersalah jika hanya kalau membunuh?!"
Changmin kembali bungkam dengan perkataan Hyunjae tadi.
"Jika ada yang pantas mati, itu bukan Anak itu atapun Chanhee. Itu adalah dirimu" ucap Hyunjae dingin lalu pergi meninggalkan Changmin yang tampak kembali terguncang.
"Aanhiiya anhiiyaaa"
Changmin berjongkok memegangi kepalanya. Badannyapun tampak seperti mengigil.
"Hiksss....anhiyaaa.. Anhiiyaaaa!!!!" Teriaknya frustasi.
"Changmin-ah!" Hyunggu kembali menghampirinya dan mendekap badan temannya yang sedang terguncang itu.
"Anhiiyaaaa hiksss...."
Entah apa yang membuat Changmin terguncang kali ini.
Fakta ia mencoba menghabisi nyawa Chanheekah
Atau karena Hyunjae yang ternyata mengetahui apa yang terjadi setahun yang lalu.
Ataupun kenyataan baru yang baru ia ketahui tadi tentang masa lalu mereka.