1. H-1

40 10 1
                                        

"Tetsu! Sudah selesai belum?" (name) mengaduk sup buatannya sambil sesekali melihat teflon berisi ikan yang sedang dipanggang.

Sup miso dan makarel panggang memanglah sajian makan siang yang pas. Terlebih ikan memang makanan favorit Kuroo Tetsurou yang saat ini menyandang status sebagai tunangan (name)

"Sebentar lagi, (name)." Tetsurou kembali menyusun kotak - kotak berisi perlengkapan rumah mereka.

Rumah minimalis hasil tabungan mereka berdua kini terlihat penuh dengan barang. Semua barang - barang ini merupakan barang bawaan dari rumah (name) serta Tetsurou yang tersisa, mengingat kalian sudah pindah ke sini sejak beberapa minggu yang lalu.

Sengaja dipindahkan sedikit demi sedikit agar tidak terlalu membebani mereka.

(Name) menghampiri laki - laki yang tengah menghapus keringatnya dengan baju, lalu menaruh segelas air dingin di atas meja.

"Minum dulu, Tetsu. Kau terlihat lelah." (Name) mendudukkan dirinya di sofa, lalu menepuk tempat kosong di sebelahnya.

Tetsurou melakukan seperti yang (name) minta, kemudian menegak habis air pada gelas.

"Terima kasih, (name)." Tetsurou menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa lalu menatap ke langit - langit rumah.

"Tidak terasa, ya."

"Hm? Apa maksudmu?"

"Besok sudah hari pernikahan kita." Tetsurou tampak tersenyum kecil sambil terkekeh pelan.

"Apanya yang lucu tentang itu, Tetsu?" (Name) mendorong bahu pria di sebelahnya pelan.

"Aku gugup setengah mati tau." Sambung (name).

Tetsurou menarik (name) mendekat, "Kamu pikir aku tidak gugup, ya?"

Dia menggamit tangan (name) kemudian meletakkannya di dadanya. Dapat dirasakan detak jantung yang berdetak cepat saat membahas hal - hal berbau pernikahan.

Keduanya bukan belum siap, hanya saja mereka masih menyimpan banyak pertanyaan. Mereka merasa tidak sanggup membahagiakan diri satu sama lain.

(Name) tiba - tiba menyandarkan kepalanya ke dada Tetsurou dan memeluk pinggangnya erat.

"Aku harap kita bisa bahagia selamanya." Ucapnya pelan.

"Aku juga. Aku ingin kita bersama selamanya."

Mereka berdiam selama beberapa menit, menikmati tenggelam dalam pikiran masing - masing.

Sampai ...

"Baiklah! Ayo kita makan, nanti masakanmu dingin." Tetsurou menarik lengan (name) menuju ke arah dapur.

Kemudian keduanya menikmati makan siang mereka lalu melanjutkan aktivitas membereskan rumah.

A/n

Halo, guys!
Agak aneh memang liat aku tiba - tiba up cerita tentang /ekhem/ anime or manga or whatever u called that.
So, kalo suka silahkan baca dan vote sesukanya.
Thank you and see you in the next chapter!

Marriage | Kuroo TetsurouWhere stories live. Discover now