I'll Fix It [Levi x OC]

By Ataaa15

25K 2.6K 362

Levi Ackerman, dokter tampan berumur 26 tahun yang sekaligus pemilik Rumah Sakit ternama. Dia terus hidup den... More

01 - Lupa?
02 - Bodoh
03 - Tolong!
04 - Rok?
05 - Dia Kembali
06 - Bodoh (2)
07 - Adik Ipar?
08 - Perusuh
09 - Kapten Berbeda
10 - Terkenal
11 - Jadi Ayah?
12 - Berpelukan?
13 - Terlambat
14 - Kapten Menikah
15 - Seorang Pengangguran
16 - Sugar Daddy
17 - Acara Reuni
18 - Mereka tidak mirip
19 - Jadi Trending
20 - Ata Kenapa?
21 - Ayo Liburan!
22 - Cemburu?
23 - Mencair
24 - Truth or Dare!
25 - Dasar Brengsek!
26 - Senjata!
28 - Penonton Jomblo
29 - My Lady
30 - Supergirl
31 - Markas Pusat
32 - Letnan Jenderal!
33 - Terbully
34 - Aku Menyukainya
35 - Harapan Masalalu
36 - Obsesi
37 - Kurungan
38 - Firasat Buruk
39 - Kau tidak pantas!
40 - Tumbang
41 - Tawaran yang bagus, bukan?
42 - Hubungan yang Membaik
43 - Dijambret!
44 - Keluarga Trovy
45 - Kai
46 - Informan satu-satunya
47 - Kebenaran yang tersembunyi
48 - Akabane Karma
49 - Kapten A-01
50 - Memerah layaknya gula-gula
51 - Takdir yang seharusnya
52 - Akhir Sekaligus Awal
53 - Terimakasih!

27 - Fans?

333 49 4
By Ataaa15

Setelah kejadian itu, seharian Ata tidak keluar dari kamarnya. Bahkan dia juga melewatkan makan malamnya. Meskipun Erwin mengatakan itu bukanlah masalah besar, tetap saja Levi terus khawatir karena merasa diri sebagai penyebabnya.

"Erwin, apa kau punya cemilan?" tanya Ata yang tiba-tiba sudah keluar dari kamarnya mengejutkan semua orang.

"Sebentar akan kulihat terlebih dahulu," jawab Erwin dan bergegas ke dapur.

Semua melongo melihat Mood Ata yang sudah kembali seperti sebelumnya. Bahkan penampilan Ata terlihat sedikit berantakan seperti orang baru bangun tidur, dan masih menggunakan baju Erwin yang dipakai sebelumnya. Ata langsung duduk di lantai dan ikut bergabung dengan yang lainnya. Dia memilih duduk di samping Eren dan Jean yang berseberangan dengan Levi.

Levi menatap Ata dan masih menahan diri untuk tidak mengajaknya berbicara. Walau ada banyak hal yang ingin diutarakan, dia tetap setia bungkam. Dia tentu ingat dengan kata-kata Erwin tadi siang. Ata hanya menatap Levi sekilas berusaha tidak bertemu pandang dengannya.

Tak lama Erwin kembali dan membawa beberapa cemilan rasa coklat kesukaan Ata. Ata menerimanya dengan senang hati dan langsung memakannya. Keadaan sejak tadi terus hening, hanya diiringi dengan suara kemasan cemilan Ata. Sejujurnya mereka masih tidak berani untuk memulai pembicaraan.

"Kenapa kalian hanya diam dan terus menatapku seperti itu?" tanya Ata menginterupsi kegiatan semua orang.

Jean dan Eren sontak tersenyum kemudian tertawa  canggung di samping Ata. Mereka refleks menggaruk tengkuk masing-masing yang pada dasarnya tidak gatal.

"Apa kau sudah baik-baik saja?" tanya Jean memberanikan diri dan dibalas anggukan cuek Ata. Mereka serempak menghela napas lega.

•


•
•

oO0Oo

•
•
•

- Di Markas Pusat -

Dua orang dengan tinggi yang berbeda berjalan beriringan menuju sebuah ruangan. Mereka berjalan dengan sigap menuju tempat penahanan para penjahat khusus, hingga akhirnya tiba di sebuah bangsal seorang pria setengah baya. Kemudian salah satu dari mereka berjaga di depan pintu sedangkan yang lainnya bergegas masuk.

