False Identity✔

By ChachaAli958

39.2K 4.7K 1K

YEJISU AND RYUCHAER IN THIS AREA😉 Dua Pemuda Agen NIS korea harus menyamar sebagai seorang gadis agar dapat... More

1. Prolog
2. Mission
3. First Meet
4
5. Start again
6. Rumit
7. Identify
8. Row
9.
10. Remember?
11. Black Agent
12. Curiga?
13. Start or no?
14. Nugu?
15. Keputusan?
16. Petunjuk?
17. Real Identity
18. Ketauan?
19. The Truth
20. Petunjuk??
21. Perjalanan
22. Siapa?
24. Hilang?
26. Penjelasan
27. Maaf
28. Ikut
29. Finding
30. you?
31. Deal?
32. Pengakuan?
33. Penyelamatan
34.Kejutan
35. Hasil
36. Hyung
37. Little light
38. Sang Kapten
39. Duel
40. Happines
Bonus Part
Bonus Part 2

23. kesalahan

1.4K 125 52
By ChachaAli958

Part ini mengandung Konten Dewasa, Harap Readers Bijak dalam membaca. Dosa tanggung sendiri, yang di bawah umur.. di persilahkan menunggu Next Up😁 bisa skip part yang kelewatan ehehe

Happy Reading

******







Ryujin mengintip dari balik Jendela kamar Minju, Ia melihat bukan hanya satu.. Tapi dua orang Pria berpakaian hitam.

"Aku heran, kenapa mereka Bisa Menemukan perfect Timing untuk menyusahkanku" Keluh Ryujin

Dia bingung sekarang, Yeji pasti sudah tertidur di kamarnya.. Lagi pula pemuda sipit itu sedang mabuk, bukannya membantu.. yang ada nanti hanya menyusahkan.

"Sial, sepertinya Chaeng Hyung belum disini" Ujar Ryujin

Ia pun pergi keluar, mengunci kamar Minju, Yuna dan Juga Chaeryeong.. saat ingin mengunci kamar Jisu.. Sudah terkunci, jadi aman.

Ryujin segera turun, Ia benar benar harus menjauhkan Kedua Pria itu dari pekarangan Rumah ini.

Dengan hanya berbekalkan Pistol disakunya, ia segera memancing Para Pria itu untuk menjauhi Pekarangan Rumah.

Hanya berjalan seperti Gadis Pada Umunnya, terlihat seakan ingin keluar sendirian. Hal itu cukup berhasil, kedua Pria itu mulai mengikuti Ryujin

'Bagus' Batinnya


Ia terus berjalan, sampai Dirasa Cukup jauh dari pekarangan Rumahnya.. Ia berhenti.


"Paman, sepertinya kalian ingin bertanya sesuatu padaku?" Ujar Ryujin berbalik badan lalu tersenyum


"Paman? Hei aku tidak setua itu!" Keluh salah satu dari Pria itu.

"Iya, kau bisa memanggil kami Oppa bukan?" Smirk tercetak di wajah sang Pria membuat Ryujin ingin sekali memukul wajah itu

'Menjijikan' Batin Ryujin .

"Ada yang mau ditanyakan paman?" Tanya Ryujin lagi


"Dimana pacarmu Nona?" Ujar Salah satu Pria itu


'Yujin sialan' Umpat Ryujin dalam hati


"Pacar? Aku tidak memilikinya"


"Jangan membual nona manis, katakan dimana pemuda itu.. maka kau akan selamat" Ujar sang Pria yang mulai mengeluarkan Pistol dari sakunya


Smirk kemenangan, terlihat sangat jelas diwajah sang Pria. Ryujin mengangkat tangannya, memasang wajah seolah Ia merupakan Gadis yang Polos




"Paman, mau Bermain?"





===============



"Bisa temani aku?"



Ucapan itu sedikit membuat pemuda Hwang itu terkejut, ia masih memiliki 40% kesadarannya.


Melihat Yeji yang sepertinya sedikit Spechless, Ia mengalungkan tangannya semakin erat pada Leher Sang pemuda.


"Bisa kan?"

Mata sayu Jisu, juga Bibirnya yang mengerucut membuat Yeji sangat gemas. Rasanya ingin Mencium bibir itu sekarang Juga.

Jisu menarik Tengkuk Yeji, kembali menyatukan Bibir mereka saat ini. Pengaruh alkohol dan juga Suasana yang sangat mendukung membuat Pemuda sipit itu terbuai.

Pagutan itu lama kelamaan semakin dalam, tangan Jisu bergerak untuk melepaskan Kemeja Yeji dan membuat Pemuda itu Toples di depannya.

