My Husband Is Badboy✓

Por _anakorang_

2.1M 145K 6.9K

Cerita Ini Dalam Tahap Revisi [follow terlebih dahulu sebelum membaca] Kisah ini menceritakan tentang seoran... Más

2. MHIB (Tak Sengaja)
3. MHIH (Perjodohan)
4. MHIB (Duduk Bareng)
5. MHIB (Balapan)
6. MHIB (Bimbang)
7. MHIB (Lamaran)
8. MHIB (Rencana Pernikah)
9. MHIB (Kawatir?)
10. MHIB (Fitting)
11. MHIB (Cincin Hilang?)
12. MHIB (Hari H)
13. MHIB (Pindah)
14. MHIB (Belanja)
15. MHIB (Baby launching)
16. MHIB (Bolos)
17. MHIB (Hukuman)
18. MHIB (Bendera Jepang)
19. MHIB (Masa Lalu)
20. MHIB (Pantai)
21. MHIB (Upacara)
22. MHIB (Nikah?)
23. MHIB (Menunggu)
24. MHIB (Marah?)
25. MHIB (Accident)
26. MHIB (Nongkrong)
27. MHIB (Mau Goda Gue?)
28. MHIB (Makasih untuk Semuanya)
29. MHIB (Ketua Laknat)
30. MHIB (Investasi)
31. MHIB (Penjelasan)
32. MHIB (Temen Sultan)
33. MHIB (Ancaman Fely)
34. MHIB (Kejadian di Kamar Mandi)
35. MHIB (Calon Ayah)
36. MHIB (Rekaman Cctv)
37. MHIB (Hukuman yang Setimpal)
38. MHIB (Rendang Tempe)
39. MHIB (Kanibal)
40. MHIB (Lonteee)
41. MHIB (Coba Pakai)
42. MHIB (Dibalik Dinding)
43. MHIB (Tidur di Sofa)
44. MHIB (Kejadian di Mading)
45. MHIB (Diculik)
46. MHIB (Sekongkol)
47. MHIB (Lampu Ijo)
48. MHIB (Siapa Namanya?)
49. MHIB (Sabar)
50. MHIB (Penjelasan Deandra)
51. MHIB (Homeschooling)
52. MHIB (Permintaan Maaf)
53. MHIB (Kelulusan)
54. MHIB (Mau Lahiran)
55. Baby Boy (End)

1. MHIB (Awal)

121K 4.7K 142
Por _anakorang_

*Kalo masih ada kesalahan kata atau nama tandai ya. Terimakasih.

***

Hari ini sekolah sudah mulai kembali, setelah beberapa minggu tidak masuk dikarenakan libur kenaikan kelas.

Seorang gadis berada di kamar bernuansa putih-abu kini tengah bersiap untuk nerangkat ke sekolah. Siapa lagi kalau bukan Viona Asyifa Nazla. Gadis yang sering dipanggil Syifa itu, kini sedang membetulkan jilbabnya yang sedikit miring didepan cermin.

Dirasa sudah siap, Syifa segera turun untuk sarapan bersama kedua orangtuanya. "Pagi Yah, Bun," sapa Syifa dengan semangat kepada orang tuanya yang berada dimeja makan.

"Pagi," jawab keduanya.

"Semangat banget kayaknya Dek, biasanya juga cemberut kalau mau sekolah," ledek Burhan-ayah Syifa, kepada putrinya.

Syifa memanyunkan bibirnya. "Iihh, kok gitu sih Yah."

"Emang Syi, kenapa?" tanya Fatimah-ibunda Syifa, disela-sela menyiapkan makanan.

"Hehehe, gini lho Bun, Yah, ini kan hari pertama masuk sekolah, setelah beberapa minggu ngak masuk, Syi kangen banget sama Laura, pas liburan juga Syi jarang main bareng sama Laura," jelas Syifa dengan antusias.

Burhan pun hanya tersenyum menanggapi ucapan putrinya.

"Ya sudah, sekarang Syi sarapan dulu ya sebelum berangkat sekolah," tutur Fatimah.

"Iya Bun."

Syifa pun memakan makananya tanpa bersuara, karena Ayahnya menyuruh untuk diam saat sedang makan. Hanya ada suara detingan sendok yang bertabrakan dengan piring.

Setelah selesai dengan sarapannya Syifa, berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat sekolah.

"Syi udah selesai sarapannya, Syi berangkat sekolah dulu ya," pamit Syifa kepada orang tuanya.

"Syi berangkat bareng ayah aja," tawar Burhan pada Syifa.

Syifa menggeleng. "Nggak deh Yah, Syi berangkatnya di antar Mang Asep aja."

Burhan pun mengangguk. "Ya sudah kalau begitu, hati-hati ya sayang. Belajar yang pinter."

