ANGKASA [Completed]

By queenskyle_

84.9K 6.2K 545

"nama kakak itu sama kayak reliatnya" "angkasa!sangat jauh dan mustahil di gapai" "tapi di dunia gak ada yang... More

🌹PROLOG🌹
[1. pertemuan]
🕊(!CAST!)🕊
[2. nyebelin!!!]
[3. Aku lagi yang salah]
[04. pelebur luka]
[05. cowok paling galak!!]
[06.jihan anora]
[07.Utusan dan surat]
[08. Dia aneh]
[09.Samudra arkana?]
[10.angkasa cemburu!?]
[11.Terserah kamu aja!]
[12.Gerogi]
[13.Titik lemah seorang angkasa!]
[14.Kalah dari awal]
[15.Pelukan dan kecupan]
[16.prihal rasa]
[17.AKU-KAMU]
[18.Pacaran sama kak angkasa!?]
[19.taruhan]
[20.Pasar malam]
[21.Malaikat pelindungku angkasa!"]
[22.Goresan luka]
[23.Tragedi]
[24.karna itu yang seharusnya!]
[25.bukan maksut]
[26.Sebenarnya ada apa?]
[27.Salah faham]
[28.Permainan takdir]
[29.mulai membaik!]
[30. pengakuan]
[31.malamnya para sahabat]
[32.permen susu??]
[33.Sebuah kejutan]
[34.Hadiah kecil untuk angkasa]
[35. Tuan putri dan Perisainya]
[36. Sebuah ancaman!]
[37. Menjauh]
[38.Andai kamu tau!]
[39.Putus?]
[41. Angkasa playboy!?]
[42.mungkin ini saatnya!]
[43.Hanya ada aku dan kamu]
[44.Penyesalan paling dalam]
[45.Trimakasih]
[UNTUK KALIAN:)]
[46.apa itu cinta?]
[47.Persiapan LDR?]
[48. Ulang tahun caramel END✔️]
spesial

[40. Bukan siapa siapa]

856 76 4
By queenskyle_

Yang masih nungguin trimakasih yaa🙏

Kemarin ada yang nyuruh angkasa buat cari tau pokok masalahnya katanya kesel kalo kaya gitu terus.

Hehehe
Aku tau gimana rasanya
Orang aku yang buat cerita sendiri aja gereget
Hahahaha
Curhat!!

Sory"

Maaf tapi aku udah ada alur sendiri di mana angkasa akan tau...

Pokoknya
Sabar aja

Yang tanya ini endnya sampai berapa

Jujur udah ada rencana tapi belum pasti
Jadi jawabannya..
......

.....

RAHASIA😁

TUNGGU AJA!!😊

Oh ya satu lagi jangan sampai lupa!!

Ada yang komen puji cerita ini bagus juga

Lagi lagi aku bertetimakasih
Semoga sampai akhir kalian suka

.........

.

Jangan lupa komen and vote.

Aku lebih suka kalian ungkapin apa yang kalian rasa setelah baca cerita aku.
Karna jujur itu buat aku lebih semangat

Dan tentu jadi sering up ceriranya😁🙏🖤

Happy reading🕊

Caramel menatap nanar lapangan utama saat gadis itu melewatinya,sudut bibir caramel terangkat menginggat disinilah pertama kalinya ia dan angkasa bertemu.

Andai saja dulu tidak ada kejadian seperti itu,pasti dirinya dan angkasa tetap menjadi asing sampai saat ini,pasti tidak ada alur takdir yang membuatnya dan angkasa harus menanggung luka ini.

"karaaa!!tunggu gueee!!"suara nyaring dari belakang caramel membuat langkahnya terhenti.

"bintang"pekik caramel,bintang segera berlari dan merangkul sahabatnya.

"kemarin gimana?"tanya bintang,raut wajah caramel berubah seketika,sadar akan hal itu bintang pun menepuk pundak caramel.

"coba aja lo dengerin gue sama pelangi ka!,pasti kak angkasa bakal bantu lo apapun itu pasti dia gak ngebiarin lo pergi gitu aja"tutur bintang,caramel tersenyum kecut.

    Apapun itu tidak bisa merubah kenyataan tetap saja papa angkasa tidak menginginkannya dan nasi sudah menjadi bubur,angkasa juga sudah mempersilahkan caramel pergi.