"Kamu, akan menyesali karena membuka kemejaku Nona"

Suara Berat Yeji benar benar memabukan, Suara Bariton itu semakin berat disaat seperti ini

Yeji mulai menyerang Leher jenjang gadis Choi itu, memberikan Tanda kepemilikan Miliknya. Tangannya yang tidak tinggal diam melucuti seluruh pakaian gadis di bawah kukungannya

Ciuman itu lama kelamaan semakin turun kebawah, membuat Gadis Choi Di bawahnya mengeluarkan desahan

"Yeji.. Ahh"


Yeji menyeringai, Ia mulai melakukan Tugasnya.. membuat Gadis di bawahnya terus menerus menyebut namanya.


"Yejih.. Ughh.."


Gadis itu menutup matanya erat, Puncak yang datang membuat dirinya meleguh Panjang.

Pemuda sipit itu membiarkannya, kaki sang gadis ia tuntun untuk memeluk pinggangnya

"Tahan sedikit" Yeji membisikan tepat di telinga Jisu dengan suara beratnya.


Gadis itu hanya mengangguk lemah

"Argh.. Sakit, Yejihh"

Yeji menatap Khawatir pada Gadis Yang sebentar lagi akan menjadi wanita karena Ulahnya. Pemuda Hwang itu menyatukan Bibirnya, Ia menghentakannya sedikit kencang membuat sang Gadis Tersentak di dalam Ciumannya.

Ciuman itu terlepas, Yeji menatap Sang Gadis yang terlihat menutup matanya erat.

"Mianhae"

Ujaran itu tidak sesuai dengan tindakannya, Yeji mulai memompa miliknya. Membuat sang Gadis menutup matanya semakin rapat


"Ahh.. Yejihhh"


Pemuda Hwang itu mulai mempercepat temponya berkala, membuat Gadis- Ralat Wanita Choi itu tak henti meneriakan namanya. Saat itu, yang ada di pikiran mereka berdua.. Hanya Kegiatan yang sedang mereka lakukan, bahkan saat itu.. Yeji melupakan, siapa dia saat ini.



============

"Jeong, Kau tau bukan ada yang aneh di dalam Kasus Jo Yuri" Ujar Dahyun, matanya menatap Berkas kasus Gadis Jo itu.

"Kasus yang kita tangani sekarang memang cukup aneh, parmainan Cantik ini sungguh membuatku bingung" Ujar Jeongyeon, Ia sedikit memijit pangkal hidungnya

"Kasus Gadis ini memang aneh bukan? Menghilang seminggu lalu Jasad kembali tanpa nyawa di depan Rumahnya.. Yang lebih anehnya lagi, Kamera benar benar tidak mendapatkan apapun" Ujar Dahyun


"Yang kita tau hanyalah kemungkinan pelaku memang mengincar seluruh anak Gadis Big 5, Itu juga terbukti dengan Ke empat Gadis itu yang terus menerus di kejar" Ujar Dahyun

"Manusia yang bermain sangat cantik, aku membenci orang yang seperti ini. Kejahatannya tanpa Cela" Ujar Jeongyeon

"Tenanglah, secantik apapun permainan.. pasti ada sedikit kecacatan, yang harus kita lakukan hanyalah menemukan cacat itu dan melebarkan tingkat cacatnya" Ujar Dahyun

"Tumben kau bicara benar"

"Aish.. Aku selalu benar, kau saja yang menganggap omonganku semuanya hanya candaan"

"Kau terlalu banyak bercanda Dahyun-ah"

Pria Putih itu menatap sebal manusia di depannya

"Terserah, aku malas berdebat"


"Gitu aja ngambek, Jangan seperti Wanita"

"Jeong Cukup!"

Suara seorang gadis mengintrupsi, Jeongyeon langsung mengangkat layar Ponselnya dan terkekeh

"Maaf Nay"

Gadis berpipi Cubby layaknya kelinci itu mendengus, Kekasihnya itu memang selalu menyebalkan

"Gak"


"Maaf ya sayang~" Ujar Jeongyeon dengan sedikit aegyo


"Dasar Bucin"


"Ngaca Kim Dahyun!!"



==============

"Ingin bermain?" Pria itu menatap Ryujin bingung

"Kita bermain, siapa yang lebih mahir dalam hal Bertahan"

"Apa maksudmu?"

"Kau boleh memukulku sekeras apapun, Jika aku kalah.. aku akan memberitahu info yang kalian mau.. Sebaliknya, kalau aku memukulmu tapi kalian tak bisa menahannya.. Berikan Informasi padaku"

Para Pria itu terkekeh


"Gadis sepertimu ingin menantang kami? Hahaha Deal, lagi pula kau tak mungkin mengalahkan kami Nona"

Senyum mengejek tampak jelas di wajah Kedua Pria itu..