"Iya Yah, Syifa berangkat dulu, assalamualaikum." Pamit Syifa sambil mencium tangan kedua orang tuanya bergantian.

"Wa'alaikummusalam," jawab keduanya.

Syifa pun berjalan keluar dan mencari Mang Asep, menyuruh untuk mengantarkannya ke sekolah.

"Assalamualaikum Mang," salam Syifa kepada Mang Asep yang sedang mengelap mobil.

"Wa'alaikummusalam, Neng Sipa mau berangkat sekolah?" tanya Mang Asep pada anak majikannya itu.

Syifa mengangguk. "Iya, Mang Asep bisa antar Syifa ke sekolah?" tanya Syifa kepada Mang Asep.

"Bisa Neng bisa, hayuk atuh Mang Asep anter," setelah mengatakan itu Mang Asep pun segera membukakan pintu mobil untuk Syifa.

Syifa pun masuk dan duduk. "Makasih Mang Asep," ujar Syifa sambil tersenyum. Mang Asep pun tersenyum dan segera masuk mobil di bagian kemudi untuk mengemudikan mobilnya.

***

Setelah beberapa menit perjalanan mobil yang ditumpangi Syifa pun sampai di depan pintu gerbang. Dibagian atas dari gerbang tersebut terdapat nama sekolahnya, yaitu SMA Galaxy.

"Syi masuk dulu ya Mang, assalamualaikum," pamit Syifa.

"Wa'alaikummusalam, ati-ati Neng," tutur Mang Asep.

"Iya Mang." Syifa pun turun dan berjalan memasuki sekolahan. Saat sampai di gerbang sekolah ada suara yang mengintrupsi pendengaran Syifa.

Syifa pun berbalik melihat siapa yang memanggilnya. Saat mengetahui siapa pemilik suara tersebut Syifa tersenyum.

"Assalamualaikum Syifa," sapa seorang gadis yang seumuran dengan Syifa.

"Wa'alaikummusalam Laura," balas Syifa kepada gadis itu. Gadis itu adalah Laura Azahra, sahabat Syifa.

"Yuk kita masuk," ajak Laura kepada Syifa.

"Ayok, tapi kita kemading dulu kan? Lihat pembagian kelas di sana."

Laura hanya mengangguk, "Iya."

Mereka berjalan menuju mading dengan tangan yang saling bertautan dan dengan Laura yang bersenandung kecil.

"Semoga kita bisa sekelas lagi," celetuk Laura. Berharap dirinya bisa satu kelas lagi dengan Syifa. Karena di setiap tahunnya di SMA Galaxy mengacak setiap kelas agar seluruh siswa dapat beradaptasi dengan teman baru.

Setelah sampai di depan mading Syifa melihat keadaan sekitar yang cukup ramai. "Kita nunggu sepi aja ya, aku males kalo harus desak-desakan," ujar Syifa pada Laura.

"Ya udah kamu tunggu sini aja, biar aku yang lihat di mading," ujar Laura.

"Emangnya kamu bisa, itu banyak lho orang yang lagi lihat mading," ujar Syifa sambil menunjuk orang-orang yang sedang berkerumun di sekitar mading.

"Tenang aja, kan tubuh aku kecil nih, jadi aku bisa nyempil-nyempil tuh," ujar Laura meyakinkan Syifa.

Laura memang berbeda dari Syifa, Laura memiliki postur tubuh yang agak kecil, rambut lurus sebahu, serta kulit putih. Sedangkan Syifa ia berhijab, tubuh sedikit lebih tinggi dari Laura, kulit putih, hidung mancung, dan pipi chubby.

"Ya udah, hati-hati ntar penyet lagi," jawab Syifa dengan kekehan di akhir kalimat. Laura hanya mengacungkan jempol sebagai jawaban dan segera menerobos kerumunan.

Setelah beberapa menit menunggu, Laura pun datang. "Gimana Ra, kita sekelas nggak?" tanya Syifa antusias.

Laura yang di tanya pun menggeleng. "Kita nggak sekelas lagi, kamu di XII IPA 2, sedangka aku di XII IPA 3," cicit Laura.

Syifa yang mengerti perubahan Laura pun hanya tersenyum. "Ya udah gapapa kali Ra, kan kita cuma beda kelas. Lagipula kelasnya juga sampingan, kan?"

"Iya juga sih, ya udah yuk kita ke kelas," ajak Laura dengan raut wajah yang agak ditekuk.

***

Setelah sampai didepan kelas XII IPA 2 Syifa berpamitan kepada Laura untuk masuk. "Ra, aku masuk dulu ya."

Laura hanya mengangguk dengan ekspresi wajah masih ditekuk.

