Alumni Hati

By niasafitri976

41.3K 2.8K 347

Dear Mantan! Jangan terlalu membenciku bukan kah dulu aku kesayanganmu. More

Prolog
Alumni Hati_*01
Alumni Hati_*02
Alumni Hati_*03
Alumni Hati_*04
Alumni Hati_*05
Alumi Hati_*06
Alumni Hati_*07
Alumni Hati_*08
Alumni Hati_*09
Alumni Hati_*10
Alumni Hati_*11
Alumni Hati_*12
Alumi Hati_*013
Alumi Hati_*014
*Alumni Hati_15*

*Alumni Hati_16*

650 51 10
By niasafitri976

Naruto masuk kedalam kelas, yang langsung mendapat tatapan dari semua teman temannya, Naruto heran ada apa?
Tanpa Naruto sadari, berita tentang perkelahian nya dengan murid dari Suna, telah menyebar luas.

"Naruto, kau tak apa" Teriak Kiba begitu melengking.
"Kau terluka, mana yang sakit, mana, astaga wajahmu biru biru, sakit kah" ucap Kiba terus cerocos sebegitu khawatir dan panik kah Kiba melihat keadaan Naruto, jika iya sangat pengertian sekali Kiba ini.

"Aaasshh" Naruto mendesah kesakitan saat tangan Kiba dengan lancang menyentuh memar di sudut bibir Naruto.

Fuck Kiba, seperti itu mungkin isi hati Naruto, sudah tau biru biru kenapa di pegang sudah pasti sakit, memang tolol anjing satu ini.

"Sakit bodoh" pekik Naruto memarahi Kiba.
"Kupikir cuma manusia yang punya rasa sakit" gelak Kiba tertawa.

Shikamaru dan yang lain hanya cengengesan kecil melihat tingkah Kiba dan Naruto.

" Maksud mu aku ini bukan manusia?" Tanya Naruto.
" Kau kan rubah hahaha" tawa Kiba melengking saat meledek Naruto.
"Di keluarin ekor sembilan hampus kau, jadi tai!" Ucap Naruto malas lalu duduk di kursinya.

"Mau balas dendam?" Ucap Sai
"Ayo balas dendam, masa cuma begini, kau mau terus terusan di ejek oleh mereka" timbal Kiba memanas manasi

Naruto terlihat sedang berpikir, dia harus mengambil langkah apa, balas dendam atau diam saja.

" Shika" tanya Naruto kepada Shikamaru, mungkin Naruto takut salah pilih tindakan, makanya dia bertanya kepada Shikamaru, karena bisa di bilang sikap Shikamaru lebih dewasa dari pada bocil bocil kematian ini.

Shikamaru tampak berpikir.

"Ayolah shika, tangan ku ngatal ingin menghajar mereka" ucap Kiba terus saja mengompor ngompori.
"Hilih, so soan sekali kau, Gilian beneran berantem, yang katanya bakalan maju paling depan, malah lari pulang paling depan" ucap Shino malas dengan sikap Kiba.
"Ya kan aku juga bantu, bantu doa di rumah"ucap Kiba nyengir.
" Kekerasan di balas kekerasan itu sepertinya ide yang buruk, tapi jika masalahnya Hinata yang ikut di bawa bawa, hayulah gaskeun" Ucap Shikamaru, yang langsung mendapat surakan dari teman temannya tanda setuju.

"Aku jadi mage saja ya, Shikamaru tank, Naruto Hyper, Shino marksman, Sai Fighter, yang lainnya Minions" ucap Kiba dengan ciri khas tertawanya.

Tiba tiba Hinata datang menghampiri mereka tanpa di sadari Hinata menguping sedikit pembicaraan mereka.

"Kalian mau balas dendam?" Tanya Hinata.

Pertanyaan Hinata Mampu membuat mereka jantungan saking kagetnya, Mereka pikir Hinata belum datang.

"Nar?" Tanya Hinata.
"Engga Nata" elak Naruto berdiri dari duduknya menghampiri Hinata, yang terlihat sedang gelisah.
"Engga apanya, tadi jelas jelas aku dengar dengan telingaku sendiri, kalian mau balas dendam, udahlah jangan di perpanjang" ucap Hinata, entahlah Hinata hanya takut, rasa takut itu membuat Hinata sedikit emosi.

"Kau tak apa? Masih ada yang sakit?" Tanya balik Naruto, Naruto memang khawatir dengan Hinata, tapi juga ingin mengalihkan pembicaraan mereka, sambil sedikit mengelus wajah Hinata, kemudian tangan, lalu menggenggamnya, tapi sayangnya di hempas oleh Hinata.

