IT'S DANIA

Autorstwa itsmecnta

7.6K 1K 534

[HIATUS] Fllw dulu sebelum baca heheh "Gue hamil Sya" "Lo harus tanggungjawab Sya" "Gue ngga mau Dan" "Stop... Więcej

1.Dania Azura Bianca
2.Dania Bodoh💔
3.Aku harus apa??
4.Dua Minggu
5.Dania dan Revan
6.Kenapa Van??
7.Kekecewaan
8.Revan Aditama
9.Happy wedding❤
10.Pergi
Cast
11.Debat
12.Maaf
13.Mual
14.Pingsan
Pengumuman📢
15.Ikatan batin
16.Sick
17.Pino ice cup
19.Serasi
20.Anniversary
cast tambahan
21.Nggak papa:)
22.Kencan
23.Bohong
24.Tersenyum untuk siapa?
25.Takut
26.Cemburu
27.Aku bisa
Catatan
28.Menyesal
OMG
29. Jujur atau enggak?
30.Ada apa ini?
31.Kenapa?
32.Takut
32.Matematika
33.Rasya??
34.Kamu dimana?
35.Gue kangen lo
36. Makasih Sya
37. Dasar murahan!
38. Gagal
39. Menyesal & Goodbye papa

18.Perhatian

119 15 24
Autorstwa itsmecnta

"walau dengan satu kesalahan orang akan melupakan berjuta-juta kebaikan" ~Author

Happy Reading❤

Wajah Lukman terlihat sangat marah pada Mita dan Frisly. Walaupun Dania itu anaknya tapi dia sangat membencinya karena tingkahnya, kalau saja Dania tidak melakukan itu, ini semua nggak akan pernah terjadi

"SUDAH PAPAH INGATKAN JANGAN HUBUNGI ANAK KOTOR ITU, KALIAN MASIH AJA NGEBANTAH" bentak Lukman

"Sadar pah sadar, dulu papah nggak pernah marah sama Dania, papah selalu sayang sama Dania, papah selalu mentingin Dania ketimbang aku pah" balas Frisly

"DIAM KAMU, SEKARANG KAMU KELUAR DARI KAMAR PAPAH" pekik Lukman yang masih sangat marah

"Nggak Frisly nggak akan biarin papah sakiti mamah, Frisly bakal jadi tameng buat mamah, nggak ada satupun orang yang akan sakiti mamah termasuk papah" ujar Frisly yang perlahan meneteskan air mata

Plak

Lukman pun menampar pipi kanan Frisly Sampai memerah dan membuat air mata Frisly berderas keluar

"INGAT BAIK-BAIK KALO SAMPAI SAYA DENGAR KALIAN MENGHUBUNGI ATAU MENEMUI ANAK KOTOR ITU, HABIS KALIAN!!" decak Lukman yang pergi meninggalkan Frisly dan Mita

"Kamu nggak papa sayang?" Tanya Mita yang khawatir dengan Frisly "mana yang sakit?" Ujar Mita yang memegang pipi Frisly

Frisly menghapus air mata nya dan memegang tangan Mita "aku nggak papa kok mah" ucapnya menahan tangis mencoba tegar di depan Mita mamahnya

"Sekarang kamu ke kamar istirahat besok kamu kan berangkat kuliah" pinta Mita yang takut kalau nantinya Lukman kembali dia akan marah lagi

"Tapi mamah" jawab Frisly yang takut mamah nya akan di sakiti papah nya

"Mamah nggak papa sayang, sana gih ke kamar" ucap Mita

"Okeh Frisly ke kamar tapi kalo ada apa-apa mamah bilang aku ya"

"Iya sayang"

"Kalo gitu aku ke kamar dulu mah" pamitnya dan keluar dari kamar Mita

***

Revan memarkirkan motornya di dalam dan tak lupa menguncinya. Revan langsung memasuki apartemen dan menaiki anak tangga menuju kamarnya, dan menjumpai Dania yang tengah asik bermain handphone membaca cerita

"Kiraiin udah tidur" ujar Revan membuka pintu kamarnya

Mendengar perkataan Revan, Dania yang semula terbaring langsung duduk "Ada Van?" Tanya Dania

