hi, it's been a long time. hope u miss me, esp this story. HAPPY NEW YEAR BTW.
AND I'M SO HAPPY THAT AFTER ONE YEAR, WENDY IS HAVING A STAGE AGAIN!!!! okay, moving on to the story.
covid-19 : is a contagious disease caused by severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2).
January, 2020
Tahun baru dan udara di Korea masih sangat dingin. Chanyeol dan Renjun tengah bermain di lapangan basket belakang rumah. Mereka bersikeras olahraga di pagi yang dingin ini. Untuk menghangatkan diri katanya. Sementara Wendy dan Yuan diam menonton TV di ruang tamu. Tiba-tiba saja, acara kartun anak-anak yang sedang disiarkan terpotong oleh sebuah breaking news.
"Seorang warga negara Korea Selatan telah terpapara virus corona. Diharapkan bagi para pemirsa untuk tetap menjaga kesehatan diri dan keluarga sebagai bentuk antisipasi atas menyebarnya virus ini. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjaga kebersihan."
Wendy bergidik ngeri. "Semoga tidak semakin parah," ujarnya.
Yuan menarik ujung baju Wendy. "Eomma, corona mwoya?" tanyanya. Batita berumur dua tahun ini sudah mulai aktif berbicara dan bertanya.
"Hmm... Corona itu penyakit menyeramkan. Kalau Yuan sering main keluar rumah, di taman misalnya, Yuan bisa sakit karena itu," jelas Wendy dengan suara lembut agar Yuan tidak takut.
"Kalau sekolah?" tanya Yuan lagi.
"Hmm..."
Brak!
Tiba-tiba saja, pintu kaca digeser dengan kasar oleh Chanyeol, menimbulkan suara yang keras begitu membentur ujung bingkai pintu. Pria ini bernapas dengan tersengal-sengal, begitu juga dengan Renjun yang berjalan mengikutinya dari belakang. Di dalam, mereka masih bermain lempar bola.
"Ya! Micheoseo?!" bentak Wendy. "Awas kalau ada yang jatuh, pecah, atau rusak!"
"Iya iya, maaf. Kita berhenti sekarang!" teriak Chanyeol dan Renjun bersamaan.
"Sudah jam 8, cepat mandi. Kalian harus berangkat kerja dan kuliah jam 9, kan?"
Chanyeol dan Renjun mengangkat tangan mereka, menggesturkan hormat. "Siap, Nyonya!" teriak keduanya kemudian berlarian memasuki kamar untuk mandi dan bersiap-siap.
Sementara itu, Wendy menyiapkan bekal untuk Yuan karena si bungsu juga akan berangkat ke preschool pukul 9. Yuan sendiri masih diam di depan TV menonton kartun. Tepat ketika jam menunjukkan pukul 8.30, Chanyeol dan Renjun sudah turun ke bawah. Mereka berdua meneguk kopi dengan cepat.
"Renjun, kunci mobilmu," ujar Wendy sambil melemparkan kunci mobil pada Renjun.
"Terima kasih, eomma. Semuanya, aku pergi dulu. Bye bye, Yuan!" teriak Renjun lalu pergi menuju kampusnya.
Chanyeol menggandeng tangan Yuan kemudian mengecup pipi Wendy. "Pergi dulu, ya. Ayo, Yuan."
Wendy mengelus pelan lengan Chanyeol kemudian mengusap rambut Yuan. "Hati-hati."
Setelah suami dan anak-anaknya pergi, Wendy membereskan rumahnya. Wendy tidak bekerja lagi karena setelah melahirkan Yuan, ia mengundurkan diri dari perusahaan mertuanya itu. Ayah mertua memakluminya karena dulu Ibu mertua pun berhenti bekerja demi mengurus rumah tangga. Istilahnya mengabdi sepenuhnya pada suami dan anak-anak. Sudah dua tahun dan Wendy puas dengan keputusannya.
Selama dua tahun, ia malah menemukan passion nya dalam memasak. Ia telah mengikuti les memasak dan kemampuannya meningkat. Resep buatan Wendy bahkan sudah terjual pada restoran Chanyeol dimana atasan suaminya itu sangat menyukai resepnya. Tak hanya itu, ia pun dijadikan asisten guru di tempatnya les memasak dan upahnya cukup memuaskan. Walaupun sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga, setidaknya Wendy masih membantu menghasilkan uang untuk keluarganya.
Ping!
Terdengar bunyi dari ponselnya. Wendy segera mengecek pesan yang datang. Rupanya dari guru memasaknya. Tampaknya kelas hari ini akan dibatalkan karena tempat les harus ditutup demi menjaga keamanan bersama dari kerumunan yang kemungkinan menimbulkan tersebarnya virus. Wendy hanya bisa pasrah.
Kriiinggg!
Kali ini telepon rumah berbunyi. Wendy berjalan cepat untuk mengangkat telepon tersebut.