"Baiklah.. ayo kau pukul kami dulu" Ujar Para Pria itu.


"Tidak, aku takut memukul kalian.. kalian boleh duluan" Ujaran itu semakin membuat Para Pria itu terkekeh


"Jangan menangis ya"


Pria itu mencengkram bahu Ryujin, lalu menunju Perutnya.. tatapan Heran di berikan oleh Sang Pria, menatap Aneh Ryujin yang tidak menunjukan sakit sama sekali.


"Sudah? Sekarang, giliranku kan?" Ujaran santai itu diiringi senyuman


Bruakkk




"Argh"



Ryujin meninju perut Sang Pria tepat Di Ulu Hati dengan sekuat tenaga, membuat wajah itu terlihat memerah menahan sakit. Sang Pria terjatuh.


"Wah wah.. Jangan Menangis Paman~ Pukulanmu Hebat, Hanya saja hanya mengandalkan kepalan" Kekeh Ryujin

"Sial.. menyerahlah!" Teriak Pria satu lagi menodongkan Pistol

Ryujin mengangkat tangannya,

"Perjanjiannya ga begini kan?"

"Kenapa harus mematuhi janji? Tidak ada keuntu-"


Dor!


Tangan sang Pria melepaskan Pistol miliknya, karena tangannya tertembak.


"Main curang?"


Ujaran seorang pemuda membuat sang Pria menoleh, sang Pria pun buru buru kabur dari sana


DOR


Yujin disana, menembakan Tepat di kaki sang Pria. Membuat Pria itu tersungkur

"Ck.. ck..ck.. Pria Jelek yang bodoh" Ujar Ryujin, ia berjongkok tepat di depan wajah sang Pria


"Joanne, kayanya mereka tidak tau apaa apa seperti biasa" Ujar Yujin

"Benarkah? Kau bawa saja Ke tempat Dahyun Hyung dan Jeong Hyung.. Setidaknya biar mereka yang mengolah informasi dari Tikus ini"

"Baiklah, Bantu aku menaruh mereka di Van"

"Wah! Aku lupa, Para Gadis itu sendirian.. Bye Yujin! Aku harus kembali ke Villa" Ujar Yujin, lalu berlari meninggalkan Yujin




"YAK! SHIN JOANNE!!! Bogel Kurang ajar! keterlaluan" Teriak Yujin, matanya menatap Kedua Pria yang sudah lemah itu



"Merepotkan!"





=================

Pagi hari menyapa.. Yeji bangun dari tidurnya,. Kepalanya terasa Berat.. Ia mengerjapkan matanya, berusaha Bangun namun Terhenti karena tangan yang memeluk Pinggangnya Posesif.


Ia menoleh kesamping, seketika mata sipitnya membulat.. Sangat terkejut melihat seorang gadis yang memeluk Pinggangnya


"Ji.. Su.."


Keterkejutannya bukan hanya disitu, ia melihat Tubuhnya yang Toples tanpa baju kemudian menyingkap selimut yang menutupi kakinya

"Sial"


Naked, ia benar benar tidak memakai sehelai benangpun. Ditambah ia yang menyadari Kondisi gadis disampingnya persis dengan dirinya.

"Ya tuhan, apa yang aku lakukan" Gumam Yeji pelan, Tangannya mengusap Kasar Wajah tampannya

"Eungh"

gadis di sampingnya menggeliat, mata sang gadis berlahan terbuka. Yang di lihatnya pertama kali adalah tatapan terkejut seorang Pemuda.

"Tampan" Gumamnya tanpa sadar lalu tersenyum


Tunggu sebentar



1..

2...


3...


"Aaaaa-mpph"


Jisu berteriak, namun terburu ditahan oleh tangan Yeji yang membekap mulutnya

"Sstttt.. Nanti yang lain bangun" Bisik Yeji pelan

Gadis Choi itu mulai tenang,

"Yeji kamu ngapain disini? Dan kenapa kamu.. ASTAGA!"

Jisu yang baru menyadari kalau keadaannya sama dengan pemuda dihadapannya terburu mengambil selimut untuk menutupi Tubuhnya..


"Semalam..."


"Apa yang kamu pikirin sekarang, itu yang semalam terjadi.. Jisu" Ujar Yeji, penyesalan tampak Jelas Diwajah Tampannya


Jisu menunduk, Ia masih Shock karena mengetahui kalau semalam Ia tidur dengan pemuda di hadapannya. Bahu Gadis itu bergetar, dia ingin menangis. Walaupun Jisu sering Clubbing dan lainnya, tapi untuk Tidur Tanpa adanya status bukanlah Hal yang ia sukai.