"eh bilong,mencemari kesegaran udara aja lo pagi pagi udah nongol di depan gue"ledek galaksi yang kebetulan berpapasan dengan bintang dan caramel.

     Bukan bukan hanya galaksi yang berpapasan dengan kedua gadis itu melainkan langit,niko,surya dan yang pasti angkasa juga ada bersama mereka.

"lah yang nongol elo,yang ada lo yang buat pagi gue suram"balas bintang.

   Mata caramel dan angkasa bertemu namun satu sama lain memilih membuang pandangan mereka,sedangkan langit,surya dan niko mulai menegang saat melihat ekspresi caramel dan angkasa.

"eh bos lebih baik jaga pacar lo jangan sampai ternodai sama jigong kudanil satu ini"ucap galaksi,ketiga sahabat angkasa memelototi galaksi yang tidak faham akan keadaan.

"ngapain lihat gue,bukannya omongan gue bener?"tanya galaksi dengan watadosnya.

  Bintangpun semakin tegang saat angkasa menatap caramel lama lamat,namun caramel hanya diam seolah tidak tau jika angkasa menatapnya.

"siapa yang harus gue jaga!"cletuk angkasa.

"ga beli permen ke kantin aja yok"ajak langit,galaksi menggeleng.

"apaan sih lo lang,orang gue nyuruh si bos jauhin camel dari bilong supaya tetep seteril kok"sewot galaksi,saat itu juga angkasa berdecih.

"buat apa gue peduli,dia bukan siapa siapa gue"sahut angkasa,tatapan caramel seketika beralih menatap angkasa,cowok itu menaikkan alisnya.

"kenapa?ada yang salah?"

   Caramel menggeleng cewek itu meremas ujung roknya,caramel tersenyum di hadapan semua orang yang ada di hadapannya dengan lihai caramel menyembunyikan lukanya.

"emang gak ada yang salah kok,aku sama kak angkasa ga ada apa apa"balas caramel,angkasa mengepalkan kedua tangannya yang tersimpan manis di dalam saku celananya.

"aku ke toilet dulu,permisi"pamit caramel,gadis itu berlalu pergi meninggalkan bintang yang diam mematung.

"khem..emm gue susul caramel"kata bintang di sertai deheman untuk menetralkan suasana,tak tunggu lama bintangpun melesat pergi.

    Angkasa diam namun beberapa saat kemudian tanpa mengatakan sepatah kata lagi cowok itu pergi meninggalkan para sahabatnya.

"elo sih ga!"cletuk niko.

"lah emang udah putus"gumam galaksi.

"ck.makanya punya bacot jangan lemes,udah kaya emak emak aja lo"sewot langit.

"kalian duluan biar gue susul angkasa"ucap surya,

   Angkasa berjalan dengan mata elangnya,ntah mengapa rasa sakit itu masih ada,sekuat tenaga angkasa meyakinkan hatinya bahwa dia dan caramel sudah selesai tapi apa??lagi lagi hatinya tidak terima saat caramel mengaggap mereka memang sudah berakhir dan tidak ada apa apa.

"kenapa sesulit ini untuk gue terima keadaan"decak angkasa,cowok itu menyandarkan punggungnya ke pohon yang ada di taman belakang sekolah tersebut.

"kenapa lo semudah itu nyerah dan harus terima keadaan?"sambar surya saat melihat angkasa begitu frustasi.

    Surya ikut duduk di samping angkasa,cowok itupun memejamkan matanya tanpa memedulikan keberadaan surya terlebih ucapannya.

"caramel minta putus dan lo terima gitu aja?"

"terus lo mau minta gue gimana"balas angkasa masih dengan mata terpejamnya.

"apa gak pernah terlintas dalam benak lo,gimana perasaan caramel saat ini?"

"dia kelihatan lebih baik dari yang gue bayangin"

   Mendengar itu surya terkekeh dan menggelengkan kepalanya.

"lo tarik kesimpulan hanya karna lo lihat dia baik baik aja di hadapan lo,mudah buat lo nyembunyiin rasa sakit lo di hadapan dia lo seolah gak peduli tapi apa??setelah lo sendiri hati lo gak bisa bohongkan kalau lo gak terima caramel pergi"tutur surya,cowok itu melirik angkasa yang tidak menunjukkan responnya.

