Kkrriiiinnngggggg..
Akhirnya.. bunyi surga.., gumam ku sambil mengatur nafas yang terengah - engah. Aku selalu membenci pelajaran apa saja yang berkaitan dengan menggerakkan tubuh yang berlebihan bukan karena jelmaan kukang tapi, karena kondisi tubuh yang benar - benar dapat mati apabila didorong saja oleh manusia jangkung saja.
Ekya, salah seorang sahabat ku yang sudah ku anggap adik sendiri walaupun tinggi nya hampir 170 cm memeluk ku pelan.
"Kambuh lagi..?"
"Begitulah"
"Kau tahu, kau tidak perlu memaksakan kondisi mu"
"Aku tidak lemah, wajar saja tadi aku, kamu dan kita semua kecapean. Kita berolahraga jam 12 siang berlari sejauh 1 km bolak - balik. Kita bukanlah kijang"
"Tapi bunyi nafas mu terdengar amat parah seperti cicitan tikus"
Aku memberikan thumbs up pada nya menandakan aku baik - baik saja walau kelihatan sebalik nya. Sambil mengikat ulang rambut ku agar menahan poni menyebalkan ku lalu mulai mengotak - atik isi ransel besar ku hanya untuk mencari kunci loker demi melepaskan pakaian amis yang menyesakkan ini.
Eh..
Tidak ada didalam saku depan..
Tempat pensil juga enggak ada..
Kok enggak ada..
Belum selesai kena imbas nya, kunci loker ku hilang. Benar-benar sial, aku terpaksa di ruang bk sambil dimarahi habis-habisan karena masih bau seperti kod didalam ruang tertutup ber-AC, walau ada 6 AC disitu tidak ada yang benar-benar berfungsi selain mengeluarkan rintikkan hujan.
Setelah berlumut cukup lama, akhirnya aku dibolehkan pulang 30 menit setelah semuanya pulang. Aku berjalan ke kelas dengan wajah jengkel seperti bulldog marah dan menuliskan pesan singkat di papan tulis.
Yang menemukan kunci loker ku, nanti ku bayar 50 ribu
- Kei
Manusia malang yang kehilangan kunci nya
"Aku pikir ini sudah cukup" ucap ku sambil bangga menulis kan kalimat tersebut tanpa ada yang miring lalu meninggalkan kelas karena aura nya seperti ada yang melototi dari balik tirai.
° ° °
Keesokan hari nya, aku masih stress karena kejadian kemarin. Orang - orang dikelas terus mengaku menemukan kunci ku untuk membuat ku semakin muak saja. Belum lagi pelajaran kimia di laboratorium, sudah jauh dan terpisah dari gedung utama, kita disuruh mengamati hewan - hewan yang dibelah dan dipajang dalam toples besar untuk perayaan seolah - olah seperti pameran museum kecil. Setiap detik aku menahan kantuk ku dan berdoa agar cepat kembali ke habitat ku, di kelas untuk duduk di bangku favorit ku. 3 jam berlalu, dan akhirnya waktu ishoma tiba (istirahat, shalat, makan), sambil memikirkan bahwa kita juga diberi tugas untuk membelah hewan seperti tadi...benar-benar menjijikkan. Mata ku terbelalak saat melangkah ke kelas, melihat tas ku terbuka menganga.
Ada yang membuka tas ku
Astaga dompet ku dan hp ku ada disitu !
Rasa panik membanjiri ku, aku benar - benar tidak mau dimarahi lagi hari ini.
"Loh, enggak ada yang hilang.." ucap ku sambil kaget menemukan semua barang ku ada. Dengan ekspresi mendapatkan undian 1 milliar, aku mendapatkan kunci loker ku lagi. Dengan sebuah surat yang menempel pada kunci itu.
Here's your key, i found it on the floor yesterday. Please don't lose it again - unknown
Buset dah, untung aku paham bahasa inggris. Namun yang bikin aku berpikir seperti Sherlock ialah kemungkinan siapa yang mendapat kunci loker itu, kelas yang terlihat seperti ruang lab komputer yang benar - benar terisolir dari semua kelas karena dipojok terdalam gedung utama, pagar terkunci dua kali dan aku mulai dituduh yang menuliskan surat itu agar tidak ada yang mendapat 50 ribu karena aku sangat mahir dalam bahasa inggris tetapi, ketahuilah bahwa tulisan ku seperti cakar ayam yang menggaruk tanah.
