DOSEN GILA [SELESAI]

Por Literarypen019

949K 38.7K 15.1K

[BELUM REVISI] DON'T COPY MY STORY! Apa yang ada di pikiran kalian mengenai sebuah perjodohan dan pernikaha... M谩s

BAGIAN 1
BAGIAN 2
BAGIAN 3
BAGIAN 4
BAGIAN 5
BAGIAN 6
BAGIAN 7
BAGIAN 8
BAGIAN 9
BAGIAN 10
BAGIAN 11
BAGIAN 12
BAGIAN 13
BAGIAN 14
BAGIAN 15
BAGIAN 16
BAGIAN 17
BAGIAN 18
BAGIAN 19
BAGIAN 20 (A)
BAGIAN 20 (B)
BAGIAN 21
BAGIAN 22
BAGIAN 23
BAGIAN 24
BAGIAN 25
BAGIAN 26
BAGIAN 27
BAGIAN 28
BAGIAN 29
BAGIAN 30
BAGIAN 31
BAGIAN 32
BAGIAN 33
BAGIAN 34
BAGIAN 35
BAGIAN 36
BAGIAN 38
BAGIAN 39
BAGIAN 40
BAGIAN 41
BAGIAN 42
BAGIAN 43
BAGIAN 44
BAGIAN 45
BAGIAN 46
BAGIAN 47
Ekstra Part 1

BAGIAN 37

11.7K 552 201
Por Literarypen019

HAY HAYY HAYYY BRE BRO CUYYY 🤗❤

SETELAH PART INI, AUTHOR IZIN HIATUS SEMENTARA, YA.

BERHUBUNG DG UDAH MAU TAMAT, MAU DEBUT CERITA BARU LAGI. STAY TUNE TERUS DI DG, KARENA INFO SQUEL AKAN DIUMUMKAN DI SINI:V

Happy reading ....

####

Pagi ini, rumah pasangan suami istri keren tersebut sudah kedatangan tamu. Kali ini bukan mami Devi, melainkan orang tua Leon. Ia lantas mengajak keduanya ke ruang keluarga.

"Bagaimana bisnis ikan teri Papa? Lancar?" tanya Leon berbasa-basi.

"Lancar. Kemarin, papa adu dengan ikan lele, bukannya berlaga, malah dimakan ikan teri papa." Curhat papa Gun.

Leon memutar bola matanya jengah. Sepertinya populasi orang waras di bumi, sudah semakin menipis.

"Oh, iya. Ada apa Papa sama Mama ke sini? Kok, gak kasih kabar dulu?" tanya Leon.

Orang tua Leon saling pandang. Sepersekian detik setelahnya, papa Gun lebih dulu memutuskan kontak mata mereka. Ia beralih menatap putranya tersebut.

"Em, ekhem ... sebenarnya, ada yang ingin kami bicarakan. Penting," ujar papa Gun.

"Soal Risa?" Tebak Leon, dan langsung mendapat anggukan dari kedua orang tuanya.

"Ya iyalah, Leon. Masa tukang batagor depan gang. Ngaco!" cibir Mama.

Papa Gun mulai menceramahi Leon, ditambah dengan omelan mama Rinda. Lengkap sudah kesialan Leon pagi ini.

Leon hanya menjawab segala pertanyaan orang tuanya, dengan anggukan dan gelengan kepala. Ia berharap, akan datang dewi penolong. Misalnya tukang kredit panci, agar orang tuanya cepat pergi dari sana.

"Kamu denger omongan mama, 'kan, Leon?" tanya mama Rinda memastikan.

"Hm," sahut Leon malas.

"Anak sama papa sama saja!" cibir mama Rinda.

Papa Gun otomatis menoleh ke arah istrinya. "Lho, kok, jadi papa yang disalahin?" protes papa Gun.

"Iyalah, Papa dulu juga gitu," sahut mama Rinda.

Setelah itu, giliran orang tua Leon, yang malah berdebat. Saling menyalahkan satu sama lain. Leon memijit pangkal hidungnya, sesekali mengusap wajah dengan kesal.

Ia menjadi ragu, kalau pasangan suami istri di depannya ini adalah keluarganya. Pasalnya, sifat mereka berdua tidak ada, yang sama dengan Leon.