"caramel juga bisa ngelakuin itu ang!siapa tau sekarang dia lagi nangis,gak ada yang tau itu"tambah surya.

   angkasa membuka matanya dan saat surya tau angkasa mulai memahami ucapannya sudut bibir surya terangkat.

"lo ngerasa aneh kan dengan berubahnya sikap caramel?lo ngerasa ga terima lo di putusin gitu aja!tapi kenapa lo gak berusaha cari tau ada apa sebenarnya ang"tambahnya lagi,angkasa menaikkan alisnya.

"gue harus apa?"tanya angkasa,surya terkekeh dan menepuk pundak angksa.

"cari caramel!lo susul dia gue yakin pasti dia lagi nagis karna ucapan lo tadi!tenangin dia dan lo harus cari tau apa penyebab caramel mutusin lo,kalau caramel menutupinya lo bisa berusaha cari tau itu sendiri"

    Angkasa mengagguk faham setelah mencerna baik baik saran dari surya cowok itu segera bangkit dan beranjak mencari keberadaan caramel.

   Di sisi lain caramel tengah menangis di taman utama sekolahan ia bahkan tidak peduli dengan orang yang berlalu lalang melewatinya,dengan tatapan kosong mata caramel terus mengeluarkan cairan bening.

  "Kenapa sesakit ini angkasa!kenapa sangat sakit rasanya saat kamu mengaggap kita bukan siapa siapa,bukankah itu yang aku mau,tapi kenapa aku sendiri yang tidak kuat dengan hal ini"batin caramel.

   Ntah angin dari mana yang menuntun langkah angkasa menuju taman utama,cowok itu mengitarinya mencari keberadaan caramel sampai mata angkasa menangkap punggung bergetar gadis yang sedang duduk di salah satu bangku yang ada di sana.

    Angkasa menatap tubuh bergetar caramel dari belakang,ia tau caramel sedang menangis fikirannyapun mencuat ke pada perkataan surya tadi.

"bodoh!kenapa kamu nangis?bukannya kamu yang minta sendiri aku seperti itu"batin angkasa dengan mata elang.

   Melihat caramel menangis sendirian disana membuat hati kecil angkasa tidak terima,yaa tentu saja ia tidak mau melihat orang yang ia cintai seperti itu.

"kelihatannya surya bener,gue harus cari tau sendiri dan kembaliin hubungan itu lagi"tekat angkasa.

   cowok itupun beranjak menghampiri caramel,namun langkah angkasa terhenti saat melihat kehadiran samudra yang menutup mata caramel dari belakang menggunakan telapak tangannya.

"tebak hayo!!"ucap samudra yang tengah mengerjai caramel.

"kak samudra"balas caramel,samudra mendengus kesal karena caramel langsung mengetahui bahwa itu dia.

"ah ga seru,tebak dulu kek siapa gitu"gumam samudra,cowok itupun duduk di sebelah caramel.

"orang aku tau itu kakak"sahut caramel.

    Samudra terkekeh dan melirik caramel,cowok itu memicingkan matanya saat melihat mata caramel yang sembab seperti habis menangis.

"ck.pasti lo kesini nangis kan"decak samudra,caramel menggeleng.

"nggak"jawab caramel bohong,samudra berdecih.

"cih...dasar cengeng kek bayi aja lo"cibir samudra,caramel memelototkan matanya.

"enak aja!orang aku gak nangis kakak aja tu main nuduh"protes caramel.

  samudra terkekeh dan menatap caramel lamat lamat,caramel yang merasa dirinya mendapat tatapan aneh pun mengerutkan kening heran,samudra kian mengikis jarak antara wajahnya dan wajah caramel.

"kakak mau apa sih"pekik caramel mulai panik,samudra tersenyum miring mengabaikan caramel,cowok itu terus mendekatkan wajahnya dan...

Pluk....samudra menjitak kening caramel membuat gadis itu reflek memekik dan mengelus keningnya.

"kakak apaan sih,main jitak jidat aku seenaknya"sewot caramel,samudra menjulurkan lidahnya.

"itu hukuman buat bayi yang tukang bohong"balas samudra dengan watadosnya,caramel menggelengkan kepalanya.

    Disanalah samudra perlahan mengembalikan tawa caramel dengan prilaku konyol dan cerita cerita yang membuat caramel tidak bisa menyembunyikan tawanya.