Sementara itu, Ekya sendiri menjadi watson yang benar - benar penasaran bagaimana cara semua ini terjadi dalam 3 jam.
"Bagaimana kalau kita menunggu nya sampai sore ?"
"Kalau begitu kita berdua akan dimarahi satpam"
"Bagaimana kalau kita tinggalkan pesan dipapan agar menemui mu nanti ?"
"Bener juga, tunggu akan ku tulis"
Yang menemukan kunci ku atau tahu siapa orang nya, tolong beritahu yah ! Kasian hadiah uang nya menunggu - Kei
Tidak lama lagi kita akan menemui orang itu
Dan tentu nya
Dia diluar ekspektasi ku
° ° °
Malam pun tiba, aku terus - menerus saja menguap di tempat tidur ku. Rasa penasaran ku lah yang masih menahan tidur ku.
Semoga orang nya enggak iseng - iseng aja atau dia gak mau pamri,
Sambil ku pejam kan mata ku berkali - kali dan akhirnya terlelap tidur.
Rembulan menyinari dari luar
Gerbang kelas yang terbuka
Suasana gelap yang nyaman dengan suhu dingin yang terus mengelus pipi ku
"Mimpi yang aneh, biasa nya aku tidak bermimpi berada dikelas" ucap ku sambil mengitari isi kelas ku. Mata ku tiba - tiba menjadi dingin, nafas ku kaku.
Terlintas di benak ku, biasa nya kalau mimpi begini pasti ada pembunuhan atau hantu yang menyerang ku... Astaga...
Denyut nadi ku berlari kencang
Keringat ku bercucuran seperti mandi di siang hari
Seseorang..
Ada seseorang disini, dikelas. Memakai jaket bomber, tinggi nya kurang lebih seperti ku, rambut nya sangat kelam seperti langit malam namun aku tidak bisa mengenali nya, wajah nya memakai topeng anjing yang menutupi mata, hidung dengan kedua buah corong seperti topeng hazard saja... terkecuali mulut nya, bibir nya sangat tipis.
"Hey.."
. . .
"Anu, kau bisu?"
. . .
Ini bukan pertama kali nya aku menemui orang gila dalam mimpi ku. Orang misterius itu melanjutkan tulisan ku, aku hanya terdiam kaku.
Yang menemukan kunci ku atau tahu siapa orang nya, tolong beritahu yah ! Kasian hadiah uang nya menunggu - Kei
Aku yang menemukan nya
***
Sontak dia langsung menarik tangan ku. Aku tidak bisa berkata banyak, pikiran ku juga berhenti dan membiarkan nya menarik ku di bawah laut kelam tersebut. Dari tadi dia tidak mengajak ku bicara, kecuali mengajak ku ke sebuah cafe terdekat dan membelikan ku cola dingin dari mesin otomatis yang kuberikan pula kembali pada nya. Tidak lama saat aku memejamkan mata ku, tanah dijalanan tersebut mulai bergemuruh hebat.
Gempa dalam mimpi atau beneran ini ?! Bangun woy bangun
Orang misterius itu langsung memeluk ku dan menempelkan lempengan logam dan earpod yang memiliki mik yang tersambung.
"Tes tes, kau memahami ku sekarang ?"
"I-iyah"
"Syukurlah, aku sudah capek bisu terus dihadapan gadis manis seperti mu. Kenalkan aku Hiiro"
Hiiro langsung menarik ku kebelakang nya, sekira nya kami sudah sejauh 15 kaki dari area tersebut dan cafe itu tiba - tiba terbakar. Dan dalang nya tidak lain adalah... Sebuah karakter game berwarna pink seperti bola dengan dua kaki merah nya.
"Kirby ?"
"Benar sekali"
"Aku pikir dia tidak berbahaya"
"Jika kau melihat nya dari sudut pandang iblis"
"Ngomong-ngomong bicara disini tidak aman, area nya mulai mengalami kebocoran fatal. Tolong ikut aku lagi, bisa lari?"
