Pagi hari Davin mengajak Devin untuk bermain Skateboard di taman dekat rumah mereka
Sebelumnya Davin telah meminta izin pada mamanya,karna hari ini hari Minggu Davin sangat merasa bosan dan ingin pergi keluar
"Boleh ya maaa..."rengek Devin pada mamanya.Monica Gia Putri
"Baiklah mama izinkan.Davin jaga adikmu ya,pulang sebelum matahari terbenam"ujar Monica tegas
"Beres ma,Devin bakal baik baik aja kok sama Davin"Davin merangkul bahu adiknya
"Iya ma,kita gabakal pulang malam kok"Devin cengengesan
"Baiklah,pergi sana keburu siang nanti panas"Monica mengelus elus puncak kepala Devin
"Oke ma kita pergi dulu. Assalamualaikum"mereka menyalimi Monica lalu pergi.
"Bang,tamannya dimana?"sahut Devin sudah capek sedari tadi berjalan
"Bentar lagi sampe.Capek Hmm?" Davin menatap adik kecilnya
"Iyalah,dari tadi jalan terus" Devin memajukan bibirnya beberapa senti
"Yaudah sini Abang gendong" Davin berjongkok dan siap menggendong adiknya
Tanpa banyak bicara Devin langsung menaiki punggung Davin
"Turun kita udah sampai"ujar Davin
"Iyaa"Devin turun dari punggung Davin
"Wahhhh bagus banget pemandangan nyaa!"kagum Devin pada taman yang indah ini
"Gimana?suka ga sama tamannya?"Davin mendekat ke adiknya
"Suka bangettt!"teriak Devin kegirangan
Davin terkekeh,ia melihat ada penjual ice Cream disana "eh,kamu mau ice Cream ga?"
Devin menoleh pada Davin "mau!"
"Yaudah kamu tunggu disini ya Abang beliin dulu"Davin mengacak acak puncak kepala Devin
Devin menggangguk seperti anak kecil
Davin kembali membawa dua ice Cream,Rasa Coklat dan Vanilla
"Nih"Davin menyodorkan ice Cream rasa Coklat
"Makasii"Devin mengambil ice Cream tersebut
"Iya"Davin duduk di samping Devin
Setelah memakan ice Cream nya sampai habis mereka bermain skateboard bersama
"Bang aku gak bisaaa"rengek Devin sambil memegang skateboard nya
Davin menoleh ke Devin,gadis itu tampak kebingungan
Davin berjalan menuju Devin "ayo naik Abang pegangin"
Devin menaiki skateboard nya lalu tangannya di genggam erat oleh Davin
"Pegangin!nanti jatuh"ujar Devin
"Iya iya Abang pegangin"sahut Davin
Mereka tampak begitu senang, Davin mengajari Devin bagaimana cara bermainnya
Dan Davin tak berhenti tertawa ketika Devin marah marah karna Davin tak memegang tangannya.Takut jatuh katanya!
"Ayo bang lagi!seru nih!"girang Devin
"Sini tangan kamu"Devin memberikan tangannya,Davin menggenggam tangan Devin
"Ayo coba majuu"ujar Davin berniat ingin menggoda adik perempuan nya
"Takut jatuh"sahut Devin
"Kan Abang pegangin"Devan mengambil tangan kiri Devin dan menggenggam nya
"Ayo coba"Davin tersenyum puas. Senang rasanya menggoda adik kecilnya ini
Devin mulai berjalan menggunakan skateboard nya
Namun Devin sudah tak seimbang hingga akhirnya dia terjatuh bersamaan dengan Davin karna Davin memegang tangan Devin
Dua duanya terjatuh dari skateboard masing masing
"Kamu gapapa?"tanya Davin khawatir adik kecilnya kenapa kenapa
"Aduh bang sakit nih"Devin meringis kesakitan
"Maafin Abang"ujar Davin dengan nada memohon
Devin menatap Davin lalu tersenyum "iya aku gapapa ko"
Davin berdiri lalu menjulurkan tangannya "ayo bangun"
Devin pun berdiri di bantu Davin. "Bang,makan diluar yuk"ajak Devin
"Engga Dev,kamu mau di marahi mama?kamu kan tau kita ga boleh makan di luar tanpa se izin mama ataupun papa"Davin menghela nafas
Ia menatap muka adik kecilnya itu "kita beli coklat aja yuk"Davin tersenyum lebar pada Devin
"Ayo bang!aku mauu!!"Devin menarik tangan davin sambil tersenyum girang
Mereka pun membeli coklat di toko dekat taman itu
Mereka berdua duduk di samping toko coklat itu
"Gimana?enak?"tanya Davin
"Hm,enak bangett!"ujar Devin langsung membuat Davin tertawa
Davin melihat ke jalanan,ia melihat seorang gadis berparas cantik nan putih
Namun saat gadis itu hendak menyebrang ada mobil dari arah berlawanan melaju kencang dan siap menabrak gadis itu
Gadis itu tak sadar bahwa mobil hitam itu melaju cepat
"AWAS!!"Davin berteriak pada gadis itu karna mobil hitam itu semakin dekat
Davin berlari menyelamatkan gadis itu,ia menarik tangan gadis itu
Ia berhasil menghalau gadis itu dari kecelakaan yang bisa saja membuat gadis ini meninggal di tempat
Devin mematung di tempat melihat aksi Abang nya itu
"Lo gapapa?"tanya Davin khawatir dengan gadis itu
"Gu-gue gapapa,thanks"gadis itu seperti nya masih syok
"Ayo sini duduk dulu"Davin mengajak gadis itu pergi ke tempat Devin berada
"Abang gapapa?"tanya Devin
"Enggak,Abang gapapa tenang aja"sahut Davin menenangkan adiknya yang begitu khawatir
"Ini kak minum dulu"Devin memberikan gadis itu minum
"Terima kasih ya"gadis itu tersenyum
"Kenalin,gue Davino Alan Putra" Davin menjulurkan tangannya pada gadis itu
"Stevanie"Stevanie.Gadis itu membalas jabatan tangan dari Davin
"Itu adik gue De-"Davin belum melanjutkan bicaranya devin buru buru memotong ucapan abangnya itu
"Kenalin aku Devina Alin Putri" Devin tersenyum lebar
"Devina, kalau Abang lagi ngomong gaboleh di potong gitu dong.Ga sopan"Davin mengomeli adik nya itu
"Apaan sih,emang nya makanan di Potong!"pekik Devin
Stevanie terkekeh mendengar perdebatan adik kaka ini
"Kalo gitu gue balik duluan ya" ujar stevanie
"Gue anter yuk"ajak Davin
"Gak usah gapapa gue bisa sendiri kok"gadis itu lalu melenggang pergi meninggalkan Davin dan Devin
"Davin.."panggil stevanie dari belakang
"Ya?"Davin membalikan badannya
Stevanie berjalan menuju Davin "ini buat Lo atas rasa terima kasih gue"stevanie memberi Davin bunga mawar yang begitu indah
"I-iya,ma-makasih juga bunga nya"jawab Davin gugup.Ia mengambil bunga itu
"Kalo gitu gue balik dulu" stevanie melanjutkan perjalanan nya
"Cieeee saltinggg"Devin menyenggol lengan abangnya itu
"Apaan sih kamu"Davin mencubit pipi adiknya gemas
"Yuk pulang Abang laper"ajak Davin
"Yuuuuu"Devin dan Devan pun pulang ke rumahnya karna langit sebentar lagi gelap......
#Kakak beradik memang begitu jail dan menyebalkan.Namun,itulah cara mereka untuk menunjukan rasa kasih sayang.