Aku Untuk Kamu

By NayZyaaa

286K 17.8K 4.7K

"Aku Untuk Kamu. Kamu Untuk Dia." Dibuat melayang oleh harapan, di jatuhkan kembali oleh sebuah kenyataan. M... More

_
AUK 1-
AUK 2 -
AUK 3 -
AUK 5 -
AUK 6 -
AUK 7 -
AUK 8 -
AUK 9 -
AUK 10 -
AUK 11 -
AUK 12 -
AUK 13 -
AUK 14 -
AUK 15 -
AUK 16 -
AUK 17 -
AUK 18 -
AUK 19 -
AUK 20 -
AUK 21 -
AUK 22-
Info:)
AUK 23 -
AUK 24 -
AUK 25 -
AUK 26 -
AUK 27 -
AUK 28 -
AUK 29 -
AUK 30 -
AUK 31 -
AUK 32 -
AUK 33 -
AUK 34 -
AUK 35 -
AUK 36 -
AUK 37
AUK 38 -
AUK 39 -
AUK 40 -
AUK 41 -
AUK 42-
AUK 43-
AUK 44 -
AUK 45 -
AUK 46 -
AUK 47 -
AUK 48 -
AUK 49 -
AUK 50 -

AUK 4 -

5.3K 386 21
By NayZyaaa

Tasya mengerjapkan matanya pelan, membiasakan cahaya yang perlahan masuk ke retina mata nya. Gadis itu, mengedarkan pandangan nya ke seluruh sudut ruangan dengan sedikit bingung.

Ini bukan kamarnya. Ah, dia baru ingat. Tadi sebelum pingsan, ia sempat meminta tolong pada seseorang yang sangat di kenalnya. Tasya memijat bahu nya, badannya sangat sakit sekarang.

Gadis itu, bangun dengan perlahan. Menyibak selimut yang menutupi tubuhnya.

Mata nya seketika melotot ketika melihat pakaian yang dia kenakan bukan lagi seragam sekolah.

"Yaampunn, gue udah gak suci lagi," ujar Tasya dengan ekspresi wajah yang kaget.

"Tenang ajah, gue gak Ngapa ngapain Lo kok," Tasya menoleh ke arah pintu, mendapati sesosok cowok yang sedang bersandar di sana.

"Terus yang gantiin baju gue siapa?" Sebenarnya Tasya malu menanyakan hal itu, tapi rasa penasarannya sangat mendominasi sekarang.

Tubuh Adit, menegang di tempat. Sorot matanya tampak canggung, tangannya terangkat mengusap leher belakang.

"E-eh...gu-gue yang gantiin baju Lo. Maaf yah. Tapi gue gak Ngapa ngapain Lo kok sumpah," jelas Adit, membuat pipi Tasya bersemu merah.

Jelas Tasya malu sekarang. Bisa bisa nya Adit menggantikan bajunya. Langsung saja, Tasya kembali menyembunyikan seluruh tubuhnya di dalam selimut dengan membawa segala malu di wajahnya.

Adit yang melihat itu langsung gelagapan. Cowok itu berjalan tergesah gesah ke arah ranjang.

"Anjingg!" Umpat Adit, ketika kaki nya tersandung karpet. Untungnya saja dia tidak jatuh.

Adit duduk di pinggiran ranjang, bingung ingin menyibak selimut itu atau tidak.

"Gue gak apa apain Lo kok beneran sumpah," Bujuk Adit, berharap Tasya tidak berpikiran buruk lagi tentangnya. Namun, bukannya mendengar respon Tasya, Adit malah mendengar gadis itu menangis di balik selimut membuat nya semakin bingung.

"Sya, gue minta maaf," ucap Adit dengan intonasi lembut.

"JANGAN DEKET DEKET GUE!" Teriak Tasya, membuat Adit terlonjak kaget.

"Y-ya Maaf, atuh Tasya,"

"Hikss....bisa bisa nya lo gantiin baju gue hiksss. Pasti lo udah liat Daleman gue kan?"

Adit melototkan matanya, pipinya memanas saat mendengar kata Daleman.

"Iya emang sih tadi gue liat Daleman Lo. Warna pink," balas Adit dengan polos.

"TUHKANN HIKSSS! HUAAAA!" Teriak Tasya lagi, kali ini tangisannya terdengar keras.