"Tidak, keadaan ku cukup lemah, maaf"
"Tidak apa, aku punya motor"
Sekarang aku ingin tahu bagaimana cara ia mengeluarkan motor nya secara ajaib di dunia mimpi, pikir ku sambil terus melihati Hiiro.
Drap drap drap drap !!!
Hiiro belari kencang terhadap jalan perempatan yang terbuka lebar didepan nya dan mengeluarkan sebuah yoyo...cukup mengesankan sih, karena aku tidak bisa menebak nya. Hiiro menarik kedua piringan yoyo itu dan muncul jaring - jaring digital yang bersinar terang lalu ia memegangi jaring - jaring tersebut menjadi sebilah tongkat kecil.
***
Aku menghela nafas dan membayangkan sambil berlari secepat yang ku bisa.
"Imagi !!! Deteksi pikiran, Motor balap untuk dua penumpang" teriak ku.
Gadis sederhana itu tentu terkesima melihat jaring - jaring tersebut mencetak diri nya menjadi model 3D sebuah motor balap sesuai ucapan ku dari mesin, knalpot bahkan detail - detail kecil nya. Ku tarik gas pada motor ku dan memutar motor ku ke arah nya sambil senyum seringai.
"Jika kau mengharapkan sihir, itu tidak berlaku pada ku. Di tempat ku semua sangat canggih dan akan memukau mata mu"
Goda ku sambil merapikan rambut lebat ku dan membuka topeng ku. Topeng ku otomatis mengempis menjadi kepingan logam berbentuk wajah anjing kuping segitiga yang bisa ku tempelkan dibelakang jaket ku sebagai tameng.
"Singkat saja, di tempat mu tepat nya di sebuah gedung besar, tepat nya, monumen mandala mengalami kebocoran yang mengakibatkan beberapa karakter game bisa lolos masuk di tempat mu"
"Kebocoran ?"
"Yah, namun bukan kebocoran limbah. Sesuatu yang lebih besar dan berbahaya"
"Tolong jelaskan kegilaan ini Hiiro"
"Baiklah, nyonya manis. Tapi nama mu dulu.."
"Keira"
"Baiklah, nyonya Keira. Akan saya jelaskan secara ringkas"
Ucap nya sambil membuat kota rekayasa dari cahaya yang ditampilkan oleh proyektor mini di sarung tangan nya seperti menggenggam kota mainan.
"Di dunia ini, setiap orang memiliki 7 kembaran yah tentu juga, dengan 7 dunia paralel mereka sendiri, 7 dunia mereka bisa saja ada yang sama dengan orang yang lain atau bahkan dunia baru yang tidak ada sama nya. Dunia tersebut dapat diakses melalui mimpi. Namun, dunia tersebut berdampingan dengan kita yang dapat saja masuk ke dunia yang lain. Dan saya adalah salah seorang agen yang mengurus kebocoran paralel yang ditugaskan bulan ini menjaga di distrik Makassar, Shibuya, dan Durban.
Dan sekarang,
Ikutlah dengan ku ke atas menara itu untuk membidik si kera marah Dongky-Kong"
Hiiro langsung tancap gas seperti pembalap liar hingga ke bawah kaki monumen yang menjulang tinggi. Menara itu menjulang tinggi ke atas menembus awan awan malam seperti tombak. Terlihat pula sebuah gorilla besar aneh yang mengamuk disitu yang saking besar nya dapat memeluk monumen yang berdiameter seperti 3 lapangan basket sekolah.
"Hey"
Ucap ku sambil menatap nya dengan wajah yang meyakinkan berharap dia dapat menganggap ini semua bagian dari mimpi malam nya yang gila.
"Yah?"
"Percaya saja padaku, aku akan melindungi mu Keira"
Tanganku yang besar menggengam tangan nya yang mungil, tangan nya terasa dingin. Kei pasti sangat takut sekarang. Aku yang bertanggung jawab atas misi ini, maka dari itu dia itu prioritas ku.
"Imagi, deteksi pikiran. Elevate 10 kaki ke udara"
Motor ku dengan cepat mencetak ulang diri nya menjadi sebilah tongkat sebesar genggaman ku. Ku memegangi nya dengan erat sambil memeluk nya dalam dengkapan ku, ku beri kedipan manis agar setidaknya pikiran nya teralihkan dan tersipu oleh ku sesuai perkiraan ku.
