"walau dengan satu kesalahan orang akan melupakan berjuta-juta kebaikan" ~Author
Happy Reading❤
Wajah Lukman terlihat sangat marah pada Mita dan Frisly. Walaupun Dania itu anaknya tapi dia sangat membencinya karena tingkahnya, kalau saja Dania tidak melakukan itu, ini semua nggak akan pernah terjadi
"SUDAH PAPAH INGATKAN JANGAN HUBUNGI ANAK KOTOR ITU, KALIAN MASIH AJA NGEBANTAH" bentak Lukman
"Sadar pah sadar, dulu papah nggak pernah marah sama Dania, papah selalu sayang sama Dania, papah selalu mentingin Dania ketimbang aku pah" balas Frisly
"DIAM KAMU, SEKARANG KAMU KELUAR DARI KAMAR PAPAH" pekik Lukman yang masih sangat marah
"Nggak Frisly nggak akan biarin papah sakiti mamah, Frisly bakal jadi tameng buat mamah, nggak ada satupun orang yang akan sakiti mamah termasuk papah" ujar Frisly yang perlahan meneteskan air mata
Plak
Lukman pun menampar pipi kanan Frisly Sampai memerah dan membuat air mata Frisly berderas keluar
"INGAT BAIK-BAIK KALO SAMPAI SAYA DENGAR KALIAN MENGHUBUNGI ATAU MENEMUI ANAK KOTOR ITU, HABIS KALIAN!!" decak Lukman yang pergi meninggalkan Frisly dan Mita
"Kamu nggak papa sayang?" Tanya Mita yang khawatir dengan Frisly "mana yang sakit?" Ujar Mita yang memegang pipi Frisly
Frisly menghapus air mata nya dan memegang tangan Mita "aku nggak papa kok mah" ucapnya menahan tangis mencoba tegar di depan Mita mamahnya
"Sekarang kamu ke kamar istirahat besok kamu kan berangkat kuliah" pinta Mita yang takut kalau nantinya Lukman kembali dia akan marah lagi
"Tapi mamah" jawab Frisly yang takut mamah nya akan di sakiti papah nya
"Mamah nggak papa sayang, sana gih ke kamar" ucap Mita
"Okeh Frisly ke kamar tapi kalo ada apa-apa mamah bilang aku ya"
"Iya sayang"
"Kalo gitu aku ke kamar dulu mah" pamitnya dan keluar dari kamar Mita
***
Revan memarkirkan motornya di dalam dan tak lupa menguncinya. Revan langsung memasuki apartemen dan menaiki anak tangga menuju kamarnya, dan menjumpai Dania yang tengah asik bermain handphone membaca cerita
"Kiraiin udah tidur" ujar Revan membuka pintu kamarnya
Mendengar perkataan Revan, Dania yang semula terbaring langsung duduk "Ada Van?" Tanya Dania
"Ada sayang ada" ejek Revan "nih" ujarnya menyodorkan kantung kresek berisi pesanan Dania
Wajah Dania terlihat sangat senang, bukanya dia mengambil kantung kresek berisi Pino ice cup tapi dia malah memeluk Revan "makasih ya" ujar Dania. Revan pun membalas pelukan Dania
"Iyah" jawabannya mempererat pelukannya
Dania tersadar dan langsung melepas pelukan Revan dan mendorong tubuh Revan agar jauh dari dirinya "ih nyari kesempatan aja lo"
Revan tersenyum sinis pada Dania "buruan di makan nanti keburu cair" ucap Revan membukakan segel Ice tersebut dan memberikan pada Dania
"Makasih Van," ucap Dania sumringah dan langsung menyendok ice pino "emm enak banget"
Revan terus memperhatikan Dania yang terlihat senang walaupun dia tidak tau kalau dia sedang ada masalah. Setelah beberapa suapan ice Revan merampas ice Pino dari tangan Dania bukan apa-apa karena dia sedang sakit
"Loh kok di ambil si" cicit Dania yang terlihat murung setelah Revan merampas ice nya
"Udah ga usah makan lagi"
"Kenapa si Van?" Ujarnya kesal
"Kamu itu baru sembuh baru pulih aku nggak mau kamu sakit lagi Dan, sekarang tidur kamu harus banyak istirahat"
"Iya" balasnya lalu Dania langsung berbaring di kasur dan menarik selimutnya.
Revan membuang sisa ice ke tong sampah dan berbaring di samping Dania "jangan marah gitu dong, aku nggak mau kamu sakit lagi Dan" tak ada sautan dari Dania, Revan menyeludupkan tangannya masuk ke baju Dania dan mengelus perutnya
"Liat baby Mama marah sama papa"
"Ish ini anak gue sama Rasya" jelas Dania
"Bisa diem nggak, ini anak gue" cicit Revan karna dia tidak suka kalau Dania menyebut nama Rasya
"Emang bener kok ini anak gue sama Ras-" Dania tidak lagi melanjutkan perkataannya karena secara langsung Revan memeluknya dari belakang "ish lepasin Van"
"Tidur!"