    Meski luka masih terlihat nyata setidaknya caramel masih bisa tertawa walaupun tawa itu hanya untuk menutupi lukanya dan tidak seindah dan semenyenangkan saat bersama angkasanya.

    Disisi lain mata elang itu terus menatap kedua orang yang tengah tertawa dengan kedua tangan mengepal,rahang cowok itu mengeras lagi lagi dan lagi hatinya terasa tercabik cabik dengan kenyataan yang ia dapat bahwa senyuman itu sudah tidak lagi menjadi miliknya.

   Angkasa tersenyum miris menatap caramel,cowok itu merutuki kebodohannya,untuk apa ia mencari caramel kalau sudah ada laki laki lain yang selalu siap siaga di sisi gadis itu..semua terasa sia sia bagi angkasa.

"buat apa gue cari penyebabnya?tanpa gue cari gue udah temuin alasan dia putusin gue dan mengakhiri segalanya,yaa mungkin cowok brengsek itu lebih bisa buat dia bahagia dari pada gue dulu"batin angkasa.

    Dengan tambahan luka itu angkasa memilih mundur dan pergi meninggalkan caramel,mungkin kali ini angkasa akan benar benar pergi dari caramel,untuk apa dia mempertahankan hati yang sudah tidak menginginkan hatinya??....

"kenapa lo sebego ini sih ang!"

"dia gak seperti yang lo fikir!lo lihat sendiri dia mudah berpaling dan berpindah hati tanpa memedulikan perasaan lo"

"lo harus bisa lupain dia dan lo harus tunjukin bahwa dia bukan apa apa di hidup lo"

    Batin angkasa terus mengutarakan kekesalannya,angkasa nampak sangat kacau!di dalam kegelapan gudang itu angkasa menghisap rokoknya,untuk meredakan emosi dan rasa sakitnya.

    Cowok itu menatap sekeliling,bahkan saat ia ingin menenangkan hatinya kenapa hati angkasa semakin sesak,semua tempat membuatnya teringat akan kenangannya bersama caramel.

"hukuman apa lagi"

"bersihin gudang ini,tempat ini bakal gue pakek kumpul bareng anak anak yang lain,jadi jangan sampai ada debu tersisa,kalau sampai ada.lo bakal tau sendiri akibatnya!!"

"mau kemana lo??"

"ya ngerjain tugas aku"

"masih ada debu"

"nggk udah bersih kok"

"lo buta atau gimana ?"

"iya iya aku bersihin,gak usah marah juga kali"

"kalok mau ngehina gak usah di batin!"c

"ngg..nggak kok"

"tu bersihin"

"kenapa gak jadi??"

"gak baik buat lo"

"emang baik buat kakak??"

"ishhh...kakak tau gak sih!!rokok itu bahaya kak,buat orang lain aja bahaya apalagi buat penggunanya,kakak selalu ngatain aku cupu kakak sendiri gak tau atau kakak yang bego,di bungkus rokok aja ada tulisannya rokok membunumu tapi masih aja di beli,kalok kakak ga percaya sama aku liat aja besok kalok kakak udah mulai tua pasti kakak ngerasain dampaknya"

"emang kakak gak mau punya ist...."

"kelihatannya mulut lo perlu di bungkam"

"kakak mau apa sih,mundur kak aku gak nyaman"

"gue mau buat mulut manis lo bungkam"

"tenang!gue gak mau nyobek mulut lo,tapi gue mau bungkam mulut cerewet lo sama mulut gue"

     Angkasa memijat pelipisnya dan memejamkan matanya.

"angkasa!"

"aku takut angkasa..".

"ada aku ka"

"aku takut,kalau apa yang aku lihat jadi kenyataan"

"aku takut hantu yang aku lihat di film horor ada di sini...aku takut angkasa!"

"gak ada hantu ka!"

"kalo bener ada gimana??"

"kamu ajak kenalan aja,siapa tau bisa jadi temen curhat"

"aku serius angkasa,jangan bercandan!"

"iya,maaf"

"gak ada yang luka kan??"

"cuma merah aja tangan aku tapi udah gak sakit"

"kok bisa kekunci di sini?"