"Lama tidak berjumpa, Ayah."

Pria setengah baya itu membuka kedua matanya dan duduk di kasur yang sudah disediakan, kemudian menatap putri semata wayangnya tanpa ekspresi.

"Maaf, aku baru bisa menjengukmu sekarang."

"Terimakasih sudah datang, Annie. Apa kau sudah menemukannya?" tanya Mr. Leonhardt.

"Maaf. Bisa tunjukkan padaku seperti apa tandanya?" tanya Annie hati-hati.

Mr. Leonhardt menggambar sebuah tanda dan segera menyerahkannya kepada Annie. Dia juga meminta Annie untuk berjanji agar menemukan pemilik tanda itu.

"Apa ada kemungkinan jika pemilik tanda itu adalah aku?" tanya Annie pelan.

"Ya, ada. Tapi tubuhmu tidak memilikinya, bukan?".

Annie hanya diam dan menatap ayahnya tanpa ekpresi. Dengan gerakan cepat, Mr. Leonhardt menggapai tangan Annie dan menggenggamnya dengan erat. Dia menatap Annie dengan pandangan memohon bahkan meminta Annie untuk bersumpah padanya.

"Temukan pemiliknya dan tangkap dia! Berjanji- tidak, bersumpahlah padaku untuk hal itu, Annie!" perintah ayahnya tegas membuat Annie terbelalak dan akhirnya mengangguk.

Kemudian dia dan temannya menjauh dari ruangan itu karena waktu kunjungan sudah habis. Tanpa mereka sadari, ternyata ada yang melihat dan sedikit mendengarkan pembicaraan serius antara ayah dan anak itu.

•


-Ruang Unit M7A1 -

•

Annie dan temanya segera mendudukkan bokong mereka di kursi yang sudah tersedia disana. Karena ini adalah salah satu ruangan khusus unit yang berada di markas pusat, seluruh fasilitas yang diperlukan sudah tersedia dan terjamin secara lengkap. Serta telah tersedia tempat untuk mereka tidur atau hanya sekedar beristirahat saja.

"Kira-kira bagaimana kabar Kapten dan yang lainnya disana? Mendadak aku jadi penasaran."

"Hubungi saja dan tanyakan, tapi aku yakin mereka pasti akan baik-baik saja. Bukankah mereka juga sedang liburan?".

"Kau benar. Apa kau tahu tentang keluarga Kapten? Aku ingin tahu seperti apa  kehidupannya sebelum bergabung dengan kita disini," ucap Reiner dan melihat langit-langit ruangan yang hanya bercat putih polos.

"Kapten pernah mengatakan padaku bahwa dia memiki seorang kakak laki-laki, seingatku bernama Erwin Smith. Apa kau tahu tentangnya?" tanya Annie dan menatap Reiner sebentar.

Reiner segera duduk tegak dan menatap annie dengan pandangan terkejut. Dia tidak percaya dengan apa yang telah didengarnya hingga akhirnya melihat wajah serius Annie.

"Apa kau sadar siapa itu Erwin Smith?" tanya Reiner menatap Annie serius.

Annie menghela napas dan mengangguk. Tentu saja dia tahu siapa pria itu. Bukankah baru saja dikatakan bahwa dia adalah kakaknya Ata?

"Padahal kakaknya begitu terkenal, bahkan wajahnya hampir setiap hari ada di majalah. Tapi kenapa Erwin tidak pernah menyinggung tentang memiliki seorang adik perempuan?" tanya Reiner lebih seperti bergumam.

"Melihat dari kepribadian Kapten, kurasa aku bisa menebak alasannya. Apa keluarga Kapten memang seterkenal itu?" tanya Annie.

Reiner mengangguk dan tersenyum. Dia menceritakan semua hal yang dia ketahui tentang Erwin Smith. Dia terus membicarakan Erwin hingga Annie menjadi bosan sendiri saat mendengarnya. Sekarang Annie sadar, ternyata Reiner adalah salah satu penggemar yang mengidolakan sosok Erwin Smith.

"Hubungi Kapten, dan berusahalah meminta tanda tangan Erwin! Ada kemungkinan Kapten mau membantumu tentang itu," usul Annie membuat Reiner menatapnya dengan berbinar.