Pintu rumah terbuka, muncul sosok Risa dengan menenteng belanjaan di tangannya. Sepertinya, ia baru kembali dari supermarket.

Setelah melihat kedatangan Risa, barulah orang tua Leon menghentikan aksi perdebatan non faedah tersebut.

Mama Rinda langsung beranjak, melangkah mendekati menantu kesayangannya itu.

"Eh, Nak Risa. Dari mana?" tanya mama Rinda berbasa-basi.

Nguras kali! "Abis belanja, Ma," jawab Risa disertai cengiran khasnya.

Mama Rinda balas tersenyum. Ia mengambil beberapa kantung belanjaan, yang dibawa oleh Risa tadi.

"Sini, biar mama bantu," tawar mama Rinda.

Risa menggelengkan kepala. "Eng-gak usah, Ma." Namun, tangannya berkata lain.

Ia malah menyodorkan semua kantung tersebut kepada mertuanya. Kurang ajar!

Mama Rinda sempat tercengang. Namun, ia segera merubah mimik mukanya kembali, serta menampilkan senyum paksa ke arah Risa.

Di sisi lain, Leon menghembuskan napas lega. Akhirnya, ia terbebas dari ocehan mamanya, yang sudah seperti keledai berdansa.

"Leon," panggil mama Rinda.

Lagi? Leon merutuki nasibnya sendiri.

"Iya, Ma. Ada apa?" tanya Leon, sambil berjalan menghampiri mamanya, yang sudah berada di dapur sendirian. Risa pergi ke kamar, untuk berganti pakaian.

"Bantuin mama. Kamu kan jago masak," tutur mama Rinda seenak jakun.

Leon menyesali perbuatannya, yang sedari dulu hobi memasak. Harusnya, dirinya dulu mengambil les balet. Meresahkan!

"Yeuh ... malah bengong!" tegur mama Rinda, mengembalikan atensi Leon.

Tiba-tiba ide zalim terlintas di benak Leon. Ia melirik ke arah tangga, belum terlihat tanda-tanda Risa turun.

"Ma. Sebenarnya, Leon masih ada urusan sama Risa. Leon pamit pergi sebentar!" pamitnya.

Mama Rinda memicingkan mata, menatap horor ke arah Leon. "Jangan lama-lama!"

Leon mengangguk, lalu segera pergi menemui istri kecilnya itu. Untung saja, mamanya percaya. Hari ini ia berhasil lolos, berkat istri durhakanya itu.

####

"Mas suami bantuin, dong!" kesal Risa. Pasalnya, Leon sama sekali tak mau membawakan belanjaan mereka berdua. Padahal ini juga gara-gara ulah Leon.

Mereka tak menggunakan mobil, lantaran masih masa perbaikan di bengkel.

Leon tak bergeming. Memasukkan tangan ke saku celana, sambil berjalan tanpa berniat membantu Risa sama sekali.

Risa menghentak-hentakkan kakinya ke tanah. Risa membatin, ini kalo gue sleding palanya, mati gak, ya?

Tiba-tiba Leon berlari, menuju ke tengah jalan. Risa sontak menjatuhkan seluruh kantung belanjaannya ke tanah, saat melihat ada mobil yang melaju kencang ke arah Leon.

"Mas suami, awas!" teriak Risa. Namun ... selamat! Walaupun tubuh Leon sempat berguling di trotoar.

Risa berlari menghampiri Leon. Disusul beberapa orang di sekitar, yang ikut melihat kondisi Leon. Ia langsung mengecek keadaan suaminya itu. Raut wajahnya terlihat khawatir.

"Mas suami gak papa?" tanya Risa sedikit panik. Leon menggeleng.

Risa bangkit berdiri, menghadap ke arah mobil, yang hampir menabrak Leon. Namun, mobil tersebut sudah pergi.

"Woy! Puter balik, lo! Belum kelindes, nih!" teriak Risa. Membuat semua orang menjatuhkan pandangan keheranan ke arahnya.

"Apa?" tanya Risa kepada mereka semua. "Bubar!" serunya.

Orang-orang berhamburan meninggalkan kedua pasangan suami istri tersebut, tentu dengan disertai bisikan gaibnya.