"aku gak tau,apa mungkin karna pintunya ke dorong angin kenceng banget ya jadi ke kunci sendiri,tadi aku cuma mau jalan jalan sambil nunggu kamu jadi aku kesini".

"kamu mau apa??"

"naik"

"nggak,aku gak mau!aku berat angkasa"

"naik atau aku kunci lagi kamu disini"

"jahat banget kamu"

     Angkasa menjambaki rambutnya frustasi keringat dingin mulai bercucuran,nafas angkasa menggebu ngebu,semakin ia mencoba menerima kenyataan semakin kenangan itu mencuat seperti kaset yang di putar secara acak.

    Setiap tempat yang di datanginya selalu menyimpan kenangannya bersama caramel,lalu bagaimana ia bisa menerima kenyataan yang sangat ingin ditolak olehnya...

"ARGHHH!!!!GUE GAK BISA GINI!!"teriak angkasa frustasi,tubuh angkasa tumbang di lantai.

   Lagi lagi dan lagi mata agkasa mulai memerah,ia tidak bisa dan mungkin tidak akan pernah bisa menjalani kekosongan ini,tanpa ada caramel di sisinya.

"aku gak bisa ka...aku gak bisa hidup tanpa kamu"lirih angkasa.

"nggak...nggak...kenapa gue terus inget lo?sedangkan lo udah bahagia sama cowok lain!"tegasnya dengan kekehan mengerikan.

     Otak dan hati angkasa saling bertentangan,ia tidak bisa terus begini lama lama ia bisa gila karna semua ini,kali ini angkasa benar benar hancur.

Terkadang Manusia terlalu nyaman dengan bahagianya
Sampai mereka tidak pernah memikirkan bagaimana jika takdir mengambilnya dari hidup mereka

Itulah kenyataan yang tepat untuk angkasa
Hidup angkasa sangatlah bahagia dengan caramel
Sampai ketika caramel di tarik keluar dari kehidupannya
Angkasa belum siap keluar dari zona nyamannya
Belum siap atau lebih bisa di bilang mungkin tidak akan pernah siap akan hal itu.

_____

     Jam terus berlalu namun angkasa masih setia di dalam kegelapan gudang,sedangkan para sahabat angkasa mulai bingung mencari keberadaan angkasa,namun mereka memilih membiarkan angkasa sendiri,mereka tau angkasa akan menampakkan dirinya ketika di kira hatinya sudah tenang nanti.

"sebenarnya ada apa sih ngi?"tanya langit kepada pelangi.

    Saat ini keduanya berada di perpustakaan,langit sengaja mengajak pelangi kesini untuk menghindar dari para sahabatnya dan sahabat pelangi supaya langit bisa bicara berdua saja dengan kekasihnya.

"ada ap....apa apanya??"sahut pelangi gugup,sebenarnya cewek itu sangat tau hal apa yang ingin di bicarakan oleh langit.

"kenapa kara putusin angkasa?"balas langit tudepoin,pelangi menggigit bibir bawahnya,ia sudah janji kepada caramel untuk tidak mengatakan hal itu kepada angkasa dan yang lainnya.

"udahlah lebih baik kita gak usah ikut campur aja kan itu privasi mereka berdua"kilah pelangi,langit nampak terdiam.

"gimana bisa aku gak ikut campur ngi??hidup sahabat aku berantakan,angkasa menderita dan dia memilih menanggungnya sendiri"batin langit.

"serius kamu gak tau,kan kamu sahabat caramel masa iya dia gak ada cerita apa apa"ulang langit,pelangi menggelengkan kepalanya.

"kenapa kamu tanya gitu?"

"gak papa cuma pengen tau"

     Galaksi,niko dan surya yang tengah menunggu langit keluar dari perpustakaan pun mulai di buat penasaran.

"tumben banget si langit mau masuk ke tempat itu"gumam galaksi.

"pasti cuma mau tanya tanya tentang putusnya angkasa sama caramel"sambung niko.

"lagian ngapain sih camel putusin bos,udah untung punya pacar sulthan"ucap galaksi ambigu.

"sejak kapan nama angkasa jadi sulthan,sembarangan lo"timpal niko,galaksi memutar bolamatamya.

    Sedangkan surya hanya diam memikirkan dimana angkasa saat ini,kenapa angkasa tak kunjung kembali setelah memutuskan menyusul caramel?apa terjadi sesuatu yang tidak di inginkan?.