Yeji memeluk Jisu, sedikit berusaha mengurangi Shock gadis itu. Itu bekerja, sang gadis mulai tenang berlahan. Pemuda Sipit itu melepas pelukannya, kemudian menatap mata Jisu lembut

"Jisu dengar, Apapun yang akan terjadi kedepannya.. Aku akan bertanggung jawab untuk itu.. Jadi Kamu, ga Perlu Khawatir" Tegas Yeji, matanya menunjukan adanya keseriusan

Gadis itu menatap Sang Pemuda Dalam

"Kamu.. Ga akan pergi?"

Yeji menggeleng pelan

"Aku ga bilang kalo aku akan tetap tinggal, tapi aku akan berusaha untuk tetap di samping kamu"

Bibir Jisu mengerucut, tampak Tidak terlalu puas dengan Jawaban Yeji

"Berarti.. Kamu kemungkinan Ninggalin aku kan?"

Yeji menggeleng pelan

"Banyak hal yang belum kamu tau, Tapi satu hal yang pasti.. aku akan berusaha"

Jisu masih belum mengerti dengan Omongan Pemuda ini, namun pelukan Hangat Yeji menghentikan Pemikiran Jisu

"Jangan terlalu di pikirkan, mulai sekarang Aku akan menjagamu.."

Kalimat itu terdengar menenangkan, Jisu mengangguk kecil. Lalu membalas pelukan dari Yeji tak kalah Erat.


Tok.. Tok.. Tok..



"Jisu- ya, sudah bangun?" Terdengar suara seorang Gadis dari depan kamarnya, Terdengar seperti Suara Chaeryeong



Jisu dan Yeji terburu melepas pelukannya



"Iya, Udah kok! Aku baru mau mandi" Teriak Jisu, matanya sesekali menatap Pemuda di sampingnya yang terlihat gugup



"Okay, nanti kalau sudah.. Turun, kita makan" Ujar Chaeryeong lagi.. Tak lama, Suara Langkah kaki terdengar menjauh.



Kedua insan itu membuang nafasnya lega.. Setidaknya mereka aman untum sekarang.



"Aku harus kembali ke kamarku, nanti Joanne bisa Curiga kalo ga nemuin aku di kamar" Ujar Yeji tangannya mengelus pelan surai Jisu lalu tersenyum kecil



Yeji memungut pakaiannya, memakai pakaian itu dengan Cepat. Jisu ingin Turun dari Kasur, namun Rasa nyeri di bawah sana membuatnya duduk kembali membuat Yeji dengan Sigap menahan Jisu




"Astaga! Kamu gapapa? Sakit ya?" Tanya Yeji lembut, Jisu mengangguk kecil memejamkan matanya menahan nyeri.





"Okay, aku bantu kamu ke kamar mandi sebelum aku keluar" Ujar Yeji, lalu dengan Sigap mengangkat tubuh mungil gadis itu menuju ke kamar mandi








Yang ada di pikirannya saat ini, hanyalah kenyamanan Gadis Di gendongannya.






=================

Ryujin sedang berada di taman belakang, duduk memperhatikan hamparan luas Taman. Pikirannya benar benar mengawang sekarang, melayang entah kemana



"Bagaimana lagi aku harus menemukanmu" Gumam Ryujin



"Menemukan siapa?"




Suara itu seketika membuat Ryujin terkejut, Matanya menangkap Gadis berambut Brunette Berdiri tepat disampingnya.



"Kau tau pasti bukan?"




Chaeryeong terkekeh, ia duduk di kursi di samping Ryujin.




"Iya aku tau, Tuan Shin"




"Jangan berbicara Margaku sesantai itu"



Ryujin menatap Chaeryeong kesal, Gadis Lee itu hanya terkekeh



"Arraseo, Tuan Ryujin"



Ujaran itu membuat Ryujin celingak celinguk.. Bisa bahaya kalau ada yang dengar




"Lee Chaeryeong.. "




Ryujin mendekatkan wajahnya, matanya menyipit menatap Gadis Lee itu dengan sebal



"Wae? Mau apa?" Tantang Chaeryeong



Ryujin menjauhkan kembali wajahnya




"Bersyukurlah, banyak orang disini.. kalau tidak.."



"Apa? Mau apa? Jangan banyak alasan ya Shin, bilang aja kau ta.."