"Ada sayang ada" ejek Revan "nih" ujarnya menyodorkan kantung kresek berisi pesanan Dania

Wajah Dania terlihat sangat senang, bukanya dia mengambil kantung kresek berisi Pino ice cup tapi dia malah memeluk Revan "makasih ya" ujar Dania. Revan pun membalas pelukan Dania

"Iyah" jawabannya mempererat pelukannya

Dania tersadar dan langsung melepas pelukan Revan dan mendorong tubuh Revan agar jauh dari dirinya "ih nyari kesempatan aja lo"

Revan tersenyum sinis pada Dania "buruan di makan nanti keburu cair" ucap Revan membukakan segel Ice tersebut dan memberikan pada Dania

"Makasih Van," ucap Dania sumringah dan langsung menyendok ice pino "emm enak banget"

Revan terus memperhatikan Dania yang terlihat senang walaupun dia tidak tau kalau dia sedang ada masalah. Setelah beberapa suapan ice Revan merampas ice Pino dari tangan Dania bukan apa-apa karena dia sedang sakit

"Loh kok di ambil si" cicit Dania yang terlihat murung setelah Revan merampas ice nya

"Udah ga usah makan lagi"

"Kenapa si Van?" Ujarnya kesal

"Kamu itu baru sembuh baru pulih aku nggak mau kamu sakit lagi Dan, sekarang tidur kamu harus banyak istirahat"

"Iya" balasnya lalu Dania langsung berbaring di kasur dan menarik selimutnya.

Revan membuang sisa ice ke tong sampah dan berbaring di samping Dania "jangan marah gitu dong, aku nggak mau kamu sakit lagi Dan" tak ada sautan dari Dania, Revan menyeludupkan tangannya masuk ke baju Dania dan mengelus perutnya

"Liat baby Mama marah sama papa"

"Ish ini anak gue sama Rasya" jelas Dania

"Bisa diem nggak, ini anak gue" cicit Revan karna dia tidak suka kalau Dania menyebut nama Rasya

"Emang bener kok ini anak gue sama Ras-" Dania tidak lagi melanjutkan perkataannya karena secara langsung Revan memeluknya dari belakang "ish lepasin Van"

"Tidur!"

"Lepasin dulu" ujar Dania mencoba melepaskan pelukan Revan yang sangat erat

"Tidur"

"Iya iya aku tidur tapi lepasin dulu sesak tau"

"Enggak buruan tidur" Revan terus menolaknya agar Dania tidur

"Sial!" Ujarnya kesal

"Dan"

"Iya ini mau tidur"

"Bagus"

***

Revan membuka matanya perlahan-lahan dan mendapati Dania yang masih dalam pelukannya.  Revan tersenyum melihat Dania yang sedang tertidur "kamu lucu banget si Dan"

Revan melepaskan pelukannya dan menyingkirkan rambut yang menutupi mata Dania, sontak Revan terkejut saat memegang kening Dania Yang panas

"Ya ampun Dan, badan kamu anget kamu sakit yah?" Ucap Revan khawatir

Didetik itu Dania membuka matanya dan tersenyum ke arah Revan, Dania memegang tangan Revan yang berada di keningnya  "aku nggak kenapa-kenapa kok" balasnya yang terlihat sangat pucat

"Kamu tunggu di sini ya aku ambil Kompres dulu" Ucap Revan berdiri dan berjalan menuju dapur mengambil kompres

Revan pun sampai ke kamar yang membawa kompres dan sebaskom air hangat. Lalu dia mengompres Dania agar panasnya turun.

"Kamu pasti laper ya? Aku cari makanan dulu ya di depan" ucapnya tergesa-gesa

"Biar aku masak aja Van" usul Dania

"Nggak usah biar aku beli aja, kamu tunggu di sini jangan kemana-mana oke"

***

Revan menengok kearah kiri jalan tapi terlihat sepi tidak ada pedagang keliling, dan dia berjalan kearah depan mencari makanan untuk sarapan Dania, di ujung jalan raya Revan melihat ada penjual bubur ayam lalu Revan menghampiri nya.