     Caramel sedikit lebih pendiam semenjak memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan angkasa,dia juga tidak banyak bercerita kepada bintang.

   Seperti saat ini caramel hanya diam mengaduk ngaduk bakso yang ada di hadapannya,mata caramel menatap bangku pojok kantin yang saat ini tengah kosong.

"kamu dimana?kenapa kamu gak makan?aku ga mau kamu sakit angkasa,aku gak mau kamu siksa diri kamu cuma gara gara orang sejahat aku"

   Bintang menatap caramel,jujur saja saat ini dirinya tidak tega melihat caramel seperti ini,terlebih saat angkasa mengucapkan kalimat menohoknya tadi.

"ka dimakan baksonya jangan di aduk aduk"kata bintang.

"kamu pasti benci banget sama aku?maaf angkasa disini aku gak bisa apa apa,aku gak bisa pertahanin hubungan kita"batin gadis itu lagi.

"caramel! Oi!!"pekik bintang menyadarkan lamunan caramel.

"apa?"tanya caramel.

"makan ka!jangan gini terus,gue gak tega"

"ini aku makan"

"gue gak tau harus bantu apa,lo yang nyuruh gue supaya gak bilang apa apa sama kak angkasa,tapi lihat ka!semakin lo diem gini semakin kak angkasa larut dengan semua kesalahfahamannya sama lo"tutur bintang.

"bukannya itu yang lebih baik ya bi?lebih baik dia kecewa sama aku daripada untuk kesekian kalinya dia kecewa sama papanya"balas caramel.

"terserah lo lah"pasrah bintang.

"aku gak mau angkasa merasa di khianati papanya bi!karna angkasa hanya punya papanya yang masih ada di dunia setelah kepergian mamanya"

🥀🥀🥀

     Waktu terus berjalan dan saat ini bel pulangpun berbunyi,semua siswa bersiap untuk meninggalkan kelasnya termasuk angkasa dan para sahabatnya.

"ang mau nongkrong dulu?"tawar langit,angkasa menaikkan alisnya.

"gue sibuk"cletuk angkasa.

"mau kemana lo?"tanya surya,angkasa tersenyum getir.

"ke rumah mama"balas angkasa,mata para sahabat angkasa saling bertatapan.

   Jujur hati mereka selalu merasakan hantaman saat angkasa menjawab mereka dengan kata kata yang menurut mereka sangat menyakitkan,mereka merasa tidak bisa di andalkan oleh angkasa sampai cowok itu selalu meluapkan emosinya di makam elsa.

    Sebenarnya bukan begitu,apa yang mereka fikirkan sangat bertentangan dengan apa yang angkasa fikirkan,yang ada di fikiran angkasa cowok itu hanya tak mau membebani oranglain hanya karna hidupnya yang dia anggap sialan seperti ini.

     Caramel berjalan dengan tatapan kosongnya,ntah mengapa namun gadis itu tidak bisa mengelaknya,angkasa memang sangat penting bagi hidupnya! Lihat saja ini,saat hari harinya tak lagi bersama angkasa kekosongan itu semakin terlihat nyata.

"karaa!!buru buru amat,jalan jalan dulu ayo"kata pelangi,cewek itu berlari dengan bintang dan mengimbangi langkah caramel.

"aku mau langsung pulang"balas caramel dengan senyumannya.

"gue ikut"sahut bintang,pelangi mengagguk,caramel menyunggingkan senyumnya untuk menutupi rasa lelahnya.

"aku tau kalian cuma khawatir sama aku,tapi aku bisa hadapi ini sendiri percaya sama aku"sambung caramel,bintang dan pelangi hanya bisa pasrah.

    Tanpa mendengarkan jawaban kedua sahabatnya caramel beranjak pergi,langkah caramel terhenti saat melihat angkasa berada di parkiran motor.

    Dari balik helmnya angkasa menatap caramel,gadis itupun sama,kali ini tidak ada yang menghindar satu sama lain mereka hanya diam,dari mata keduanya menyuratkan ribuan bahkan jutaan rasa rindu yang menggebu.

"sekeras apapun aku berusaha benci kamu semua itu percuma,karna satu kelemahan aku yaitu gak bisa benci atau marah sama kamu"batin angkasa.