Cup




Mata Gadis Lee itu membulat, Kecupan singkat barusan benar benar membuatnya Terkejut



"Jangan pernah mengatakan aku takut Nona Lee Chaeryeong" Ujar Ryujin lalu berjalan meninggalkan Gadis Yang masih mematung dengan Pipi Yang merona




"YAK! SHIN! AWAS KAU!!"




Ryujin terkekeh, pipinya juga sedikit memerah..




aneh bukan? Yang mulai dia, yang malu Juga dia





============


Yuna Baru saja keluar kamarnya, ia melihat keluar Jendela.. ada Mobil Van disana, matanya menyipit sepertinya Mobil Van itu semalaman Terparkir di sana.



"Apa di Yongin Orang Boleh parkir di dekat Rumah Orang lain ya?" Gumam Yuna




Gadis itu pun memilih mengabaikannya, lalu keluar kamar.. ia berpapasan dengan Jisu yang baru membuka pintu kamarnya



"Pagi Jisu"



Jisu pun menoleh, ia tersenyum tipis



"Pagi Yun"



Jisu berjalan berlahan, berusaha berjalan se normal mungkin.. namun tetap saja, jalannya berlahan dan wajahnya seperti meringis sakit. Yuna yang berada di sampingnya, tentu saja bingung



"Jisu.. kau.. baik?" Tanya Yuna heran




"A.. Ah ya! Aku baik"



"Jalanmu.. Kakimu kenapa?" .




Jisu gugup sekarang, ia bingung harus menjawab apa



"Kakinya terkilir, ia salah langkah saat di tangga.. semalam ia mabuk.. malah menyusahkanku" Ujar Yeji




"Pagi Yeji, ohh Hati hati Jisu.. berarti nanti kau tidak Usah Ikut jalan jalan saja" Ujar Yuna




"Tidak apa kok, nanti Juga sem.."




"Iya, nanti aku akan menemaninya dirumah.. aku akan panggilkan Dokter nanti"



Ucapan Yeji barusan membuat Yuna Heran, mengapa Yeji jadi sangat perhatian pada Gadis Choi ini?




"Ohh baiklah.. aku akan turun, Kalau kakimu sakit.. kau di kamar saja, nanti ku ambilkan makanan" Ujar Yuna dengan senyumnya



Jisu mengangguk,




"Gumowo Yun"




Yuna pun pergi meninggalkan mereka, sementara Yeji yang tersenyum menatap Yuna



"Aw!"




Sesudah kepergian Yuna, Jisu langsung mencubit Pinggang Yeji. Menatap Pemuda itu sebal




"Liat apa kamu?!" Ujar Jisu Jutek




"Aku cuma senyum sama Yuna, emang ga boleh?"



"Ga boleh!" Jisu mengerucutkan Bibirnya Lucu




Ah iya, Yeji lupa.. Mulai hari ini, Statusnya akan berubah menjadi kekasih dari Gadis Choi ini bukan?




"Haha iya iya maaf ya" kekeh Yeji tangannya lagi lagi mengusak gemas Surai Jisu




Yap.. mulai sekarang, sepertinya Hidupnya akan mengalami Banyak perubahan karena Gadis Di depannya







===========To Be Continue========


Hey hey hey Ya!



Cukup. Jangan tanya. Wkwkwk gimana gimna?

Jangan lupakan

VOTE AND KOMEN

Biar diri ini makin bucin wkwks


Tolong nyonya Choi Jisu jelaskan.. mengapa setiap apdate IG itu ada Yejinya.. kenapa?! Kan ambyar😭😭😭


STOP.. GUA AMBYARRR LIAT KALIANN WEYYYYY😭😭😭😭😭

dahlaaaa

See you in the next part ehehe

Byunggg💕

Continue Reading

You'll Also Like

7.9K 1K 17
[ C O M P L E T E ✓ ] • Weeeklyhypen stories || Jaesunoo • Sebuah kisah di mana Kim Sunoo ingin seseorang mengubah rutinitasnya yang membosankan, dan...
84.9K 6.8K 59
[ END - LENGKAP ] Fake Instagram Shin Ryujin Just for fun ya!!! Cerita random. Bahasa non-baku. Cerita ini hanya fiksi belaka yang tidak sesuai den...
153K 10.9K 25
Jeongwoo, anak gadis yang telat puber dan jangan lupa, tingkahnya yang beda dengan anak gadis pada umumnya. Haruto, anak lelaki yang ketamvanannya...
22.4K 7.1K 47
Di tanah Pasundan, jauh sebelum kerajaan Siliwangi berdiri, nama Batara Lurang sudah eksis di kalangan penduduk sekitar. Semua tahu dia adalah sosok...
Wattpad App - Unlock exclusive features