Adit makin kebingungan jadinya, "Eh eh, jangan nangis. Gue beliin es krim dehh seriusan," karena tidak pernah berhadapan langsung dengan cewek yang sedang menangis, Adit menawarkan Es Krim sebagai permintaan maafnya.

Benar saja, Tasya langsung menyibak selimut yang menutupi tubuhnya. Dengan wajahnya yang sembab dan Hidung nya yang mengeluarkan ingus, Tasya menatap Adit dengan penuh binar di matanya.

Adit melihat wajah Tasya, lalu terkekeh. "Beneran. Lap dulu ingus nya wehh," Adit terkekeh. Tasya melap ingus nya lalu mengusap pipi nya yang basah.

"Yaudah ayo," Paksa Tasya menarik tangan Adit.

Adit kembali terkekeh, tidak menyangka ternyata sifat Tasya akan se manja ini. Padahal biasanya di sekolah gadis itu terlihat kalem dan dewasa.

"Iyahh," Adit berdiri lalu mengacak rambut Tasya.

*****

Sampai di dalam Minimarket pun, Tasya masih setia menggenggam tangan Adit. Adit juga tidak keberatan, akhirnya Tasya tidak canggung lagi padanya. Dan juga Selagi Tasya bahagia, Why not?

"Adit," panggil Tasya

"Hmm?"

"Gue boleh beli Snack gak?" Tanya Tasya, pasalnya gadis itu, semenjak masuk ke dalam Minimarket matanya langsung berbinar ketika menatap jejeran Snack yang tertata rapi di rak rak.

"Hmm, sesuka Lo deh," Tasya tersenyum senang. Tanpa disadari mencubit pipi Adit, membuat cowok itu terkejut.

Melihat Tasya sedang memasukkan beberapa Snack di keranjang belanjaan, Adit tersenyum senang sembari mengelus pipinya yang di cubit Tasya.

Tasya tampak senang sekali hari ini. Berbanding terbalik dengan kemarin, yang terlihat menyedihkan. Semenjak menolong Tasya kemarin, Adit jadi mempertanyakan apa Masalah gadis itu sebenarnya.

"Aditt," Lamunan Adit buyar. Saat Tasya memanggil nya. Langsung saja dia menghampiri Tasya yang sepertinya memerlukan bantuan nya.

"Ha?"

"Ambilin itu dong," ucap Tasya, mencoba berjinjit dan mengambil Snack di rak paling tinggi, tapi tak bisa karena tinggi nya tidak sampai.

Adit mengambil Snack paling atas, lalu meletakkannya di keranjang.

"Maka nya jangan pendek,"

"Dih. Sok tinggi," cibir Tasya

"Emang tinggi," balas Adit.

Tasya mendengus kasar, berjalan ke kasir. "Bacot,"

"Dihh kek anu dah,"

"Kayak apa?"

"Bidadari surga,"

Mbak mbak Kasir, langsung tersenyum dan salah tingkah mendengar perkataan Adit.

********


"REGAN!"

Regan yang berada di parkiran, langsung memejamkan matanya. Ingin rasanya, dia menghilang sekarang.

"Pagi Jodoh!" Sapa Letta riang.

Regan menoleh, lalu tersenyum tipis. Cowok itu meletakkan Helm full face nya di atas motor. Lalu berjalan keluar parkiran, diikuti Letta yang setia mengekori nya seperti anak ayam.

"Kamu udah sarapan?" Tanya Letta.

"Hmm,"

"Soal yang kemarin, maaf yah." Kata Letta meminta maaf. Regan jadi bingung, seharusnya dia yang meminta maaf karena perkataannya kemarin sangat kasar, tapi kenapa malah gadis ini yang meminta maaf?

"Hm. Gue juga minta maaf," Letta tersenyum, refleks berjinjit dan mengusap Surai hitam milik Regan, membuat cowok itu menghentikan langkahnya, menatap Letta terkejut.

"E-eh. Maaf, hehe gak sengaja," ucap Letta menarik kembali tangannya dengan canggung.

Regan mengubah milik wajahnya menjadi datar. Cowok itu, menyentuh dadanya. Tepat, dimana jantung nya berdegup kencang.

"Eh, kamu gak papa?" Tanya Letta heran.

Regan menggelengkan kepalanya, berjalan cepat, menghindari Letta. Gadis itu, entah sejak kapan jadi berbahaya untuk jantung nya.

"EH, EH REGAN! KOK CEPET CEPET PERGI SIH?!" teriak Letta kesal. Regan malah tidak memperdulikan gadis itu.