"Jangan mengalihkan pembicaraan Naruto" ucap Hinata sedikit emosi.
" Engga Nata, Tadi cuma bencanda" Naruto masih mengelak.
" Aku gasuka ya kau berkelahi seperti itu, jangan so jadi jagoan" ucap Hinata sedikit mendorong dada bidang Naruto, lalu duduk di kursinya.
"Nat" Saat Naruto ingin mendekati Hinata di tahan oleh Ino.

"Biarkan Hinata tenang dulu, kau tau kan kenapa Hinata segitu marahnya, dia itu khawatir"ucap Ino lalu menyusul Hinata duduk di sebelahnya sambil menenangkan Hinata.

" Sudahlah Guys, Nar sudah jangan di tambah runyam lagi masalahnya, biarkan mereka mau berbuat apapun, kalian jangan meladeni atau apapun itu, tidak ada untung nya juga berkelahi seperti itu. " Nasehat Sakura menepuk pundak Naruto, membantu sedikit menenangkan juga.

"Tapi harga dir-" ucap Kiba terpotong
"Harga diri harga diri, makan tuh Harga diri" ucap tenten jengah dengan kiba.
"Sini kau by one get on" ucap Kiba memasang kuda kuda.
"Kebanyakan bergaul sama anjing, jadi mirip" tawa tenten mengejek.
" TENTEN, dua cepolmu ku jitak mampus kau, ketar ketir" teriak Kiba saat tenten melenggang pergi setelah membuatnya emosi.
"Yakin deck!" Tawa tenten.

Bel masuk berbunyi, Mata Naruto terus saja tertuju ke arah Hinata, hatinya sedikit bingung, rasa khawatir, kesal, dendam sedang bercampur aduk, Naruto juga bingung harus apa, jiga nekat untuk balas dendam, khawatir Hinata membencinya, jika diam saja, sudah pasti mereka akan semakin seenaknya, lagi lagi khawatir juga takut terjadi sesuatu kepada Hinata seperti kemarin, arghh persetan, Naruto kesal.

*****

Naruto sibuk mencari Hinata yang setelah bel istirahat berbunyi Hinata tidak ada jejaknya entah kemana perginya gadis itu.

"Panik sekali ayangnya hilang" ejek Kiba.
" Berisik" Naruto menatap tajam Kiba.
"Kemarin kemarin saja berkelahi terus seperti tom&Jerry, sekarang saja ketar ketir nyari ayangnya" giliran sai yang mengejek.
" Kalian bisa diam tidak, sudah jangan mengikuti ku, pergi sana" Naruto kesal bukan main.

Mereka hanya tertawa puas melihat ekspresi Naruto yang panik seperti ini, plin-plan sekali Naruto ini, kemarin kemarin kebanyakan gengsi, sekarang, di cari cari.

"Ikut dulu kekantin siapa tau Hinata disana, sudahlah jangan panik seperti itu Hinata tidak akan jatuh ke pelukan pria lain" ucap Shikamaru tersenyum mengejek, sambil menyeret Naruto.

Tibalah mereka di kantin, disana ada Ino,tenten, dan sakura, tapi Hinata tidak bersama mereka, kemana perginya Hinata.
Naruto langsung menghampiri meja mereka dan langsung menanyakan keberadaan Hinata.

"Hinata kemana" tanya Naruto to the points.

Mereka menatap Naruto intens.

" Ngapain nanyain Hinata, mau di ajak gelut"tanya balik tenten sinis.
"Hinata dimana, susah sekali jawab begitu juga"ucap Naruto sedikit panas.
"Taman belekang" jawab Ino.

Naruto langsung berlari menuju taman belakang untuk menemui Hinata, mereka hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Naruto.

*****

"Hinata" panggil Naruto

Hinata membalikkan badannya da menatap Naruto.

"Naruto" jawab Hinata

Naruto berjalan menghampiri Hinata lalu duduk di sebelahnya.

" Kenapa tidak makan hmm?" Tanya Naruto
"Sedang tidak berselera" jawab Hinata.
" Gomen nee" ucap Naruto tiba tiba

Mendengar itu Hinata membalikkan tubuhnya menghadap Naruto, lalu menatapnya.

" Untuk?" Tanya Hinata.
"Semuanya" jawab Naruto, ikut membalikkan tubuhnya menghadap Hinata.