"Lepasin dulu" ujar Dania mencoba melepaskan pelukan Revan yang sangat erat
"Tidur"
"Iya iya aku tidur tapi lepasin dulu sesak tau"
"Enggak buruan tidur" Revan terus menolaknya agar Dania tidur
"Sial!" Ujarnya kesal
"Dan"
"Iya ini mau tidur"
"Bagus"
***
Revan membuka matanya perlahan-lahan dan mendapati Dania yang masih dalam pelukannya. Revan tersenyum melihat Dania yang sedang tertidur "kamu lucu banget si Dan"
Revan melepaskan pelukannya dan menyingkirkan rambut yang menutupi mata Dania, sontak Revan terkejut saat memegang kening Dania Yang panas
"Ya ampun Dan, badan kamu anget kamu sakit yah?" Ucap Revan khawatir
Didetik itu Dania membuka matanya dan tersenyum ke arah Revan, Dania memegang tangan Revan yang berada di keningnya "aku nggak kenapa-kenapa kok" balasnya yang terlihat sangat pucat
"Kamu tunggu di sini ya aku ambil Kompres dulu" Ucap Revan berdiri dan berjalan menuju dapur mengambil kompres
Revan pun sampai ke kamar yang membawa kompres dan sebaskom air hangat. Lalu dia mengompres Dania agar panasnya turun.
"Kamu pasti laper ya? Aku cari makanan dulu ya di depan" ucapnya tergesa-gesa
"Biar aku masak aja Van" usul Dania
"Nggak usah biar aku beli aja, kamu tunggu di sini jangan kemana-mana oke"
***
Revan menengok kearah kiri jalan tapi terlihat sepi tidak ada pedagang keliling, dan dia berjalan kearah depan mencari makanan untuk sarapan Dania, di ujung jalan raya Revan melihat ada penjual bubur ayam lalu Revan menghampiri nya.
"Bang beli bubur nya satu yah"
"Di bungkus atau dimakan di sini mas?" Tanya penjual bubur ayam
"Bungkus aja bang"
"Saya buat dulu ya mas nya bisa duduk dulu" penjual tersebut langsung membuat pesanan Revan "ini mas" ujar penjual menyodorkan 1 bubur ayam
"Berapa?"
"Tujuh ribu mas"
Revan mengambil dompet di sakunya dan mengambil selembar uang sepuluh ribu "kembaliannya ambil aja bang"
"Makasih mas"
Revan langsung berjalan pulang karna dia tau pasti Dania lapar apalagi dia sedang hamil
***
Revan memasuki apartemen dan menuju dapur mengambil mangkuk dan segelas air putih hangat lalu menuangkan bubur tersebut di mangkuk dan membawanya ke kamar
"Dan yok makan dulu" ujarnya
Dania langsung duduk bersandar "sini bubur nya" ucap Dania mengulurkan tangannya
"Biar aku suapin aja kamu masih lemes" balas Revan menyodorkan satu sendok berisi bubur "buka mulutnya"
Setelah selesai makan Revan pergi mandi karena dia juga harus pergi sekolah
"Gue mandi dulu kamu minum obat sendiri ya Dan," Dania pun mengangguk
Dania mengambil tiga butir obat dan langsung meminum nya. Lalu dia mengambil ponselnya dan melihat ada 3 panggilan tak terjawab dari Gladis sahabatnya "Gladis semalam nelpon ada apa ya?" Dania pun menghubungi Gladis tapi ponsel Gladis tidak aktif
"Mau kemana kamu Dan," ucap Revan yang telah selesai mandi
"Mau mandi lah sekolah" jawabnya
"Gue nggak izinin kamu sekolah dulu kamu harus istirahat biar cepet pulih" tegas Revan
"Tapi-"
"Kalau suaminya ngomong dengerin, kalo semalam kamu nggak minum ice kamu nggak sakit lagi"
"Tapi aku di rumah ngapain? Bosen dong sendirian" rengek Dania memohon ke Revan agar Revan mengizinkan dia berangkat ke sekolah
"Nanti aku telfon mamah buat dateng kesini. Nggak ada penolakan harus nurut kalo mau sembuh oke"
"Ya" jawabnya dengan cemberut kesal dengan Revan
"Ya udah aku berangkat dulu" Revan berlutut dan mengusap-usap perut Dania " papah berangkat sekolah dulu ya baby kamu jaga mamah" Revan berdiri dan mengecup kening Dania
Cup
"Udah mulai berani yah" ujar Dania
***
Hari ini Revan tidak menggunakan mobil tapi memakai motor karna dia berangkat sendiri tidak bersama Dania
Revan memarkirkan motornya di tempat biasa dan membuka helm full face nya dan duduk di atas motor menunggu Angga dan Aldo datang
Revan terus memikirkan Dania dan Safira kalo suatu hari nanti Safira tau apakah dia bakal membencinya dan Dania bagaimana apa aku harus meninggalkan nya?
"Revann" teriak seorang siswi yang lari menuju Revan
Ini foto waktu Revan peluk Dania pas tidur hehe
Siapa ya??
Next?
Makasih buat para reader setia aku❤