"WOEE UNGU JANDA!"

Letta dengan wajah nya yang cemberut, membalikkan badan mendapati Rila yang sedang berlari kepadanya, sedikit bingung karena Tidak melihat Tasya sama sekali.

"Apa?" Ketus Letta.

"Dihh janda. Gitu amat. Tasya mana?"

"Lah bukannya Lo suka bareng dia yah? Kok tanya gue?"

"Yah hari ini, dia gak bareng gue. Gue ke rumah nya tadi, tapi gak ada orangnya. Kirain dia bareng sama Lo," jelas Rila.

"Mungkin dia pengen berangkat sendiri kali," balas Letta mencoba positif thinking.

********


"Sekarang jelasin ke gue. Lo kenapa bisa bareng si Tukimin itu?" Tanya Letta mengintimidasi.

Mereka bertiga sedang duduk di salah satu meja kantin.

Tasya menghembuskan napas khawatir, "Yah gak gimana gimana sih,"

"Yang jelas jawab Tasya ih!" Seru Rila

"Ck, semalem gue tinggal di rumah nya Adit. So..

"WHAT THE FUCK! APA APAAN LO TINGGAL BARENG SI TUKIMIN!" Seru Letta heboh, memotong perkataan Tasya.

Rila langsung menjitak kepala Letta, ketika merasa penghuni kantin pada diam dan memperhatikan Letta.

Tasya melirik Adit, di meja seberang. Cowok itu kelihatan Melotot, mendengar seruan Letta.

"Letta ih," lirih Tasya

"Eh maap, gak sengaja," Letta mengusap mulutnya. "Jadi gimana bisa, Lo tinggal bareng Tukimin?"

"Namanya Adit," koreksi Tasya.

"Bodo amat,"

Rila menggelengkan kepalanya, "Lama lama Lo kelihatan cocok sama Adit deh," celetuk Rila. Letta menoleh horor. Dia dan Adit cocok?! Wahh keajaiban dunia yang sungguh luar biasa.

"Gue jodohnya Regantara Deovaro fix,"

"Kagak ada. Lo jodohnya Adit,"

"ALBI. KATA NYA RILA SUKA SAMA LO!" teriak Letta tiba tiba. Ingin rasanya Rila meremas mulut temannya itu.

"Letta!" Tegur Rila. Hendak meraih rambut Letta, namun gadis itu sudah berlari ke tempat Regan Adit Albi sedang duduk.

"Mana nih, yang katanya mau berhenti?" Sindir Adit ketika Letta datang dengan wajah sumringah.

"Diem Tukimin! Maksud Lo apaan bawa bawa Tasya tinggal di rumah Lo heh?!" Sentak Letta sambil berkacak pinggang. Regan yang mendengar nya menatap Adit dan Letta bergantian. Jadi Tasya tinggal serumah dengan Adit?

"Diem elah. Anjirr," balas Adit, sambil melirik Regan yang wajahnya sudah tak dapat di deskripsikan sekarang. Letta juga ikutan menoleh pada Regan.

"Kamu kenapa Gan?" Tanya Letta.

"Bukan urusan Lo," ketus Regan, beranjak dari tempat duduknya. Membuat Letta makin bingung.

Albi terdiam. Sepertinya akan ada perang dingin sebentar lagi.

********

Jangan Lupa Vote dan Komen nya Yee! Gue tunggu!

Oke makasih buat yang nunggu update.

See You🖤

Continue Reading

You'll Also Like

113 0 23
Naya tidak pernah pandai berbicara. Ia mencintai dalam diam, mengagumi dari kejauhan, dan menyimpan rindu dalam barisan kata yang ia tempelkan di mad...
336K 24.3K 52
Sequel dari cerita BULBUL! [ Usahakan follow dulu sebelum baca wk ] Yang belum baca cerita BULBUL! Disarankan sebelum baca ini, silahkan baca terlebi...
593 72 18
Semua orang itu punya masa lalu, baik itu tersimpan sebagai kenangan atau justru rasa sakit yang tak terlupakan. Namun, bagi Revano Giantara masa lal...
1.4K 44 21
Memang cinta dimasa SMA itu sangat menyenangkan, tapi bagaimana dengan anak laki-laki yang tak pernah menemukan cinta dan lelah dengan cinta yang tak...
Wattpad App - Unlock exclusive features