Leon melepas sesuatu di pelukannya. Seekor anjing kecil, dengan bulu putih bersih. Untung saja ia tidak terluka sedikitpun.

Risa tercengang. Ternyata, Leon tadi sedang mempertaruhkan nyawanya sendiri, hanya demi menolong seekor anjing. Dasar, Anjing! Astagfirullah, anjing.

"Kaing! kaing! kaing!" Anjing tersebut menggonggong lucu. Perlahan sudut bibir Leon terangkat.

"Kau baik-baik saja?" tanya Leon kepada anjing tersebut.

Nih orang, kepalanya konslet apa gimana, sih? Gimana konsepnya, anjing diajak ngomong?! Heran Risa dalam hati.

Seorang wanita berjalan menghampiri mereka berdua.

"Ah, Leon. Kau tidak papa?" tanya wanita itu. Membuat Risa dan Leon saling pandang.

Seakan berkontak mata, bertanya kepada Leon, siapa? Sedangkan Leon, seakan memberi jawaban, tak tahu.

Wanita tak dikenal tersebut mengambil alih anjing kecil itu, dari genggaman Leon. Sepertinya, dialah pemilik hewan lucu tersebut.

Lantas pertanyaannya, dari mana wanita itu mengetahui nama Leon?

"Terima kasih, ya. Kalian sudah menyelamatkan Leon. Hampir saja dia tertabrak, kalau tidak diselamatkan oleh kalian berdua," ucap wanita itu.

Risa dan juga Leon sontak melebarkan kedua matanya. Jadi, yang wanita itu panggil dengan sebutan Leon itu, seekor anjing?

"Kalau begitu, saya permisi." Wanita tersebut berpamitan, lantas pergi dari sana.

Leon masih memikirkan kejadian beberapa menit yang lalu. Sementara Risa, menahan tawa di samping Leon.

Risa menutup mulut menggunakan kedua tangannya. Leon langsung menatap tajam ke arah istrinya itu.

"Kenapa?" tanyanya datar.

Risa menggelengkan kepalanya beberapa kali. Masih dengan mulut, yang terbungkam rapat.

Risa berdehem, guna menetralkan suaranya. "Saya mau ambil belanjaan dulu."

Risa melangkah ke arah beberapa barang yang berserakan, di seberang jalan.

"Aku punya anjing kecil ... kuberi nama Leon, dia senang bermain-main ... sambil berlari-lari." Risa sengaja menyanyikan lagu tersebut agak keras.

"Clarisa ...!" tegur Leon.

Bukannya berhenti, Risa malah semakin gencar menggoda Leon.

"Leon, guk! Guk! Guk! Kemari, guk! Guk! Guk! Ayo makan tai ...."

Leon mengelus dada. Astagfirullah, sabar. Jangan dulu dihujat.

TBC.

BYE BYE BYE BRE BRO CUYYY🤗❤

Author mau ucapin selamat, nih. Buat temen Author yang karyanya mau naik cetak 🎉😍


Jangan lupa kepoin ig penerbitnya, buat yang minat order.

Eh, tunggu beberapa bulan lagi, deng. Xixixi 😂😂

Doain DG biar cepet nyusul, ya.🤗

Satu kalimat untuk Risa?

Satu kalimat untuk Leon?

Ada yang mau request untuk part selanjutnya?

SAMPAI JUMPA DI NEXT PART. 🤗❤

Seguir leyendo

Tambi茅n te gustar谩n

41.4K 4.5K 53
Buku kedua dari Turkey's Best Route! Berak dan bernapas di umur mepet kepala empat tuh rasanya seperti sambil diapit banyak tuntutan orang-orang. Bia...
231K 18.6K 80
sebagai si penikmat Melon segar, Theo secara tak sengaja melakukan transmigrasi kesebuah Dunia aneh yang mana Dunia itu dipenuhi dengan Melon segar y...
36.5K 3.1K 32
wansut tentang Qiu/Shaoyou, isinya lucu-lucu kok soalnya aku ga suka angst
8.4K 852 15
Sejak Bapak dapat proyek di luar kota dan Ibu ikut mendampingi, rumah itu resmi dihuni lima laki-laki dengan tingkat kewarasan yang patut dipertanyak...
Wattpad App - Desbloquea funciones exclusivas