Hinata hanya tersenyum manis, rambutnya yang ikut bergerak tertiup angin, menjadikan Hinata terlihat begitu cantik, sumpah Naruto tak kuasa menahannya, ingin rasanya Naruto mengecup kembali bibi Hinata yang merah muda merona itu.

"Tak apa, aku sudah memaafkan mu sebelum kau meminta maaf" jawab Hinata masih dengan senyumannya.
"Terima kasih" ucap Naruto tak lupa dengan senyumannya juga.
" Kau serius ingin balas dendam kepada mereka?"tanya Hinata.
"Janganlah Naru, aku khawatir, takut terjadi apa apa denganmu" ucap Hinata lagi.
"Iyaa aku tidak akan balas dendam atau berkelahi lagi, kau tak perlu khawatir, oke" ucap Naruto sambil mengelus kedua pipi Hinata, menyakinkan Hinata agar dia akan baik baik saja.
"Masih sakit kah" tanya balik Hinata saat melihat luka di wajah Naruto yang membiru, lalu mengelusnya perlahan.

Naruto menyukai dan menikmati elusan lembut tangan Hinata di wajahnya sambil memejamkan matanya, namun tak sengaja Hinata sedikit menekannya membuat Naruto mendesah kesakitan.

"Aaaishh" desah Naruto ngilu
"Aa gomen ne" ucap Hinata merasa bersalah lalu menghempaskan kembali tangannya.

Namun Naruto menahannya, menuntun nya untuk kembali mengelus wajahnya, Naruto sangat menyukainya, tangan Hinata kembali mengelus wajah Naruto.

Melihat Naruto memejamkan matanya hanya karena elusan tangan Hinata, membuat Hinata, kelabakan, entah ada keberanian dari mana, tiba tiba saja Hinata mengecup bibir Naruto.
Naruto hanya terpekik kaget saat Hinata menciumnya, membuka perlahan matanya, lalu menutup nya kembali, menikmati ciuman Hinata.

Saat Hinata hendak menyudahi itu, Naruto menariknya lagi, giliran Naruto yang mencium Hinata, membuka mulutnya, sedikit melumatnya, Hinata pun menikmati ciuman Naruto yang bisa di bilang lebih panas di bandingkan yang sebelumnya.

Naruto menyudahi ciumannya, namun enggan untuk melepaskan Hinata, keningnya saling beradu, saling bertatapan, dan terseyum, Naruto mengusap bibir Hinata yang sedikit basah oleh kegiatannya barusan.

" Hinata, Ayo balikan" ucap Naruto lirih.

Hinata membulatkan matanya tak menyangka, menjauhkan dirinya dengan Naruto.

"Hah" ucap Hinata tak menyangka.
" Mau atau tidak" ucap Naruto tersenyum, sambil membenarkan anak rambut Hinata yang tertiup angin lalu mengelus kedua pipi Hinata.

"Hinata" tiba saja seseorangan memanggil namanya.

Hinata membalikkan tubuhnya melihat siapa yang memanggilnya, dan ternyata tenten berdiri disana.

"Sasuke senpai mencarimu" ucap tenten
" Kenapa" tanya Hinata.
" Tak tau, mending kau temui dia dulu" jawab tenten

"Naru aku pergi dulu" pamit Hinata, meninggal kan Naruto, dengan tergantung nya jawaban untuk Naruto, menghampiri tenten, lalu melenggang pergi .

Naruto hanya menjambak Surai kuning nya prustasi, persetan dengan Sasuke.

*****

TBC

Huaaaa akhirnya up juga ya ges ya.
Niat nya mau double up, tunggu aja nanti siang deh atau engga malem .

Vote and Comment jangan lupa ya guys,,,
Aaaa semoga sukaa.
Babay see you next time sayang sayangku🥰





Continue Reading

You'll Also Like

124K 5.4K 19
Naruto © Masashi Kishimoto Pairing : Naruhina Bagaimana jika seorang majikan menyukai Asisten Rumah Tangganya sendiri?
50.2K 4.7K 41
"Aku tak tahu harus menyangkalnya atau tidak. Apakah ini kesalahan atau bukan. Yang kutahu adalah, aku bahagia hanya dengan melihat senyummu. Aku ter...
20.1K 2.5K 18
Sebuah kisah di lantai 13 Apartemen Akatsuki
51.4K 5.7K 35
Baca daftar isi sebelum membaca agar tidak bingung bosqoe.
Wattpad App - Unlock exclusive features