~ Prologue~
Dahulu kala, ketika bumi hanya berupa bongkahan batu dan lumpur yang kosong, seorang dewa turun ke bumi. Sang dewa diberikan sebuah tugas dari ayahnya Deus yang merupakan dewa dari segala dewa.
Dewa Deus memberi titah agar sang dewa memelihara dan menjaga bumi karena tidak lama lagi, sebuah bentuk kehidupan baru akan tercipta di bumi. Dewa tersebut adalah sang dewa cahaya atau yang dikenal sebagai Dewa Viole.
Dewa Viole berusaha sekuat tenaga memenuhi titah dari sang ayah.
Menggunakan kekuatan dewa atau shinsu miliknya, Dewa Viole menerangi bumi dengan cahaya dan menyelimutinya dalam kehangatan. Dewa Viole juga berkewajiban untuk menjaga bumi dari iblis kegelapan yang bernama Tenebris. Jika Tenebris dapat menguasai bumi, maka kehidupan yang muncul akan terpengaruh kegelapan, menjadi dingin dan keji.
Akhirnya setelah penantian yang panjang, sebuah tunas muda tumbuh di atas tanah yang tandus itu. Begitu muda dan hijau. Sang dewa cahaya sangat menyayangi tunas itu dan merawatnya. Menyinari dengan cahaya, menjauhkannya dari kegelapan Tenebris, menjaganya tetap hangat dari shinsu dingin milik sang iblis. Berkat ketekunan dan kegigihan Dewa Viole, tunas muda tersebut tumbuh menjadi bunga mawar biru yang indah dan mempesona.
Melihat mekarnya bunga tersebut, dewa Viole pun berdoa.
"Oh ayahku Dewa Deus. Dewa dari segala dewa. Hari ini aku persembahkan kepadamu hasil pekerjaanku atas titahmu. Telah tumbuh di atas tanah tandus ini sebuah bunga biru yang cantik. Oh dewa Deus Yang Agung, atas hasil kerja kerasku selama ini, apakah kiranya engkau berkenan memberikan padaku rekan yang setara, yang dapat menemaniku dan membantuku dalam melanjutkan titah darimu?"
Setelah dewa Viole mengakhiri doanya, Dewa Deus turun dari alam para dewa ke bumi, menepuk bangga kepala anaknya dan mengatakan ia akan mengabulkan permohonannya.
Dewa Deus memetik bunga biru tersebut dan meniupnya membuat kelopak bunga tersebut terlepas dari tangkainya. Sebelum kelopak tersebut mencapai tanah, mereka berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik dengan rambut biru keperakan, kulit putih, dan mata biru gelap yang sangat menawan. Dewa Deus menamai wanita tersebut Agnes, sang dewi kehidupan.
Sang dewa cahaya jatuh cinta pada Dewi Agnes dan berjanji akan selalu menjaganya. Sang dewi tersenyum, mengambil tangan Dewa Viole, memintanya untuk melepaskan shinsu mereka bersama-sama.
Dengan ajaib tanah tandus di depan mereka berubah menjadi dataran hijau yang amat luas, ditumbuhi rumput yang menjulang tinggi dan bunga dandelion. Sungai dan segala mata air mulai muncul di bumi beserta segala langit biru, awan putih serta angin yang berdesir lembut. Sang dewa cahaya terpukau melihat pemandangan di depannya. Ia tak pernah melihat pemandangan seperti ini selama hidupnya. Dewa Deus yang menyaksikan peristiwa ini pun berkata
"Viole anakku, sang dewa cahaya, kuberikan padamu hari ini pendamping hidupmu, sang dewi kehidupan. Bersamanya ciptakanlah kaum manusia, kaum tanpa kekuatan dewa. Ciptakan sebuah peradaban yang damai sebelum kalian kembali ke alam para dewa. Ingatlah Viole, jagalah Agnes dengan baik karena tanpa dirinya, tanpa shinsunya semua ini akan lenyap, kembali ke lahan tandus tanpa kehidupan. Jauhkan ia dari kegelapan seperti saat kau menjaganya saat ia masih berbentuk tunas karena kegelapan dapat memanfaatkan shinsu milik Agnes untuk menciptakan kaum iblis dan membinasakan kaum manusia yang kau buat dan kaum kita para dewa."
Setelah mengucapkan hal tersebut Dewa Deus kembali ke alam dewa. Meninggalkan Dewa Viole dan Dewi Agnes di bumi. Bersama, Dewa Viole dan Dewi Agnes membentuk kaum manusia. Membentuk boneka tanah kemudian memasukkan shinsu ke dalamnya sehingga tanah itu hidup menjadi manusia. Manusia demi manusia diciptakan, memberikan mereka karakter tertentu dan tanggung jawab untuk merawat bumi. Mereka juga membentuk kerajaan, membuat sistem, dan menunjuk pemimpin. Membentuk sebuah peradaban manusia yang dapat memelihara bumi, memelihara dirinya sendiri dan membentuk keturunan. Sebagai rasa terima kasih, para manusia mendirikan kuil untuk Dewa Viole dan Dewi Agnes.
YOU ARE READING
Life for light
RomanceCahaya dan kehidupan adalah 2 hal yang membentuk peradaban manusia yang kita kenal sekarang. Cahaya sangat mencintai kehidupan dan bersama mereka menciptakan harmoni. Dimana ada cahaya pasti akan ada kegelapan. Kegelapan mengingikan kehidupan untuk...