"Apa aku boleh menghubunginya .sekarang?" tanya Reiner masih dengan binar di matanya.

Annie menghela napas lelah dan menggeleng. Tentu saja tidak, sekarang sudah sangat larut dan itu sangat tidak sopan. Annie menyarankan agar Reiner menghubungi Ata besok saja. Kemudian dia langsung pergi tidur dan meninggalkan Reiner dengan khayalannya sendiri.

•
•
•

oO0Oo

•
•
•

- Vila Liburan -

Mereka semua masih saja ingin bermain seperti malam sebelumnya, hanya Levi dan Ata saja yang tidak mau ikut. Levi hanya ingin melihat sampai kapan mereka akan terus memainkan permainan konyol itu, sedangkan Ata disibukkan dengan permainan yang ada di ponsel Erwin.

Mereka terus membujuk Ata agar ikut bermain, dan selalu ditanggapi dengan gelengan. Ata tidak tertarik bermain permainan yang menurutnya membosankan dan berpotensi membuatnya mengantuk. Hingga akhirnya Jean mengusulkan agar mereka semua berfoto-foto dan membuat konten tiktok.

Tentu saja saran itu disambut dengan sangat baik oleh Hanji dan Eren, tapi langsung mendapatkan tetapan aneh dari Levi dan Mikasa.

"Ayo kita menarikan lagu ini saja, yang ini sedang viral sekarang. Kurasa akan terlihat bagus," ucap Jean heboh dan diangguki Hanji. Sedangkan yang lainnya menggeleng dengan tegas. Apa-apaan? Itu terlihat sangat memalukan.

"Ini! Kukembalikan ponselmu. Aku mau tidur," ucap Ata saat mengembalikan ponsel Erwin, kemudian langsung kembali ke kamarnya.

Tak berapa lama, Levi berdiri dan berjalan sendirian menuju balkon vila. Dia berdiri disana berniat ingin menikmati angin malam serta memikirkan hal yang sedikit mengganjal di hatinya.

'Apa tindakanku kali ini benar? Aku melihat tato yang sama sepertimu ada padanya. Aku jadi semakin yakin untuk melindunginya, agar dia tidak bernasip sama sepertimu. Apa sekarang kau sudah bahagia, Ibu?' batin Levi menatap jauh ke arah bintang.

"Sebenarnya apa arti tato yang ada di tubuhnya itu?" gumam Levi.

Sejak melihat tato yang ada di belakang tubuh Ata, dia tidak bisa berhenti untuk memikirkan hal itu. Karena dia sangat yakin pernah melihat hal yang sama di tubuh ibunya. Dia ingin bertanya, tapi Ata pasti tidak akan mau menjelaskan hal itu.

Sejak dulu dia selalu menanyakannya kepada Kenny, namun hanya dibalas gelengan tidak tahu. Hanya ada satu petunjuk, tato itu adalah penyebab utama kematian orang tua Levi. Levi berharap agar secepatnya menemui titik terang mengenai hal ini.

•
•
•

Chap 27 akhirnya selesai loh~
Kuharap kalian suka dan menikmatinya~
Jangan lupa tinggalkan jejak2 kenangan kalian~
-Ataaa

Continue Reading

You'll Also Like

26.9K 2.4K 6
Levi berprofesi menjadi seorang Dokter handal di Rumah sakit ternama. Entah kebetulan atau apa, ia bertemu dengan seorang pemuda misterius. Ia merasa...
62K 7.1K 23
⚠17+ Mikasa memiliki kenangan buruk terhadap laki-laki. Hingga memutuskan untuk tidak menikah. Usianya 25 tahun saat dia menjadi tertawaan temannya...
27.2K 3.7K 28
⚠ 18+ Mikasa Ackerman adalah mantan anggota organisasi gelap dan kini menjadi penulis yang sedang naik daun. Kehidupan tenang yang ia idamkan telah t...
128K 15.2K 37
[COMPLETED-Dalam tahap Revisi) Rachel Frisch, seorang gadis lugu namun misterius yang diasuh oleh keluarga Smith setelah keluarga aslinya di bantai s...
Wattpad App - Unlock exclusive features