"aku fikir hidup aku tanpa kamu akan berat tapi angkasa!semua gak seperti yang aku fikirkan ternyata tanpa kamu hidup aku jauh lebih berat dari yang aku bayangkan"batin caramel.

     Waktu seakan terhenti ntah ada apa dengan keduanya,tanpa mengungkapkan apa apa jantung keduanya berdetak tak karuan,baik angkasa maupun caramel merasakan rasa rindu yang sama.

"andai kamu tau gimana rindunya aku sama kamu sekarang ka!"

"aku rindu kamu angkasa!"

     Hati mereka seolah saling sapa dan mengungkapkan apa yang dirasa namun raga mereka membentangkan jarak seperti orang asing yang tak memedulikan satu sama lainnya.

   Sudah cukup seperti ini saat berikutnya bayangan caramel tertawa dengan laki laki selain angkasapun mencuat dalam ingatan angkasa dengan cepat cowok itu memalingkan pandangannya dan pergi melewati caramel begitu saja.

   Disinilah gadis itu tersadar akan posisinya yang tidak lagi di anggap oleh seorang angkasa,siapa yang harus di salahkan atas luka ini??apakah masih berhak dia menyalahkan angkasa yang telah mengabaikannya?sedangkan caramel sendiri yang sudah memutuskan semua ini dan membuat begitu banyak goresan luka di hati angkasanya.

"pergi angkasa!aku harap kamu bisa mulai hidup kamu,tanpa aku dan kita tutup kisah kita,saat kita sudah menjadi asing maka biar luka ini akan mengering dengan sendirinya"

      Sore ini angkasa kembali mengunjungi makam elsa,cowok itu membawakan buket bunga yang sangat indah untuk mamanya,angkasa tersenyum menatap gundukan tanah di hadapannya.

"sore ma!angkasa tepati janji angkasa buat dateng ke rumah mama lagi"ucap angkasa sembari menaruh buket bunga itu di atas gundukan tanah makam elsa.

"bunga nya indah ma,angkasa sengaja beli buat mama"

     Ntah mengapa perasaan angkasa benar benar lemah saat ini,bahkan hanya melihat nisan bertulis nama mamanya saja mata angkasa sudah berkaca kaca.

   Mungkin dia sudah sangat lelah untuk menyembunyikan luka yang dulu pernah ia tinggalkan dan kembali lagi menyapa hari harinya saat ini.

   Luka yang dulu menyiksanya,luka yang menjadikan dia tumbuh menjadi seseorang yang angkuh dan kejam,seorang gadis bisa menghapus semua luka itu hanya dengan senyumanya namun...dengan senyuman itu juga angkasa kembali mendapatkan rasa sakit yang sama bahkan kali ini berlipat lipat rasa sakitnya.

"gue harus bangkit!gue gak mau lihat mama sedih karna gue terus begini,gue harus bisa lepasin dia dan menjalani hidup normal supaya mama bahagia di atas sana"batin angkasa,mata angkasa tidak berpaling dari nisan elsa,cowok itu mengembangkan senyumnya.

"gue angkasa lingga nugraha gue janji mulai besok gue akan lupain semuanya,semua tentang dia dan semua kenangan tentang dia,gak ada lagi yang perlu gue pertahankan karna bagi gue dia bukan siapa siapa lagi!"

"dia udah bahagia dan saatnya gue cari kebahagiaan gue sendiri tanpa melibatkan kehadiran dia...."

T....B..C..🖤

Moga kalian suka yaa

See you 👋🙏




Continue Reading

You'll Also Like

1.2K 36 21
Memang cinta dimasa SMA itu sangat menyenangkan, tapi bagaimana dengan anak laki-laki yang tak pernah menemukan cinta dan lelah dengan cinta yang tak...
230K 16.4K 54
Jilan Agatha. Sifatnya susah diatur dan tak mau diatur, berbanding terbalik dengan kembarannya. Jilan panggilannya, kelakuannya jauh dari kategori '...
29.1K 3.1K 49
⚠️YANG PLAGIAT DOSA Bagaimana jadinya jika Caramel mempunyai gebetan yang merupakan kakak kelasnya. Namun, yang mengaguminya justru adik dari gebetan...
Capricorn By Imbluee

Teen Fiction

162 13 11
"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan baske...
Wattpad App - Unlock exclusive features