"Bang beli bubur nya satu yah"

"Di bungkus atau dimakan di sini mas?" Tanya penjual bubur ayam

"Bungkus aja bang"

"Saya buat dulu ya mas nya bisa duduk dulu" penjual tersebut langsung membuat pesanan Revan "ini mas" ujar penjual menyodorkan 1 bubur ayam

"Berapa?"

"Tujuh ribu mas"

Revan mengambil dompet di sakunya dan mengambil selembar uang sepuluh ribu "kembaliannya ambil aja bang"

"Makasih mas"

Revan langsung berjalan pulang karna dia tau pasti Dania lapar apalagi dia sedang hamil

***

Revan memasuki apartemen dan menuju dapur mengambil mangkuk dan segelas air putih hangat lalu menuangkan bubur tersebut di mangkuk dan membawanya ke kamar

"Dan yok makan dulu" ujarnya

Dania langsung duduk bersandar "sini bubur nya" ucap Dania mengulurkan tangannya

"Biar aku suapin aja kamu masih lemes" balas Revan menyodorkan satu sendok berisi bubur "buka mulutnya"

Setelah selesai makan Revan pergi mandi karena dia juga harus pergi sekolah
"Gue mandi dulu kamu minum obat sendiri ya Dan," Dania pun mengangguk

Dania mengambil tiga butir obat dan langsung meminum nya. Lalu dia mengambil ponselnya dan melihat ada 3 panggilan tak terjawab dari Gladis sahabatnya "Gladis semalam nelpon ada apa ya?" Dania pun menghubungi Gladis tapi ponsel Gladis tidak aktif

"Mau kemana kamu Dan," ucap Revan yang telah selesai mandi

"Mau mandi lah sekolah" jawabnya

"Gue nggak izinin kamu sekolah dulu kamu harus istirahat biar cepet pulih" tegas Revan

"Tapi-"

"Kalau suaminya ngomong dengerin, kalo semalam kamu nggak minum ice kamu nggak sakit lagi"

"Tapi aku di rumah ngapain? Bosen dong sendirian" rengek Dania memohon ke Revan agar Revan mengizinkan dia berangkat ke sekolah

"Nanti aku telfon mamah buat dateng kesini. Nggak ada penolakan harus nurut kalo mau sembuh oke"

"Ya" jawabnya dengan cemberut kesal dengan Revan

"Ya udah aku berangkat dulu" Revan berlutut dan mengusap-usap perut Dania " papah berangkat sekolah dulu ya baby kamu jaga mamah" Revan berdiri dan mengecup kening Dania

Cup

"Udah mulai berani yah" ujar Dania

***

Hari ini Revan tidak menggunakan mobil tapi memakai motor karna dia berangkat sendiri tidak bersama Dania

Revan memarkirkan motornya di tempat biasa dan membuka helm full face nya dan duduk di atas motor menunggu Angga dan Aldo datang

Revan terus memikirkan Dania dan Safira kalo suatu hari nanti Safira tau apakah dia bakal membencinya dan Dania bagaimana apa aku harus meninggalkan nya?

"Revann" teriak seorang siswi yang lari menuju Revan

Ini foto waktu Revan peluk Dania pas tidur hehe

Siapa ya??
Next?

Makasih buat para reader setia aku❤

Czytaj Dalej

To Też Polubisz

242K 13K 35
Hamil sebelum menikah apalagi saat SMA, Vani tidak pernah merencanakannya. Terpikirkan pun tidak. Rencana untuk masa depannya sudah tersusun rapi wal...
ARKASYA Autorstwa Anna

Dla nastolatków

2.7M 102K 66
"Gue nikah sama lo karena terpaksa Asya." ( Arkan putra Pradipta) Apakah Asya sejahat itu hingga Arka membencinya? Apa yang Asya harapan pada Arkan p...
73.6K 749 13
Althaf Reygan Sanjaya√ Seorang Mahasiswa yang mengambil Fakultas Kedokteran, dan juga seorang CEO muda yang bersifat dingin terhadap perempuan. Bahka...
164K 4.3K 63
⚠WAJIB BANGET FOLLOW AKUN AUTHOR SEBELUM BACA!⚠ DAN DI WAJIBKAN UNTUK VOTE DI SETIAP PART! _ ...
Apka Wattpada - odblokuj wyjątkowe funkcje