"Halo, dengan kediaman keluarga Park Chanyeol," sahutnya begitu mengangkat telepon.
"Wendy-ya, mianhae," ujar Chanyeol.
Wendy mengerutkan dahi. "Chagiya, wae geurae?" tanyanya. (sayang, ada apa?)
Chanyeol berdehem. "Salah satu chef ku terpapar corona. Dia sudah dibawa ke rumah sakit. Aku, Baekhyun, dan pegawai lainnya sedang menunggu giliran untuk di test."
"Apa?! Lalu bagaimana? Astaga, Chanyeol. Ini buruk sekali, apalagi reputasi restoranmu! Kesehatanmu juga!!"
"Aku tahu. Biar nanti manager pusat yang mengurusnya. Perihal kesehatanku, kamu tenang saja. Ah, sudah giliranku. Kututup dulu teleponnya."
"Chan--"
Panggilan diputus sepihak oleh Chanyeol. Wendy mengumpat kemudian menaruh kembali telepon dengan kasar pada tempatnya. Frustrasi bisa dibilang. Ia takut jika Chanyeol reaktif, maka kemungkinan besar dirinya dan anak-anak pun terpapar. Wendy membuang jauh bayangan tersebut. Ia pun memutuskan untuk menyibukan diri dengan menonton netflix.
Dua jam berlalu dan ini sudah waktunya Wendy menjemput Yuan di preschool. Wendy hanya membawa dompet dan ponsel beserta kunci mobilnya kemudian pergi cepat menjemput Yuan.
"Selamat siang, Yuan eomma," sapa Karina, guru preschool Yuan. "Yuan sedang mengemas barang-barangnya di dalam. Anda bisa tunggu sebentar di depan kelasnya."
"Baik, terima kasih, seonsaengnim."
Karina pun masuk kembali ke ruang kelas. Tak lama, Yuan berlarian keluar kelasnya. Wendy tersenyum hangat kemudian menggandeng Yuan. Setelah berterima kasih kepada Karina, Wendy dan Yuan pun pergi. Di dalam mobil, Yuan banyak mengoceh dan bertanya. Wendy sesekali menimpali ocehannya, tetapi ia kebanyakan melamun. Pikirannya terus beralih pada Chanyeol. Bagaimana hasil testnya?
Tak terasa, Wendy dan Yuan sudah sampai di rumah. Walaupun masih jam 11 siang, Wendy tetap memutuskan untuk memandikan Yuan. Antisipasi saja karena pagi ini anaknya itu pergi bersama dengan Chanyeol. Yuan patuh saja.
"Ahjumma, dowa juseyo," panggil Wendy pada salah satu pembantu rumah tangga. (bibi, tolong bantuannya)
"Ne, eotteohge dowa deulilkkayo?" tanya pembantu itu. (iya, bagaimana saya bisa membantu Anda?)
"Ambil cairan disinfektan dari lemari bawah tangga kemudian tolong semprotkan pada tas sekolah Yuan juga pada interior mobil. Gamsahamnida, ahjumma."
"Baik, Nyonya. Segera saya laksanakan." Pembantu pun pergi melaksanakan tugasnya.
Wendy menggendong Yuan menuju kamarnya untuk mandi. Setelah selesai, gantian Wendy yang mandi dan Yuan makan siang bersama pengasuhnya. Tak lama setelah mandi, Wendy menerima telepon. Dari Chanyeol.
"Ya, sayang," sapa Wendy, tangannya gemetar memegang ponsel.
"Aku non reaktif. Tapi untuk 14 hari ke depan aku harus kerja dari rumah. Restoran tutup juga, jadi aku dan Baekhyun akan mencari cara agar restoran tetap berjalan secara online," jelas Chanyeol panjang lebar.
Wendy menghela napas lega. "Syukurlah, kalau begitu apakah aku dan anak-anak juga harus di test?"
Chanyeol terdengar memikir untuk sesaat. "Biar kutanya pada dokter keluargaku dulu. Sekarang aku dalam perjalanan pulang."
"Ah, baiklah. Menyetirlah dengan hati-hati. Sampai jumpa di rumah."
Wendy menutup panggilan sepihak. Ia menghela napas lega dan tersenyum. Semoga keluargaku sehat-sehat semua, batinnya.
wendyson
8,800 likes | 800 comments
wendyson look at this 2 y.o. asking for more food #smh
view previous comments...
renjunpark yuan, hyung belikan wafel nanti. tunggu di rumah, ya!
ohhh_sehun ingin seperti ini satu @ohhh_joy
bae.irene aih, keponakanku >.<
ohhh_joy satu anak cukup, tidak usah minta lagi @ohhh_sehun
wendyson jangan belikan yuan wafel terus! @renjunpark // ayo buatkan teman main untuk yuan @ohhh_sehun @ohhh_joy // aih, tantenya yuan >.< @bae.irene