"Kau siap ?"
"Siap !"
Wuuusshhhhh
Terasa angin kencang bertempur dengan wajah ku, kami berdua terbang dengan tombak itu seperti sepasang kekasih di malam yang disinari cahaya surgawi yang tentu nya...ditemani gorilla. Ku taruh Kei di tepian monumen itu, sambil mengayun kan imagi. Gorilla itu nampak nya bemar-benar marah dan terus berusaha membuat ku jatuh dari tongkat ku.
"Imagi, Open Arel !"
Ku berayun sambil melepaskan jaket ku ke udara agar mengambil lempengan topeng ku. Tangan Gorilla itu langsung mengarah pada ku, dengan sigap ku putar imagi yang kini berbentuk sebuah bilah pedang panjang yang langsung ku silet lengan nya seperti timun. Dalam sekejap, menghilangkan potongan lengan nya sebesar bis sekolah menjadi potongan piksel yang terbang seperti kunang - kunang. Ku tatap lempengan topeng ku yang langsung membaca wajah ku dan membuat kerangka tulang anjing menjadi topeng yang akan tetap menjaga karisma ku agar tidak muntah saat saat aku akan berakrobat lagi.
"Ace !" Teriak ku sekuat tenaga sambil melemparakan kartu tipis yang menjadi ubin terbang pijakan ku.
Drap drap drap drap !!!
derapan langkah ku sambil mengiris langit dengan pedang itu bagai menggunting kertas. Dari jauh pasti akan nampak seperti cincin biru menyala yang mengitari gorilla besar itu. Primata itu semakin mengamuk saat tiap bagian tubuh nya menghilang dalam Portal Arel ku hingga ku tidak memprediksi bahwa, monumen itu ia tendang dan patahkan menjadi dua bongkah besar.
"Keira !!"
Dada ku terasa seperti ingin merobek dirinya, aku tidak ingin kehilangan nya, perasaan ini benar-benar membuat ku lepas kendali dan membuat ku melepaskan jaket ku bahkan topeng ku sambil menerbangkan setiap rintik air mata.
° ° °
"Apakah ini akhir nya?! Aku pasti akan bangun kan?! Gak mati"
Mulut ku terasa tertahan, aku tidak dapat meraih Hiiro. Semua nya kaku, aku sangat membenci akhir mimpi seperti ini. Dan hanya menutup mata ku berharap fajar.
Empuk.. dan hangat..
Ini pasti kasur ku dan cahaya matahari ! Ini pagi
Namun, disaat aku ingin melupakan bahwa semua yang terjadi lewat begitu saja. Hiiro.. mendekam ku dalam pelukan nya, jaket yang rupanya ia korbankan tadi berubah menjadi sepasang sayap tipis yang dapat membantu pendaratan layaknya parasut instan. Dada ku terasa hangat dan berdebar.. ia lalu mendaratkan kami di lapangan sekolah ku. Langit nya benar-benar seperti lukisan surgawi.
Antara langit malam dan pagi, terbelah gsris putih tipis yang amat terang seperti cahaya solar. Lautan kelam berbintang dengan garis yang membatasi ombak merah kekuningan yang hangat juga angin sejuk yang menyelimutinya. Hiiro mendaratkan ku di sisi pagi hari lalu melepaskan sayap
"Keira...aku akan menemui mu lagi. Tenang lah, ini tidak akan berakhir singkat, aku janji"
"Hiiro aku.."
Hangat, benar-benar lembut. Bibir nya menyetuh ku tanpa peringatan, aku tidak tahu harus berbuat apa selain mengikuti nya didalam balutan nya yang hangat. Benar - benar terlalu indah bila semua jadi nyata.
"Selamat malam, tuan putri ku"
Aku terbangun dan melihat cahaya matahari yang sama indah nya seperti di mimpi, hari itu aku terbawa perasaan penuh pada lamunan ku. Aku berharap dapat bertemu nya lagi, sekali lagi.
Dan memang benar
Malam itu juga..
Sebelum aku memejamkan mata ku
Ia sudah menunggu ku diluar jendela
diatas atap rumah yang terjal sambil menyeringai bagai sabit sempurna diwajah nya itu.