"Kok gitu sih mukanya, senyum dong, nanti cowok-cowok pada ilfil sama kamu lho," ujar Syifa dengan nada mengejek.

"Heh, nggak ada sejarahnya kek gitu," omel Laura.

"Nih udah senyum." Laura menampilkan senyum yang dipaksakan. "Dah lah, aku mau ke kelas dulu, assalamualaikum," pamit Laura, langsung pergi menuju kelasnya, dengan Syifa yang masih terkikik.

Setelah kepergian Laura, Syifa pun masuk ke kelas. Beberapa menit kemudian terdengar suara bel masuk yang menandakan pelajaran pertama akan dimulai.

Seorang guru wanita masuk ke kelas Syifa, ia yakin itu adalah wali kelasnya yang baru. "Assalamualaikum anak-anak," salam wali kelasnya yang diketahui bernama Bu Enjel itu.

"Wa'alaikummusalam Bu," jawab semua siswa.

"Baik, perkenalkan nama saya Enjel Permata, saya biasa dipanggil Bu Enjel. Saya wali kelas kalian di kelas 12 ini, saya disini akan mengajar mata pelajaran B. Indonesia." Bu Enjel memperkenalkan diri.

Semenjak mengajar di SMA Galaxy, Bu Enjel dikenal sebagai guru yang baik, ramah, serta cantik. Tak heran jika Bu Enjel dijadikan salah guru favorit di SMA Galaxy. Walaupun dikenal baik dan ramah, ia juga dikenal tegas.

"Baik, karena ini hari pertama masuk, kita buat organisasi kelas dulu, besok baru mulai pembelajarannya," tutur Bu Enjel. "Mau nyalon sendiri atau ibu yang tunjuk?" tanya Bu Enjel.

"Pilih sendiri aja Bu ...," seru beberapa siswa-siswi.

"Tunjuk aja Bu ...," seru siswa-siswi lainnya.

"Baik lah, dari pada kalian pada ribut sendiri, mending ibu acak aja," setelah mengatakan itu Bu Enjel pun mengambil kertas untuk menuliskan nomer absen murid di sobekan kertas.

"Naila, bisa bantu saya nulis di depan?" Pinta Bu Enjel kepada siswi yang bernama Naila itu.

"Bisa buk," jawab Naila dan berjalan kearah papan tulis untuk mencatat siapa saja yang akan menjadi organisasi kelas.

"Yang pertama saya ambil ketua kelas ya," ujar Bu Enjel sambil mengacak gulungan-gulungan kertas.

Setelah mendapatkannya Bu Enjel menyebutkan siapa yang akan menjadi ketua kelas. "Yang akan menjadi ketua kelas kalian adalah...." Bu Enjel menggantungkan ucapannya. "Andri ..., Andri kamu yang jadi ketua kelasnya ya."

Belum juga Andri menjawab suara Bu Enjel sudah terlebih dahulu menginterupsinya. "Nggak ada penolakan, jika ada yang menolak silahkan cari ganti yang mau menggantikan mu."

"Baik bu," jawab Andri lesu.

Beberapa waktu kemudian acara pemilihan organisasi kelas pun selesai, dengan Andri sebagai ketua kelas, Bima sebagai wakil ketua kelas, Naila dan Lala sebagai seketaris satu dan dua, dan Syifa dan Maya sebagai bendahara satu dan bendahara dua.

꧆꧐꧆꧐꧆꧐꧆

TBC

Kalo dah baca part ini, jangan lupa untuk ke part selanjutnya. Nanggung banget kalo nggak dilanjut. Mwehehe.

Sampai jumpa di part selanjutnya 👋

Tertanda

Tata

Seguir leyendo

También te gustarán

592K 25.5K 35
Mohon maaf masih banyak yang typo Maaf kalo masih ada yang typo,insya Allah bakalan aku revisi lagi kalo ada waktu. Zanisa seorang gadis yang masih...
1.2M 20.7K 71
My first story🤗 Perjodohan. Sudah tidak asing memang dengan yang namanya 'Perjodohan' sejak jaman dulu hingga jaman sekarang tradisi itu masih tetap...
2.2M 122K 56
[HARAP FOLLOW SEBELUM MEMBACA] PROSES REVISI MUNGKIN AKAN ADA ALUR YANG BERUBAH W a r n i n g ! Mengandung kata-kata yang membuat baper, ngakak, sedi...
6.4M 269K 45
(FOLLOW AKUN OUTHOR SEBELUM BACA DEMI KENYAMANAN BERSAMA)👌 "Apa?! Nikah? Mama sama Papa udah gila? Ini 'kan zaman modern. Sekarang bukan lagi zaman...
Wattpad App - Desbloquea funciones exclusivas